
Menjadi seorang dokter keluarga terkenal Alferoz membuat seorang Michele selalu harus siap siaga ketika di butuh kan selama 24 jam, tanpa tahu yang harus nama nya membantah, karena pekerjaan tetap pekerjaan, serta karena Daddy Michele sebelum nya menjadi dokter pribadi di keluarga Alferoz, karena Daddy Michele sudah tidak muda lagi maka dari itu Dia mengantikan nya.
Sudah sejak 10 tahun lalu Michele menjadi dokter keluarga Alferoz, sejak Dia mulai berumur 22 tahun dan sekarang menginjak usia pria dewasa berumur 32 tahun prinsip hidup nya, banyak j@lang di luar sana, permainan dan dunia luar adalah jalan nya.
Drap.. drap..
Langkah kaki Michele menyusuri lorong VVIP lantai khusus petinggi pemilik RS Alferoz itu, Michele pagi ini harus melihat dan mencek kondisi pasien utama nya dari keluarga Alferoz, saat Dia menuju ke ruangan Alice tidak sengaja terlihat seorang wanita dan pria sedang berciuman.
"Astaga kalau kalian ingin berciuman setidak nya lakukan di ruangan tertutup, kasihan pria jomblo seperti ku!"teriak Michele kepada Reno dan Anggun.
"Dokter Michele, pagi,"ucap Anggun yang malu-malu itu.
'Ini gara-gara Hubby kata nya minta morning kiss, tapi malah lama banget sampai ketahuan,' batin Anggun meronta-ronta karena malu.
"Ayo Little pergi, melihat wajah mu di pagi hari membuat semangat ku hilang,"ujar Reno dengan tajam nya sambil mengandeng tangan istri tercinta nya itu.
"Haha maaf yah dokter Michele, kami pergi dulu,"ujar Anggun meminta maaf dan mengikuti langkah besar Reno menjauh dari ruangan itu.
Michele hanya bisa bengong menatap kepergian dua insan itu sambil mengeleng kecil karena tidak menyangka apa asupan yang Dia dapatkan di pagi hari, adalah hal yang menondai mata nya.
"Pagi pagi sudah si@l,"ujar Michele melanjutkan langkah kaki nya ke ruangan Alice.
Krek..
Pria itu langsung membuka ruangan itu tanpa mengetuk ataupun meminta izin karena terlalu kesal dengan apa yang Dia lihat tadi membuat Michele malah nyolong masuk, seketika saat pintu itu terbuka mata nya terbelalak besar melihat Alice yang tidak memakai atasan, seketika gadis itu berterik kencang.
"Aaaaa dokter gil@!"umpat Alice melempar bantal serta apa pun benda yang ada di dekat nya ke dekat pintu tempat Michele berdiri.
__ADS_1
Seketika Michele tersadar dan menutup pintu itu lagi, dan berdiri di luar sambil memegang handle pintu itu, wajah nya merah padam karena malu.
"Apa itu? Adik Reno yang kecil dan bocil itu memiliki tubuh seperti seorang wanita, apa mereka orang yang sama, tidak mungkin, Aku ingat saat Dia menangis meminta kepada ku membelikan permen, sejak kapan Dia tumbuh jadi seorang wanita dewasa,"ujar Michele bergumam sendiri sambil mengelengkan kepala nya.
Bugh..
Michele memukul kepala nya sendiri, dan mengutuk diri nya atas tindakan ceroboh nya itu, pria itu berusaha mengontrol irama jantung nya serta berusaha melupakan apa yang Dia lihat tadi, tapi itu tidak bisa semakin Michele ingin mencoba melupakan nya semakin Dia memikirkan nya.
"Aku gil@, Dia adik Reno yang ingusan itu, tidak mungkin membuat ku berfikir aneh si@lan,"umpat Michele terus-terusan itu.
"Sebaiknya Aku pergi, sebelum Aku gila,"ujar Michele berlalu pergi dari pintu tempat Dia bersandar.
Pria itu melangkah kan kaki nya pergi dari ruangan itu, Dia malah tidak jadi memeriksa kondisi Alice dan malah pergi ke ruangan nya entah apa yang Dia lakukan.
"Aku akan memeriksa nya nanti, saat Reno kembali,"ujar Michele.
"Kak Michele sial@n apa Dia tidak mengetuk pintu dulu, mata jelelatan, awas saja kalau ketemu Gua colok itu mata,"kesal Alice berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan badan nya dengan infus yang masih terpasang.
Sementara itu Reno dan Anggun memilih berjalan kaki keluar mencari tempat sarapan, ternyata tempat yang biasa Anggun kunjungi tidak jauh dari sana dengan senang Anggun dan Reno datang ke sana.
"Apa kau sering ke sini Little?"tanya Reno masih mengengam tangan istri nya.
"Iya Hubby, Aku sering ke sini sebelum berangkat kantor untuk membeli roti cokelat dan susu cokelat panas,"ujar Anggun menceritakan itu dengan semangat.
"Kau mengiginkan nya? Aku akan membeli nya, tunggu sebentar Aku tanya dulu,"ujar Reno yang bersiap menghampiri pelayan toko untuk bertanya.
Seketika itu Anggun menahan tangan suami nya, astaga gadis itu tidak habis pikir dengan jalan pikir Reno yang selalu mendapatkan apa yang Dia ingin kan itu.
__ADS_1
"Hubby, ga gitu juga, Aku menyukai nya, tapi tidak mengiginkan nya, tetap seperti ini,"ujar Anggun menghela nafas.
"Benarkah? Aku kira kau mengiginkan nya,"ujar Reno dengan wajah datar dan tatapan tidak mengerti nya.
'Ini suami Gua polos, atau gimana sih?' batin Anggun yang bingung sendiri.
Pesanan yang mereka pesan sudah sampai, Reno memilih memesan coffe late sementara Anggun masih dengan pesanan yang sering Dia pesan.
"Kak Anggun datang lagi yah, sekarang sama siapa ini? Biasa nya sendirian,"ujar pelayan itu yang sudah sangat hafal dengan Anggun.
"Haha iyah nih,"ujar Anggun yang malu sendiri karena memang jarang Dia dan Reno memperlihatkan hubungan mereka, sadar Anggun kalian bukan pacaran lagi tapi kan udah suami istri jadi tidak usah malu-malu.
"Kalau Kak Anggun sendiri ke sini, biasa nya mata cowo pada lihatin Kak Anggun, sekarang aja begitu, padahal ada cowo nya Kak Anggun, eh Aku lanjut dulu yah kak,"ujar pelayan cafe itu melirik pria yang menatap beberapa ke arah Anggun.
Seketika hawa hitam berada di belakang Reno, tatapan pria itu seketika membuat Anggun merasa aneh, ada apa ini? Entah lah Anggun juga bingung sendiri, Reno langsung memeluk tubuh kecil istri nya sambil melihat setiap mata pria yang memang benar ada nya menatap Anggun.
'Istri ku memang sangat cantik, Aku jadi semakin takut membiar nya keluar rumah,' batin Reno.
Mata pria itu menatap pria yang menatap Anggun bergantian sambil memeluk Anggun dekat, seolah-olah mengatakan punya saya nih, awas aja dekat-dekat.
"Hu hu Hubby, kamu ngapain di lihatin orang, kan kita mau makan,"ujar Anggun salah tingkah menatap tingkah suami nya.
"Ga mau, mereka lihatin kamu, Aku ga mau kamu di lihatin yah Little,"ujar Reno menambah pelukan itu.
Saat mereka sedang berpelukan itu tiba-tiba seseorang datang dan duduk di depan kursi yang kosong di depan mereka.
"Pagi-pagi udah mesra aja nih,"
__ADS_1