Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 32- Mencari perkara


__ADS_3

Di sebuah ruangan gelap, lampu berkelap kelip, minim nya pencayahaaan serta suara dentuman musik yang memekak kan telinga. Di sini lah para gadis kecil berkumpul rere, clara dan anggun. untuk menjalankan misi mereka yaitu the secret of boyfriend. anggun memiliki pacar yang satu universitas dengan nya, pacar nya adalah seorang presiden mahasiswa. beberapa temen kampus anggun pernah melihat pacar anggun yaitu raska sering jalan dengan perempuan lain dan masuk ke klub ini. anggun tentu tidak langsung percaya desas desus itu karna ia yakin banyak orang di luar sana yang mengharap kan anggun dan raska untuk putus. ia memutuskan untuk mencari tahu apakah itu hanya kebohongan belaka atau kenyataan.


"Astaga berisik banget woi" kata clara berteriak dengan kencang.


"bego cla, mau teriak juga ini ga bakal dengar orang orang" kata rere.


"eh ayo sini kita duduk di sana aja" kata anggun mengajak rere dan clara.


Bodyguard yang mengawasi nona nya itu memberitahu kan kepada shinta bahwasan nya rere pergi ke klub dengan teman teman nya.


"nyonya, nona rere masuk ke dalam klub malam" kata bodyguard itu menelpon.


"astaga ngapain dia kesana, kamu ajak rere pulang sekarang!" tegas shinta.


"nyonya ini klub yang sering dikunjungi tuan varo dan teman teman nya, seperti nya mereka juga ada di dalam" kata bodyguard nya itu.


"apa mungkin janjian untuk bertemu? yasudah kau pantau saja, kalo ada masalah lapor kepada ku" ujar shinta mematikan ponsel nya.


kembali kepada rere dan teman teman nya.


"kamu yakin nggun, kayak nya pacar mu ga dateng nih udah setengah jam" kata rere.


"iyah mungkin hoax tu mulut tetangga biasa" kata clara.


"bentar lagi yah, aku masih penasaran beneran" kata anggun.


"woi mbak itu tete nyembul noh dari baju" kata clara berteriak kepada wanita klub tersebut, tetapi ia tidak mendengar tetap berjoget di bawah lampu kelap kelip itu.


"bisa ga sih cla, bar bar nya jangan di keluarin disini" kesal rere kepada sahabat nya itu.


"iyah nih, berisik tau" kata anggun.


"ye, lebih berisik juga tu musik dj dari pada mulut aku! massssss djjjjjjjj setel lagu dangdut dong, baru saya ikut joget nih" kata clara sambil bergoyang goyang di depan teman teman nya.


"ampun punya temen kocak bener hahahha" kata anggun.


"asek nih ayo re, nggun joget juga, walaupun musik nya bukan dangdut" kata clara.


"otak si clara minus berapa sih" rere menepuk jidat nya sendiri.


saat mereka asik dengan dunia dan candaan mereka. tiba tiba meja tempat mereka duduk di lewati oleh seseorang yang di kenal anggun.

__ADS_1


"eh eh itu raska" kata anggun menunjuk seseorang yang masuk ke ruangan khusus bersama cewe yang anggun kenal.


"waduh nggun, ganteng juga pacar kamu, tapi penampungan" kata clara.


"cla udah" rere menutup mulut gadis itu.


"ayo" anggun mengajak rere dan clara untuk mengintip pacar nya yang sedang bersembunyi itu.


Rere, anggun dan clara membuka sedikit pintu dan mengintip keadaan yang minim cahaya itu. pasti tau lah nama nya klub gelap gelap gimana gitu. anggun tidak dapat melihat dengan jelas ia justru mendengar suara ******* seorang wanita dari dalam ruangan itu.


"ahh pelan ka ahh" kata wanita itu.


"telinga saya astagfirullah" kata clara menutup telinga nya.


"cowo brengsek" anggun membuka pintu itu lebar lebar dan menghidup kan lampu yang bisa memperlihat kan dengan jelas dua insan yang sedang bercumbu itu.


raska yang kaget langsung merapikan celana nya dan ber benah begitu juga wanita itu.


"gini kelakuan lu yah kak di belakang gua, ternyata yang di bilang orang itu benar hah" anggun menunjuk nunjuk raska.


"lu juga intan, lu sendiri yang bilang liat kak raska jalan bareng *** *** tapi bego nya lagi, lu ngatain diri lu sendiri ja lang" ujar anggun menahan emosi yang sudah menaiki puncak nya.


"maksud lu apa kak?" anggun menatap dengan mata merah yang menahan emosi.


"anggun, anggun ckkcck, lu tau gak sih, nyokap bokap lu pengusaha banyak uang gua suka, gua juga suka lu karena lu cantik. tapi lu ga bisa muasin ***** gua. lu cuman putri raja yang di kurung bokap lu di dalam sangkar. asal lu tau yah bokap lu itu udah larang gua deket sama lu. tapi yah lu nya aja yang bego terus deketin gua" kata raska.


anggun merasa tidak percaya apa yang di dengar nya. kemana raksa selama ini yang ia kenal baik dan sayang kepada nya. kemana orang yang tiap hari selalu mengatakan cinta kepada nya.


"najis gua di putusin cowo brengsek kayak lu kak, gua yang mutusin lu cuih" anggun meludah ke wajah raska.


"anggun berani juga kau" kata raska menghampiri anggun dan menjambak rambut gadis itu dengan sangat kencang.


"akh sakit kak" anggun meringis kesakitan.


rere dan clara yang hanya melihat itu sekarang juga mulai ikut tersulut emosi. dan menghampiri anggun untuk menolong nya.


"eh bangsat lepasin anggun" teriak clara.


saat rere dan clara ingin menghampiri anggun. tiba tiba mereka di halangi oleh dua pria temen raska. mereka mengunci tangan clara dan rere ke belakang.


"dasar lu cupu, cowo main nya keroyokan" teriak clara.

__ADS_1


"anggun" teriak rere menangis melihat kondisi anggun yang memperihatin kan itu.


"udah kalian diem aja, tapi kalo mau boleh kok, kita juga ajakin main" seringai raska.


raska melepaskan jambakan rambut anggun yang ia lakukan. ia menendang kuat perut gadis itu. anggun yang merasakan itu hanya meringis kesakitan. raska bertindak dengan brutal dan melewati batas. ia menyeret tubuh kecil itu tanpa iba, darah segar mengalir di pelipis mata anggun. anggun yang sudah tidak bisa apa apa itu di paksa masuk ke dalam sebuah kamar yang ada di ruangan itu.


"anggunnn, lepasin" teriak rere


clara berusaha melepaskan cengkraman kedua pria itu dengan sekuat tenaga. lantas pria itu malah mendorong kuat tubuh clara ke dinding dengan kasar. clara meringis kesakitan. clara memiliki kesempatan untuk melawan, ia menyerang bagian vital pria itu. sehingga pria itu meringis kesakitan. tetapi tanpa clara sadari sebuah tendangan akan mengenai diri nya.


"brengsek"


Bugh bugh bugh bugh


suara pukulan itu datang dari axel yang tiba tiba ada di belakang clara.


"pak axel" kata clara dengan terkejut.


"mas" kata rere yang ketakutan itu, ia juga melihat varo, reno dan axel ada di ruangan itu


"apa kau tidak apa apa?" varo mengecek keadaan rere. ia melihat pergelangan tangan rere lecet dan memar. rahang varo mengeras.


"katakan siapa" kata varo menunjuk tangan rere.


" apa kau hah" varo menatap pria yang ada di belakang rere. ia menghabisi pria itu dengan terus membabi buta.


"varo cukup!" kata reno berusaha melepas kan varo.


"Mas aku tidak apa apa, tapi tolong anggun, tolong anggun dia di siksa oleh kekasih nya di ruangan itu", tangis rere dengan air mata yang mengalir deras.


"reno" kata varo.


reno yang memahami maksud tuan nya itu langsung masuk ke dalam ruangan yang diberitahu rere itu.


Bersambung....


Budaya kan like sehabis baca:)


like nya buat dukung aku nulis terus~


jangan lupa folllow akun aku, dan vote, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2