
Setelah perbincangan santai keluarga itu. adrel dan shinta memutuskan untuk pergi bermain golf berdua di tempat lapangan golf pribadi milik keluarga william group itu. varo tidak ikut karena ia masih pusing dan sangat lemas. rere yang tidak ikut itu karena dilarang oleh varo ia ingin ditemani oleh rere. varo meminta rere menunggu di ruang keluarga karena ia ingin pergi ke toilet untuk buang air sebentar. rere yang menikmati duduk nya dengan memainkan handphone milik nya itu tiba tiba.
Tap Tap Tap
sebuah langkah kaki orang yang begitu banyak begitu sangat jelas di telinga rere. betapa terkejut nya rere melihat kedatangan pria asing memakai jas serba hitam dan kacamata hitam memiliki tubuh kekar dan besar, mereka semua itu berdiri berbaris menghadap dan berhenti di depan ruang keluarga di dekat rere.
"si- si- siapa kalian" kata rere yang ketakutan dan mengcengkram kuat bantal sofa itu.
"selamat siang nona muda" jawab semua pria berjas hitam itu dengan serentak.
Tiba tiba seorang anak kecil lelaki itu muncul di tengah tengah pria bertubuh kekar itu, ia berusaha menyalip dan mendorong barisan itu dengan kasar dan menggertak pria itu.
"Awas!! kalian menghalangi jalan ku" teriak anak kecil itu dengan kesal mendorong tubuh para lelaki berjas itu satu persatu.
"maafkan kami tuan" kata para pria berjas hitam itu.
"hei kalian menakuti kakak cantik ini dasar pria berotot" umpat anak kecil lelaki itu dengan kesal.
anak kecil lelaki yang berkisar umur 13 tahun itu memilik wajah khas kebule bulean, seperti nya dia bukan orang indonesia campuran, ia memang darah orang luar asli dengan logat bahasa indonesia yang agak susah dan lucu di dengarkan itu.
"kakak apa kau tidak apa apa" lelaki kecil itu mengambil satu tangan rere lalu mengecup ala ala pangeran dan putri.
"ha- harusnya aku yang bertanya, apa mereka menculik mu" kata rere yang waspada kepada para pria asing itu.
"ha ha kakak kau sangat lucu, mereka mana berani melakukan hal itu, kalo sampai hal itu terjadi aku akan memberikan daging mereka kepada rogie" kata anak kecil itu dengan tawa yang menggema.
Para pria berjas hitam itu seketika bergedik ngeri tak kala mendengar perkataan itu. mereka merasa merinding, karena perkataan yang di ucapkan nya tidak pernah main main dan pasti akan menjadi nyata.
__ADS_1
"rogie? siapa rogie" kata rere yang masih waspada kepada semua orang itu.
"dia harimau peliharaan ku" anak kecil itu tersenyum seperti iblis dan menakutkan.
"kakak apa kau mau menikahi ku? kau sangat cantik jadi lah istri ku" kata anak kecil dengan antusias menatap rere, ia kembali menjadi seperti anak kecil polos lagi.
"aku-" perkataan rere terpotong saat suami nya datang dan duduk di samping nya.
"jangan sembarangan berbicara dasar bocah iblis, dia istri ku" kata varo memeluk rere dengan kuat.
"aish om om tua ini, kenapa selalu aku terdahului oleh mu" kata anak kecil itu dengan kesal menatap tajam varo.
"karena aku raja dari segala raja" kata varo dengan santai.
rere hanya bisa menyimak pembicaraan yang di dengar nya. banyak pertanyaan muncul di benak nya, melihat kejadian di depan mata nya, siapa anak kecil ini? apa dia anak varo? siapa pria berjas hitam ini? kenapa mereka sangat banyak? masih banyak pertanyaan yang dipikirkan oleh rere.
"mas sebenarnya siapa mereka" kata rere memotong pembicaraan itu.
"ya tentu aku ingat" jawab rere dengan cepat.
"Dan bocah yang kau lihat ini" varo menunjuk bocah yang duduk di hadapan varo itu, bocah itu tersenyum dengan lebar kepada rere.
"Namanya samuel, dia adalah pemimpin Aeros, aku meminta tim nya datang ke indonesia, untuk menyelidiki kasus kematian ibu mu secara langsung" kata varo.
"Hah tunggu? dia? tim khusus yang kau bilang memililiki alat canggih dan teknologi hebat dan pencarian terakurat itu. pemimpin nya seorang anak kecil, apa kau bercanda. dia tidak boleh bekerja! dia masih kecil, apa ini kerja paksa" kata rere menatap kesal kepada varo.
'ha ha'
__ADS_1
suara tawa anak kecil itu memenuhi seisi ruangan mansion itu.
"kakak cantik kau sangat lucu, aku baru berumur 13 tahun memang masih anak kecil, tapi tenang saja ini bukan kerja paksa. aku ini seorang jenius yang banyak memenangkan penghargaan di seusai ku yang masih kecil ini. aku sangat pintar maka nya jadi pemimpin tim aeros yang di miliki seorang ceo kaya raya bodoh ini, tapi tidak apa apa bayaran nya sangat fantastis. kau tentu tau suami mu itu pengusaha terkaya, kekayaan nya hampir merambat keseluruh benua yang ada di muka bumi ini" kata samuel dengan panjang lebar.
"dasar kau, aku tidak bodoh sialan" bentak varo dengan kesal.
"ha ha liat kan, suami mu sangat bodoh sangat gampang tempramental seperti nya dia tidak akan cocok dan bisa menjalankan hal seperti ini" kata samuel dengan puas itu.
"sudah sudah, sekarang aku percaya, apa otak mu ini memiliki kapasitas yang besar" kata rere dengan memegang kepala anak kecil itu.
"tentu kakak cantik, aku akan memberikan gen ini kepada anak ku, atau aku akan memberikan nya nanti kepada anakmu" kata samuel dengan santai nya.
"jangan mimpi" kata varo menatap tajam.
"Baiklah jangan basa basi tuan varo, aku seseorang yang sibuk. aku jauh jauh datang dari italia ke indonesia apa yang bisa aku lakukan" kata samuel dengan santai dan menaikan satu kakinya ke atas meja.
"aku sudah menyuruh mu ke markas yang ada disini, kita berbicara disana, dan apa yang kau lakukan? kau malah datang ke rumah ku dengan pria tidak memiliki senyum sama sekali untuk datang ke rumah ini, lalu menakuti istri ku" kata varo dengan kesal kepada samuel.
"aku bosan jika tidak melakukan sesuatu, aku butuh pekerjaan agar otak ku terus berjalan dengan lancar" kata samuel dengan santai.
"aku meminta mu mencari informasi tentang kematian ibu nya istriku, dia berpikir semua kematian ini bukan sebuah kebetulan tapi sebuah pembunuhan. dan informasi yang kau kirim kan terakhir kali masih sangat membingungkan. maka nya aku menyuruh mu datang dan langsung menyelidiki nya" kata varo menjelaskan itu.
"hanya itu? aku akan mencari sampai ke akar akar nya jika kau mengiginkan itu" kata samuel lalu berlalu dan melangkah kan kaki nya keluar dari mansion, tanpa pamit dan pemirsi.
"kemana dia pergi?" kata rere yang melihat anak kecil dan para pria berjas hitam itu pergi meninggalkan mansion.
"dia pasti akan langsung menyelidiki nya, bocah kecil itu gila akan kasus" kata varo menatap bocah itu dari jauh.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like,coment, vote dan follow akun aku.