
2 minggu berlalu
Kejadian demi kejadian lucu sebelum pernikahan mereka berjalan begitu cepat, Alice juga sudah meminta izin kuliah, pagi ini di kamar hotel tempat Dia di dadani gadis itu menatap diri nya di cermin dengan datar, dengan helaan nafas. Anggun yang melihat adik ipar nya seperti tertekan seketika memegang bahu Alice.
"Al Aku tahu kau tidak menyukai menikah muda, tapi menolak untuk sekarang itu hanya akan memperburuk keadaan dan mengecewakan Michele,"ujar Anggun menasehati sang adik ipar.
Seketika Alice menatap Anggun dengan tatapan cemberut nya lalu mengeleng kecil.
"Bukan kak, Aku bukan tidak suka menikah muda, warna gaun nya kenapa soft pink? Aku kan suka warna lilac, dasar Dia tidak tanya dulu kepada ku,"ujar Alice melipat tangan nya di dada.
"Astaga Aku kira apa,"ujar Anggun tertawa kecil menanggapi masalah Alice yang ternyata sepele itu.
Perias sangat terampil dalam menggunakan alat make up, wajah Alice yang sudah cantik dan putih tidak perlu mereka dadani menor, make up tema yang mereka gunakan adalah ala ala korea yang banyak aksen bling-bling yang sangat cantik pada kelopak mata gadis itu, rambut nya di sanggul dan di jatuh kan beberapa helai.
"Sudah, wah Nona Antara Anda sangat cantik,"ujar MUA itu melihat hasil karya nya bak bidadari.
"Aku memang cantik, maka nya calon suami ku tergila-gila,"ujar Alice dengan narsis nya tapi dengan logat bicara yang bercanda nya.
"Haha Anda benar, mari kita pasang gaun nya,"ujar perias itu dan menyuruh beberapa orang dari butik untuk membantu.
Gaun soft pink yang besar dan mengembang menyentuh lantai itu, sangat cantik di mata Anggun, seketika wanita muda itu mengusap perut besar nya mengingat pernikahan nya yang di awali dengan nama nya perjodohan, Alice adalah gadis beruntung, tapi Dia juga tidak pernah menyesali pernikahan nya dengan Reno yang mengantar kan mereka menjadi keluarga bahagia.
"Astaga Anda sangat cantik Nona,"puji semua orang di sana.
Begitu pun Alice yang melihat diri nya di depan cermin besar, sambil tersenyun soft pink bukan lah pilihan yang buruk untuk nya karena warna itu seolah melaras dengan diri nya.
Cklek...
Saat semua orang heboh, Reno masuk membuka handle pintu melihat sang adik kecil nya yang sudah siap menganti nama belakang nya menjadi Antara itu, entah lah perasaan Reno sedikit sedih ketika nama belakang nya dengan sang adik tidak sama, tapi satu hal yang Dia ingat itu hanya nama, mereka tetap akan menjadi keluarga.
__ADS_1
"Kau cantik baby,"puji Reno kepada sang adik tersenyum kecil.
"Ayolah kak, senyuman mu lebih lebar lagi, jangan hanya kepada kak Anggun saja kau tertawa besar,"ujar Alice mengejek kakak nya itu.
Reno tidak menanggapi dan memilih duduk di samping sang istri yang perut nya sudah membesar, tapi entah kenapa semenjak hamil gadis itu semakin cantik saja di mata nya.
"Ingat kau duduk saja saat acara, jangan berdiri menanggapi para tamu, mereka pasti juga mengerti kau sedang hamil, jika mereka mengatai mu tidak sopan karena tidak menyambut nya, Aku akan merusak saham perusahaan mereka,"ujar Reno kepada sang istri dan memeluk pinggang nya.
"Iyah bawel, Aku juga tahu ga mungkin paksain, nanti si kembar juga kenapa-kenapa,"ujar Anggun mengelus perut nya.
"Cium,"ujar Reno memoyongkan bibir nya.
Anggun mengecup bibir pria itu sekilas, Alice yang melihat itu berpikir apakah Dia dan Michele seperti itu saat pria nya bermanja manja ?
'Apa seperti ini yang kata orang, pria akan lemah pada wanita yang Dia cintai, jadi Dia mencintai ku hehe,' batin Alice tersenyum sendiri seperti orang gila.
Gadis itu tersenyum melamun membayangkan itu, tidak sadar kalau sang Daddy dan Mommy sudah datang sambil memanggil nama nya.
Seketika Alice celingak celinguk baru menyadari kalau diri nya di panggil dan melihat sang Daddy dan Mommy sudah ada di ruangan itu menatap diri nya.
"Ayo sayang, acara nya sudah di mulai jangan melamun,"ujar Alessia menepuk bahu sang anak.
"Maaf hehe,"ujar Alice menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Akhirnya mereka keluar, saat ini adalah resepsi karena pernikahan dan sumpah janji sudah di ucapkan, Alice mengandeng tangan Daddy nya melewati pintu besar yang langsung terhubung dengan ruangan acara utama, semua mata tertuju kepada mereka, Alice jalan mendekat dan menemui Michele di ujung sang suami yang sangat tampan di balut jas putih.
"Michele Antara, jaga anak ku, jika kau tidak mampu Aku akan membawa nya kembali,"ujar Dante dengan tajam dan memberikan tangan Alice.
Pria itu menerima uluran tangan Alice, mertua nya itu selalu tegas kepada nya dan mungkin terlebih karena Daddy nya sudah berteman dan gara-gara beberapa hal yang membuat Dante sangat was was dengan sifat pria itu.
__ADS_1
"Dengan segenap jiwa dan raga saya Tuan Alferoz,"ujar pria itu membalas jawab Dante dengan tegas.
Ruangan ballhroom hotel Alferoz itu di dekorasi dengan sangat cantik, para tamu berdatang satu persatu dan yang paling melelehkan tugas utama pengantin harus tersenyum dan menerima ucapan selamat berbagai bentuk dari sang tamu undangan.
Makanan serta minuman yang di sediakan sangat mewah dari dessert yang enak serta wine yang bermerk sangat langka di hidangkan membuat pernikahan itu sangat berkelas, dan itu semua yang menyiapkan nya adalah Michele tanpa ada campur tangan dari keluarga Alferoz, karena Dia berpikir jika Dia menikahi Alice Dia tidak akan pernah menerima bantuan, dan mempercayakan kepada keluarga Alice dan keluarga nya kalau diri nya bisa.
"Kau sangat cantik,"bisik Michele mengusap pinggang gadis itu.
"Tangan mu tolong jaga, mulai lagi,"ujar Alice yang sedang duduk memakan dessert.
Mereka adalah pengantin tersantai saat semua orang ingin menyampaikan ucapan selamat dan bersaliman, mereka duduk makan dan Alice malah berkata.
"Terimakasih sudah datang, Aku lapar, simpan saja hadiah kami di sana,"ucap Alice memakan steak nya.
'Aku kasihan kepada Daddy dan kak Reno hidup dengan bayang-bayang penjilat seperti mereka, apa mereka memberikan ku hadiah mewah akan dengan mudah memasuki perusahaan Alferoz, oh tidak semudah itu untuk Reno Alferoz menerima mu kecuali dengan otak dan kinerja serta pencapaian,' batin Alice mengangguk angguk.
Saat gadis itu sedang asik menanggapi, Degava dan beberapa teman Alice datang mengucapkan selamat.
"Astaga Al Aku tidak menyangka akan secepat ini,"ujar Degava datang berdua dengan Rion.
"Dan Aku tidak menyangka kau seperti nya berkencan dengan ketua,"ujar Alice menaik turunkan alis nya.
Ekhem..
Rion berdehem mendengar ucapan Alice yang membuat telinga nya memerah.
"Jangan pedulikan kami, persiapkan diri mu untuk malam pertama, seperti nya suami mu seperti karakter utama novel kebanyakan yang Aku baca, Dia perkasa haha,"bisik Degava di telinga Alice.
Glek..
__ADS_1
Alice meneguk air liur nya kasar melihat suami nya yang sedang memakan steak nya dengan tenang, lalu menatap bagian ************ pria itu, lalu mengeleng cepat.
'Astaga bodoh di mana mata ku melihat!'