
Anggun mengangguk kepala nya menadakan perkataan Reno adalah benar, seketika itu Alessia berteriak dengan senang sedangkan Dante hanya bisa menutup telinga nya mengeleng heran.
"Selamat untuk kalian,"ujar Dante kepada putra dan menantu nya.
"Terimakasih Dad,"ucap Reno dan Anggun bersamaan.
Sedangkan itu Alessia malah heboh sendiri keluar kamar, Dante, Reno dan Anggun yang melihat itu masih tertawa kecil melihat tingkah Alessia yang tidak kalah heboh nya, Alessia mengambil ponsel nya lalu menatap jam yang masih pukul setengah enam pagi.
"Sayang, Aku akan memanggil dokter mencek kandungan mu,"ujar Alessia dengan semangat.
"Tapi ini masih pagi Mom,"ujar Anggun yang menatap Ibu mertua nya itu heran.
"Tidak apa-apa,"ujar Alessia yang tidak mempermasalahkan itu.
Wanita paruh baya itu mengirim pesan kepada keluarga serta kerabat dekat memberitahukan itu, padahal ini masih pagi siapa yang akan melihat pesan di pagi hari ketika kita di sibukan dengan aktivitas yang lain.
Drt.. drt...
Di dalam sebuah kamar bernuansa lilac itu Alice tertidur nyenyak, ponsel nya terus berdering dengan berusaha menormalkan penglihatan nya Alice mencari ponsel nya lalu melihat nama Alessia yang tercantum serta jam yang menunjukan setengah enam pagi.
"Mom, masih pagi Aku mengantuk,"ujar Alice kepada Mommy nya itu.
"Baby, Kamu akan punya keponakan, ke mansion hari ini Mommy ingin mengadakan pesta, sekarang!"ujar Alessia to the point.
"Tapi Mom,"
Tut.. tut...
Belum selesai Alice berbicara Mommy nya sudah mematikan ponsel nya, gadis itu sebenarnya juga senang tapi yah nama nya ngantuk habis begadang bisa apa.
"Senang nya dalam hati, sebentar lagi jadi aunty,"ujar Alice meregengkan badan nya.
__ADS_1
Di sisi lain di sebuah kamar bernuansa gelap, kamar yang tercium bau alkohol yang menyengat serta seseorang yang tidur hanya menggunakan celana pendek itu mendesah pelan karena sebuah telpon masuk.
Drt.. drt...
Michele mengambil ponsel nya, lalu menatap sebuah nama yang langsung membuat mata nya terbangun, sengantuk apa pun Michele kalau yang menghubungi nya adalah keluarga Alferoz Dia harus cepat itu pesan Daddy nya kepada Michele.
"Halo Nyonya, apa ada masalah?"ujar Michele dengan suara serak nya yang baru bangun tidur.
"Cepat ke sini, periksa menantu ku Michele, sekarang jangan lama-lama,"ujar Alessia langsung mematikan ponsel nya.
Pria itu langsung mencuci wajah nya memakai celana panjang serta kaus hitam dan sweater yang Dia padukan tidak lupa membawa jas dokter nya, karena alat pemeriksaan sangat lengkap di Alferoz, pria itu tidak perlu repot lagi.
Krek..
Michele membuka pintu bersamaan dengan Alice yang juga keluar itu, gadis itu seperti nya masih setengah nyawa nya berkumpul, Dia tidak terlalu mempedulikan Michele, terlihat seperti nya Alice yang terburu-buru masih memakai baju tidur yang tanpa lengan itu memperlihatkan kulit putih mulus nya serta paduan celana di atas lutut, di tambah rambut acak-acakan.
"Apa Dia di suruh ke mansion juga?"gumam Michele menatap langkah kaki Alice yang letoy itu sambil menguap sesekali dan mengusap mata nya.
"Ah Mommy, Aku masih mau tidur,"ujar Alice masuk ke dalam lift di ikuti Michele yang hanya diam.
Beberapa menit akhirnya Alice sadar dan melirik orang di samping nya, Alice hanya pergi terburu-buru tidak mandi dan hanya memakai baju tidur serta membawa kunci mobil dan bayangkan saja masih memakai sandal bulu-bulu nya itu, salah bawa sandal ini anak saking ngantuk nya.
"Kak Michele, pagi banget mau ke RS?"tanya Alice melirik pria itu sekali.
"Ke mansion mu, di suruh Nyonya,"ujar Michele menatap gadis kurcaci itu dengan tatapan mengerikan nya karena Alice mengusap bekas air liur di bibir nya tanpa berdosa.
"Aku numpang yah, masih ngantuk malas bawa mobil,"ujar Alice kepada pria itu.
Belum selesai Michele mesetujui permintaan Alice pintu lift terbuka, gadis itu langsung menuju mobil Michele dan duduk di samping kemudi lalu melipat tangan nya sambil meram melek karena ngantuk.
"Kau ini,"kesal Michele yang baru masuk ke kursi kemudi.
__ADS_1
Pria itu melirik Alice sekilas dan baru sadar gadis itu masih memakai baju tidur nya, Michele mengalihkan pandang nya pura-pura tidak lihat.
"Kok dingin sih, matiin Ac nya,"ujar Alice memerintah.
"Pakai ini, bisa-bisa nya kau keluar seperti itu,"ujar Michele melepaskan sweater nya dan memasangkan nya kepada tubuh kecil Alice.
"Lupa hehe,"ujar Alice tersenyum.
Michele menjalankan mobil nya membelah jalanan ibu kota Italia yang sudah mulai ramai karena aktivitas itu, sesekali mata nya melirik Alice yang tertidur.
"Hmm ukuran nya lumayan, tapi setelah memakai sweater karena tertutup jadi tidak terlihat, apa semua wanita seperti itu, jadi di balik baju yang longgar ada, oh begitu,"ujar Michele mengangguk tanda mengerti, memang Cassanova satu ini cabut aja deh gelar dokter nya kalau tahu begini akhlak nya.
Karena hari yang memang sudah mulai pagi Reno dan Anggun juga tidak tidur lagi setelah selesai mandi, mereka berjalan di taman sesekali bercerita tentang hari ini yang membuat pasangan itu bahagia.
"Haha Mommy, bisa-bisa nya jadi alarm bangunin orang yah By,"ujar Anggun yang sedang bersandar itu.
"Cucu pertama tentu Mommy sangat heboh, dan juga apa kamu merasa mual pusing?"tanya Reno menatap wajah istri nya yang berisi.
"Tidak, Kenapa?"tanya Anggun dengan heran.
"Dulu waktu istri Tuan Varo hamil, Rere oh tidak maksudnya itu Varo sendiri yang malah mual mereka bilang begitu, kalau tidak istri nya suami nya juga bisa mual-mual,"ujar Reno yang baru mengingat nya.
"Aku tidak merasa mual, kau juga tidak bukan? Semua orang memiliki gejala berbeda, jangan bodoh By, kamu itu lulusan terbaik astaga,"ujar Anggun mengeleng kecil dan mentertawakan suami nya itu.
"Aku ga paham kalau masalah wanita, soal nya kamu masih yang pertama buat Aku, kalau Aku kan yang kesekian buat Kamu,"ujar Reno menatap manik mata Anggun.
Wanita itu tersenyum kecil, suami nya tipe kalau tidak posesif yah cemburuan deh, Anggun tidak mempermasalah kan itu bagi nya itu tanda kalau Reno benar-benar mencintai nya serta takut kehilangan nya asal itu masih batas wajar bagi Anggun, wanita itu mengatup pipi Reno lalu berkata.
"Kamu memang pria kesiakan, tapi Kamu yang terakhir dan tidak akan pernah berakhir,"ujar Anggun dengan senyum manis nya.
"Hmm,"ujar Reno mencium pipi gadis itu sekilas.
__ADS_1
'Terimakasih sudah hadir, menjadi pengikat kami sayang,'