
Mobil milik keluarga William membelah jalanan ibu kota di malam hari, lampu jalanan yang menerangi seolah menjadi saksi bisu kebahagian mereka, saat ini mobil mereka sudah sampai di depan sebuah hotel William, hotel perusahaan William Group sangat indah saat di pandang malam hari gedung yang menjulang tinggi, serta apalagi kalo pesta ini akan menjadi saksi kehadiran istri dan penerus William, semua wartawan yang di izin kan berbondong bondong datang ke hotel William Group tanpa melewati satu pun kesempatan. Dari luar sudah terlihat di depan red karpet para bodyguard perusahaan William berjaga agar para tamu dan peran utama malam ini tidak ada halangan saat memasuki ruangan utama acara yang diadakan di ballhroom hotel yang mewah.
"Sayang apa kalian siap?" ujar Varo tersenyum kepada istri dan anak nya.
Seperti tadi si kembar kali ini berjalan di pegang oleh Varo sisi kanan kiri lalu Rere memegang Lenka dan Abang Luis mereka saling berpegangan dan keluar dari mobil, begitu pun dengan Shinta yang mengandeng tangan Adrel.
"Iya Mas" ujar Rere dengan tersenyum.
Mereka melangkah kan kaki mereka keluar dari mobil, mulai dari itu flash kamera menjepret beberapa banyak dan itu sangat terdengar jelas.
*Ckrek..
Ckrek..
Ckrek*..
Para wartawan tidak ingin melewatkan satu pun kesempatan untuk mengambil foto keluarga William yang sangat jarang ingin tampil di depan publik, Abang Luis melambaikan tangan nya seolah menjadi peran utama malam ini.
"Hei kakak antik, foto Luis agi dong" tutur Luis melihat ada beberapa wartawan wanita yang memotret pria kecil itu.
Jalanan menyusuri Red karpet pun akhir nya selesai saat mereka tiba di dalam, para wartawan yang di luar tidak se agresif di dalam karena wartawan yang di dalam sudah mendapat kan izin asal mereka mau menuruti aturan dengan duduk di tempat yang di sediakan.
"Rere tidak suka deh banyak yang foto sakit mata nya" ujar istri Varo mengusap mata nya.
"Mungkin gara-gara kamu belum biasa sayang" ujar Varo meniup manik mata cantik istri nya.
Mereka semua duduk di tempat khusus para petinggi serta tamu yang khusus keluarga William itu di tempat VVIP yang di sediakan, si kembar sangat antusias melihat keramain itu, tetapi Abang Luis dan Leon masih tetap stay cool nih. Seorang pria datang lalu berbicara kepada Varo.
"Tuan semua nya sudah saya atur sesuai dengan yang anda perintah kan" ujar lelaki itu menunduk kan kepala nya di depan Varo.
"Good job Evan, pekerjaan mu sama baik nya dengan Reno" tutur Varo memuji asisten nya itu dengan bangga.
__ADS_1
"Terimakasih tuan, saya akan mengontrol semua nya, jika perlu sesuatu Anda bisa langsung memanggil saya" jelas Evan berlalu pergi dari tempat Varo.
Saat mereka sedang duduk seorang anak kecil memukul kepala Leon yang sedang di gendong seorang wanita cantik itu, gadis kecil itu tepat duduk di belakang keluarga William.
"Ba ba ba" entah apa yang Dia bicarakan tidak ada yang tahu karena memang gadis kecil itu masih berumur berkisar 1 tahun.
Leon menatap kesal ke belakang lalu menatap tajam ke gadis kecil itu, matanya melirik ke arah orang tua yang mengawasi gadis itu.
"Aunty?" lirik Leon dengan tersenyum kepada wanita yang sangat cantik itu.
Rere yang mendengar Leon mengatakan itu langsung melihat ke belakang dan terlihat Anggun yang sedang mengendong anak kecil itu sambil tersenyum kepada mereka.
"Anggun? Kapan kalian kembali ke indonesia" ujar Rere dengan heboh menatap teman nya itu.
"Tanya kan kepada suami mu itu yang mengundang kami" tutur Anggun menatap Varo yang sedang menatap istri nya.
"Kejutan, ini hari special aku mengundang sahabat mu kesini, Clara juga ada" ujar Varo tersenyum bangga.
Varo yang menerima ciuman itu merasa sangat bangga telah di puji istri nya.
"Suami mu mana Anggun?" ujar Varo menatap gadis itu.
"Gatau Kak, tadi perasaan duduk di sini" ujar Anggun yang merasa aneh tiba-tiba pria nya itu kabur entah kemana.
Tiba-tiba seorang gadis datang dengan gaun yang menjutai mewah mengendong anak juga yang berkisaran umur dua tahun, di sana juga ada Alisa yang terlihat sudah beranjak umur delapan tahun, Alisa tumbuh menjadi gadis yang cantik dan baik hati.
"Cla" ujar Anggun dan Rere mereka berdiri dan memeluk gadis itu.
"Udah lama yah mama muda" ujar clara sambil tertawa.
Gadis itu memang sudah terlihat berbeda tetapi kalo soal sifat yang blak blakan serta omongan yang selalu jujur itu tidak pernah hilang dari diri nya.
__ADS_1
"Mama muda, mana papa duda" ujar Anggun tertawa menatap Clara.
"Hei suami ku bukan duda lagi" ujar Clara menatap kesal Anggun.
"Dulu sih kata nya mau yang perjaka tau nya dapat" tutur Rere ucapan nya mengantung, saat seorang pria datang dari belakang dan memeluk pinggang ramping Clara dengan posesif.
"Pawang nya sudah sampai, yuk duduk" tutur Anggun mengajak Rere duduk.
Luis yang melihat sosok Alisa langsung berlari dan mengegam tangan gadis kecil itu.
"Kak alica cantik, mau makan kue ama Luis?" ajak Luis seolah olah menjadi pria kalem itu.
"Mau ngajakin kakak? Ngomong nya aja masih cadel begitu" tutur Alisa megejek pria kecil itu.
Luis tidak gentar sama sekali di ejek oleh Alisa Dia menarik tangan gadis itu dan mengajak nya duduk, begitu lah mereka saling melempar canda tawa dan cerita lama.
"Anggun sini anak mu, Aku gendong kayak nya Dia mau main sama Leon" ujar Rere mengambil gadis kecil itu dari gendongan Anggun.
"Jangan jahat sama Abang Leon yah sayang" ujar Anggun memperingat kan anak nya itu.
Rere menduduk kan gadis kecil itu di kursi samping Leon, lalu gadis itu berusaha mengajak Leon berbicara, entah apa yang Dia bicara kan tidak ada yang paham, sedangkan Leon hanya tetap diam menatap datar gadis kecil yang menganggu nya itu. Karena merasa di diam kan gadis kecil itu menarik rambut Leon dengan kuat.
"Mom sakit" ujar Leon berusaha melepaskan tangan gadis kecil itu dari rambut nya.
"Sayang jangan gitu nanti Abang Leon nangis loh" tutur Rere menasehati gadis kecil itu.
"Eon eon cup cup" ucap gadis itu menepuk kepala Leon merasa bersalah.
Lalu saat mereka sedang asik berbicara MC memulaikan acara mereka, sambutan demi sambutan datang dari MC tersebut untuk kehadiran keluarga William, saat tengah kediaman itu Reno datang mengendong seorang anak kecil bersama seorang wanita lalu duduk di samping Axel.
"Kemana saja Kau bro" ujar Axel menepuk bahu pria itu.
__ADS_1