
Mobil Samuel yang di ikuti mobil Reno di belakang membelah jalanan kota Roma di siang hari, Samuel yang mengendarai mobil sedangkan Alice yang duduk di samping kemudi bersama Lenka yang tampak terus berbicara.
"Kak Alice tidak skull?"tanya gadis itu karena tidak pernah melihat Alice memakai seragam sekolah.
"Kak Alice udah kuliah baby,"ujar Alice gemas mendengar cara bicara Lenka.
"Kalo kak Sam?"tanya Lenka menatap pria tampan yang fokus dengan setir mobil nya itu.
"Dia mah udah lama tamat nya, kalo Lenka pintar pasti juga kayak Kak Sam, lompat kelas,"ujar Alice menjelaskan secara sederhana.
Umur 17 tahun saat ini Samuel seharusnya masih memakai baju SMA untuk proposi badan seperti Samuel pasti ganteng banget pakai baju sekolah, astaga menghalu lagi, tapi yah begitu bukan nya pakai baju SMA tapi udah pakai jas, yah pekerjaan Samuel ga wajib pakai jas tapi yang nama nya atasan tetap rapi walaupun nanti baju kena cipratan d@rah ye kan.
"Kak Sam hebat,"ujar gadis itu bangga.
Untuk Alice sendiri di umur 21 tahun Dia masih kuliah semester dua, ini cewe karena pernah koma ingat bukan jadi nya kuliah nya ke tunda, ga gampang harus ngejar ketertinggalan kita loh.
"Nanti Lenka mau cepat lulus, biar cepat kerja juga,"ujar gadis itu dengan bangga.
"Pintar, semangat yah,"ujar Alice kepada gadis kecil itu.
Sementara itu lain di mobil Reno dan Anggun, pria itu terus menyetir mobil dengan satu tangan, kemana tangan nya satu lagi? Bukan cacat, tapi di pakai buat gandeng tangan istri nya terus, udah kayak ada lem itu ga bisa lepas.
"Hubby, nanti aja yah pegangan tangan nya, kan kamu lagi nyetir,"ujar wanita itu menarik tangan nya menjauh.
Reno yang merasakan Anggun melepaskan gengaman itu kembali menyambar tangan Anggun dan menatap mata wanita itu dengan mata elang nya yang tajam.
"Jangan lepaskan! Cuman pelan bawa mobil nya juga!"ujar Reno dengan nada tegas nya.
"Iya deh,"ujar Anggun yang pasrah menerima uluran tangan itu.
Tidak berapa lama kemudian, mobil mereka berdua sampai di Mall yang ramai itu, Reno dan Anggun turun dengan terus mengandeng tangan, sedangkan Samuel dan Alice turun juga, dengan Lenka yang di gendong Alice udah kayak emak bapak nya Lenka aja mereka.
__ADS_1
"Mau kemana Lenka?"tanya Alice menuruti keinginan gadis itu.
Yah memang tujuan awal nya mereka kesini untuk membahagiakan Lenka, habis itu cepat pulang karena Samuel paling malas di luar lama-lama apalagi di tempat ramai.
"Mau beli unicorn,"ujar gadis itu menjawab antusias.
Reno dan Anggun yang keluar dari mobil itu dengan posesif Reno mengengam tangan istri nya, Reno menepuk bahu Samuel lalu berlalu sambil mengatakan.
"Sam, Aku duluan,"ujar Reno.
Samuel yang mendengar itu hanya diam melihat dengan kesal kepergian Reno, tapi yah Dia kan juga udah setuju, sekarang tinggalah mereka bertiga sambil masuk ke dalam Mall mencari apa yang di ingin kan Lenka.
Kedua pasutri itu memilih pergi ke jejeran belanjaan dan cemilan, Reno membawa troli dan mendorong nya sedangkan Anggun yang memilih barang belanjaan nya, hingga langkah kaki gadis itu terhenti menatap Reno yang juga menatap nya.
"Ada apa?"tanya Reno dengan kening berkerut.
"Deja vu ga sih Hubby?"tanya gadis itu tertawa kecil.
"Hmm, benar Aku juga merasakan nya,"ujar Reno tersenyum miring.
Mereka selesai membayar dan memilih pergi duduk di salah satu cafe di mall itu, cafe yang tidak terlalu ramai, Anggun dan Reno hanya memesan minimun karena yah nanti makan siang bareng di mansion.
"Little,"gumam Reno melirik istri nya itu.
"Iya?"balas Anggun menatap suami nya itu dengan kening berkerut.
"Apa kau tidak ingin berhenti bekerja saja?"tanya Reno yang tiba-tiba itu.
Anggun yang mendengar permintaan suami nya itu seketika heran, tidak marah memang Anggun tapi kenapa baru sekarang Reno meminta hal ini?
"Kenapa emang nya Hubby?"tanya Anggun dengan penasaran.
__ADS_1
Pria itu tampak diam sebentar, lalu kembali memeluk dengan satu tangan pinggang ramping istri nya, pria itu memainkan ujung rambut istri nya itu seperti anak kecil lalu berkata.
"Banyak jantan,"gumam pria itu yang tidak jelas.
"Hah? Apa Hubby,"ujar Anggun yang memang tidak mendengar karena suara Reno yang terlalu kecil itu.
"Ck,"Reno berdecak karena Dia malu harus mengatakan nya lagi walaupun Anggun memang tidak mendengar.
"Banyak pria, Aku tidak suka ada pria seperti Jeon akan bercabang dan beranak,"ujar Reno dengan kesal mengatakan itu.
Wanita itu seketika memproses dan baru paham apa yang di maksud suami nya itu, Anggun tertawa kecil lalu mengatupkan kedua pipi Reno dengan tangan nya, dengan gemas gadis itu menatap wajah datar suami nya.
"Kamu cemburu ya?"tanya Anggun yang malah mengoda pria itu.
"Kalau sudah tahu, jangan tanya,"ujar Reno dengan memanyunkan bibir nya seperti anak kecil di depan Anggun.
"Ga bakal ada kok, kamu tenang aja, mereka mah ga tau, Aku kan cinta nya sama kamu Hubby, bukan sama orang lain,"ujar Anggun dengan melihat tingkah Reno yang seperti anak kecil.
Pria itu memeluk Anggun lalu menjatuhkan dan menegelamkan kepala nya di dada istri nya itu, sambil memeluk erat pinggang kecil Anggun, pria itu terus cemberut masih tidak terima.
"Ga mau, nanti kamu di ambil gimana?"
"Kamu ga usah kerja ya, kerja kamu habisin uang Aku aja sama layanin Aku Little,"gumam pria itu tidak tahu harus seperti apa lagi.
"Haha Hubby kamu,"ujar Anggun sangat gemas mengusap rambut suami nya itu.
Pelanggan lain sama pelayan cafe cuman mangut-mangut lihat adegang drama live action di depan mata mereka, karyawan cafe nya udah nangis di pojokan sambil bilang gini amat jomblo, pengen pindah ke mars, ini bumi milik mereka berdua, begitulah rengekan karyawan jomblo tersebut dengan tersiksa lahir dan batin.
"Nanti Aku pikirin lagi yah, kamu tahu ga sih, Aku dulu kerja itu, cuman mau buktiin ke kamu kalo Aku juga bisa kayak kamu, tapi lama-lama Aku jadi suka sama pekerjaan Aku, asal kamu tahu Hubby Aku bisa nolak jalanin perusahaan, Papa juga bilang biar kamu yang kerjain, tapi yah begitu yang Aku bilang tadi, Aku mau kamu ngakuin kehebatan sama keberadaan Aku,"ujar Anggun mengusap pipi pria itu.
'Imut banget suami Gua tolong,'
__ADS_1