
Beberapa minggu kemudian
Mansion Arnolda di heboh kan dengan suara rengekan dari Nyonya Arnolda kepada Tuan nya itu, saat ini Axel sedang di kantor tengah mengerjakan pekerjaan nya, tiba-tiba sang istri melakukan panggilan vidio kepada nya tentu dengan semangat Axel langsung mengangkat telpon tersebut, tetapi baru mengangkat telpon itu Clara sudah memohon dan merengek kepada suami nya.
"Honeyyyyyyyyy,"ujar Clara dengan manja kepada suami nya itu.
"Apa sayang,"ucap Axel tersenyum gemas melihat wajah cemberut istri nya.
Semenjak hamil Clara tipe bumil yang sangat sering dan suka makan banyak, tidak hanya berat badan wanita itu naik tetapi pipi nya ikut menjadi tambah cubby karena lemak tersebut, Axel hanya menatap gemas wajah istri nya itu lewat ponsel.
"Mau makan sate kambing, sekarang!"ucap Clara memberikan senyum termanis nya.
"Aku kan lagi kerja sayang,"ucap Axel yang mengatakan itu.
Sebenar nya bisa saja pria itu langsung meninggalkan pekerjaan nya dan bertemu sang istri, tetapi yah nama nya Axel godain dulu istri baru di kasih apa yang Dia mau kan. Axel menatap Clara yang cemberut memanyunkan bibir nya ke depan, gadis itu diam.
"Jahat, huh,"ucap Clara membuang muka.
Sungguh sikap Clara yang manja semenjak hamil ini membuat Axel ingin menerkam segera gadis itu, karena bersikap sangat lucu di mata nya, Axel tertawa puas melihat Clara yang malah marah itu.
"Maaf yah Aku me--,"perkataan Axel terpotong saat Veronica ikut masuk ke dalam vidio call tersebut dan menatap tajam anak nya.
"Kamu mau anak kamu ileran? Cepat pulang, dan beli apa yang Clara ingin kan!"tegas Veronica mengancam anak nya.
"Eh Mom ga mau lah,"ucap Axel menghembuskan nafas nya kasar.
"Yaudah sekarang pulang Axel Arnolda,"ucap Veronica menekan perkataan nya pada setiap kalimat nama Axel.
Clara tersenyum puas saat Axel menerima permintaan nya itu di bantu oleh Ibu ratu Veronica yang sangat sayang menantu itu.
"Yaudah Aku pulang,"ucap Axel bersiap mematikan vidio call tersebut.
"Eh bentar Honey!"tegas Clara kepada suami nya itu.
"Ada apa lagi sayang?"ujar Axel bingung.
__ADS_1
"Ajak kak Varo, kak Reno sama Roy yah,"ucap Clara dengan senyum malu-malu nya.
"Wah wah mau apa kamu,"selidik Axel menatap istri nya tajam.
Clara mengusap perut nya yang sudah sedikit membuncit itu dan mengarahkan nya kepada ponsel nya agar Axel melihat itu, lalu Clara kembali memperlihatkan wajah nya yang sendu.
"Baby nya mau makan sate kambing yang di bikin orang-orang ganteng, oh iya maksud Aku kambing nya juga kalian yang beli Honey langsung ke tukang kambing yang biasa nya jualan di pasar itu,"ucap Clara mengusap perut nya.
Seketika Axel membalak kan mata nya mendegar permintaan istri nya yang mengada gada itu, ya kali buat sate kambing di suruh beli kambing nya langsung juga.
"Sayang kamu jangan main-main,"ucap Axel menatap istri nya degan tatapan tidak percaya nya itu.
"Aku serius Honey, jadi kamu ga mau, dan milih anak kita ileran aja gitu?"ucap Clara sedih kepada Axel.
Axel terdiam beberapa saat lalu Dia mengusap wajah nya dengan gusar, lalu mengangguk kepada Clara dengan lemah menandakan pria itu akan setuju dan menuruti keinginan istri nya.
"Makasih Honey i love u, Aku bakal ajak Rere sama Anggun buat ke rumah makan sate juga, oiya beli nya di pasar dekat desa panti Aku aja yah Honey, bye," ucap Clara langsung mematikan panggilan vidio itu.
Panggilan terputus..
"Huh, demi istri dan anak tercinta,"ucap Axel mengambil jas dan menuju keluar ruangan nya.
Roy yang sedang duduk mengerjakan berkas di ruangan nya itu seketika kaget melihat Axel membuka pintu dengan kasar.
"Ayo pergi ke perusahaan Varo,"ucap Axel mengucapkan itu dan langsung meninggalkan Roy yang kebingungan.
Dengan tergesa-gesa Roy mengikuti langkah Axel yang masuk ke dalam lift, Roy membuka jadwal yang Dia susun untuk Tuan nya, tetapi hari ini tidak ada pertemuan dengan perusahaan William Group, Roy melihat dengan jelas jadwal Axel hari ini.
"Tuan seperti nya hari ini kita tidak ada pertemuan dengan perusahaan William Group,"ucap Roy mengigatkan Tuan nya itu.
"Aku tahu Roy, tapi ini pertemuan permintaan seorang suami demi istri nya,"ucap Axel yang malah membuat Roy tambah bingung.
"Jangan memasang wajah bingung mu, bawa mobil dan kita pergi, ikuti saja Aku,"ucap Axel kepada Roy.
Roy membawa mobil di siang hari yang terik itu menuju perusahaan William Group, mobil itu berhenti tepat di gedung perusahaan yang mewah, Axel langsung turun di ikuti Roy. Axel menghampiri repsesionis dan bertanya.
__ADS_1
"Apa Varo ada di kantor nya?"ucap Axel kepada karyawan wanita tersebut.
"Tu tu tuan Axel, Pak CEO sekarang ada di kantor nya,"ucap karyawan wanita itu gugup melihat orang terkemuka itu.
Tanpa permisi Axel langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam lift para petinggi perusahaan, karena Axel memang memiliki akses nya, para karyawan yang menatap itu hanya terkagum kagum.
"Pak CEO teman nya kenapa ganteng ganteng banget sih"
"Iyah benar"
"Lihat aja asisten nya ganteng juga"
"Kayak nya yang mau jadi asisten CEO harus good looking"
"Bukan itu, emang otak mereka encer maka nya di pake,"ucap para karyawan yang masih menatap kepergian Axel menjauh dan hilang masuk ke dalam lift.
Pria itu sampai di lantai paling atas di tempat ruangan CEO berada Axel tanpa segan langsung masuk keruangan itu.
Brak..
"Hey bro,"ucap Axel duduk di sofa itu.
Varo yang sedang meneguk kopi nya pelan itu seketika tersedak melihat kedatangan Axel yang tiba-tiba padahal Dia sedang fokus menyuruput minuman itu sambil mendengarkan penjelasan dari Reno tentang kembang kerja perusahaan nya.
"Ck kau membuat ku kaget tua,"kesal Varo.
"Sopan lah dikit kepada ku, karena kau tahu Aku lebih tua kan!"ujar Axel menatap pria itu.
"Lalu, apa urusan mu kesini tidak biasa nya,"ucap Varo duduk di sofa bersama Axel itu.
Axel menceritakan permintaan istri nya itu kepada Varo, dengan seksama Varo mendegarkan dengan baik cerita Axel, lalu pria itu tertawa setelah cerita itu selesai.
"Pftt ada-ada saja istri mu, apa Dia tidak meminta mu mengambil telur burung unta saja yang langsung di eram oleh induk nya untuk di makan haha,"tawa Varo mengejek kesusahan sahabat nya.
"Jangan tertawa, cepat ikut Aku!"
__ADS_1