
Semua orang yang melihat Adrel itu seketika panik terumata Lukas yang langsung menangis dan meminta maaf kepada Opa Adrel dengan berlinangan air mata.
"Opa maap maap Opa" ujar Lukas sambil menangis.
"Ukas jaad Opa jadi cakit" bentak Lenka yang juga ikut menangis itu.
Sedangkan Abang Luis dan Leon tidak menangis dan hanya melihat kan raut wajah sedih mereka itu, saat dua si kecil manja itu menangis saat itu Adrel tersenyum lebar lalu berkata.
"Bercanda haha" ujar Adrel menertawai kedua cucu nya yang sudah menangis tersedu-sedu itu.
"Opa jaad Enka kan akut" ujar Lenka memukul lengan Adrel dengan kesal dan berlari ke Varo.
"Udah Dad, jangan godain mereka mulu, padahal habis mandi ingus nya kemana mana lagi nanti" kata Varo menatap Daddy nya itu dengan tatapan menahan sedikit kesal.
"Bapak bapak sekarang udah bisa yah haha" tawa Adrel menepuk bahu anak nya itu.
"Sudah jangan pada nangis, Oma masakin makanan enak buat kalian, ayo makan" ujar Shinta yang sangat senang.
Kembar dengan semangat duduk di tempat mereka masing masing, saat ini si kembar sudah sangat pintar menyuapi makanan mereka sendiri walaupun masih belepotan kesana kesini tetapi Rere tetap mengajar kan mereka mandiri sejak dini.
"Besok acara ulang tahun perusahaan, kamu yakin mau tampil sekeluarga?" ujar Adrel menatap putra nya itu.
"Aku yakin Dad, Varo ingin mereka mengenal istri yang paling Aku cintai ini, dan untuk si kembar aku cuman akan memperkenal kan mereka pada media kali ini, selebih nya aku meminta Samuel untuk memblokir semua data yang berkaitan dengan kembar maupun foto mereka sendiri" ujar Varo dengan panjang lebar menjelaskan itu semua.
"Mommy setuju itu tidak apa-apa, benar kan Re?" ujar Shinta menatap menantu nya itu untuk meminta persetujuan.
"Benar Mom, Aku hanya ingin mereka tidak di kenal hanya sebagai keluarga William, Rere cuman takut setelah mereka besar orang hanya memandang latar belakang dan tidak ada satu pun yang tulus, biarkan saja nanti si kembar yang memutus kan apa yang mereka ingin lakukan" jelas Rere menatap anak-anak nya yang dengan lahap sedang makan itu.
__ADS_1
"Pemikiran yang sangat bagus sayang" ujar Varo memuji istri nya dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih Mas, ini semua juga berkat dukungan kalian semua yang sudah menerima kekurangan Aku di keluarga William" tutur Rere tersenyum dengan bahagia.
"Harus nya kita yang berterimakasih" ujar Adrel menatap menantu nya dengan tatapan senang.
"Ya Rere, untung saja ada diri mu kalau tidak pria kejam yang di samping mu ini akan terus menjadi frezer berjalan itu sangat dingin bukan" kata Shinta yang memeluk badan nya seolah-olah kedinginan menatap Varo.
"Sekarang sudah tidak Mom, semenjak ada gadis ini" ujar Varo mencubit hidung mancung istri nya.
"Jangan ubit Mom!"
"Angan"
"Jangan"
Si kembar mengetuk mengetuk meja makan mereka dengan sendok dengan kuat seolah-olah menantang Varo, para kembar mulai menjadi tameng Mommy nya itu ketika melihat Daddy mereka melakukan hal itu, mungkin si kembar mengira Daddy nya itu menyakiti Mommy mereka.
"Daddy atit" ujar Lenka memukul sendok nya ke tangan Varo.
"Kalian semua cucu Oma sangat lucu" ujar Shinta yang ingin bangkit dari duduk nya untuk mengendong cucu nya.
"Selesaikan makan mu dulu, si kembar juga belum selesai makan" tutur Adrel memperingat kan hal itu kepada istri nya.
"Iya" ujar Shinta dengan kesal kembali ke tempat duduk nya itu dengan wajah cemberut
Keesokan hari nya pukul 19.05
__ADS_1
"Sayang cepat pakai pakaian mu" ujar Rere menyuruh suami nya yang masih bermalasan bermain HP
"Sayang tidak perlu panik, peran utama seperti kita tidak apa-apa untuk hadir paling terakhir" tutur Varo dengan santai yang masih berbaring di kasur sambil bermain dengan Lukas.
Lukas sangat heboh bermain dengan Varo saat ini, mereka saling mengelitik satu sama lain, dan melompat-lompat di atas kasur itu, sedang kan Rere yang sudah cantik dengan gaun pesta nya yang sangat mewah dan hanya di buat satu oleh designer terkenal dari perusahaan William khusus untuk nona mereka dan satu set keluarga. Make up tipis terlihat di wajah gadis yang sudah menjadi Ibu dari ke empat anak nya itu, terlihat natural tapi sangat cantik dan berkelas. Saat ini Luis dan Leon dua abang ganteng sudah duduk anteng di sofa kamar itu memakai jas yang bewarna sama dengan Rere, begitu pun saat ini Rere sedang memasang kan dress mini untuk Lenka, gadis itu sedikit ribut hingga membuat Rere tambah bingung dan kesusahan terlebih melihat Varo dan Lukas yang ribut membuat pikiran nya terbagi, sedangkan Lukas dan Varo masih belum berganti baju.
"Cepat ganti baju kalian atau Mommy akan" Rere mengalih kan pandangan nya kepada Varo dan Lukas.
Kedua orang yang di tatap oleh Ibu ratu itu seketika nyali mereka ciut, Varo meneguk saliva nya dengan kasar takut istri mengeluar kan mode on emak-emak untuk menghukum mereka, dengan sigap Varo turun dari ranjang dan mengendong Lukas untuk ikut berganti baju.
"Ba baik Mom" ujar Varo berlari ke walk in closet untuk mengambil pakaian nya dengan Lukas.
Tidak butuh waktu lama untuk seorang pria tampan berdandan, cukup polesan sedikit sudah membuat mereka terlihat mempesona.
"Lain kali jika masih begitu, awas!" tatapan mengancam kembali menatap Varo dan Lukas.
Hawa terasa panas karena Varo takut di marahi istri nya begitu pun juga Lukas yang hanya bisa diam telah di peringati Mommy yang paling Dia sayang itu, Rere mengendong Lenka sedangkan Varo mengendong Lukas, sisa nya Abang ganteng yang kalem di suruh memegang tangan Daddy dan Mommy mereka satu-satu begitulah memiliki anak kembar susah dengan menjaga nya sekaligus.
"Ayo kita turun" ujar Rere mengajak suami dan anak-anak nya.
Mereka turun menggunakan lift, lalu sudah terlihat di ruang keluarga Adrel dan Shinta serta ada Nana yang sengaja di suruh ikut takut nanti kembar rewel kalo Nana tidak ada. Shinta mengalihkan pandang nya kepada Varo dengan tatapan tajam.
"Kalian lama sekali" ujar Shinta yang pasti nya sudah tau siapa dalang dari permasalahan ini.
"Mas Varo sama Lukas Mom biasa" tutur Rere menghela nafas nya itu.
"Ya sudah tidak apa-apa, mari berangkat" ajak Adrel lalu berdiri dari sofa.
__ADS_1
Adrel mengambil Luis untuk Dia gendong, sedang kan Leon Shinta yang mengendong nya, mereka sebenar nya bisa berjalan sendiri tetapi karena sebelum acara agar lebih cepat jadi di gendong para tetua dulu.
"Hole pelgi" teriak si kembar bersama saat mobil mereka sudah berjalan.