Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 25- Bukan gadis tapi wanita


__ADS_3

Di meja makan



"varo sama rere kok ga di bangunin sayang?" ujar adrel yang sudah selesai sarapan itu.


"biarin aja mungkin mereka cape semaleman bikin cucu buat aku" senyum shinta dengan sumringah.


"maksud kamu?" tanya adrel dengan bingung.


"astaga sayang kamu tau ga sih kemaren sumpah, duh gimana yah ceritain nya lucu banget mereka, aku baru liat varo se agresif itu padahal kan rere masih kecil" shinta berbicara sambil menutup wajah dengan malu.


"kalau mau cerita jangan ambigu jelasin nya" ujar adrel menghela nafas panjang.


"kok kamu yang kesal?" shinta menatap tajam suami nya itu nyalang.


"eh gada kok beneran hehe" kata adrel yang menggaruk tenguk nya yang tidak gatal itu. daddy adrel mah masuk kaum suami takut istri yah.


"Nah jadi gini..." shinta menjelas kan dari awal saat ia baru pulang dan masuk mansion sampai kejadian yang ia lihat dengan mata kepala nya. bukan mata kaki ya.


"hahahaha astaga sayang kenapa varo sangat tidak tahu malu" adrel tertawa dengan puas membayang kan tingkah anak nya itu.


"yah anak kamu itu" ujar shinta santai.


"anak kamu juga, kan bikin nya bareng hahaha" adrel kembali ketawa, ia merasa senang bisa mengoda istri nya itu.


"aku ga habis pikir itu anak niru sifat siapa agresif banget" ujar shinta dengan penasaran.


"yah kamu lah orang kamu yang lahirin, kamu ga inget dulu aku malu deketin cewe di kampus , aku culun, yah walau tampan sihh, eh kamu waktu nembak aku main nyosor aja hahaha" ujar adrel yang mengingat masa lalu nya.


daddy adrel william pengusaha sukses ini dulu adalah seorang mahasiswa culun di universitas , walaupun adrel memiliki otak pintar dan tampan, ia berusaha menjauh dari orang orang, ia merasa tidak nyaman dengan orang lain, apalagi saat orang itu tau bahwa ia adalah pewaris william group mereka hanya menjilat kepada adrel. shinta seorang gadis cantik yang juga dari keluarga pengusaha itu, ia dulu nya adalah seorang primadona kampus yang cantik, ia menyukai adrel sejak pandangam pertama, shinta yang memiliki sifat blak blak an langsung menyatakan perasaan nya dan mencium adrel shinta berkata.


"tidak ada penolakan untuk ku" adrel meniru gaya bicara shinta saat ia menceritakan kilas balik kehidupan asmara mereka.


"yah habis nya kau itu cowo tapi tidak gentle sekali dasar, sampai aku yang turun tangan" shinta menjelaskan itu dan membuat pipi nya bersemu merah.

__ADS_1


'dasar kenapa aku dulu saat muda sangat ambigu sekali' batin shinta.


adrel memeluk shinta dari belakang lalu berbisik.


"terimakasih sudah menerima lelaki culun seperti diri ku ini, aku sangat bahagia sampai sekarang memilik mu dan anak kita, aku harap dia juga melihat kebahagian kita dari atas sana" ujar adrel.


shinta tidak dapat membalas perkataan adrel hanya dengan air mata yang dapat menjawab perasaan nya saat ini juga kala mengingat sosok anak perempuan nya.


***



Di kamar


Varo merasa sinar matahari menusuk mata nya, seperti menyuruh varo memaksa untuk membuka mata nya. ia merenggang kan tubuh nya dan duduk di atas kasur. ia melihat sosok gadis bertubuh polos, ah varo sampai lupa ia bukan lagi gadis tapi sudah menjadi seorang wanita. varo melihat lekat tubuh polos rere itu. ia melihat rambut rere yang acak acak an serta banyak nya bekas kiss mark yang hampir memenuhi seluruh bagian tubuh wanita kecil itu. varo tersenyum tipis dan bangga atas pencapaian yang ia buat. varo berdiri dari duduk nya, saat menyikap selimat ia melihat bercak darah lalu varo kembali tersenyum tipis.


"terimakasih sudah menjadi yang pertama untuk ku" gumam varo lalu mencium kening wanita nya itu.


varo berlalu pergi dan mandi. hari ini adalah hari libur kantor di hari minggu, ia sangat ingin menikmati ketenangan yang ia dapat setiap hari minggu. varo turun ke bawah dan melihat orang tua nya sedang duduk menonton tv bersama.


"seperti nya sangat melelah kan malam tadi" sindir adrel.


"daddy ngomong apa" varo pura pura tidak memahami arah pembicaraan itu. ia sudah sangat paham sifat daddy nya itu pasti akan menggoda nya.


"daddy jangan seperti itu" shinta mencubit pinggang suami nya itu.


"au sakitt, bercandaa" ujar adrel yang mengusap bekas cubitan shinta itu.


"varo kau bawa kan makanan untuk rere ke kamar" ujar shinta menyaran kan.


"aku akan menyuruh pelayan" ujar varo yang ingin menuju ruang makan untuk sarapan siang nya.


"apa kau serius membiar kan pelayan masuk?" ujar shinta yang seperti mengetahui sesuatu itu.


varo yang baru tersadar itu pun seketika berpikir tidak mungkin ia akan mengizin kan siapa saja yang berani masuk ke kamar mereka dan melihat istri nya dalam keadaan seperti sekalian pun ia perempuan.

__ADS_1


"kau berhenti" ujar varo memberhentikan pelayan yang akan mengantar makanan ke kamar untuk rere.


"iyah tuan" ujar pelayan itu kembali.


"biar aku saja yang membawa kan nya" ujar varo mengambil nampan makanan itu dan berlalu pergi ke kamar nya.


"kau lihat daddy, anak ku sangat lucu, se sayang itu kah dia ke rere" ujar shinta menatap varo.


adrel yang tidak mengerti arah pembicaraan istri nya hanya menganggukan kepala nya. setidak nya ia sudah menjawab pernyataan istri tercinta nya itu.


Di dalam kamar


rere yang baru saja bangun mengerjap kan mata nya, ia melihat ke luar jendela ternyata hari sudah siang. ia merasakan badan nya seolah olah remuk dan sangat sakit di bagian inti nya. ia berusaha bangun untuk pergi ke kamar mandi untuk membersih kan diri nya. ia menggulung selimut agar menutupi badan nya dan ia berusaha berdiri untuk ke kamar mandi.


"sstt sakit" ujar rere yang berusaha berdiri dan terduduk lagi.


varo yang baru datang dan membawa nampan makanan itu segera, meletak kan makanan nya di atas meja dan membantu rere untuk ke kamar mandi.


"apa kau tak apa apa?" tanya varo seperti orang khawatir.


"a-- a-- aku tidak apa apa, aku bisa sendiri" mendorong lengan varo agar tidak usah menolong nya.


rere kembali berusaha dan berdiri lalu ia merasakan kembali rasa sakit yang amat sakit di bagian bawah nya.


"aduh" ujar rere


"dasar keras kepala" varo mengendong rere dan masuk mengantar nya untuk masuk ke kamar mandi. lalu varo mendudukan rere di tepi sisi bath up. varo mengisi bath up dengang air hangat agar rasa nyeri rere bisa hilang.


"lepaskan" ujar varo.


Bersambung.....


jangan lupa like, coment, tambahin juga ke list favorite nya biar gampang liat update terbaru cerita aku yah kakak.


jangan lupa vote juga.

__ADS_1


makasih yang sudah like♥️


__ADS_2