
15 tahun kemudian
Di sebuah mansion yang asri, mansion William yang terlihat masih tentram di pagi hari itu dengan kicauan burung di beberapa pohon di halaman mansion, seorang gadis cantik terbaring di bawah selimut bewarna merah muda nya, wajah cantik nya perpaduan dari Varo dan Rere sangat melekat.
Hingga akhirnya suara seseorang yang membuka pintu membuat gadis itu menutup telinga nya dengan bantal.
Brak...
"Adik ku tercantik seindo bangun oi!"
"Cewe kok malah molor, sekolah, sekolah!"
Teriak seorang pria dengan gaya cool nya, pria itu tampak tampan dengan rambut hitam kelam nya dan tinggi yang dominan pria itu adalah Lukas William yang selalu sangat suka mengerjai adik nya itu.
Lenka tampak tidak bergeming di kasur king size Dia hanya bodo amad mendengarkan itu, Lukas yang melihat itu mengeluarkan senyum miring nya khas Varo.
"Oh kau ingin bermain dengan ku,"ucap pria berusia 15 tahun itu melompat ke kasur Lenka.
Bruk...
Dengan gerakan kaki cepat Lukas melompat lompat membuat tubuh Lenka terombang ambing di kasur nya dan membuat nya terpaksa duduk.
"Lukas!!!!"teriak Lenka dengan nada kesal dan menatap pria yang masih terus melompat dengan senyum mengejek nya.
"Nah kan bangun, Gua udah bilang bangun kebo, jangan molor mulu Lu, mampus kan Gua kerjain haha,"ucap Lukas masih melompat di kasur itu, pria itu tampak sudah memakai seragam SMA nya.
Kenapa SMA? Entahlah mereka berusaha melompati beberapa kelas anak dari keluarga William itu, sehingga mereka terlebih dulu naik tingkat di banding teman-teman nya yang lain.
"Mommy! Daddy! Lukas menganggu ku,"rengek Lenka dengan suara keras nya mengema di suruh ruangan mansion yang luas.
Membuat Lukas menutup telinga nya karena tidak suka mendengar rengekan cempreng itu.
Sementara itu yang di teriaki sudah ada di meja makan menyiapkan makanan untuk sarapan, Rere, Varo dan Leon tampak sudah duduk memakan sarapan mereka.
__ADS_1
"Mereka berisik lagi,"gumam Leon dengan raut wajah kalem nya mendengus menatap ke lantai atas.
"Anak itu sangat suka membuat adik nya marah,"ujar Rere dengan gemas ingin menjewer telinga pria kecil nya.
"Dan kau Leon, jangan pasang wajah datar seperti Daddy mu berekspresi lah seperti Lukas sedikit sayang, sampai-sampai kalian duduk seperti ini Aku bisa melihat diri Daddy mu versi muda,"ucap Rere mengelengkan kepala nya.
Varo berhenti mengunyah roti nya lalu merengkuh pinggang istri nya yang masih sangat cantik di usia mereka yang semakin kian bertambah di makan tahun.
"Sayang jangan bicara seperti itu, Leon hanya berusaha kalem, itu menjaga image pria, wanita menyukai pria kalem,"ucap Varo mengecup pipi istri nya dan kembali makan.
"Mom, Dad, Aku sampai kenyang melihat kalian yang terus bermesraan di depan ku setiap hari dan di mana Luis, apa Dia juga di atas,"ucap Leon bertanya.
"Seperti biasa,"ucap Rere kepada sang anak.
Ternyata di kamar Lenka tadi, seorang pria yang mirip dengan Lukas wajah nya hanya beda dari gaya berpenampilan dan eskpresi wajah dan beberapa hal kecil yang hanya di ketahui orang-orang terdekat mereka.
Luis tampak memeluk adik nya yang juga memeluk nya dengan ekspresi cemberut menatap Lukas yang mengaruk belakang kepala nya.
"Tidak Uis, Lenka sudah mau bangun tadi tapi Lukas menganggu,"ucap Lenka menyangkal itu dengan wajah sedih.
"Hei akting mu sangat bagus, jangan membuat Luis marah pada ku,"kesal Lukas kepada sang adik.
Sementara itu Lenka menyembunyikan wajah nya di belakang bahu lebar Luis yang memasang wajah datar dan mengitimidasi kepada Lukas yang nyali nya sudah ciut, Lenka tersenyum miring merasa diri nya lagi-lagi menang.
"Luis lihat lah, Lenka megejek ku Dia hanya berakting,"kesal Lukas menunjuk Lenka yang memang menjulurkan lidah nya di sebalik tubuh tegap Luis.
"Sudah jangan ribut, Lukas sebaiknya turun dan sarapan dan Lenka sebaiknya kau siap-siap ke sekolah, Lukas itu mengigatkan mu dengan cara nya, bagaimana kami bisa melepaskan kau pergi kuliah di Italia jika kau masih seperti ini, sebaik nya perbaiki sikap mu atau Aku yang akan menentang keputusan mu,"ucap Luis mengecup kening adik nya dengan kasih sayang tapi tetap memasang wajah tegas kepada Lukas dan Lenka.
Luis melangkahkan kaki nya mengambil tas nya yang ada di kasur Lenka yang sempat Dia lempar kepada Lukas yang tadi terus mengejek Lenka.
Brak...
Pintu kembali tertutup, Lenka dan Lukas saling memandang satu sama lain.
__ADS_1
"Huaa ini gara-gara mu, Luis bilang begitu kepada ku, Lukas kenapa Luis malah bilang tidak menyetujui nya hiks hiks,"ucap Lenka yang tidak biasa nya Luis menolak keputusan nya itu.
Lukas menghembuskan nafas nya kasar walaupun diri nya memang suka menganggu Lenka, tapi kasih sayang Dia sama besar nya seperti milik orang tua nya dan Luis, serta Leon kepada sang adik kecil.
Pria itu melangkahkan kaki nya lalu memeluk Lenka yang masih belum mandi memakai piyama itu berusaha menenangkan nya.
"Mandi lah, itu cara Luis menjaga mu, Dia hanya takut kau jauh, seperti nya kita akan ikut ke Italia bersama mu, di sana juga ada jurusan bisnis yang bagus, pasti Luis menyetujui nya, sana mandi atau kau akan telat,"ucap Lukas kepada sang adik.
Dengan mata berkaca kaca dan puppy eyes nya Lenka menatap Lukas lalu memeluk pria itu sebelum berlari ke kamar mandi meninggalkan Lukas.
"Makasih Lukas, kau cepat lah makan atau nanti akan di marahi Daddy dan Mommy lagi,"ucap Lenka mengatakan itu.
Lukas dengan gaya yang bad boy nya itu turun ke lantai bawah, seragam sekolah nya saja kancing nya di buka beberapa seperti kebanyakan bad boy lain nya itu.
"Morning Mom, Dad,"ucap pria itu mengecup pipi kedua orang tua nya bergantian.
"Lukas Mommy sudah bilang jaga penampilan tetap rapi, lihat Luis dan Leon,"ucap Rere dengan tatapan tajam nya.
"Sayang sudah lah, Lukas itu sama pintar nya dengan yang lain, penampilan tidak akan mempengaruhi nilai nya,"ucap Varo kepada sang istri yang sedang mengambil sarapan Lukas.
"Nah Daddy benar Mom, jangan marah-marah, Aku tidak mau keriput Mommy bertambah,"ucap Lukas kepada Rere hanya mengoda nya.
Seketika Rere panik mendengar perkataan Lukas yang sebenarnya bercanda.
"Mana keriput perasaan tidak ada,"ucap Rere panik.
"Sayang tenanglah, kau masih cantik di mata ku,"ucap Varo dengan senyum mengoda nya.
"Mas Varo juga masih tampan,"ucap Rere memeluk suami nya dengan gemas.
Sementara itu ketiga pria yang sedang sarapan hanya memasang raut wajah kesal nya karena setiap hari harus melihat kemesraan itu.
"Jangan lagi,"gumam mereka bertiga.
__ADS_1