Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Michele yang mendengar gombalan Alice seketika tersenyum kecil, mau memeluk dan mengigit pipi nya karena gemas tapi Dia tahan karena sedang ada keluarga nya dan keluarga Alice yang pasti langsung mengkode keras diri nya.


'Maafkan Aku Ren, tapi Aku sudah pernah memegang adik mu, Aku akan menikahi nya dan bertanggung jawab,'batin Michele dengan tekad yang kuat dan mengelegar.


"Haduh bisa banget gombalin nya Al,"ujar Anggun mengoda adik ipar nya itu.


"Oiya dong, Kak Michele emang ganteng sih masalah nya gimana dong, benar kan Dad?"tanya Alice yang mengatakan itu dan tatap oleh Daddy nya tajam.


"Tampanan juga Daddy,"ujar Dante dengan narsis nya tidak mau menjawab perkataan Alice.


"Tampanan juga Reno,"ujar pria itu mengatakan tidak mau kalah.


Para wanita yang mendengar itu hanya bisa terkekeh kecil dan mengeleng kan kepala nya karena mendengar jawaban para pria Alferoz yang sangat narsis itu.


"Iya deh suami ku yang paling tampan,"ujar Anggun memuji Reno memberikan jempol nya.


Sedangkan Alessia dan Nyonya Antara yang mendengar hanya bisa menikmati sambil sekali tertawa menikmati perasaan kekeluargaan yang meyelimuti pertemuan mereka.


"Emang selalu gitu yah jeng?"tanya Nyonya Antara tertawa kecil.


"Begitu deh, Aku juga kadang pusing lihatin anak sama bapak sama aja, udah duplikat bapak nya,"ujar Alessia tertawa menanggapi itu.


Michele yang melihat betapa Reno sangat manja kepada Anggun mengalihkan tatapan nya kepada Alice yang kembali fokus, pria itu membayang kan kalau Dia sudah menikah dengan Alice bagaimana mereka ke depan nya apa yang akan terjadi membuat nya sangat penasaran dan dilema.


"Romantis banget yah kakak mu sama istri nya,"ujar Reno berkata kecil.


"Kalian juga romantis kok,"


Entah dari mana Anggun bisa mendengar suara kecil Michele, membuat pria itu malu mendengar jawaban Anggun yang sangat keras.


"Iya kita joga romantis kok, kita kan jodoh,"ujar Alice mengatakan itu.

__ADS_1


"Jodoh? Belum tentu jodoh,"ujar Michele mengatakan itu yang memang tidak tahu siapa takdir jodoh.


Semua orang tidak tahu, kadang orang yang pacaran sudah lama pun belun menjamin hubungan mereka apalagi Alice dan Michele yang baru ini, dan belum ada kepastian menikah hanya sekedar temu keluarga saja, Alice yang mendengar jawaban Michele meletakan spatula nya dan menatap Michele.


"Ngomong apa tadi?"ujar Alice berkecak pinggang dengan wajah kesal di depan Alice.


"Belum tentu jodoh?"ujar Michele yang merasa heran karena Alice bertanya lagi.


Entah pria ini tidak peka atau apa hal itu tentu Alice kesal mendengar nya mengatakan itu, gadis itu menatap penuh amarah.


"Ga mau pokok nya jodoh!"teriak Alice kesal mengatakan itu.


Semua orang yang sedang berbincang mendengar teriakan Alice tentu fokus ke gadis itu yang terlihat seperti sedang memarahi Michele itu, padahal Michele mengatakan itu niat nya bercanda.


"Kenapa Al?"tanya Alessia bingung.


"Masa kak Michele bilang nya Al? Bukan jodoh nya Mom, jahat kan! Ga mau pokok nya kita jodoh, walau kak Michele bilang belum tentu jodoh pokok nya jodoh ga mau!"teriak Alice mengoyangkan badan nya dan berteriak walaupun banyak orang dan tidak tahu malu yang penting kekesalan nya tersampaikan.


"Iyah maksa, ya tuhan kalau kak Michele bukan jodoh Al, ya udah jodohin aja sih, ga mau pokok nya Al maksa!!!"teriak gadis itu kesal menatap Reno yang sangat suka menjahili Alice yang akan menangis itu.


Semua orang yang melihat itu seketika tertawa melihat tingkah Alice yang kekanakan itu, Alice yang cemberut itu menatap semua orang yang menertawakan nya begitupun Michele yang malah tertawa kecil mendapati gadis nya itu marah-marah.


"Huaaa kok malah ketawain Alice sih jahat hiks hiks,"teriak gadis itu menghentakan kaki nya menangis dengan air mata yang terus mengalir.


Walaupun Alice adalah gadis yang mandiri dan ceria, tapi kalau yang nama nya dari keluarga yang memang kaya membuat sikap manja nya tetap pasti ada dan itu juga karena Dia anak bungsu yang pernah manja dan bergantung, tapi sekarang mah beda tapi masih belum hilang juga sedikit-sedikit.


"Jahat, kenapa ketawain Al sih,"ujar Alice berteriak.


"Haha sayang makanya kamu jangan begitu, El kan cuman bercanda kok kamu nangis sih, udah udah,"ujar Alessia mengelengkan kepala nya melihat tingkah anak nya itu.


"Lucu banget Alice yah tingkah nya, ternyata sikap nya beda jauh sama cover nya yang kelihatan garang,"ujar Nyonya Antara juga tertawa kecil itu.

__ADS_1


"Udah mereka emang dapat semua itu mimik wajah bapak nya tapi sifat nya beda ga semua nya sama,"ujar wanita itu mengatakan nya.


Semantara Michele yang merasa bersalah itu mengusap pipi Alice yang sudah berderai air mata, ingin Dia memeluk dengan cara itu agar lebih mudah tenang tapi tidak bisa.


"Udah maaf, bercanda kok, ya kali Aku ga mau jodoh sama gadis secantik kamu siapa yang bisa nolak?"ujar Michele mengatakan itu


Alice berhenti menangis dan mengusap air mata nya lalu mendongkak kan kepala nya agar bisa menatap pacar nya yang lebih tinggi dari nya itu.


"Beneran?"tanya Alice dengan pipi merah dan hidung merah akibat menangis itu.


Pria itu yang menatap cara bicara Alice yang lucu hanya bisa terdiam persekian detik karena menatap wajah gadis nya yang lucu.


'Astaga gemes banget pengen gigit, pengen cepat halalin kalau begini bocah, bisa-bisa nya bikin Gua salah tingkah,' batin Michele mengatakan itu.


"Benaran,"ujar Michele mengatakan itu.


Alice yang senang itu memeluk Michele pria itu tentu tidak menolak karena Alice yang memeluk nya, begitu pun Reno yang hanya menyipitkan mata nya melihat gerak gerik Michele, Dia hanya diam karena adik nya lah yang memeluk Michele terlebih dahulu.


"Makasih, kamu wangi banget,"ujar Alice menegelamkan kepala nya di dada bidang Michele.


Pria itu yang menahan hasrat akibat Alice yang menekan kuat bagian bawah nya yang terkena gesekan akibat paha Alice yang tidak sengaja karena memeluk nya mendadak itu, Michele hanya bisa mengelus rambut Alice dengan kelucuan.


"Sudah yah maafkan Aku,"ujar Michele.


Gadis itu terlihat menegelemkan wajah nya dan mengusap gusap wajah nya di baju Michele, membuat pria itu heran dengan tingkah Alice, setelah selesai Alice menjauhkan wajah nya dengan senyum manis nya.


"Maaf saking wangi nya Aku juga menghapus ingus ku di sana, maafkan Aku hehe,"ujar Alice mengatakan itu.


Michele yang notebe nya adalah seorang dokter yang sangat mementingkan ke higeinisan itu seketika terkejut.


"A a apa? Hah Al astaga gadis ini,"

__ADS_1


__ADS_2