
"Terimakasih atas kerjasama anda, saya akan menantikan perfoma lain dari perusahaan anda nona Amanda Abamsya" ujar kolega bisnis itu menjambat tangan Amanda.
"Terimakasih sudah menerima kerjasama kami" senyum gadis itu dengan ramah.
Amanda Abamsya gadis yang lahir dari hubungan terlarang Deren dengan Mona, saat itu Deren sudah menikahi Risa Ananda ibu dari Rere, tetapi tanpa di ketahui oleh Risa suami nya sudah dulu memiliki anak dengan orang lain dari pada dengan diri nya.
Di sebuah restoran mewah bintang lima dengan view yang bertema kan klasik serta iringan musik orkestra yang ada di penjuru ruangan itu membuat suasana restoran menjadi lebih klasik dan tenang serta nyaman. Hanya orang penting dan berduit saja yang dapat menyewa kursi di restoran mewah seperti itu, di tempat ini lah Amanda abamsya bertemu dengan kolega nya hari ini.
"Sama-sama nona saya akan pastikan kami akan menjadi sponsor yang berguna untuk perusahaan anda, dan selera anda sangat bagus untuk tempat seperti ini" kolega itu berdiri dari duduk nya dan berlalu pergi.
"Terimakasihs sekali lagi" senyum Amanda dengan ramah mengiringi kepergian kolega bisnis nya itu.
Setelah cukup jauh kepergian mereka amanda kembali duduk dengan raut wajah yang tidak dapat dibaca.
"Nona sehabis ini apa lanjutkan meeting dengan perusahaan lain?" tanya Asisten amanda.
"Bajingan, aku tidak menyukai ini, apa kau lihat tadi selin? pria itu mencoba memegang tangan ku yang halus dan cantik ini, sudah tua bangka tidak ingat umur!" celetuk Amanda dengan kesal membuang wajah nya itu.
Ini lah Amanda dia seorang yang gampang tempramental terhadap sesuatu, senyum yang dia umbar tadi hanya sebuah topeng untuk tetap melanjutkan perusahaan yang di tinggal orang tua nya itu.
"Selin ayo pergi, aku muak dengan tempat seperti ini sangat membosankan! apa nya yang bagus dari tempat seperti ini, mereka memang hanya gila kemewahan" ujar Amanda berdiri dan mendorong kursi itu dengan kasar.
Selin asisten pribadi Amanda mengikuti kemana langkah majikan nya itu berjalan hingga tiba-tiba ada orang yang menghentikan langkah mereka.
"Amanda Abamsya yah jadi kau orang nya" ujar pria itu dengan santai menyesap minuman nya
Tanpa disadari Amanda, dari tadi dia sudah di amati oleh Varo, karena pria itu ingin melihat seberapa hebat orang yang ingin bersaing dengan nya, dan siapa orang yang menjadi anak haram dari keluarga istri nya itu.
Amanda menghentikan langkah nya dan menyeringai menatap Varo yang sedang duduk bersama Reno itu. Amanda berjalan dan mendekati pria itu.
"Varo William, apa kau adik ipar ku?" lugas Amanda tersenyum miring kepada Varo.
"Jangan harap kau mendapat tempat di keluarga ku juga istri ku! Aku hanya memperingatkan mu jangan bermain dengan perusahaan ku, dan ingat ini! perusahaan keluarga mu itu sepenuh nya milik ibu istri ku, dan seterus nya akan menjadi milik nya, tunggu tanggal main nya saja" Varo menggebrak meja dan berlalu pergi.
"Tunggu" panggil Amanda.
__ADS_1
Amanda yang melihat Varo pergi, lalu berlari dan memegang tangan pria itu dari belakang. Varo yang merasakan tangan nya itu di pegang langsung menghempaskan tangan gadis itu dan mengangkat kerah baju nya dengan kasar.
"Gadis sialan, dimana sopan santun mu!" bentak Varo kepada Amanda.
"Hei jangan bersikap kasar kepada ku, aku hanya ingin mengembalikan sesuatu" ujar Amanda dengan suara terbata-bata karena tenggorakan nya terasa tercekik hebat.
Beberapa jam kemudian.
Varo yang sedang asik melihat dokumen itu dan menimalisir nya dengan serius apakah itu asli atau tidak.
"Ini asli" gumam Varo dengan menatap heran berkas dokumen itu.
Saat Varo sedang serius dengan lamunan nya itu tiba-tiba Reno berlari dengan tergesa-gesa dan membuka pintu dengan kasar.
Brak..
"Hei reno! dimana sopan santun mu, setidak nya ketuk pintu dulu" bentak Varo kepada asisten nya itu, Varo sangat kaget saat Reno langsung masuk seperti itu.
"Tuan nona Rere dan Shinta di culik oleh beberapa orang tidak kenal" ujar Reno dengan lantang tanpa menjawab pertanyaan tuan nya itu.
Brak..
"Apa maksud mu Reno, jangan bercanda kepada ku bajingan" ucap Varo mengangkat tubuh Reno dan membanting nya ke lantai.
"Tuan sebaiknya kita cepat menuju markas Aeros untuk mendapatkan informasi, disana juga sudah ada tuan Adrel, bukan saat nya hal seperti ini sebagai candaan" tutur Reno dengan wajah yang sedikit berekspresi panik agar tuan nya percaya perkataan nya.
"Sial" geram Varo mengambil jas kerja nya lalu berlalu pergi dari ruangan kantor itu di ikuti Reno.
Beberapa jam sebelumnya.
Di mansion William saat ini Shinta tengah bersiap-siap pergi ingin berkunjung ke makam sahabat nya yaitu Risa. Rere yang melihat ibu mertua nya turun dari atas nampak rapi itu pun penasaran dan bertanya.
"Mommy mau kemana?" tanya Rere yang sedang duduk di depan telivisi itu.
"Mommy mau ke makam ibu mu Re" jawab Shinta dengan senyuman.
__ADS_1
"Ke makam? Rere ikut yah mommy, Rere mau kesana juga boleh yah mom" ujar Shinta berusaha membujuk mommy nya agar diizinkan untuk pergi.
"Boleh, tapi izin gih sama Varo dulu" ujar Shinta mengigatkan menantu nya itu.
Rere langsung mengambil HP nya dan menghubungi Varo saat itu, tetapi Varo tidak mengangkat telepon dari Rere, gadis itu terus mencoba beberapa kali tetapi Varo masih tidak mengangkat nya.
'Apalagi meeting kali yah, yaudah deh tinggalin pesan dulu aja' batin Rere.
Hubby 📩
Rere : Mas aku mau pergi ke makam ibu dulu sama mommy yah, nanti kalo udah lihat pesan ini aku udah berangkat, love you.
"Gimana udah?" tanya Shinta kepada menantu nya itu.
"Udah mom, tapi di pesan aja, telpon nya ga diangkat" jelas Rere kepada ibu mertua nya.
"Mungkin lagi meeting, mommy telpon daddy dulu yah bentar" ujar Shinta agak menjauh dari Rere.
Drtt.. drt..
Panggilan tersambung
"Daddy, mommy mau pergi sama Rere ke makam Risa dulu yah" pamit Shinta kepada suami nya.
"Hati-hati aku akan menempatkan beberapa pengawal di dekat kalian" kata Adrel kepada istri nya itu.
"Oke daddy muach" balas Shinta lalu menutup ponsel suami nya itu.
Shinta mendekati Rere dan mengajak menantu nya untuk pergi, mereka naik mobil yang di supiri oleh pengawal dari suruhan Adrel langsung, pria itu sangat menjaga keselamatan istri dan menantu nya itu. Di tengah perjalanan memasuki kawasan pemakaman memang sedikit rimbun dengan pohon di sisi kiri serta kanan jalan itu, lalu tiba-tiba ada yang menghentikan laju mobil yang di tumpangi Rere dan Shinta mendadak.
Citt..
Suara mobil di rem mendadak dari pengawal itu.
"Keluar atau saya tembak!"
__ADS_1