
"Sial" bentak Varo yang kesal melihat keadaan yang membuat mereka semakin terpojok.
"Tuan lihat tanda di leher mereka" ujar kevin yang melihat pada mayat yang sudah tergeletak itu.
Samuel mendekati salah satu mayat itu dan mengelap leher yang terkena darah itu dan terlihat lah sebuah kode aneh yang ada di leher salah satu pengawal. Samuel merasa heran menatap kode yang berlambangkan aneh itu, dia tidak mengetahui maksud dari kode yang bertuliskan huruf yang tidak dapat dibaca.
"Aku tidak tahu kode ini" ujar Samuel menatap semua orang yang ada disana.
Adrel yang penasaran melangkahkan kaki nya lebih dekat menuju tempat Samuel, Adrel berjongkok dan melihat sebuah kode aneh yanh sangat dia kenal, betapa terkejut nya Adrel saat melihat kode yang ada di leher mayat yang sudah terbunuh itu, pantas saja mereka tidak mau membuka mulut sekeras apapun usaha mereka.
"Itu tanda dari bl-" perkataan Adrel terpotong saat kevin menyebut nya terlebih dahulu.
"Ini tanda dari team mafia Black code, tanda ini adalah Rohonc codex, tulisan ini di ambil dari Salah satu buku paling misterius di dunia ini. Tidak ada yang tahu dari mana datangnya buku ini dan begitu pula apa yang ditulisnya. Alasan utama mengapa tidak ada yang paham mengenai Rohonc Codex adalah karena alfabetnya yang aneh dan tidak mirip dengan tulisan budaya manapun" sambung kevin menatap tuan nya itu menjelaskan secara detail.
"Kau benar, ini tulisan Rohonc codex, apa maksud semua ini, apakah ini lambang dari team mereka" Samuel menebak-nebak secara acak apa yang terjadi saat ini.
Betapa terkejut nya Varo dan Adrel ketika mendengarkan perkataan itu keluar dari mulut seorang yang pintar dan pendiam itu, banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan langsung kepada Kevin, kenapa dia bisa menjawab sesantai itu dan seperti orang yang sangat paham dengan tanda yang ada di leher orang-orang itu.
"Kevin kenapa kau mengetahui hal itu?" tanya Adrel menatap kevin dengan curiga yang tinggi.
"Tuan apa anda punya masalah dengan ketua Black code?" Kevin bukan nya menjawab tapi dia malah balik bertanya kembali kepada Varo dan menatap pria itu dalam.
Varo mencengkram kuat kerah baju Kevin dan mengangkat tubuh pria itu dengan kedua tangan nya, dengan tatapan iblis nya seorang Varo berkata dengan suara yang menantang dan tingi.
__ADS_1
"Bajingan apa itu kau?" tatap Varo dengan mata merah, terlihat leher pria itu menegang keras menatap Kevin dengan penuh emosi.
"Aku hanya mengetahui mereka, tetapi aku bukan bagian dari mereka" ujar Kevin menjawab perkataan Varo dengan tenang.
Samuel yang baju dan tangan nya itu penuh darah melangkah kan kaki nya secara perlahan berdiri dan mendekati Varo lalu menendang kaki Varo dengan kuat menggunakan kaki kecil nya, tidak ada yang tahu kalo Samuel walaupun berusia 12 tahun dia adalah sosok yang kuat dalam pertarungan fisik itu.
Krak..
"Akh bocah sialan sakit" teriak Varo memegang kaki nya, hal itu sontak membuat dia melepaskan cengkraman nya pada Kevin.
Kevin merapikan jas yang dia gunakan lalu dia berdiri kembali di samping Samuel dengan tenang.
"Tuan Varo William tenangkan diri mu, aku juga ingin mendengar penjelasan nya" kata Samuel bersikap dewasa.
"Sam benar, kau Varo tenangkanlah dirimu" sambung Adrel berkata dengan bijak.
"Bagaimana aku tidak tenang dad! apa kau tahu Black code itu memilik identitas yang sangat terahasia hanya beberapa orang yang tahu mereka ada, karena mereka tidak pernah bertindak secara terang-terangan dan ada beberapa orang menganggap kelompok saingan Black devil itu tidak pernah ada!" jelas Varo dengan wajah yang menahan amarah.
Black code adalah kelompok mafia garis keras dalam perdagangan black market mereka menduduki puncak sebagai pemasar dan pemasok narkoba terbesar di seluruh pasaran benua Eropa dan Asia itu, sampai sekarang pemimpin Black code tidak pernah diketahui dia hanya bermain dengan orang suruhan mereka bukan turun langsung ke lapangan dalam jual-beli itu.bDan entah kenapa Black code selalu diam-diam seperti berusaha menyingkirkan Black devil dari dunia hitam itu, dengan permainan yang mereka buat.
"Kau benar, dulu sejak aku masih memegang kepemimpin Black Devil mereka selalu menargetkan kita dalam pasar mengimpor persenjataan, dan aku merasakan itu jelas saat mereka mengambil target dari berbagai tujuan pemasaran senjata rakitan Black devil, padahal kita tidak pernah mengusik Black code sama sekali" terang Adrel dengan raut wajah bingung.
Varo menghempaskan tubuh nya yang ada di ruangan itu dan mengusap gusar wajah nya, saat ini yang di khawatirkan nya adalah istri tercinta dan mommy nya itu.
__ADS_1
'Sayang tunggu aku' batin Varo dengan raut wajah sendu.
"Dapat disimpulkan orang yang menculik nyonya dan nona William adalah orang dari Black code" sambung Samuel dengan serius.
"Dan sayangnya identitas terahasia yang anda bicarakan itu, aku mengetahui nya" tutur Kevin dengan tenang.
Varo berdiri dari duduk nya dengan wajah terkejut dan bercampur bahagia karena mereka bisa mendapatkan informasi itu mendekat kepada Kevin dan menyuruh pria itu menjelaskan nya.
"Cepat kau katakan sekarang, jangan terus mengulur waktu, atau kau akan aku curigai" tatapan Varo berubah seperti seorang hariman yang kelaparan dan siap menerkam siapa saja.
"Saya adalah anak angkat dari pemimpin Black code, dia meminta saya untuk melanjutkan bisnis haram nya itu kepada saya. Tapi saya tidak memilih untuk melanjutkan bisnis haram itu dan lebih memilih hengkang dari rumah nya dan hidup sendiri, saya berkerja beberapa tahun di perusahan orang, hingga tuan Samuel datang dan mengajak saya bergabung dengan Aeros. Sebenarnya saya tidak ingin bergabung dengan Aeros kalo itu adalah perkerjaan seperti mafia tetapi tuan Samuel menjelaskan kalo mereka hanya sebuah tim khusus dari keluarga William" terang Kevin dengan panjang lebar.
Semua orang yang disana justru tersontak kaget mendengar perkataan yang di bicarakan oleh Kevin secara jujur dan tanpa terlewatkan itu, apakah mereka merasa sudah menyimpan sebuah kaca pecah yang bisa menyakiti mereka kapan saja?
"Aku tidak menyalahkan atas pilihan mu Kevin, aku yakin kalau kau tidak akan berkhianat kepada kami" ujar Samuel berusaha menyakinakan tatapan menghunus Varo dari tadi.
"Cepat katakan siapa pemimpin mereka dan dimana markas itu Kevin, kita sudah tidak banyak waktu!" ujar Adrel meminta Kevin menjelaskan kepada mereka.
"Felix Antaras, sebaiknya kita mulai bergegas dan menyusun rencana tuan, lokasi mereka berada cukup jauh di pedalaman hutan" kata Kevin dengan wajah serius.
"Felix?" gumam Adrel tidak percaya itu, Adrel sekarang bingung apa kesalah nya pada Felix hingga dia mengusik kebahagian keluarga kecil nya itu.
***Bersambung...
__ADS_1
Ayo dong pada komen nih siapa yang udah nebak benar, jangan fitnah loh haha. BTW ada yang ingetkan Felix cuman pernah muncul sekali di plot cerita tetapi dia juga tidak terlalu Author buat menonjol agar greget aja jadi nebak-nebak. Yang penasaran apa alasan Felix udah ngusik keluarga William yuk simak terus***~