Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

"Jadi kalau kakak mencium nya seharus nya Aku juga injak kaki, Aku tepis tangan kak Michele nya, atau Aku siram pakai air panas, mau?"tanya Alice menatap pria itu dengan tatapan kesal nya.


"Ck lupakan saja,"ujar Michele kembali mengambil beberapa pakaian yah sudah Dia letakan di atas kasur lalu merapikan nya di dalam koper.


Alice yang melihat itu juga membantu dan merapikan baju Michele, pria itu hanya membiarkan nya kalau di bantah pun gadis itu pasti akan sangat cerewet dan berisik, sampai saat Dia melihat Alice menyusun dan mengambil boxer nya.


"Hei itu bagian ku,"ujar Michele langsung mengambil nya dari tangan Alice.


"Kenapa Aku membantu,"ujar Alice dengan penuh tanda tanya.


"Apa kau b0doh? Itu celana d@lam ku,"ujar Michele dengan raut wajah malu nya tapi juga kesal kepada gadis itu.


"Biasa saja, dulu Aku sering membantu juga Kak Reno,"ujar Alice dengan polos nya.


Pria itu mendengus kesal bisa-bisa nya Dia menyamakan diri nya dengan Reno, kalau Reno adalah Kakak nya kalau Michele adalah orang luar seharusnya Dia malu.


"Beda! Seharusnya kau malu, ck bisa-bisa nya,"ujar Michele memasukan semua nya secara acak karena kesal dan mentup koper nya dengan buru buru.


Kaki nya pun melangkah keluar kamar dan menyeret koper nya begitu pun dengan Alice yang mengekor dan mengikuti langkah kaki pria itu, pria itu berhenti di depan kulkas dan meminum minuman nya.


"Apa kau malu?"tanya Alice dengan heran kepada pria itu.


"Tidak,"tutur Michele dengan santai nya dan membuang muka.


"Seperti nya kau malu, aaa gemush,"ujar Alice hendak memeluk pria itu.


Michele yang melihat gadis itu akan memeluk nya langsung menghindar dari kulkas dan Alice yang tidak memegang sandaran itu akhir nya terjatuh ke lantai.


Bruk..


"Akh aduh sakit,"ujar Alice mengusap wajah nya yang terlebih dulu nyungsep ke lantai akibat Michele menghindari pelukan nya.


"Kak Michele, kau ini!"teriak Alice dengan kesal dan berdiri.

__ADS_1


"Aku sudah bilang jangan memeluk ku,"ujar Michele ketus dan mengambil koper nya keluar apartemen menuju parkiran.


Alice mendengus kesal dan mengekori pria itu sampai ke parkiran bawah apartemen, Michele membuka bagasi belakang mobil nya dan memasukan koper nya, pria itu melirik Alice yang hanya diam dan tidak memasukan nya.


"Apa yang kau tunggu? Cepat masukan, kalau tidak jadi ikut bilang saja,"ujar Michele dengan tidak sabaran.


"Lah bantuin dong, cowo kok begitu, apa guna nya ini otot,"ujar Alice menepuk lengan Michele yang memang berbentuk itu.


"Jangan sentuh Aku, cepat masuk, berdebat dengan mu membuat kita akan terlambat,"ujar Michele memasukan koper Alice ke dalam bagasi mobil.


"Kenapa sih marah-marah mulu, kesal deh,"ujar Alice menghentakan kaki nya dan masuk ke dalam mobil Michele.


Pria itu masuk ke dalam mobil nya dan melihat Alice yang menatap ke jendela dan hanya diam, pria itu hanya heran lalu menjalankan mobil nya menuju tempat perkumpulan mereka di depan gedung apartemen Revian.


Beberapa puluh menit Michele menjalankan mobil nya dan akhirnya sampai di depan gedung apartemen Revian, terlihat ada dua mobil lain nya yang sudah terparkir dan para pria serta wanita yang sedang menunggu Michele dan Alice.


Tuk.. tuk..


Vendi mengetuk kaca mobil Michele, membuat pria itu menurunkan kaca mobil nya dan menatap pria itu.


"Langsung aja, BTW kalian di dalam mobil berempat yah?"tanya Michele kepada Vendi.


"Iya bro takut nya pada cape bawa mobil bisa gantian, ya kali cewe-cewe di suruh bawa mobil ga mungkin kan,"ujar Vendi kepada pria itu.


"Oh yasudah,"ujar Michele kepada Vendi.


"Hei Alice apa kau senang ikut kami?"ujar Vendi menanyakan nya kepada gadis yang hanya diam menatap jendela itu.


Gadis itu memutar kepala nya dan menatap Vendi yang tersenyum manis dari jendela Michele.


"Iyah Kak seru kayak nya,"ujar Alice membalas senyuman pria itu.


Michele yang melihat interaksi mereka langsung menutup jendela, dan membuat Vendi yang memegang kaca mobil tangan nya terjepit karena Michele menutup nya mendadak.

__ADS_1


"Akh El jari ku si@lan,"umpat Vendi kepada pria itu.


Pria itu kembali menurunkan kaca mobil nya, Vendi yang melihat itu ingin berbicara tetapi kaca mobil nya sudah kembali di tutup oleh Michele, pria itu hanya bisa mengumpati Michele dari sebalik kaca.


"Haha kasian sekali teman mu, pasti Dia sangat tersiksa berteman dengan kau bukan?"tanya Alice yang melihat itu lucu.


"Sebelumnya tidak, tapi semenjak ada kau iya,"ujar Michele menatap kesal kepada Alice.


"Maksud mu?"tanya Alice dengan heran.


"Entahlah,"ujar Michele heran menjalankan mobil nya itu.


Belum selesai mereka menjalankan mobil, Revian sudah kembali mengetuk pintu kaca mobil Michele.


"Ada apa lagi?"ujar Michele dengan kesal.


"Cuy kita pakai dua mobil aja biar ga ribet, kita kan bersepuluh 3 belakang dua depan, gimana?"tanya Revian kepada pria itu.


"Boleh, boleh aja tapi pakai mobil Gua aja,"ujar Michele kembali.


"Oke,"


Akhirnya mereka kembali memasukan beberapa koper ke bagasi mobil Michele, dan posisi nya saat ini Michele tidak mau menyetir, di depan Vendi yang memakai mobil Michele dan di samping nya pacar pria itu.


Sementara Alice di tengah lalu Michele di sisi kiri gadis itu, dan Revian di sisi kanan Alice, mobil itu akhirnya di jalankan oleh mereka, tujuan mereka yaitu pertama adalah pantai di luar kota Roma yang mereka tuju.


"Apa kita akan memutar musik untuk menikmati perjalanan ini?"tawar Alice kepada semua orang di sana.


"Wah boleh tuh,"ujar Revian menyetujui, sedangkan Michele hanya fokus pada buku kedokteran yang Dia bawa dan membaca nya.


Mereka akhirnya menikmati perjalanan hingga akhirnya beberapa jam hari berganti malam, Vendi masih setia menyetir karena kata nya Dia masih bisa dan belum lelah, walaupun mereka adalah pria yang suka menongkrong ke club malam, tapi tidak selama nya mereka hanya menikmati ruangan gelap dan lampu disko tapi sekali kali mereka memang sering trip seperti ini.


Duk..

__ADS_1


Kepala Alice terjatuh di bahu Revian, Revian yang terbangun hanya tersenyum miring, sedangkan Michele yang tadi nya membaca buku melihat itu, memindah kan kepala gadis itu pelan ke bahu nya dan satu tangan nya memeluk pinggang gadis itu agar tidak mendekat kepada Revian.


"Kau ini aneh atau egois, Aku lihat kalau Alice memeluk mu, kau selalu mendorong nya, giliran seperti ini kau seenaknya memeluk nya, apa gaya pacaran kalian seperti itu?"


__ADS_2