
"Baiklah ayo kita pulang" ujar Rere melepaskan pelukan itu dan mengajak suami nya untuk pulang.
Mereka bertiga berjalan dengan saling mengandeng, sambil bercanda dan bercerita banyak hal, saat ini sampai di parkiran seseorang pria menyapa Rere dari jauh.
"Rere" teriak pria itu lalu menghampiri Rere dengan senyum nya.
"Gabriel?! Astaga sudah tiga tahun tidak ketemu yah" ujar Rere dengan wajah terkejut.
"Apa kabar?" ujar Gabriel mengusap kepala Rere sehingga membuat rambut gadis itu sedikit berantakan.
Varo yang melihat istri nya di perlakukan seperti itu mulai menjadi Varo mode cemburu pun on dengan posesif Varo mendekati istri nya lalu merangkul pinggang ramping Rere dari belakang dan meletakan kepala nya di atas bahu istri nya itu.
"Jangan tersenyum!" ujar Varo menatap cemberut seperti anak ayam yang di tinggal induk nya itu.
Anak kembar Rere yang melihat Mommy mereka di ganggu pun mengikuti langkah Daddy nya si kembar mode cemburu on saat ini, mereka juga memeluk Rere beda nya karena mereka pendek mereka hanya memeluk kaki Mommy nya itu dengan posesif. Rere sekarang sudah seperti seorang tersangka yang di tangkap di kerumunin oleh para pahlawan dan siap di bawa itu.
"Mmm seperti deja vu saja" tutur Gabriel menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Mas jangan begini ih, malu di lihatin orang tuh" tutur Rere memperingati itu kepada suami nya.
"Biarin" tegas Varo masih menatap tajam Gabriel dengan kesal.
"Kembar kalian ngapain ikut Daddy juga?" ujar Rere menepuk jidat nya itu, anak mereka sangat mirip dengan Varo seperti nya gen pria itu sangat kuat.
Gen Varo lebih dominan dari pada Rere dari sikap mereka saja sudah sama semua, tidak dapat di ragukan lagi kalo mereka memang benar ayah dan anak semua orang juga pasti langsung tahu sekali melihat.
"Jangan senyum" ujar kembar serempak mengatakan hal itu juga menatap Gabriel dengan tajam.
"Astaga anak sama bapak sama aja" tutur Rere tersenyum kaku.
__ADS_1
"Seperti nya ini memang pernah terjadi yah, Anda suami Rere tuan Varo William bukan" tutur Gabriel menatap Varo yang masih menatap nya tajam.
"Kau siapa?" ujar Varo dengan singkat tanpa melepaskan tatapan nya.
"Kita sebelum nya pernah bertemu juga, kalau tidak salah situasi nya hampir sama seperti saat sekarang ini, tapi beda nya anak kalian sekarang juga mirip dengan mu" jelas Gabriel menatap anak Rere yang masih menatap nya dengan kesal.
"Aku biasa nya melupakan hal yang tidak penting di hidup ku" ujar Varo megatakan hal itu.
Bagai di sambar petir, Gabriel tidak dapat berkata kata lagi, Dia sudah kalah bicara dengan suami Rere itu. Gabriel hanya tersenyum kaku dan memilih diam.
"Rere, tuan Varo Aku pamit dulu, sampai jumpa lagi" tutur Gabriel berpamitan dan berlalu dari mereka.
"Baiklah, sampai jumpa Gabriel" tutur Rere melambaikan tangan nya itu.
Rere beralih menatap suami dan kembar nya lalu membalas menatap dengan tajam, nyali mereka berlima seketika ciut melihat Ibu Ratu yang kesal.
"Kalian itu bisa sedikit ramah tidak sih?" tegas Rere menghembus kan nafas nya dengan kasar.
"Yasudah Ayo pulang"
Mereka pun akhir nya pulang ke mansion, jalanan yang mulai di sinari matahari sore itu terlihat sangat indah bewarna orange. Mereka berenam menikmati perjalanan menuju mansion William dengan senyum terus terukir. Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di mansion William, saat ini Rere dan Varo bersiap bekerjasama untuk memandikan si kembar. Nana biasa nya setelah sore Dia akan pulang, karena Rere memang ingin mengurus anak nya dengan waktu full kalau malam hari.
"Baiklah kita mandi" ujar Rere mengisi batp up dengan wewangian dan sabun yang wangi untuk anak mereka.
"Mandi hole" teriak Lenka dengan semangat.
Rere yang sedang tersenyum melihat anak nya itu seketika merasakan sebuah tangan kekar mengangkat dan mengendong nya ke kamar mandi lain.
"Mas lepasin si kembar belum di mandiin" tutur Rere memukul dada bidang suami nya itu.
__ADS_1
"Biarin mereka main bentar, kita mandi dulu berdua" ujar Varo menyeringai menatap istri nya itu penuh artian.
Rere mengembus nafas nya dengan kasar, seperti nya Rere sudah paham maksud suami nya itu ingin melakukan apa, karena pria itu sudah puasa satu minggu karena Rere sedang datang bulan. Sampai nya di kamar mandi di ruangan mereka, Varo melepaskan semua benang yang menutupi tubuh nya dan juga istri nya itu, lalu Varo memasukan Rere ke dalam bath up dengan perlahan.
"Mas kembar" ujar Rere menatap Varo dengan muka yang mulai memerah.
"Sebentar saja" ujar Varo mulai beraksi itu.
Dia memainkan spot favorite di gunung kembar istri nya itu dengan perlahan, permainan dan sentuhan demi sentuhan lembut dari Varo mampu membuat Rere mendesah dengan keras, kesempatan itu tidak di sia-siakan Varo untuk melakukan kenikmatan dunia itu, mereka yang sedang asik dengan permainan mereka hampir saja melupakan si kembar.
Setelah beberapa menit menikmati surga dunia itu, Varo dan Rere memakai jubah mandi mereka dan berlalu menuju kamar mandi ruangan anak mereka. Pintu kamar kembar empat memang saling terhubung dengan pintu kamar orang tua mereka itu, saat Rere dan Varo membuka pintu kamar mandi betapa terkejut nya mereka melihat keadaan itu.
Buat ilustrasi aja yah si kembar malah main busa hingga menggunung dengan tinggi, entah apa yang mereka perbuat hingga bisa melakukan hal seperti itu.
"Astaga sayang, apa yang kalian lakukan" ujar Rere berkacak pinggang memarahi si kembar itu.
"Emm tadi Leon diajakin Lukas Mom" ujar Leon dengan polos menuduh Lukas.
"Lukas diajakin Lenka" ujar Lukas yang malah menunjuk adik nya itu.
"Kok Enka? kan tadi kata nya main cama cama" tutur gadis itu ikut berkacak pinggang di depan Lukas.
Mereka semua saling menuduh siapa yang memulai hal itu terlebih dahulu, tidak ada satu pun yang mengaku hingga Varo menyudahi hal itu dan mempertegas keadaan dan memandikan mereka agar Dia juga tidak di marahi istri nya, karena Dia juga yang menunda istri nya untuk meninggal kan si kembar sebentar.
'Bisa-bisa aku tidak dapat jatah' batin Varo yang terus memandikan anak nya itu bersama Rere.
Setelah selesai mandi dan membersih kan diri mereka semua turun ke bawah untuk makan malam bersama, saat baru sampai di meja makan Lukas sangat paling antusias jika bertemu Opa nya itu.
__ADS_1
"Opa Adrel dor.." teriak Lukas seolah-olah mengejutkan pria tua itu dengan senyum manis nya.
"Aduh jantung Opa" ujar Adrel.