
Malam harinya, setelah selesai makan malam dan menghabiskan waktu santai itu, mereka pergi untuk beristirahat ke dalam kamar masing-masing begitu pun dengan Michele yang tampak terbaring di kasur sambil memainkan ponsel nya.
"Sayang, ayo buat anak,"ujar Alice yang keluar dari kamar mandi menggunakan lingirie dark blue itu.
Seketika Michele memutar arah tatapan nya kepada Alice, pria itu tertawa melihat betapa agresif nya sifat istri nya itu membuat Michele kadang heran.
"Apa kau tidak dingin memakai baju kekurangan bahan itu?"tanya Michele dengan mengejek istri nya.
"Hei ini lingirie bukan baju kekurangan bahan, ini kan baju dinas dengan suami ku, kau ini tidak mengerti,"ujar Alice dengan cemberut naik ke atas ranjang dan memeluk suami nya itu.
Michele yang melihat itu meletakan ponsel nya di atas meja, lalu mengukung tubuh Alice dari atas dengan seringai tipis nya.
"Kau pasti sering dengar, kucing jika di berikan ikan Dia tidak akan menolak sayang,"ucap Michele mengatakan itu.
Gadis itu yang mendapat tatapan tajam suami nya ikut menyeringai lalu mengalungkan tangan nya ke leher Michele yang sedang mengukung nya dari atas.
"Ya karena Aku yang menawarkan nya,"ujar Alice mengatakan itu sambil mengusap dada bidang Michele dengan jari-jari lentik nya.
"Kau sangat nakal, dari mana kau belajar se agresif ini,"ujar Michele menahan tangan Alice yang berusaha menyingkap baju kaus Michele memperlihatkan otot perut nya.
"Aku belajar untuk menyenangkan mu,"ucap Alice mengatakan itu kepada Michele.
Mereka mulai terhanyut suasana, begitu pun Alice yang memulai terlebih dahulu dengan mencium bibir pria itu dengan kasar membuat Michele menyeringai tipis.
"Sst kau sangat pintar,"ucap Michele setengah berbisik di telinga Alice.
Tangan pria itu mulai masuk ke dalam lingirie Alice, dan menyikap nya sehingga memperlihatkan bagian dada wanita itu yang sudah terekspos membuat Michele menjilat bibir nya dengan panas melihat bentukan bak gitar spanyol itu.
Pria itu menghisap bagian favorit ny dengan ganas dengan sesekali meremas salah satu gundukan nya dengan kasar, membuat Alice mendes@h merasakan nikmat dunia itu, wanita itu dengan nakal mengusap bagian selangkang Michele yang sudah mengeras akibat aktivitas mereka.
Brak..
__ADS_1
Michele melepas semua pakaian nya, dan memutar tubuh nya sehingga Alice yang berada di posisi atas saat ini, pria itu menyeringai.
"Aku sangat suka saat kau tidak memakai apa pun,"ujar Michele meremas bok0ng wanita nya itu yang sedang berada di atas nya.
Alice sebenarnya sangat malu di lihat panas oleh sang suami, tapi ke agresifan nya mengalahkan segala semua rasa malu nya, gadis itu berdiri dan memasukan milik Michele yang sudah sangat menegang.
"Bergerak lah untuk ku,"ucap Michele menyeringai kecil.
Gadis itu seketika meringis merasakan milik Michele yang memasuki diri nya, begitu pun dengan Michele yang malah meram melek membantu Alice memompa kegiatan mereka naik turun.
"Sst sayang kau masih sangat sempit,"ujar Michele mengatakan itu.
Pria itu menganti posisi nya dengan duduk, saat ini Alice menduduki diri nya, mereka berdua bergerak menikmati alunan musik malam dengan erangan dan teriakan yang mereka hasilkan, untung saja ini kamar di villa kedap suara sehingga tidak ada yang mendengar jeritan aneh itu.
Michele yang merasa akan melakukan pelepasan itu, terus bergerak cepat mengikuti Alice yang juga sudah mendapatkan pelepasan untuk kedua kalinya itu, akhirnya benih benih Antara itu Dia tanamkan pada rahim sang istri.
"Hosh hosh, ini gil@ Aku sangat lelah,"ujar Alice menjatuhkan badan nya di pelukan Michele.
Kegiatan panas mereka berakhir hampir memakan waktu beberapa jam itu, begitu lah pasutri baru kegiatan nya masih sama yaitu memproduksi penerus.
Pagi harinya, Alice mengerjapkan mata nya menatap Michele yang juga sudah bangun dan tampak keluar kamar mandi, pria itu yang sedang memakai celana nya berbalik menatap Alice yang menatap nya dengan menutup mata nya.
"Dasar aneh,"ucap Michele tertawa kecil, padahal istri nya itu sudah melihat semua dari diri nya.
"Cepat mandi, kita akan sarapan bersama,"ucap Michele kepada istri nya itu.
"Harusnya kau membangunkan ku lebih pagi,"ucap Alice berlari ke kamar mandi dengan tubuh polos nya.
Michele yang melihat itu kembali terkekeh melihat tindakan istri nya yang membuat nya panas dingin di pagi hari dan juga mengemaskan, lama Alice di kamar mandi hingga akhirnya gadis itu selesai dan keluar lalu berganti pakaian masih di posisi Michele yang menunggu nya di sofa kamar.
Krek..
__ADS_1
Pintu kamar di buka, mereka berjalan beriringan sambil bercerita, tidak sengaja mereka berpapasan dengan Lukas yang sedang berlari di lorong villa itu dengan cepat.
"Lukas, jangan berlari,"ucap Alice kepada anak Varo dan Rere itu.
"Aunty Aunty, Alisa akan memakan ku cepat gendong Aku,"ujar Lukas yang tampak panik itu.
Sepertinya lagi-lagi Lukas menjahili anak Axel dan Clara itu, emang Lukas sebenarnya hanya ingin mencari perhatian Alisa agar Dia terlihat.
Drap.. drap..
Seorang gadis kecil yang tampak kesal dengan raut wajah nya yang tampak memerah itu menghampiri Lukas yang sedang di gendong Alice itu.
"Aunty lepasin Lukas, Alisa mau cubit Dia!"teriak gadis itu dengan kesal menatap Lukas yang malah tertawa puas itu.
"Kalian ini selalu saja bertengkar kenapa lagi sekarang,"tanya Alice dengan tatapan bingung nya kepada kedua anak kecil itu bergantian.
Sementara itu Michele yang menatap interaksi Alice kedua anak kecil itu hanya tersenyum, karena walaupun Alice masih muda tapi Dia sudah bisa bersikap tegas.
"Boneka Alisa di ambil sama Lukas lagi,"ucap gadis itu dengan kesal menghentakan kaki nya ke lantai.
"Ya salah kak Alisa, sudah sekolah kok masih main boneka boneka an sih, Lukas saja belum sekolah ga main boneka boneka an,"ujar pria kecil itu dengan tersenyum.
Gadis itu tidak merengek tapi Dia hanya menatap Lukas dengan tatapan kesal dan ingin mencubit pria itu dengan kekesalan nya yang memuncak.
Rere datang di ikuti suami nya dan ketiga anak nya yang lain serta Axel dan Clara.
"Lukas, jangan gangguin Alisa mulu balikin!"ucap Rere dengan tegas kepada pria itu.
Lukas yang mendengar Mommy nya sudah mengambil alih bicara itu seketika, meminta turun dari pelukan Alice Dia mengembalikan boneka Alisa dengan tatapan cemberut nya.
"Maafin Lukas yah Alisa, tapi lain kali Lukas ga bakal ketahuan lagi haha,"ucap Lukas berlari menuju ruang makan.
__ADS_1
Semua orang hanya mengeleng menanggapi sikap jahil pria itu.