
Satpam yang menatap Anggun masih berdiri dengan tegap itu sangat kesal, karena Anggun merasa sangat menganggu para karyawan yang akan lewat itu, dengan kesal satpam meneriaki Anggun yang masih bertahan di terik luar perusahaan nya, entah siapa yang Dia tunggu gigih sekali sifat nya.
"Nona, tolong pergi dari sini, kenyaman kami sangat terganggu,"ucap satpam itu.
"Ganggu gimana pak, saya kan cuman berdiri nunggu suami saya,"ucap Anggun berusaha masih bersikap sopan dan menahan mulut karena Dia berjanji akan menjadi wanita Anggun.
"Suami, suami, Anda mimpi, pergi,"ucap satpam itu mencengkram tangan Anggun.
Gadis itu yang sedang berdiri dengan tidak stabil karena tangan nya di tarik membuat makanan yang Dia pegang terjatuh dan berserakan di sana, seketika mata Anggun memerah, Author kira Anggun mau bacot kayak biasa nya maki-maki orang gitu tapi malah nangis kejer Dia.
"Huaa, masakan ku, Aku sudah membuat nya dengan penuh cinta untuk suami ku, dasar hiks hiks, kalian kejam, padahal Aku cuman berdiri di sini,"ucap Anggun terus menangis dan mengambil kotak makanan yang tumpah.
Satpam itu sebenarnya juga merasa bersalah, tapi Dia tidak mau minta maaf, toh penganggu tidak boleh di kasihani karena akan menganggu ke tentraman perusahaan Alferoz.
"Hiks hiks kapan suami ku akan kembali, Dia belum memakan nya tapi masakan ku sudah tumpah,"ucap Anggun dengan sesegukan.
Reno yang melihat itu mau membantu tapi Dia tidak ingin, Dia tidak mendengar apa pembicaraan kedua orang itu karena jarak yang jauh, dan Dia juga tidak ingin melibatkan perasaan nya lagi karena Anggun sudah memiliki kekasih nya yang dulu lagi.
"Tuan, apa Anda tidak akan membantu Nona?"ujar Keenan dengan khawatir.
"Tidak perlu, seseorang sudah datang,"ucap Reno mengertakan gigi nya melihat Jason datang menghampiri Anggun.
Sementara itu Jason yang sedang berpatroli itu melihat suara tangisan gadis yang sangat Dia kenal, Jason menghentikan motor nya dan menghampiri Anggun.
"Anggun, Are you okey?"ucap Jason khawatir itu.
"Gapapa, cuman tumpah doang masakan nya hiks hiks,"ucap Anggun menunjukan masakan nya yang jatuh itu.
__ADS_1
Dengan gerakan perlahan Reno turun dari mobil, dan di ikuti Keenan yang melewati pintu utama perusahaan, Anggun yang melihat Reno berlalu itu seketika berteriak dan memanggil suami nya dengan senang.
"Hubby, Aku membawakan makanan untuk mu,"teriak Anggun dengan bahagia.
Hubby, ya Hubby Anggun sudah memberikan nama panggilan yang layak untuk suami nya, karena Reno juga memberikan nama panggilan kesayangan, jadi Anggun juga ingin melakukan itu, walaupun Reno jarang memanggil nya lagi, tetapi Anggun berusaha tetap berpikir positif.
Anggun yang melihat Reno yang tidak melirik sama sekali hanya diam menunduk tanda tidak percaya, sementara itu Keenan melirik Nona nya yang terlihat lesu karena Reno tidak menanggapi nya sama sekali, Keenan melirik mata gadis itu begitu pun dengan Anggun yang mengisyaratkan permohonan maaf.
"Anggun, mungkin suami mu lagi sibuk, sudah lah ayo kembali, Aku antarkan bagaimana?"tawar Jason kepada gadis itu.
"Tidak usah kak terimakasih, tapi Aku ingin pulang sendiri, boleh?"lirik Anggun kepada pria itu memohon agar membiarkan pergi.
Jason hanya mengangguk tanda mengerti dan pergi dari sana tersenyum lalu melajukan motor nya kembali untuk berpatroli.
'Mungkin roti coklat dan secangkir susu coklat panas, bisa menahan tangisan ku,' batin Anggun yang terus menangis dalam diam itu.
Lucu nya gadis itu saat sampai di kafe langganan nya, Dia terus menerus mengeluarkan air mata tapi tidak bersuara, sampai-sampai karyawan bertanya tapi gadis itu hanya diam, otak nya kembali berputar ketika Reno tidak menanggapi nya sama sekali.
"Sebegitu nya Dia tidak menyukai ku hiks hiks, apa Aku kurang cantik? kurang seksi? kurang manis, tipe apa gadis nya, kenapa Dia menolak ku,"gumam Anggun bersedih.
***
Sementara itu saat Reno melewati Anggun dan saat istri nya berteriak memanggil diri nya.
"Hubby, Aku membawakan makanan untuk mu,"teriak Anggun dengan bahagia.
Deg.. deg..
__ADS_1
Jantung Reno seketika berdegup kencang ketika mendengar panggilan sayang di lontarkan Anggun, pria itu tidak mau melirik sekilas Anggun bukan karena tidak mau, tapi karena mau menyembunyikan wajah nya yang malu karena panggilan sayang Anggun.
'Hubby? Apa itu Dia memanggil ku dengan Hubby, sangat lucu,' batin Reno meronta-ronta.
Sesampai di ruangan nya Reno terus tersenyum dan mengetuk-ngetukan jari nya di meja karena membayangkan Anggun yang memanggil nya Hubby itu.
"Tunggu, kenapa Dia memanggil ku seperti itu saat bersama pacar nya?"gumam Reno dengan bingung.
Reno tampak bersemu, ternyata begini rasa nya jatuh cinta, perasaan jatuh cinta sangat sulit di hindari dan di lupakan, saat Reno berusaha mengubur nya, setiap tindakan kecil Anggun selalu membuat nya kembali berdetak, karena itu Reno berusaha menghindari Anggun agar jantung nya tidak terus berdebar-debar kepada little nya.
"Hubby,"ucap Keenan dengan suara kemayu.
Seketika Reno tersenyum, lalu menatap Keenan yang berdiri di depan nya, seketika senyuman itu luntur dan berubah dengan raut masam ketika yang memanggil nya hubby adalah seorang pria atau asisten nya sendiri yang mengoda nya.
"Hubby,"ucap Keenan Kembali dengan suara kemayu yang dibuat-buat.
Brak..
Sebuah bolpoin tepat terjatuh di kepala pria itu karena Reno melempar nya dengan kuat, dan membuat asisten nya mengaduh kesakitan karena ulah nya itu.
"Sst, Tuan Anda sangat kasar,"ucap Keenan meringis kesakitan.
"Coba saja lakukan lagi, Aku akan melempar nya dengan meja ini,"ancam Reno kepada asisten nya itu.
Pria itu hanya meneguk saliva nya dengan kasar, karena ancaman pemimpin Divisi C Black Devil itu tidak pernah hanya bualan semata karena, dulu di Black Devil hubungan pemimpin dan ketua itu terbilang cukup dekat karena saling berhubungan, dulu pria yang jarang bicara itu sempat Keenan goda terus-terusan dan Keenan berakhir dengan diri nya yang di gantung di tiang markas Black Devil bersamaan tertawaan para anak buah nya.
"Anda tidak pernah berubah, tapi Anda menyukai nya kan saat Nona mengatakan itu, tapi kenapa Anda malah diam saja, padahal Dia tadi menangis,"ucap Keenan kepada Tuan nya itu.
__ADS_1
"Mana ada, jangan berpikir kau tahu segala nya,"ujar Reno dengan kesal.
'Tsundere sekali everbody, andai pikiran kita bisa berbicara, habis gengsi mu Tuan,'