
Perusahaan Alferoz 12.04
"Selamat datang Nona Edward, langsung saja ke ruangan rapat,"ujar Keenan kepada Anggun yang menerima anggukan dari gadis itu.
Wanita itu melangkah kan kaki nya ke ruangan rapat tempat Reno dan para anggota proyek nya yang sudah menunggu, Reno hanya memasang wajah datar menatap Anggun begitu pun dengan wanita itu.
"Selamat siang Nona Edward,"ujar Reno menyapa wanita itu.
"Siang Tuan Alferoz,"ujar Anggun duduk di kursi sebelah kanan dari Reno itu.
Keenan serta Chen Fei membagikan proposal dari kedua belah pihak, mereka semua mendapatkan nya saat Reno melihat-lihat hasil proposal itu mata Keenan tiba-tiba tidak sengaja tertuju kepada bekas kissmark di leher pri itu yang tertutup akibat kemeja yang di kancing kan sampai ke atas.
'Astaga Tuan apa kau tidak malu, apa Aku yang baru menyadari nya saja?' batin Keenan dengan malu melihat itu.
Sementara itu Anggun yang sudah tahu terus melirik suami nya sambil tertawa kecil membayangkan Reno yang akan malu karena perlakuan nya itu.
'Haha rasain lama-lama bakal ketahuan itu,' batin Anggun yang pura-pura melihat proposal nya.
Pria itu masih tidak menyadari kalau diri nya di tatap oleh beberapa orang, Reno hanya fokus mendengar presentasi yang di sampaikan Chen Fei sambil melihat isi proposal itu sampai selesai.
"Apa ada pertanyan Tuan Alferoz?"tanya Chen Fei kepada CEO Alferoz itu.
"Hmm tidak. Proposal serta deseign kalian sangat menarik, tidak salah Alferoz memilih Edward sebagai partner kerjasama,"ujar Reno kepada golongan Edward itu.
"Tentu Tuan Alferoz, tapi kami masih tidak apa-apa nya di banding dengan Alferoz,"ujar Anggun kepada pria itu.
"Tolong Divisi pemasaran, untuk produk yang akan di luncurkan sudah di berikan cara pemasaran yang baik dan target pasar kita,"ujar Reno melirik divisi pemasaran.
"Pak apa leher Anda di gigit nyamuk?"tanya salah satu asisten Divisi pemasaran itu dengan gamblang nya.
Seketika itu semua mata orang tertuju kepada leher Reno, pria itu berusaha dan melihat nya, sedangkan Anggun yang di sana sudah tertawa terbahak-bahak dalam batin nya ingin segera melihat reaksi Reno.
"Kau benar, nyamuk di rumah ku sangat ganas,"ujar Reno.
Pria itu menarik dasi nya, dan membuka satu kancing atas nya sehingga terlihat bekas kissmark yang banyak di leher pria itu, seketika itu Anggun langsung wajah nya memerah begitu pun dengan semua orang di sana yang hanya memasang wajah malu.
__ADS_1
'Astaga seharusnya Aku tertawa, kenapa Aku yang malu padahal Aku yang mengerjai Dia,' batin Anggun menutup wajah nya dengan berkas kantor itu dengan malu.
"Benar begitu bukan Nona Edward nyamuk belakangan ini sangat ganas,"ujar Reno mengkode dengan tersenyum miring mengejek wanita itu.
"Haha haha Anda benar,"ujar Anggun yang hanya bisa tertawa canggung.
Sedangkan Keenan langsung menyuruh Tuan nya itu menutupi Aurora nya padahal mah leher doang ini, keenan sangat baik hati sekali.
"Ekhem Tuan, jangan pamer, kita sedang rapat,"ujar Keenan menghilangkan kecanggungan semua orang yang ada di sana.
Reno kembali memasang dasi nya dengan benar, sambil tersenyum mengejek kepada Anggun yang wajah nya sudah memerah karena malu kepada Reno sampai rapat itu selesai.
Drap.. drap..
Anggun berjalan dengan cepat menuju parkiran perusahaan Alferoz, langkah kaki wanita itu terdengar seperti orang yang kesal.
"Bisa-bisa nya pria itu mempermalukan ku astaga, harus nya Dia yang malu, kenapa Aku yang malah malu, ini sih senjata makan Tuan nama nya,"ujar Anggun menghentakan kaki nya itu.
"Nona saya pikir mood Anda sangat sering berubah ubah dan mudah terpengaruh akhir-akhir ini,"ujar Chen Fei kepada gadis itu.
"Maksud saya bukan seperti itu,"ujar Chen Fei kepada Anggun.
"Fei Fei antar Aku pulang, jadwal ku hari ini tidak ada bukan? Aku ingin pulang dan nonton drakor bersama Alice,"ujar Anggun masuk ke dalam mobil.
"Baik Nona,"ujar Chen Fei mengikuti keinginan Nona nya itu.
Sementara itu Reno yang sedang berdiri di ruangan nya itu menatap dari atas gedung Alferoz mobil istri nya yang menjauh pergi.
"Apa Dia kira mental ku selemah itu, jangan harap Little,"gumam Reno tersenyum miring.
Flasback
Reno memasuki kamar mandi setelah di suruh istri nya itu, karena di kamar mandi memang ada kaca pria itu yang sedang berada di bawah shower seketika sedikit terkejut melihat leher nya.
"Hoh tadi malam perasaan tidak separah ini? Apa kau berpikir Aku akan malu kalau orang melihat nya,"ujar Reno bergumam sambil tersenyum miring menatap hasil karya istri nya.
__ADS_1
Seketika itu Reno keluar di kamar mandi, dan memakai jas yang sudah di pilih Anggun sambil bercermin, kalau mau juga Reno bisa hilangin pakai foundation kayak yang Anggun biasa lakuin, tapi malah pria itu ingin pamer.
"Aku tidak seperti mu,"ujar Reno memakai dasi nya dan turun ke bawah untuk sarapan.
Flasback off
"Haha wajah Little sangat lucu, padahal Dia yang melakukan nya tapi Dia juga yang malu,"ujar Reno tertawa puas.
Keenan yang melihat itu hanya bisa mengeleng melihat tingkah CEO Alferoz itu yang sangat senang mengerjai istri nya itu.
'Seperti nya Nona Anggun sangat malu,' batin Keenan.
Mansion Alferoz
"Haha Ahjussi kenapa sangat tampan,"ujar Alice yang sedang duduk di ruang keluarga sambil memakan cemilan nya.
Bruk..
Anggun yang baru datang itu merebah kan badan nya di sofa sambil duduk di samping Alice dan mengambil cemilan nya itu.
"Aaa Kakak ipar cemilan Alice,"ujar gadis itu dengan gelisah.
"Aku mau curhat,"ujar Anggun menatap bola mata gadis adik Reno itu.
Karena mereka cuman beberapa bulan dan memang Anggun lebih duluan, tapi umur mereka yang sama membuat mereka selalu masuk kalau berbicara.
"Curhat apa, palingan juga Kak Reno lagi ga asik, kalian bucin mulu,"ujar Alice mengambil cemilan nya itu dan menyambar nya dari tangan Anggun.
"Tidak, tapi ini berbeda,"ujar Anggun mengambil cemilan itu dan kembali memakan nya.
Yah tahu lah nama nya kalo wanita yang nama nya kalau udah curhat lama nya minta ampun, seketika itu Alice melirik jam yang sudah menunjukan pukul enam sore.
"Astaga Aku harus ke apartemen, semua buku kuliah ku disana tugas ku,"ujar Alice dengan kaget.
"Apa Reno sudah mengizinkan mu masuk kampus?"ujar Anggun yang melihat Alice panik.
__ADS_1
"Sudah Kak, yaudah Aku pergi dulu, bye,"ujar gadis itu menyambar tas nya dan cipika cipiki.