Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 76-PERKUMPULAN PRIA TAMPAN


__ADS_3

"Hei bocah kau malah meminta ku menemani mu, Aku ini sibuk di rumah sakit,"ucap Gabriel yang jalan beriringan dan mengandeng tangan Alisa.


"Karena Om ganteng, mau cuci mata sambil makan es krim,"ucap Alisa dengan enteng nya.


Ketika itu Gabriel langsung menghentikan langkah nya dan menatap tajam mata anak kecil yang bisa bisa nya berbicara seperti itu.


"Bisa-bisa nya Clara mengajarkan anak nya hal seperti itu tidak Etis sekali pemikiran Dia, Aku kira memang sudah bersikap dewasa semanjak menikah dengan seorang Guru, Aku tidak menjamin kalo mereka tidak akan mirip, ini mah udah duplikat Clara lagi,"ucap Gabriel menatap tidak percaya kepada Alisa.


"Jangan menghina Mommy ku Om, ini hanya soal rekreasi dengan melihat cogan, itu membuat mu merasa senang,"ucap Alisa kesal kepada Gabriel.


"Ok, ok, jangan jadi bar-bar seperti Clara juga ketika sudah besar kau yah,"ucap Gabriel mendegus kesal mendegar jawaban anak kecil itu.


Mereka menuju ke tempat es krim di awasi oleh dua bodyguard yang salah satu nya adalah Rakan pemimpin Divisi B dari tim Aeros, Gabriel melirik ke belakang Dia merasakan risih di awasi seperti itu.


"Kalian apa tidak bisa tidak mengikuti Aku?"ucap Gabriel kepada para bodyguard berkacamata hitam dan jas hitam tersebut.


"Kami tidak mengikuti Anda, tapi kami mengikut dan mengawasi Nona muda,"ucap Rakan dengan datar nya.


"Aish Aku tidak akan bisa berbicara dengan para pengawal yang prioritas nya hanya satu seperti ini,"ucap Gabriel dengan kesal.


Akhir nya mereka pun sampai dan membeli es krim, mereka duduk di depan toko dengan kursi yang telah di sediakan, mereka saling memakan es krim sambil melihat orang berlewatan di depan mata mereka, tentu saja Alisa mencari seseorang yang bisa Dia pandang.


"Ini tidak menyenangkan,"ketus Alisa memakan es krim nya pelan.


Alisa melihat kepada Rakan yang hanya berdiri dengan kecamata nya itu, lalu gadis itu memanggil pria tersebut.


"Rakan, duduk lah simpang Alisa, ayo,"ucap gadis itu menepuk tempat duduk di samping nya.


"Tidak mungkin Nona muda, saya masih tahu batasan saya, atau saya akan di pecat,"ucap Rakan menolak secara halus.


"Seharusnya Rakan harus takut dengan Alisa karena Alisa akan mengadukan kepada Daddy dan Dia akan memecat Rakan, cepat lah,"ucap Alisa dengan kesal.

__ADS_1


Gabriel yang mendegar percakapan itu hanya diam dan melirik sekilas, lalu melanjutkan memakan es krim nya, Rakan yang di paksa itu akhir nya duduk di samping Alisa, gadis itu posisi nya di sini di apit oleh Gabriel dan Rakan, dan Dia di tengah.


'Nona sangat suka memerintah, seperti Tuan Axel, harus nya Dia seorang pria bukan wanita,' batin Rakan menghela nafas dan melepaskan kacamata nya.


Sementara itu Clara melihat kanan dan kiri nya ada pria tampan, gadis itu tersenyum sambil mengangguk dan menganti arah pandangan nya sekali kali, melihat ke arah Gabriel atau pun Rakan.


"Kalian sangat tampan, ini membuat rekreasi ku kali ini sangat menyenangkan,"ucap Alisa menepuk nepuk paha kedua pria itu selayak nya anak kecil yang bahagia.


Alisa memang sudah pintar bicara, dan membolak balikan perkataan orang tetapi tetap saja anak kecil seumuran Dia tetap memiliki sifat asli seperti anak lain nya, saat Alisa tengah menikmati seorang wanita dengan pakaian seksi datang menghampiri mereka.


"Sayang, apa yang kau lakukan di sini? Ayo pergi bersamaku,"ucap gadis itu menarik tangan Gabriel.


"Hei melodi, Aku sedang makan es krim, Aku sudah malas membelikan mu sesuatu,"ucap Gabriel dengan enteng nya.


"Ayo lah, apa kau tidak merindukan ku bisik,"wanita itu ke telinga Gabriel.


Ya kalo kucing di kasih ikan mana mau menolak, begitu juga dengan Gabriel, memang semenjak kuliah pria itu menjadi seorang player di luar sana untuk melupakan Rere, Dia melakukan itu, tetapi tetap saja tidak ada yang tertarik bagi nya semua wanita club malam itu hanya pemuas nafsu dan penghilang suntuk nya.


Alisa yang menyadari ada seorang wanita yang akan mengancam kesenangan nya itu bergegas memutar otak lalu menahan kaus Gabriel dan berakting yang terbaik.


"Daddy, jangan tinggalin Alisa sama Mommy,"ucap Alisa mengeleng dan memegang Rakan.


"Mommy, tahan Daddy,"ucap Alisa menatap Rakan lalu kepada Gabriel.


Sontak hal itu membuat Rakan terkejut dan apa yang harus Dia lakukan, dengan kesal Alisa berbisik kecil.


"Rakan berakting ayo,"ucap Alisa pelan dan melanjutkan tangis nya.


"Mas, jangan tinggalkan kami, apa kau ingin pergi lagi dengan wanita lain,"ucap Rakan dengan suara di kemayu kemayukan seperti seorang wanita.


Gabriel dan Melodi sontak membulatkan mata nya, Melodi melirik ke Gabriel lalu pria itu mengeleng cepat pertanda bahwasan nya itu tidak benar ada nya.

__ADS_1


"Tidak mereka bercanda,"ucap Gabriel mengeleng.


"Bercanda apa mas, tiap malam kita memadu kasih di bawah sinar rembulan,"ucap Rakan masih mempertahan kan suara khas bencong nya itu.


Plak..


Plak..


Seketika Gabriel mendapat tamparan mulus di pipi nya, seni yang terukir itu di tinggal kan Melodi dengan indah.


"Aku tidak menyangka, ternyata kau juga suka bermain dengan pria, Akh kau menjijikan Aku menyesal pernah bermain dengan mu, huh na*jis,"umpat wanita itu pergi dengan kesal dari sana.


"Pftt haha,"Alisa tertawa lebar melihat kepergian Melodi yang malah dengan bodoh nya percaya perkataan Dia, apa Dia tidak merasa itu hanya akting.


"Ck, kau pria bo*doh mau saja menuruti kemauan nya, Aku merasa geli melihat mu!"teriak Gabriel kepada Rakan.


"Saya tidak peduli tanggapan Anda,"ucap Rakan yang sudah kembali dengan suara bariton dan cool nya menjadi pria seutuh nya kembali.


"Rakan akting mu sangat bagus, seperti nya Aku akan meminta Daddy menjadi pengawal pribadi ku,"ucap Alisa tersenyum bahagia masih menertawakan Gabriel.


'Saya harap itu tidak akan terjadi, karena saya tidak sanggup dengan orang yang suka mengancam dan pengatur, cukup Tuan Axel saja' batin Rakan berteriak histeris.


"Sudahlah, padahal wanita itu salah satu favorit ku,"gumam Gabriel memegang pipi nya yang sakit.


Saat mereka sedang berbicara seorang pria tampan lagi-lagi muncul kan mengkaget kan mereka semua di sana, pria itu menyapa Gabriel, Dia adalah Reyhan.


"Ngapain Lu malas-malasan di sini, makan gaji buta dari rumah sakit lagi?"ucap Reyhan mengejek pria itu.


"Jangan nuduh yah Lu Rey, Gua ketemu sama Clara tadi mau langsung balik, eh itu bocah nyuruh anak curut nya buat Gua temenin makan es krim, sumpah ini sikap anak nya mirip banget sama itu cewe,"kesal Gabriel mengeluarkan unek-unek nya.


'Clara? Bagaimana kabar gadis itu yah,'

__ADS_1


__ADS_2