
"Keluar sebentar" ujar Reno dengan dingin kepada Axel.
"Dari dulu tidak ada berubah nya" gumam Axel menatap sahabat nya itu.
MC yang mengatakan kata sambutan itu, memanggil untuk CEO William menyampaikan sesuatu di hari ulang tahun perusahaan William ini.
"Kita panggil CEO nomor satu kita Varo William" ujar MC itu lalu semua mata tertuju kepada pria itu.
Varo menaiki panggung, sorot mata tamu dan wartawan tiada lepas dari pria itu, dengan beberapa kata Dia menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perusahaan itu.
"Inti nya terimakasih atas kerja para seluruh karyawan William Group yang setia dan memiliki prestasi sehingga kita bisa bersama membangun William Group lebih baik lagi. Dan ulang tahun perusahaan kali ini sangat berkesan karena saya akan memperkenal kan kepada dunia istri dan anak-anak yang paling saya sayangi" tutur Varo menatap istri nya dan mengkode untuk naik ke atas panggung.
"Rere ayo temui suami mu dan ajak kembar" bisik Shinta kepada menantu nya.
Si kembar dengan semangat menghampiri Daddy nya itu untuk naik ke atas panggung dengan sorot mata tamu undangan yang tiada henti mengagumi istri tuan William itu dan anak mereka yang sangat tampan dan cantik. Varo mengegam tangan istri nya itu, lalu mengendong Lenka ke dalam pelukan nya.
"Regita Ananda, seseorang yang mampu membuat saya luluh, dia gadis yang sederhana tetapi saya sangat mencintai nya, dan anak kami Luis William, Leon William, Lukas William tiga pria kecil keluarga William serta putri kecil kami Lenka Ananda William" tutur Varo menatap istri dan anak nya secara bergantian.
*Prok..
Prok*..
Tepuk tangan dari semua para tamu sangat terdengar jelas di ruangan itu, para wartawan mengambil momen keluarga William yang sangat langka tersebut berkumpul. Setelah itu mereka semua turun dari panggung dan mulai menikmati pesta William Group.
"Aku sangat tidak suka tempat berisik" ujar Clara dengan kesal.
"Aku juga" ujar Rere yang masih setia mengendong Lenka dalam pelukan nya itu.
"Kalian ini jangan kuno begitu, Aku sebenar nya juga ingin berdansa, tapi susah jika membawa anak seperti ini" tutur Anggun cemberut menatap semua tamu yang menikmati pesta itu.
"Nasib jadi emak-emak Nggun kebebasan kita sudah susah sekarang" tutur Rere yang juga merasakan hal itu.
"Eh tapi Re kamu lagi kuliah yah?" tanya Clara yang menatap gadis itu.
"Iya nii, hehe" ujar Rere tertawa bangga.
"Apa aku minta kuliah juga yah sama Suami ku" ujar Clara yang memulai memikir kan itu.
"Ya itu sih gimana mau kamu aja, benar kan Nggun" balas Rere melirik Anggun meminta persetujuan itu.
__ADS_1
Bukan nya menjawab Anggun malah berteriak di ruangan itu untuk memanggil suami nya itu.
"Hubby sini" ujar Anggun memanggil suami nya itu dengan senyum mengembang.
Pria itu terlihat sedang mengobrol dengan rekan bisnis nya dengan seksama, sampai-sampai Dia tidak mendengar istri nya yang sedang memanggil diri nya itu, Anggun hanya kesal karena tidak di tanggapi dan malah diam.
"Haha kasian di diemin" ujar Clara mengoda Anggun yang sedang kesal itu.
"Liat aja ga dikasih jatah nanti malam!" tutur Anggun masih menatap tajam kearah pria itu.
"Haha kasian, eh tapi mau nanya dong kalian sehari berapa kali sih begituan" tanya Clara dengan vulgar yah bertanya seperti itu.
"Cla"
Plak..
Kedua gadis itu serempak memukul tangan Clara karena mengatakan hal yang sangat vulgar seperti itu saat orang ramai seperti itu.
"Nanya doang padahal" tutur Clara dengan cemberut.
"Yah ga gitu juga konsep nya juminten" ujar Anggun yang kesal menatap teman nya itu.
Acara ulang tahun William pun berlangsung sangat malam, saat ini Rere dan Varo sudah sampai di rumah mereka. Rere sedang menatap bintang malam yang sangat indah itu, dia menyesap minuman dingin nya perlahan, sangat indah suasana malam saat ini, lalu tiba-tiba seseorang datang memeluk Rere dari belakang ternyata pria itu adalah Varo yang baru datang menuju tempat istri nya yang sedang duduk di rooftof mansion William yang memang di buat lebar untuk bersantai itu. Dari sana Rere bisa mendapatkan pemandangan yang sangat indah.
"Kau sedang apa sayang?" ujar Varo bertanya kepada istri nya itu.
"Aku sedang tidak apa-apa mas" tutur Rere membalas sambil tersenyum menatap suami nya itu.
Varo duduk di samping istri nya itu di sebuah kursi yang di sediakan di sana, Varo menatap istri nya dengan tatapan dalam lalu mengusap pipi gadis itu dan menyapu bersih rambut Rere yang berantakan dan menutupi wajah nya itu karena angin malam yang berhembus.
"Ingat tidak pertama kali kita ketemu?" ujar Varo menatap tersenyum istri nya.
"Ingat waktu di hotel, sampai sekarang Rere aja ga nyangka skenario yang kita bikin malah jadi realita kayak gini" tutur Rere membaringkan kepala nya di bahu suami nya itu.
"Hotel? Bukan di hotel tapi di sekolah kamu" ujar Varo menatap istri nya yang ternyata tidak ingat dengan pertemuan pertama mereka.
"Di sekolah? Mas pernah ke sekolah Aku dulu, pantesan waktu main truth or dare ulang tahun Anggun tiga tahun yang lalu mas bilang pertemuan cinta pertama mas di sekolah, Rere kira wanita itu selena" tutur Rere yang merasa bersalah sempat mencurigai suami nya itu.
"Kirain kamu inget, waktu itu kamu lari di kejar sama guru, tiba-tiba di koridor kamu nabrak Mas, kamu juga ga minta maaf langsung pergi aja, mana panggil nya Om waktu itu mas kesal banget, terus mau pulang nya juga kamu nimpuk mas pakai sapu, semenjak itu Mas berkata kamu pembawa sial dan berharap kalo Mas ga pernah ketemu sama kamu lagi" ujar Varo menatap istri nya itu dengan tawa kecil yang menceritakan hal itu.
__ADS_1
Rere seperti orang yany sangat serius mengingat sesuatu, lalu Dia pun akhirnya menyadari kalo orang yang Dia tabrak di koridor adalah Varo.
"Astaga pantesan waktu di hotel Mas bilang pernah ketemu Aku, haha ternyata takdir memang dari awal udah berjalan untuk kita" tutur Rere yang tidak menyangka hal itu.
"Kamu benar, takdir dari awal ingin kamu jadi milik Mas, lucu aja liat anak SMA yang pakai baju putih abu-abu di koridor yang nakal itu sekarang jadi istri mas" tutur Varo mencubit hidung istri nya itu.
"Aku juga, i love u Varo William" ujar Rere tersentum manis.
"I love U too Regita William" tutur Varo.
Suasana yang mendukung itu apalagi saat mereka saling menatap, Varo menarik tengkuk istri nya dan mencium nya dengan lembut ciuman itu mulai meminta lebih hingga si kembar datang mengacaukan hal itu lalu memisahkan ciuman orang tua mereka.
"I love u Daddy, Mommy" teriak si kembar bersama yang juga ikut mencium Daddy dan Mommy mereka secara bergantian.
"Kalian datang di waktu yang kurang pas" ujar Varo cemberut.
"Daddy angan angis otey" ujar Lenka seolah-olah menghapus air mata Daddy nya itu.
Varo dan Rere yang melihat tingkah si kembar yang sangat lucu itu hanya bisa tersenyum, beginilah resiko nya punya anak kasih sayang juga harus dibagi waktu pun juga harus pintar-pintar untuk di bagi.
"I love u too All" ujar Rere dan Varo memeluk anak mereka bersama.
'Daddy sayang kalian semua'
End
.
.
.
.
.
***Yang nanya kenapa udah tiga tahun aja tapi cerita anggun sama clara ga di ceritain, Author sengaja skip mereka beberapa tahun karena mau bikin moment episode akhir, nanti cerita mereka akan di ceritain dari awal di sini kok.
Stay terus yah***~
__ADS_1