Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 67- Rencana


__ADS_3

Setengah part ini ada adegan 🔞 bijaklah dalam membaca wahai kaum.


Malam pukul 20.00 Wib


Setelah acara masakan Angun tadi siang dengan segala drama yang ada, saat ini Rere dan Varo sedang duduk di kasur king size itu saling bersandar satu dengan yang lain setelah menikmati makan malam mereka, sabar yang belum punya sandaran kayak Varo sama Rere yah. Suasana sejuk malam ini di karenakan tadi sore habis hujan, Varo fukos dengan laptop nya sambil terus menatap pekerjaan nya itu.


"Mas begitu ga sakit apa, lurusin deh kepala nya" Rere membenarkan posisi Varo agar tidak bersandar kepada nya. Tetapi pria itu kembali merebahkan kepala nya di bahu Rere.


"Gapapa aku mau nya begini aja sama kamu" ujar Varo sambil terus bekerja.


"Iya deh, gimana kamu aja mas" sambung Rere.


"Sayang dingin yah" ujar Varo meletakan laptop nya ke atas meja samping.


"Eh mas ngapain, aku -" ucapan Rere terpotong akibat Varo mencium bibir wanita itu sekilas.


"Kamu ga inget kan waktu itu kita udah konsul" seringai Varo kepada istri nya.


Rere kembali mengingat apa perkatan dokter yang tetap mengizinkan mereka berhubungan badan itu, bukan Rere tidak mau melayani suami nya tetapi dia hanya takut dengan kehamilan nya saat ini apalagi, pengalaman ini adalah hal pertama bagi diri nya.


Glek...


Rere meneguk saliva nya dengan kasar, dia tersenyum kikuk ke arah suami nya itu. Tanpa aba-aba Varo langsung menindih tubuh istri nya itu, dari atas sana Varo tersenyum menyerinyai dia menatap Rere dengan lapar seperti seorang predator yang mendapatkan mangsa nya itu.


"Ayo mau kan daddy jengukin kesana" ujar Varo mengelus perut istri nya itu seolah-olah berbicara dengan anak nya.


Menolak pun tidak ada guna nya Rere hanya bisa pasrah, dia juga tahu pasti suami nya sudah lama menahan hasrat berpuasa agar tidak menerkam diri nya. Varo mulai mencium bibir tipis istri nya itu, lama lama ciuman itu pun turun mengitari leher jenjang putih meninggalkan tanda merah keunguan disana.


"Disini punya aku"


"Disini juga"


"Disini punya aku juga"


"Semua nya punya aku, ga ada yang boleh sentuh" Varo meninggalkan banyak tanda di leher istri nya itu.


Varo memulai aksi nya dengan perlahan dan mendebarkan, dia bermain dengan intonsi dan ritme yang perlahan dan teratur, Varo bermain di dua gunung kembar kesukaan nya itu, tubuh Rere bagaikan candu bagi nya sangat indah untuk di pandang. Dia memasuki Rere dengan cara perlahan seperti yang disarankan. Rere hanya bisa mendesah kenikmatan atas surga dunia yang dia rasakan bersama sang suami. Malam yang dingin itu di lewatkan dengan pergulatan panas kedua pasutri itu.

__ADS_1


...----------------...


Pagi pukul 08.00 WIB


Rere bangun dengan langkah gontai dan tertatih ke kamar mandi, saat dia bangun pagi ini dia tidak melihat suami nya di samping nya, perasaan Rere memang sedikit sedih. Rere keluar dari kamar mandi setelah menganti baju di walk in closet. Di atas meja di samping tempat tidur ada susu serta roti serta catatan kecil di samping makanan itu, Rere duduk di atas ranjang dan membaca note kecil itu.


Sayang aku berangkat kerja dulu yah, ini makanan langsung di habis, kasian baby kita nanti lapar kalau kamu gamau makan, love you.


-Suami mu


Rere yang membaca itu seketika hati nya berbunga dan tersenyum, baru kali ini jatuh cinta sangat indah konon katanya seperti itu lah yang Rere rasakan saat ini.


"Dasar padahal kan ada handphone, malah ninggalin pesan jadul kayak gini" gumam gadis itu dengan senyum yang lebar.


Perkataan yang dia lontarkan memang seperti itu tapi saat ini dia memakan dan meminum sarapan yang Varo buat kan dengan hati yang ceria dan bahagia. Setelah selesai memakan makanan nya itu Rere membuka ponsel nya.


Chatting📩


Rere : Clara kamu udah aman? di batalin aja gimana?


Rere : Mmm, oke deh cla. Emang orang tua Anggun masih belum balik lagi yah dari luar?


Clara : Belum re, kasian tu bocah nangis di pojokan niup lilin kayak orang paling depresi sedunia😶


Rere : Oke deh, nanti aku beli cake nya kita janjian aja kesana, kamu ajak pak axel sama Alisa yah.


Clara : Ish aku sih ogah ngajakin pak Axel, banyak bacot males.


Rere : Yaudah nanti aku suruh mas Varo ajak aja biar rame.


Clara : oke nyonya William mission complite.


Rere meletakan ponsel nya itu di atas meja dan melangkahkan kaki nya ke taman, Rere berniat untuk menyiram tanaman kesukaan nya itu.


"Rere sini" panggil Shinta yang sedang bersantai di kursi taman itu.


"Mommy" gumam Rere.

__ADS_1


Rere mendekati Shinta dan duduk di samping ibu mertua nya itu.


"Rere apa yang sedang kau lakukan?" tanya Shinta menatap menantu nya itu.


"Aku ingin menyiram tanaman mom" ujar Rere menatap dari jauh tanaman nya itu.


"Sudah jangan bergerak, tuti sudah menyiram nya. Mmm Rere apa kau ingin berliburan?" tanya Shinta kepada menantu nya itu.


"Mommy kalau kau bertanya seperti itu, siapa yang ingin menolak nya" senyum Rere membalas tatapan Shinta.


"Bagus, apa kau tidak ingin pergi honeymoon bersama Varo. Aku lihat Varo belum ada mengajak pun pergi belibur" tutur Shinta kepada menantu nya itu.


Rere menunduk ke bawah dan mengelus perut nya itu, Varo juga pernah membahas itu tetapi Rere menolak nya karena dia sangat khawatir dengan kandungan nya saat ini.


"Mas Varo pernah mengajak Rere mom, tetapi Rere menolak ajakan nya. Mommy tahu kan aku tengah mengandung empat buah hati kami, titipan ini dari tuhan yang sangat berharga bagi ku, Rere berpikir akan melakukan nya sehabis Rere melahirkan saja" terang Rere.


Shinta juga berpikir hal yang sama kepada menantu nya itu, dia tidak boleh egois hanya demi kesenangan diri sendiri


"Kau benar Rere, lakukan saja hal itu sehabis kau melahirkan, mommy juga tidak ingin cucu cucu mommy kenapa-kenapa" mengelus perut Rere yang mulai membuncit itu.


Rere tersenyum menatap Shinta, perasaan yang sangat hangat bagi nya perasaan ini sama persis sewaktu diri nya kecil saat bersama sang ibu yaitu Risa Ananda.


"Eh mom, mau ikut tidak? nanti malam aku mau ke rumah Anggun mau kasih kejutan ulang tahun dia mom" ujar Rere.


"Wah seru banget tuh, mommy ajak daddy sekalian yah boleh ga?" tanya Shinta dengan antusias kepada Rere.


"Tentu mommy, lebih banyak orang lebih mengasikan" senyum Rere.


"Senyuman sangat mirip dengan Risa, aku terasa sedang berbicara dengan nya" ujar Shinta.


"Aku sangat senang masih ada orang yang mengenang ibu terlebih mommy adalah sahabat ibu ku" tutur Rere menatap sendu.


"Jangan bersedih aku akan menceritakan masa-masa sekolah kami kepada mu"


Shinta menceritakan kisah persahabatan nya dengan Risa tanpa terlewati itu. Rere sangat menikmati kisah remaja orang tua nya itu, masih ada seseorang yang bisa yang dekat dengan ibu nya hal itu terasa sangat dan berbahagia bagi nya.


Cara like ada tombol pada jempol :)

__ADS_1


__ADS_2