
Jam istirahat di kantin
Clara hanya bisa menelengkup kan kepala nya diatas meja karena semua murid di SMA itu setiap lewat pasti selalu mengatakan hal yang sama berulang kali karena alasan di aula tadi.
"Sorry Cla jangan ngambek dong" tutur Anggun menatap gadis itu dengan menahan tawa.
Brak..
Clara mengebrak meja itu dengan kuat lalu mengatakan kepada Anggun.
"Malu tau ga Nggun" teriak Clara dengan malu itu.
Tiba-tiba semua perhatian tertuju kepada Clara yang mengebrak meja itu, semua murid mengetawakan kembali Clara dan mengatakan hal yang sama di aula tadi.
"Artis binjai nih bos" teriak salah satu siswa laki-laki yang ada di kantin tersebut.
"Haha" semua orang pun tertawa setelah mendengar perkataan itu.
Tidak lama berselang itu Reyhan dan Gabriel datang dan duduk di samping mereka. Reyhan menatap keadaan Clara yang murung dan hanya menjatuh kan kepala nya di atas meja itu.
"Cebol, Lu masih keinget yang tadi?" tanya Reyhan mengacak acak rambut Clara.
"Aduh Rey, jangan begitu dong, nanti Aku di serang fans mu" tutur Clara menepis tangan Reyhan yang mengusap rambut nya.
Mungkin untuk teman-teman Clara dan Reyhan itu hanya candaan tapi beda cerita nya dengan fans garis keras ketua osis ini, mereka fans fanatik yang akan menyerang gadis yang dekat dengan Reyhan.
"Jangan dipikiran hal begitu ga penting" ujar Reyhan mengalih kan perhatian nya ke bakso yang Dia pesan sudah datang tersebut.
"Kamu sih bisa bilang begitu Rey, kamu kan gatau ganas nya fans garis keras R-one" tutur Rere dengan serius.
"Pftt apaan tu R-one" ujar Gabriel menahan tawa mendengar perkataan.
"Astaga emang anak cowo ga bakal tahu yah, R-one kumpulan pecinta Reyhan number One. Di bentuk waktu pertama kali Reyhan masuk ke SMA ini" tutur Anggun yang menjelaskan hal itu.
__ADS_1
"Nah alay kan" sambung Clara yang menatap itu kepada Reyhan.
"Gua sih ga peduli, yang penting parasit itu ga ganggu hidup gua" tutur Reyhan mengunyah bakso nya mengatakan hal itu tanpa bersalah.
"Parasit? Astaga Rey, kalo fans lu sampai tau habis lu R-one di bubarin jadi musuh lu satu sekolah" ujar Clara menakuti pria yang ada di depan nya itu.
"Bodo amat" jelas Reyhan secara singkat tanpa basa basi.
Di ruangan kepala sekolah
Axel sedang melamun sambil menatap keluar jendela gedung sekolah itu dengan tatapan yang tidak dapat di baca, Axel memutar kan kursi nya itu mengarah pada meja, di meja itu terdapat sebuah bingkai foto wanita cantik seperti wanita bule itu, rambut pirang yang panjang serta mata biru yang dominan kulit putih dengan sangat cantik.
"Clarissa Aku merindukan mu" ujar Axel mengambil foto itu dan mengusap nya dengan sendu.
Clarissa adalah istri Axel, pria itu memiliki satu anak bersama wanita itu bernama Alisa yang saat ini berumur empat tahun tetapi dalam kejadian yang naas istri nya harus tewas dalam kecelakaan yang menimpa nya.
3 tahun yang lalu.
London, Inggris.
"Baiklah, maaf kan Aku tidak bisa menemani kalian sayang Aku banyak perkerjaan" tutur Axel mengecup kening istri nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Iyah tidak apa-apa, ini juga salah ku yang baru ingat acara nya di hari H" jelas Clarissa yang juga merasa bersalah itu.
"Baiklah, hati-hati sayang Aku akan kembali nanti tengah malam" ujar Axel memakai jas dan berlalu pergi dari ruangan itu menuju mobil nya.
Clarissa di antar oleh supir dari rumah nya menuju cafe tempat pertemuan nya dengan teman-teman nya itu untuk membahas bisnis mereka, perjalanan menuju cafe terasa begitu singkat saat Clarissa sudah ada di depan cafe tersebut.
"Pak, di sini aja turunin biar saya jalan sendiri sama Alisa" ujar Clarissa yang menyuruh supir nya berhenti agar tidak susah berbelok terlebih dahulu karena tempat pembolakan masih masih jauh di depan.
"Tidak Nona, saya akan mengantarkan Anda langsung" ujar supir itu bersikeras.
"Tidak apa-apa pak, Saya juga sudah terlambat mungkin teman-teman saya sudah menunggu" tutur Clarissa menyakinkan hal itu kepada supir nya.
__ADS_1
"Baiklah Nona" tutur gadis itu membiarkan Clarissa turun.
Clarissa menyebrang dengan hati-hati, sampai lah mereka berdua di sebrang tetapi tiba-tiba Alisa menangis karena dot yang ada di mulut nya terlepas dan terjatuh di tengah, dengan cekatan Clarissa berusaha kembali menyebrang hingga akhir nya.
Brak..
Suara tabrakan begitu keras terdengar, darah bercucuran memenuhi aspal tersebut. Axel yang mendapat telpon dari teman-teman Clarissa itu langsung menuju rumah sakit, dengan nafas yang memburu dan keringat yang bercucuran Axel berlari dengan mendorong siapa saja yang menghalangi jalan nya tersebut dengan tergesa-gesa. Lalu tibalah Axel di depan pintu ruangan di UGD, di depan pintu sudah ada dokter yang mengendong Alisa sambil menenangkan nya yang terus menangis itu. Dalam kecelakaan itu dengan ajaib nya anak mereka selamat dengan hanya luka lecet yang ada, karena saat kecelakaan Clarissa memeluk kuat tubuh anak nya itu agar tidak terbanting.
"Dimana istri saya dok?" ujar Axel sambil mengambil Alisa ke dalam pelukan nya.
"Saya minta maaf tuan, Nona Clarissa tidak bisa kami selamatkan karena Dia banyak kehilang darah setelah sampai rumah sakit" ujar dokter itu menjelaskan kepada Axel.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Axel yang mendengar kata-kata itu seketika terdiam mata nya memerah dan pelipis mata nya mengerut sambil terus menggeleng.
"Apa kau bercanda!" teriak Axel di depan dokter itu.
Dengan tubuh yang kuat Axel mendorong pintu ruang UGD itu, terlihat wanita yang paling Dia cintai sudah terbaring kaku dan pucat wajah cantik nya bersimbahkan darah masih dengan aroma kecelakaan yang kental.
"Sayang bangun lah, Apa kau sedang bercanda? ini sangat tidak lucu" ujar Axel yang terus mengoyangkan tubuh istri nya itu dengan satu tangan, karena satu tangan lagi Dia gunakan untuk mengendong Alisa.
"Cla bangun! bangun Cla, Aku bakal anterin kamu, Aku lagi ga sibuk Cla, bangun Cla" teriak Axel yang terus berusaha membangunkan istri nya itu.
"Clarissa!! kenapa secepat ini, apa kau tidak memikirkan ku, kenapa kau pergi secara tiba-tiba seperti ini Cla"
"Aku mohon Cla bangun"
"Setidak nya bangun demi Alisa, Clarissa" teriak Axel di dalam ruangan UGD itu dengan pilu dan perasaan yang sudah berkecamuk itu.
Jodoh dan kematin sudah ada yang mengatur berusaha sebisa apapun kita, tidak akan bisa menghindari takdir yang sudah di rencanakan tuhan, begitu pun dengan Axel sekeras apapun Dia meminta maaf atas penyesalan nya Clarissa tidak akan kembali ke sisi nya.
Flasback off.
Tok..tok..
__ADS_1
"Pak Axel Arnolda"