Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHSUSUS)


__ADS_3

Setelah selesai kelas, gadis itu berjalan melewati lorong kampus yang ramai tidak sengaja Dia bertemu dengan Degava yang akan ada jadwal kuliah juga.


"Haduh pasutri baru, romantis banget tadi pagi di anterin, jomblo ini mengiri,"ujar Degava menepuk bahu Alice.


Seketika wanita muda itu kaget dan memutar bola mata nya malas mendengar penuturan Degava yang membuat nya aneh di telinga nya.


"Maka nya nikah dong bestie,"tutur Alice dengan tawa mengejek nya.


"Iya deh senior, udah dulu ada kelas yah bye Nyonya Antara,"ujar Degava mengoda Alice.


Alice baru ingat kalau nama belakang nya juga sudah sesuai dengan suami nya gadis itu berjingkrak girang karena merasa kalau Dia memang benar adanya menikah dengan dokter tampan dan kaya itu.


"Akh suami ku meresahkan,"ujar Alice mengatakan itu.


Langkah kaki nya menuju ruangan perpustakaan yang sangat sepi oleh suara tapi kalau pengunjung nya tetap ada, Alice mengambil salah satu buku yang Dia baca management of bisnis, Alice memilih sudut yang paling ujung dan di meja panjang dan paling belakang itu hanya ada diri nya seorang diri.


Bruk..


Alice mendorong kursi dengan pelan dan memulai membaca, wanita itu sadar karena tidak memiliki aktivitas lain dan kelas nya hari ini hanya satu memilih menghabiskan waktu di perpustakaan dan membolak balikan buku itu.


"Apa ini? Semua ini sudah Aku ketahui sesuai dengan yang di ajarkan Reno, bisa-bisa nya Aku sejak kecil sudah di cekoki bisnis oleh Reno,"ujar gadis itu menutup buku itu dan memilih merebahkan kepala nya di kursi itu.


Awalnya gadis itu hanya malas-malasan lalu hingga akhirnya tanpa Alice sadari Dia mulai tertidur dengan lelap di perpustakaan itu, mungkin karena terlalu harus bangun pagi memasakan dan membersihkan apartemen sendiri untuk pertama kali nya membuat nya lelah, dulu kalau Alice tinggal di apartemen setiap siang pembantu datang membersihkan apartemen nya.


Tapi Dia tidak mau mengeluh dengan Michele, pernikahan adalah keputusan nya tanggung jawab untuk pekerjaan rumah juga adalah satu kewajiban nya sebagai istri orang.


Satu jam dua jam tiga jam empat jam pun berlalu, Alice masih tertidur dengan lelap nya hingga akhirnya ada seseorang yang datang duduk di samping Alice mendorong salah satu kursi di samping wanita itu dan menepelkan minuman kaleng yang dingin itu di pipi Alice.


"Sst dingin,"gumam Alice mengerjap kan mata nya beberapa kali.

__ADS_1


Lama Alice mengerjapkan mata nya hingga akhirnya Dia baru sadar ada sosok pria yang sedang tersenyum kepada nya, pria itu tersenyum lalu menyapa Alice.


"Halo Al, lama tidak bertemu,"ujar pria itu tersenyum.


Seketika mata Alice membelalak kaget, wanita itu langsung berdiri dan mendorong kursi yang Dia duduki sehingga terjatuh dan menimbulkan bunyi.


Brak..


"Kak Teo? Astaga apa itu kau?"ujar Alice dengan antusias menatap pria berkulit sawo matang itu.


"Yes it's me baby,"ujar pria itu tertawa melihat ekspresi lucu Alice menurut nya.


Gadis itu kembali menarik kursi yang Dia duduki, dan meminum minuman kaleng yang di berikan Teo hingga tandas dan baru berkata kepada pria.


"Sejak kapan balik? Dan apa yang kau lakukan di kampus ini?"tanya Alice kepada pria itu.


Alice mendengus kesal mengingat kenangan itu, di mana dulu saat SMP Dia pernah menembak Teo si ketua osis yang tidak ramah, Alice yang memang tipe gadis bar-bar tidak pernah menyerah, hingga akhirnya saat upacara kelulusan SMP pria itu berkata kepada Alice.


"Cari pria lain, Aku akan pindah dari kota ini bersama keluarga ku, Aku tahu kau gadis baik, semoga kebahagian mu akan datang secepat nya,"ujar pria itu kepada Alice.


Setelah hari itu Alice jika diajak pacaran dengan orang lain hanya mengiyaiyakan saja hingga kejadian waktu SMA itu menyerang, kejadian di mana Alice pergi bersama Reno, dan kakak nya itu yang tidak tahu menahu sudah melihat Alice terbaring di jalan raya dengan luka bersimbah darah dan mengkabitkan nya koma selama 3 tahun.


Pasif itu lah keadaan Alice, Reno merasa sangat bersalah dan memutuskan pergi mengikuti Varo ke indonesia untuk melupakan kesedihan nya, tapi kabur dari keluarga lantas tidak membuat pria itu tenang dengan keadaan Alice, di sana Michele yang masih berumur 27 tahun menjadi dokter khusus Alice selama koma.


Dan Reno serta Michele selalu berkomunikasi, hingga akhirnya Reno mau tidak mau kembali ke Italia tempat kenangan buruk nya itu menimpa, Alice sadar saat beberapa hari setelah kehadiran Reno mengujungi nya kembali, dan yang mengetahui itu adalah Michele saat mencek keadaan gadis itu.


Tubuh kurus nya merespon, dan berusaha berbicara dan membuat Michele memanggil para dokter lalu menghubungi keluarga Alferoz, Alice mendengus kesal menatap Teo.


"Haduh, melihat mu kenangan buruk ku kembali muncul, tapi itu memang bukan salah mu,"ujar Alice mengatakan itu sambil meletakan kaleng minuman itu di tangan Teo.

__ADS_1


"Maksud mu?"tanya Teo dengan heran kepada Alice.


Gadis itu hanya menaikan bahu nya acuh tak acuh tidak ingin mengingat penolakan pria itu.


"Jadi kebetulan apa ini, kau pindah lagi ke rumah lama mu?"tanya Alice menaikan alis nya.


"Ya, Aku jadi dosen di sini, kau tahu bukan Aku sangat pintar,"ujar pria itu menaik turun kan alis nya.


Maka dari itu membuat Alice heran, Teo memang lelaki yang pintar lantas Dia kembali untuk menjadi seorang dosen biasa? Apa itu tidak salah di pendengaran Alice itu terkesan aneh, tapi yasudahlah itu urusan pria itu.


"Kau memang pintar, kau bisa jadi pemilik real estat terbesar jika kau mau,"ujar Alice menunjuk bahu pria itu dengan tatapan heran nya.


"Tapi Aku juga tidak se ambis itu,"ujar Teo sekali lagi.


"Terserah kak Teo deh,"ujar Alice mengatakan itu.


Gadis itu melirik jam tangan nya, dengan kaget Alice langsung mengambil buku yang ada di tangan nya lalu pamit dengan terburu-buru kepada Teo.


"Kak Aku pergi dulu, sudah jam 4 sore Aku belum membeli isi kulkas di rumah ku,"ujar Alice dengan kaget menepuk bahu pria itu.


Grep..


Alice yang sedang terburu-buru itu tangan nya malah di tahan Teo, membuat Alice mendengus kesal, tentu Dia kesal karena Dia ingin secepat nya.


"Aku akan mengantar mu, kau buru-buru kan,"ujar Teo mengatakan itu.


"Ck, kau benar yasudah ayo,"ujar Alice menarik tangan Teo agar tidak menahan tangan nya.


Pria itu tangan nya yang di tarik Alice hanya bisa tersenyum miring, dengan ekspresi yang tidak dapat di baca.

__ADS_1


__ADS_2