
Clara yang mendengar penuturan Rere sama dengan Mang Ucup tadi hanya menghela nafas nya tanda tidak percaya karena Dia tidak mau menjadikan ini sebuah harapan lagi bagi kehidupan nya.
"Ga kayak nya emang lagi pengen aja,"ucap Clara menyangkal perkataan sahabat nya itu.
"Kalo menurut kamu gitu sih ya gimana lagi, Aku nebak aja Cla,"ucap Rere menatap manik sahabat nya itu yang sendu.
Sebuah tarikan dari tangan si kecil mengecup pipi Clara, Lukas menatap Tante Clara nya itu entah kenapa pria kecil itu merasakan apa yang Clara rasakan saat ini, perasaan sedih yang menyelimuti hati nya.
"Jangan sedih yah ante Cla,"ucap pria kecil Rere itu menghibur sang Tante.
Clara yang di hibur itu tertawa lucu menatap Lukas yang sedang berada dalam gendongan nya, dengan gemas Clara mengigit pipi kecil anak Rere itu berulang kali hingga membuat Lukas merasa risih.
"Tante Cla Aunty Ica pulang kok lama?"tanya Lukas kepada Clara.
"Kangen yah Uka sama Aunty Ica?"tanya Clara mengoda pria kecil tampan itu.
"Iyah dong, Aunty Ica kangen pacar Uka jadi harus ada kangen nya,"ucap pria kecil itu polos.
"Bisa banget,"ucap Clara membawa pria kecil itu mendekati Rere.
Clara melirik kedua anak Rere si sulung dan nomor dua Luis dan Leon mereka terlihat sangat kalem dan tenang mirip seperti Varo versi kecil di mata Clara, sedangkan Lenka yang cerewet mirip sekali seperti Rere versi kecil.
"Kok dominan gen bapak nya di cowo Re?"tanya Clara mengoda teman nya itu.
"Gatau deh, yang mengandung Aku sembilan bulan, yang di kasih mirip cuman si cantik Lenka aja itu juga wajah nya, mata Alis bulu mata mirip Mas Varo,"ucap Rere menghela nafas melihat kembar empat yang lebih kuat gen bapak nya itu.
"Mungkin karena yang ngidam Kak Varo kali haha,"tawa Clara melihat wajah cemberut Rere.
"Mom, jan cedih, Tante Cla jangan tawa Mommy,"ucap Lenka yang malah salah paham, mungkin gadis kecil itu merasa Clara sudah menganggu Mommy nya.
__ADS_1
"Aduh sayang banget yah sama Mommy, malaikat kecil Rere masih kecil udah jagain Mommy nih,"ujar Clara menarik hidung mancung Lenka.
Pipi gadis itu mengembul ketika Clara menarik hidung nya, semua orang yang menatap terutama si Luis,Leon yang diam tadi juga ikut tertawa melihat adik mereka yang lucu ketika cemberut, semua orang tertawa di sana, hingga tawa itu menghilang saat suara kedua orang pria masuk ke mansion Arnolda.
"Sayang,"ucap Axel dan Varo bersamaan.
Kedua pria itu yang berbicara serempak menatap kesal satu sama lain, karena mereka saling berbicara perkataan yang sama, kedua istri hanya membuang muka melihat tidak ada habis nya tingkah kekanak-kanakan dua pria tampan itu.
"Kau memanggil istri ku, atau istrimu?"tanya Axel menatap kesal.
"Kau sendiri,"tatap Varo dengan kesal.
"Tentu istriku!"ujar Axel mendekati istri nya.
"Aku juga tentu istriku!"tegas Varo mendekat kepada Rere.
Si kembar empat yang melihat Daddy mereka baru datang sangat berebut perhatian si Daddy, mereka berusaha berdiri dan memeluk Daddy mereka, menarik perhatian satu sama lain agar Varo melirik, tetapi bukan nya memeluk salah satu si kembar, Axel malah memeluk Rere yang terdiam duduk di karpet bulu-bulu melihat anak-anak nya sangat dekat kepada Daddy nya.
"Daddy!!!!!!!"teriak si kembar yang di acuhkan secara kompak.
Varo menatap si kembar yang pura-pura bingung, lalu tertawa menatap ekspresi mereka yang diacuhkan satu sama lain.
"Eh ada anak Daddy ternyata,"ucap Varo yang malah mengoda si kembar.
"Udah Mas jangan goda mereka mulu, udah tahu itu mereka nempel sama kamu, nanti udah gede kalo udah jadi balok es kayak kamu dulu, ga bakal mau lagi loh peluk Daddy nya, apalagi cium pipi,"ucap Rere memperingati suami nya agar menikmati masa-masa kecil si kembar.
"Haha iya-iya, sini peluk Daddy,"ucap Varo merentangkan kedua tangan nya itu kepada si kembar.
Kembar yang mendapat peluang langsung berlari ke dalam pelukan Varo saling berebutan, begitu lah mereka selalu saling melengkapi satu sama lain.
__ADS_1
Di sisi kiri Clara dan Axel yang melihat si kembar hanya bisa tersenyum, lalu Alisa datang dengan wajah santai nya memakan lolipop kesukaaan nya itu melewati ruangan tamu tanpa bersalah.
"Alisa jangan makan permen itu lagi! Daddy sudah bilang, jatah minggu ini kan udah kemarin,"ucap Axel kepada gadis kecil yang berlalu itu.
Alisa yang menyadari itu sangat kaget, dan langsung berlari ke belakang Mommy nya karena Dia tidak tahu kalo Axel akan pulang siang ini, karena Alisa tahu Mommy nya akan membela nya gadis itu bersembunyi di balik Clara.
"Eh Daddy hehe, ga kok ini tadi ke gigit beneran, mau di simpan tadi Daddy, tapi lolipop nya mangis minta di makan sekarang, padahal Alisa beli buat minggu depan,"ucap Alisa mengarang cerita itu.
"Alisa udah yah, turutin Daddy nanti kan Daddy janji kalo udah umur 10 Alisa bebas mau makan apa aja lagi, tetapi tetap sesuai porsi nya, Daddy ngomong gitu karena Daddy sayang sama Alisa loh,"ucap Clara yang malah menegahi itu.
"Uhm oke Mommy, maaf Daddy,"ucap Alisa sendu.
"Untuk hari ini, habiskan itu, lain kali jangan berbohong lagi,"ucap Axel yang menatap anak nya.
Alisa yang mendengar itu melompat girang dan mencium Mommy, dan Daddy secara bergantian itu. Axel mendekat kepada Clara lalu memeluk istri nya itu, Clara yang awal nya biasa saja menerima pelukan itu sekarang merasa mual karena bau badan Axel.
"Honey kamu kok bau banget sih?"tanya Clara menutup hidung.
Axel yang merasa heran mengerutkan kening nya lalu mencium jas nya tetapi Dia merasa tidak bau sama sekali, begitu pun dengan Alisa mencoba mencium jas Daddy nya karena tiba-tiba melihat Mommy nya mendorong Daddy nya itu menjauh dari pelukan, biasa nya Clara tidak pernah melakukan itu.
"Ga bau kok sayang,"tutur Axel dengan bingung.
"Bau ih serius, hidung mancung kamu di gunain yang benar Honey,"ucap Clara kesal kepada Axel.
"Tapi Alisa cium juga ga bau kok jas Daddy, Mom,"ucap Alisa yang membenarkan perkataan Daddy nya itu.
Gadis itu yang merasa terlalu dekat kepada Axel merasa sangat risih, Clara menahan gejolak di perut nya agar suami nya itu tidak merasa tersinggung tetapi apa yang di tahan tidak bisa tertahan, Clara berlari ke toilet dengan secepat kilat.
Hoek.. hoek..
__ADS_1
Gadis itu berusaha memuntahkan sesuatu, tapi tidak ada yang keluar kecuali air ludah nya, sangat mual pusing dari bau badan suami nya itu membuat Clara merasa tidak tahan di dekat Axel.
'Ga mungkin kan, apa masuk angin aja,'