Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
PART 86- SALAM PERPISAHAN


__ADS_3

"Aku tidak pernah meragukan mu Sam, kita semua tahu kalau kau selalu menjaga keamanaan kami walaupun tempat mu itu sekali pun di planet yang berbeda" ujar Adrel menepuk bahu pria kecil itu.


"Baiklah tuan, Saya akan langsung pergi besok dengan anggota kami yang lain, setengah dari mereka akan saya tinggal kan di markas yang ada di sini dan Kevin yang akan memimpin mereka" sambung Samuel.


"Tentu kan saja oleh mu Sam" tutur Varo kepada Samuel.


Rere yang mendengar percakapan itu, entah kenapa Dia merasa sedih ketika mendengar berita kepergian Samuel kembali ke Italia, entah itu efek hamil yang membuat emosional nya terlalu kuat.


"Sam kesini lah" panggil Rere kepada Samuel.


Samuel yang di panggil itu mendekat kepada nona William itu, dan berdiri di samping nya.


"Ada apa Kakak cantik?" ujar Samuel menatap Rere dengan senyum mengembang, entah kenapa kalo bersama dengan Rere sikap formal pria kecil itu seketika hilang dan kembali berbicara sangat bersahabat dengan orang lain.


"Apa Kau akan benar benar kembali, kenapa tidak tinggal di sini saja?" tanya Rere kepada pria kecil itu dengan cemberut.


"Aku lebih suka di sana karena kalo di sini ada seorang Om yang selalu membatasi semua tindakan yang aku suka" bisik Samuel ke telinga Rere sambil melirik Varo.


Rere yang melihat arah lirikan Samuel pun mengerti bahwasa nya Om yang di maksud itu adalah Varo.


"Apa maksud mu dengan membatasi semua tindakan?" tanya Rere dengan bingung menatap Samuel.


"Seperti mengeksekusi seorang penjahat dan menyayat tubuh nya menjadi bagian kecil lalu menjual semua organ mereka untuk mengganti hutang" ujar Samuel dengan jujur itu.


"Astaga Sam" tutur Rere menutup mulut nya yang terlihat kaget, Rere tidak menyangka ternyata Samuel yang dia kenal lebih berbahaya dari pikiran nya dari apa yang dia bayang kan, sewaktu Samuel menyayat tubuh Ayah nya saja Rere sudah berpikir itu adalah tindakan yang sangat parah dilakukan anak seumuran diri nya.


"Hei bocah jangan berbicara dengan polos kepada istri ku, itu menakuti nya" teriak Varo kepada Samuel dengan nyalang.


"Benarkah?" tanya Samuel tersenyum simpul kepada Rere.

__ADS_1


Dari dulu di mana pun dia berada, tidak ada yang pernah menyukai sikap Samuel yang seperti seorang piskopat itu. Sam juga sudah berpikir kenapa dia tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk nya, tidak pernah ada sekali pun ada orang yang tidak takut apalagi hal yang barusan Samuel bicarakan.


'Oh dugaan ku salah ternyata kakak cantik juga melihat ku sebagai monster' batin Samuel, dia tidak sedih sama sekali dia hanya berharap ada orang yang tidak mengagap nya seorang iblis, tetapi bagaimana itu bisa sedangkan tindakan nya saja sudah mencerminkan hal yang buruk.


"I i itu tidak benar Sam, aku hanya kaget. Sam coba lah menjadi lebih baik" pesan Rere dengan senyum penuh arti, entah kenapa Rere sangat menyukai Samuel, Dia sudah menganggap Sam seperti adik nya sendiri.


"Baiklah, Aku pergi dulu Kakak cantik" ujar Samuel menerima saran dari Rere dengan senang hati.


"Sam kau belum berpamitan dengan para baby ku" ujar Rere mengelus perut buncit nya.


"Bagaimana cara nya Aku memberi salam perpisahan mereka saja belum keluar" tutur Samuel dengan raut wajah kebingungan.


Rere menarik tangan Samuel lalu meletakan nya di atas perut nya, lalu Samuel mengusap perut buncit istri majikan nya itu.


"Seperti ini, dan katakan selamat tinggal" ujar Rere dengan tersenyum lucu melihat Samuel yang hanya kebingungan.


"S s selamat tinggal?" ucap Samuel dengan wajah bingung.


Dug.


"Eh dia bergerak" ujar Samuel dengan ketakutan.


"Iyah kau benar, seperti nya dia terus menendang, mereka seperti nya tidak ingin kau pergi" ujar Rere menatap lucu Samuel.


"Benarkah? kenapa dia memberikan pergerakan kalo Sam yang mengelus, Aku saja sekali nya mencoba harus berulang kali baru mereka merespon" ujar Varo dengan kesal menatap Samuel.


"Seperti nya anak mu menyukai Ku, tuan Varo haha" tawa Samuel dengan lantang.


"Jangan berharap" sindir Varo menatap kesal Samuel.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi dulu"


Beberapa hari kemudian.


Di sebuah Mall terbesar di ibu kota nampak seorang gadis turun dari mobil mewah bersama seorang pria tampan, dia adalah Rere dan Reno.


"Maaf kan saya Nona, Tuan Varo dan Nyonya Shinta akan sedikit terlambat" ujar Reno melangkah kan kaki nya menuju ke dalam mall yang ramai itu.


"Tidak apa-apa kak Reno, lagi pula ini juga salah ku mengajak mereka berbelanja kebutuhan bayi di hari sibuk ini" ujar Rere dengan tersenyum canggung dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Mereka berdua berjalan menggunakan lift khusus pelanggan VIP atau petinggi pemilik mall tersebut, mall terbesar ini juga adalah aset salah satu keluarga William yang ada. Rere dan Reno keluar dari lift dan menuju sebuah toko besar khusus peralatan bayi yang sangat banyak itu.


"Wah banyak sekali" ujar Rere dengan raut wajah berbinar melihat berbagai bentuk peralatan bayi di sana.


"Nona kita akan menunggu di sini, saya akan duduk disana" ujar Reno di tempat duduk yang agak berjarak beberapa meter dari Rere.


"Kenapa toko yang di luar rame, di sini sepi yah kak?" tanya Rere dengan bingung menatap keadaan toko itu yang sangat sepi dan hanya ada beberapa pelayan toko.


"Sebenarnya tuan ingin mengosong kan seluruh mall ini untuk keselamatan Anda, tetapi Dia bilang Anda pasti tidak akan menyukai hal seperti itu maka nya dia memilih cuman mengosong kan toko ini saja" ujar Reno menjelaskan hal itu secara detail.


"Astaga kenapa suami ku bisa sehebat itu, berapa yang dia bayar nya untuk menutup toko ini, pria itu membuang uang saja" gumam Rere berpikir dengan keras.


"Anda tidak perlu khawatir karena seluruh Mall ini sampai para manusia itu adalah milik tuan Varo" tutur Reno secara abstrak.


"Ternyata suami ku sekaya itu?" ujar Rere dengan wajah terkejut nya.


"Apa Anda baru sadar?" tatap Reno heran kepasa istri CEO nomor satu di dunia itu seperti nya dia tidak pernah melihat semua aset milik suami nya itu, kalo di jabarkan satu persatu mungkin gadis itu lebih terkejut lagi.


"Iya haha" ujar Rere menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

__ADS_1


Reno berjalan ke dekat sofa dan memilih duduk lalu fokus dengan ponsel nya itu. Sedangkan Rere memilih menyibukan diri melihat terlebih dahulu barang yang dia ingin kan sendiri.


"Hei ayo lah, apa yang nama nya layanan VIP, aku mau membeli pakaian untuk keponakan ku!!"


__ADS_2