
Di sebuang mansion terbesar di ibu kota, siapa lagi kalo bukan milik keluarga william. di ruang keluarga itu nampak anggota keluarga sedang duduk dan berbincang dengan hangat.
"mas jangan terus menggoda mommy" kata rere mencubit pinggang varo dengan kuat.
'au' varo mengusap bekas cubitan istri nya itu.
"sakit sayang" kata varo cemberut dan memeluk rere denga manja.
"maka nya jangan jail" kata rere menghela nafas nya dengan kasar dan bersikap ketus.
shinta dan adrel yang merasa heran saling menatap, kenapa anak meraka bersikap manja seperti itu. kemana varo yang ketus dan dingin kepada semua orang termasuk istri nya itu. seperti nya sang beruang kutub sudah dapat pawang.
"apa kepribadian kalian tertukar?" kata adrel bingung menatap kelakuan anak dan menantu nya itu.
"daddy benar seperti nya begitu, hei apa kau bukan anak ku varo, kelaur dari tubuh nya dasar setan" kata shinta mengoyang goyang kan tubuh varo dengan kuat dan menepuk nepuk pipi nya.
"ck mommy apa yang kau lakukan" tatap varo dingin.
'huftt' shinta menghembus kan nafas nya dengan kasar.
"daddy seperti nya varo sudah kembali" kata shinta kembali pindah duduk di samping adrel.
"mommy aku tidak kerasukan, sudahlah lupakan" kata varo yang kesal dengan tingkah receh mommy nya itu.
varo hanya terdiam, tidak ada yang berbicara di ruangan itu satu pun. mereka hanya saling menatap satu sama lain, rere pun merasa bingung kenapa varo belum mengatakan apa apa.
"mas" bisik rere kepada varo.
varo yang di panggil itu menatap malas kepada istri nya yang tau pasti menyuruh nya untuk melanjutkan pembicaraan tadi. bukan nya varo tidak mau membagikan kabar bahagia ini, tetapi mommy nya membuat mood varo jadi buruk.
"mommy akan punya cucu" kata varo datar tanpa menatap mommy nya dan hanya memandangi wajah istri nya yang cantik itu.
"apa? katakan sekali lagi varo!!!" kata shinta yang heboh itu langsung berdiri dan mengoyang goyang kan tubuh varo kembali.
"mommy tidak mungkin kau tidak mendengar kalau kau sudah seheboh itu" kata varo yang merasa lucu dengan sikap mommy nya itu.
"daddy kita memilik cucu, kita memiliki cucu" kata shinta heboh dan berbicara tepat di depan wajah suami nya itu.
"sayang air liur mu mengenai muka ku" kata adrel yang memaling kan muka nya dan mengusap wajahnya bekas air liur shinta yang muncrat itu.
__ADS_1
shinta tidak mempedulikan nya ia mengatakan kepada siapa saja yang lewat di ruang tamu itu bahwasanya dia akan mendapatkan cucu, mulai dari kepala pelayan, pembantu yang sedang menyapu, shinta juga pergi keluar dan berteriak lalu berkata kepada tukang kebun serta sopir nya, para pelayan hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat kepada nyonya besar mereka itu.
"astaga istriku memang berbeda" kata adrel menggelangkan kepala nya.
"mommy ku memang berbeda" kata varo ikut menggelangkan kepala nya.
rere yang melihat ayah mertua nya dan varo seperti itu pun malah mengikuti-ngikuti tingkah aneh mereka.
"ibu mertua ku memang berbeda" kata rere yang ikut menggelang-geleng kan kepala nya.
varo dan adrel saling menatap lalu mereka bertiga pun saling tertawa bersama-sama.
'ha ha' 'ha ha'
suara tawa mereka bertiga menggema di seluruh ruangan itu karena melihat tingkah lucu sang mommy yang berbeda dengan yang lain nya. nyonya william ini memang berbeda yah ada aja yang di lakuin. setelah beberapa puluh menit mereka menunggu akhirnya shinta kembali dengan deru nafas yang berat dan peluh yang mencucur deras, mommy shinta memegang pinggang nya itu yang seperti nya terasa sakit.
"apa kau sudah selesai semua?" kata adrel yang menatap istri nya duduk kembali samping nya.
"belum semua, kenapa kau membuat rumah ini begitu besar, aku belum memberitahu para penjaga lapangan golf, tempat salon, supermarket haduh apalagi yah" kata shinta yang mengacak-acak rambut nya dengan kasar.
"seperti nya rumah ini akan ramai sesuai harapan mu" kata adrel yang mengusap rambut istri nya dengan tulus.
Varo yang belum menyelesaikan pembicaraan nya itu pun seketika berbicara lagi kepada mommy nya.
"dan mom, seperti nya sangat ramai karena istri ku memiliki anak kembar" kata varo yang kembali menjelaskan setengah setengah.
"hah kembar?!" shinta melepaskan pelukan suami nya dan berdiri ia mengeluarkan ekspresi yang paling bahagia dan sumringah itu.
ia kembali berlari dan mengatakan semua orang bahwasanya ia memiliki cucu kembar dan seperti tadi shinta kembali dan tidak sempat mengatakan kepada semua orang yang ada di rumah ini.
"kenapa kau terus berlari" kata adrel yang mulai kasian melihat istri nya kelelahan.
shinta duduk berpindah ke samping rere dan menatap gadis itu dengan bahagia.
"aku bahagia sekali, rere selamat yah aku sangat senang memiliki menantu seperti mu, dan perut ini memiliki anak kembar" kata shinta dengan tersenyum dan memegang kedua tangan rere.
"iya mo-" perkataan rere terpotong akibat varo kembali mengatakan sesuatu.
"dan itu bukan kembar dua tapi kembar empat" kata varo dengan seringai yang tidak dapat diartikan.
__ADS_1
shinta yang mendengar itu kembali ingin berlari tetapi langkah nya tiba tiba terhenti dan menatap ke belakang, disana varo tersenyum mengejek dan adrel yang mengeleng kan kepala nya melihat tingkah shinta.
"tunggu? kenapa kau dari tadi berbicara setengah-setengah apa kau sedang mempermain kan mommy" kata shinta yang menatap kesal kepada varo.
varo yang sudah dari tadi menahan ketawa nya pun bisa tertawa lepas karena shinta sudah menyadari kejailan yang ia lakukan kembali kepada mommy nya itu. dari awal varo tidak berniat mengerjai momny nya ia hanya berpikir kenapa shinta terus heboh padahal ia belum selesai berbicara, kesempatan itu malah varo gunakan untuk mengatakan nya sekali lagi dan lagi.
"pftt ha ha mommy, maaf kan varo mommy habis nya sangat semangat" kata varo yang tertawa dan berlindung di belakang tubuh istri nya itu.
"varo" tatap shinta.
shinta yang kesal mendekati varo dan berusaha memukuli anak nya itu dengan bantalan sofa yang ia pegang, tetapi varo malah melindungi tubuh nya dengan tubuh rere, shinta merasa kesusahan karena ia tidak mau menyakiti menantu tercinta nya itu.
"kesini kau, jangan bersembunyi" kata shinta yang menarik baju jas kerja anak nya itu.
"mommy varo bercanda ha ha" kata varo yang terus tertawa.
"varo kau jangan mengerjai mommy seperti itu!" kata adrel yang tidak terima shinta dikerjai oleh anak nya itu, ia merasa kasihan melihat istri nya itu.
"iyah daddy maafkan varo, tapi suruh mommy berhenti" kata varo yang terus mengindar dan mengelak itu.
"sayang sudah!" kata adrel, satu kata mampu membuat seorang shinta william langsung diam dan tak berkutit, ia memilih kembali duduk di samping suami nya.
"awas kau" kata shinta yang kesal menatap varo.
shinta mengalihkan pandangan nya kepada rere dan menatap nya.
"rere mommy sangat senang, baru bikin langsung jadi empat, haduh ga kebayang mommy bakal punya cucu" kata shinta tersenyum bangga.
saat pembicaraan hangat itu sedang berlangung tiba tiba seorang gadis datang dan langsung duduk di samping varo dan menggeserkan rere ke samping dengan kasar.
"hei kak varo kangen aku ga?" kata gadis itu.
Bersambung...
jangan lupa **like,coment, vote dan follow akun aku.
hei jangan lupa mampir ke cerpen aku, tadi bikin satu sih menggabut.
btw mommy shinta heboh banget kayak toa masjid yah haha.
__ADS_1
maaf yah baru up,kalo weekend gini emang banyak kerjaan yah buat anak cewe haha**.