
Clara tipikal gadis bar-bar dengan sikap nya tetapi tetap feminim dalam berbagai aspek, Clara gadis yang pintar memasak dan mungkin saja itu bisa saja jadi hobi nya seperti saat sekarang ini Dia tengah semangat memasak makan malam, mengapa tidak Clara bisa sesenang beberapa puluh menit yang lalu saat Clara baru menginjak kan kaki nya di dapur itu wajah takjub tidak ada henti nya melihat peralatan masak canggih serta semua bahan yang tersedia, seketika semua hal ingin Dia buat, ini sangat menyenangkan bagi nya.
"Nona Clara biarkan Bibi ikut membantu" ujar Bibi Ani yang terlihat khawatir melihat Clara yang antusias berjalan kesana kesini, keringat pun sudah membasahi wajah cantik gadis itu.
"Bibi jangan panggil Aku Nona, karena Clara bukan pemilik rumah ini, panggil Clara saja, dan Bibi seperti nya dari semua tempat mewah di rumah ini aku paling menyukai dapur kalian" ujar Clara memasak makanan yang baru Dia pelajari itu.
"Maaf Nona, kalo Nona bersemangat seperti ini Saya juga tidak bisa berkata lagi" ujar Bibi Ani yang seolah-olah menatap ragu kepada Clara.
"Ayolah Bi, ini buat Alisa oke" ujar Clara membujuk Bibi Ani.
"Tapi Nona Alisa tidak suka sayuran Non, biasa nya Dia tidak akan memakan dan membuang nya" tutur Bibi Ani memberitahu kan hal yang tidak di sukai majikan kecil nya itu.
"Tidak apa-apa Bi, Aku tahu cara nya, Adik di panti juga seperti itu, tapi mereka suka buatan ku" ujar Clara yang masih fokus dengan masakan nya.
Bukan nya Bibi Ani melarang tapi bagi nya Clara bukan pengasuh Alisa tetapi entah kenapa perasaan Bibi Ani sangat paham bahwasan nya ada keistimewaan sendiri untuk Clara hadir di rumah yang besar dan banyak pembantu tetapi terasa sunyi oleh anggota keluarga tanpa ada tawa. hampir satu jam lebih gadis itu berkutik dengan masakan nya kini Dia memilih naik ke atas dan membangun kan Alisa di kamar nya.
"Alisa bangun" ujar Clara mengoyang kan pelan tubuh gadis itu.
"No Daddy!" teriak gadis itu yang malah menutup badan nya dengan selimut.
'Haha Dia mengira Aku Pak Axel, lucu sekali' batin Clara menatap tubuh kecil itu terbungkus oleh selimut.
"Alisa ayo bangun, saat nya mandi dan makan malam, kakak bantuin mandi nya mau?" ujar Clara berusaha membujuk gadis itu.
Alisa yang mulai tersadar itu membuka selimut nya, dan terlihat lah Clara yang sedang duduk di tepi ranjang dan tersenyum kepada nya, Alisa yang melihat itu langsung melompat dan memeluk Clara dengan kuat.
"Mommy, i am so happpy, Alica tiap hari pengen di bangunin Mommy, di bangunin Mommy lebih seru dari pada Nanny, benel kata temen Alica punya Mommy senang banget" ujar gadis kecil itu berceloteh dan masih memeluk Clara.
"Udah ayo mandi, jadi tidak kakak mandiin nih?" ujar Clara mengoda gadis itu.
__ADS_1
"Mau dong" ujar Alisa merentangkan kedua tangan nya dan meminta gendongan Clara.
Clara menuju kamar Alisa untuk memandikan gadis tersebut, saat Clara membuka pintu kamar mandi itu betap terkejut nya Clara melihat bentuk yang dapat kalian bayangkan yah serba mewah, semua nya tersedia dari wangi-wangian parfum mandi, serta bentuk bath up yang mewah dan keran air yang mungkin membuat gadis itu bingung.
"Bagus banget emejing" ujar Clara menatap kamar mandi itu dengan posisi masih mengendong Alisa.
"Amazing Mom, No emejing" tutur gadis itu tersenyum lucu mendengar perkataan Clara.
"Benarkah? Wah ternyata Alisa sangat pintar" ujar Clara memuji gadis itu dengan senyum manis nya.
"Kan di kamal mandi Mommy juga begini bentuk nya" ujar Alisa menjelas kan hal itu kepada Clara.
"Kakak belum sempat masuk sayang, Oke ayo mandi" ujar Clara menurunkan Alisa dari pangkuan nya.
Dengan telaten gadis itu membuka baju Alisa. Clara mulai mencari dimana sumber air dan Dia menatap shower yang pernah Dia lihat orang-orang memakai itu untuk mandi.
Air yang di hidup itu pun seketika menimpa Clata dari atas dan membuat nya basah kuyup, Alisa yang melihat itu mencoba memencet meraih untuk mematikan nya.
"Mommy, ini matiin lagi" ujar Alisa berusaha meminta tolong kepada Clara.
"Hah basah semua deh" ujar Clara menatap baju nya itu dengan tatapan kesal.
"Mommy mandi baleng aja yah, halus air nya yang di bath up ini Mommy isi" ujar Alisa menjelaskan hal itu kepada Clara.
Akhirnya Clara memutuskan juga mandi bersama Alisa karena habis memasak membuat nya bau dan berkeringat, mereka bermain busa cukup lama di kamar mandi, hingga akhir nya Clara memutuskan menyudahi acara mandi itu dan keluar, Clara melilitkan handuk putih di badan nya begitu pun dengan Alisa, Clara mengendong tubuh gadis itu dan mencari baju di lemari.
"Lucu banget Alisa mau pakai ini yah, pasti cantik, tapi Alisa memang sudah cantik" ujar Clara memperlihat kan baju desain panda bertelinga itu yang satu set.
"Iya Mommy mau" ujar Alisa sangat menurut kepada Clara.
__ADS_1
Dengan telaten Clara memasangkan baju dan menyisir rambut dan hal lain nya kepada gadis kecil nya itu, sekarang Alisa sudah terlihat sangat lucu memakai hal itu, membuat Clara ingin sekali memotret nya.
"Mommy, baju Mommy di kamal ya?" ujar Alisa membuyarkan lamunan Clara yang menatap Alisa dengan gemas itu.
"Eh astaga iyah ya, gimana dong mau keluar pasti ada pembantu lewat" ujar Clara yang mulai bingung menatap panik ruangan itu.
"Alica ambilin, Mommy tunggu cini yah" ujar Alisa dengan langkah kecil nya dengan semangat menjadi pahlawan itu Clara di saat genting itu.
"Lucu banget" gumam Clara melihat langkah semangat gadis itu menutup pintu dari luar dan pergi.
Clara yang menunggu Alisa hanya diam termenung duduk sambil menyogangkan kaki nya di kasur itu, saat sebuah langkah kaki terdengar, itu pasti Alisa yang datang membawa baju nya, Clara membuka kan pintu karena Alisa pasti tidak akan bisa mengapai gangang pintu yang tinggi itu.
"Alisa maka--" seketika perkataan Clara terpotong saat tubuh kekar pria itu menabrak nya secara mendadak.
Axel yang datang mencari Alisa ke kamar itu, ingin membuka tetapi karena dengan spontan gerakan tubuh nya sudah memberikan gaya sehingga membuat nya malah terdorong karena ada orang yang membuka pintu tersebut dari dalam.
Bruk..
Axel mengeksplor seluruh inci tubuh Clara hanya di balut handuk itu, seketika birahi sebagai seorang pria merasa naik, dantung berdetak kencang dan darah berdesir dengan kuat.
'Sial, apa yang gadis ini lakukan' batin Axel membuang wajah.
Lagi lagi mereka berdua di posisi seperti ini, Axel yang melihat keadaan Clara langsung berdiri dan membalikan badan nya.
"Apa yang kau lakukan"
suara bariton itu seketika membuat Clara tambah malu dengan keadaan nya saat ini.
"Harusnya saya yang bertanya ngapain bapak kesini, keluar! udah tua mesum" teriak Clara mendorong tubuh pria itu dengan kasar keluar kamar.
__ADS_1