Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Setelah selesai acara resepsi semua tamu undangan satu persatu mulai pulang, hadiah yang di terima Michele dan Alice sangat banyak membuat Alice dengan senang melihat kado yang bertumpuk itu semua, saat ini Alice, Michele dan keluarga mereka masih ada di ballhrom hotel itu sekedar duduk untuk berbincang kecil.


"Kakak, apa Aku boleh meminta bantuan Keenan mengurus kado pernikahan ku dan suami ku, di antar ke apartemen suami ku,"ujar Alice mengatakan itu.


Reno yang mendengar itu seketika melirik Michele, lalu bertanya kepada sang adik ipar.


"Kenapa tinggal di apartemen? Aku akan membelikan kalian mansion sebagai kado pernikahan,"ujar Reno kepada sang adik ipar.


"Kak Aku dan suami ku sudah membicarakan ini, jangan merendahkan nya,"ujar Alice yang sedikit merasa tidak suka.


Gadis itu paham Reno tidak bermaksud merendahkan Michele yang mengajak diri nya tinggal di apartemen, tapi mengatakan kalau Dia memberikan mansion sebagai kado pernikahan seolah mengatakan kalau Michele tidak mampu menyediakan tempat tinggal untuk Alice.


Grep..


Michele mengengam tangan Alice, berusaha mengatakan jangan marah lagi dan tenangkan diri mu Aku bisa mengatasi ini.


"Terimakasih Ren, tapi kami hanya sementara di apartemen, Aku sudah membangun mansion ku sendiri dengan desain yang Aku ingin kan, dan itu sebentar lagi akan selesai,"ujar Michele mempertegas keadaan.


Uang? Bukan lah sebuah perkara bagi Michele, dokter umum terkenal dengan keahlian di ruang operasi di juluki si tangan dewa dalam keberhasilan nya melakukan setiap operasi dan selalu sukses, membuat nya mendapatkan pasien yang rela membayar nya kapan pun di saat waktu luang nya.


Bahkan rumah sakit internasional of william sempat berusaha menarik Dokter Antara itu untuk pindah ke indonesia, tapi Michele memilih tetap tinggal di Italia, kota Roma adalah tempat semua kenangan nya berlangsung termasuk dengan Alice.


"Sayang, jangan mengatakan itu, apa kau lupa Michele itu dokter Antara yang terkenal sampai di sorot media internasional, maka nya kau jangan hanya fokus dengan dunia bisnis mu, kalau kau lihat di dunia kesehatan Michele adalah puncak nya,"ujar Alessia membanggakan sang menantu itu dengan senyum lebar nya.


"Benarkah, Aku memang terlalu sibuk dengan istri ku,"ujar Reno dengan cuek dan memeluk istri nya.


"Dasar manja,"sindir Alice melihat sang kakak nya yang tidak peduli dengan cerita kesuksesan sang suami nya.


Reno hanya mencueki ejekan adiknya itu dan memilih lebih menjatuhkan kepala nya di leher sang istri, membuat semua orang tertawa melihat Reno yang beda jika bersama istri nya 360 derajat itu.


"Liana dan Liona kalian kapan menikah? Adik kalian saja sudah menyusul,"ujar Alessia mengatakan sekedar berbasa basi.

__ADS_1


"Hehe ga dulu Mom, kami mau jadi single aja mungkin, iyah kan Lio,"ujar Liana mengatakan itu.


"Iyah kayak nya Mom, Aku lebih suka menyuntik dan menjahit tubuh orang,"ujar Liona mengatakan itu.


"Haduh memang keluarga dokter itu pemikiran nya tinggi banget haha,"ujar Alessia mengatakan itu.


Sementara mereka asik berbincang, Alice juga tertawa mendengar pembicaraan itu tapi asing dengan Michele yang fokus menatap Alice yang sudah menjadi istri nya pria itu mengusap pinggang Alice berbisik di tengah ramai nya orang itu di telinga Alice.


"Ayo istirahat di kamar,"bisik Michele dengan suara sexy nya.


Glek..


Alice yang mendengar itu seketika menelan ludah nya kasar mendengar suara Michele entah kenapa kata kamar membuat nya berpikiran aneh.


"Aku lelah, kami duluan,"ujar Reno berjalan pergi bersama Anggun.


"Ya kalian istirahat juga,"ujar Nyonya Antara kepada sang menantu.


Setiap langkah mereka berdua memasuki kamar hotel, entah kenapa membuat hati Alice dag dig dug, Dia bukan gadis polos yang tidak tahu apa artinya malam pertama karena drama korea bergenre romantis semi kadang adalah tontonan nya.


'Apa Aku akan melepas per@wan ku?' batin Alice.


"Kenapa tangan mu dingin, apa gaun ini terlalu terbuka dan membuat mu kedinginan?"tanya Michele memberhentikan langkah nya dan melepaskan jas nya lalu memasangkan nya kepada Alice.


"A a aku tidak apa-apa, Aku gerah ingin mandi,"ujar Alice melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju kamar meninggal kan Michele di belakang dengan wajah bingung nya.


Michele yang melihat punggung Alice yang menjauh menatap heran istri kecil nya itu.


'Kenapa Dia?' batin Michele.


Akhirnya mereka berdua sampai di kamar hotel yang sudah di pesan Michele, seperti kebanyakan kamar pengantin lain nya kamar itu di hias bak romantis, Michele tampak biasa saja tapi Alice entah kenapa sudah tremor membayangkan malam pertama mereka.

__ADS_1


'Kata nya kalau malam pertama itu sakit?' batin Alice duduk di sisi ranjang masih memakai gaun nya.


"Sayang, Aku mandi dulu, habis itu kau yah,"ujar Michele melangkah kan kaki nya ke dalam kamar mandi meninggalkan Alice yang sudah merah padam wajah nya karena malu.


Suara desiran air terdengar di kamar mandi, Alice adalah gadis agresif biasa nya tapi malam ini kenapa nyali malah ciut seperti gadis kebanyakan lain nya, gadis itu menunggu Michele beberapa menit hingga akhir nya.


Cklek..


Pintu kamar mandi terbuka, memperlihat kan tubuh Michele yang hanya di balut handuk sebatas pinggang, hal itu bukan pertama kali bagi Alice melihat dada bidang suami nya itu, tapi kali ini berbeda melihat nya saja sudah membuat Alice memanas.


"Sayang apa kau masih lapar, kalau iya Aku akan memesan makanan, kau mandi lah,"ujar Michele mengatakan itu.


"Tidak usah, Aku masih kenyang, Mmm kak boleh tolong lepaskan resleting gaun ini,"ujar Alice meminta tolong.


"Ok,"ucap Michele mendekat.


Tangan besar pria itu menurunkan resleting gaun Alice yang terasa menyentuh kulit mulus nya, Alice berusaha menahan nafas karena merasakan getaran panas yang membuat darah nya berdesir.


Deg.. deg..


"Sudah, mandi lah,"ujar Michele berlalu mencari baju di koper nya.


Alice mengangguk dan berlari masuk ke kamar mandi dengan langkah kecil nya, gadis itu melepaskan setiap helain benang yang membalut tubuh nya dan langsung berendam di bath up yang seperti nya sudah di siapkan oleh Michele.


"Astaga Dia sangat baik, air mandi saja sampai Dia yang menyiapkan, menikah dengan yang lebih dewasa memang membuat ku sangat di manja, ini bukan pilihan yang buruk,"ujar Alice merileks kan setiap sendi sendi nya yang terasa kaku akibat acara yang lumayan padat.


Michele memakai baju kaus serta celana pendek nya lalu duduk di sofa sambil sesekali mencek sesuatu dan menscroll hp nya.


"Si@l Aku memang dokter dan tahu teori, tapi praktek nya belum tahu, tenang Michele kau hanya perlu mengikuti naluri mu,"ujar Michele melihat ponsel nya itu.


Seperti nya kedua pasangan itu sama-sama gelisah tentang malam pertama mereka.

__ADS_1


__ADS_2