Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 33-MEMPERHATIKAN TINDAKAN KECIL


__ADS_3

Krek..


Suara pintu kamar mandi terbuka, yang memperlihatkan Anggun memakai handuk mandi dan handuk yang di lilitkan kepala nya karena gadis itu habis keramas, kamar mandi kamar Reno dengan walk in closet memang di desain terpisah.


Reno melirik Anggun yang keluar kamar mandi itu, wangi sabun yang khas tercium sopan di hidung nya, Anggun yang di lihat itu hanya menatap heran.


'Untung Aku suami mu, jika orang lain yang menunggu mu, Aku tidak tahu lagi,' batin Reno kembali melirik buku nya.


"Segar sekali, mandi memang paling terbaik,"ucap Anggun yang sedang duduk di meja rias dan memakai skincare rutin nya.


"Little apa kau tidak telat berangkat kerja, jika mandi selama itu, dan kau selalu bangun telat,"ucap Reno mengatakan itu tanpa melirik Anggun.


Pantas saja pria itu baru tahu kebiasaan Anggun, secara Reno selalu pergi saat Anggun masih tidur, dan kalau weekend Reno telat bangun dan Anggun yang bangun lebih pagi untuk melakukan pekerjaan rumah, kadang Reno weekend juga tidak pulang.


"Aku CEO nya tidak ada kata telat, Aku bebas datang kapan pun Hubby,"ucap Anggun sedang fokus menggunakan skincare nya itu.


"Dalam kamus ku tidak ada yang namanya CEO atau karyawan, jika kau telat kau akan memperlambat pekerjaan,"ucap Reno dengan datar.


"Pembicaraan ini membuat ku pusing, Hubby apa kau tidak pusing membicarakan pekerjaan saat kau sakit,"ucap Anggun berdiri dengan helaan nafas.


Tok.. tok..


Belum sempat Reno menjawab ketukan dari luar ruangan terdengar di pendengaran Reno.


"Little cepat pakai baju mu,"ucap Reno melirik gadis itu.


Sedangkan Anggun yang di suruh itu hanya mengangguk dan berlalu ke walk in closet memakai baju nya.


"Masuk,"ucap Reno.


Tiga orang pria masuk dengan pakaian koki dan topi nya, satu nya adalah kepala koki dan dua lagi adalah asisten koki, mereka mendorong nampan berisi makanan yang di minta Reno itu.


"Tuan, sesuai dengan keinginan Anda tanpa ada kesalahan,"ucap koki itu masih berdiri.


"Hmm, tinggalkan saja, kau boleh pergi,"ucap Reno menatap kembali buku nya.


'Apa Tuan tidak mencoba nya? Jangan bilang masakan ku jika di lihat sudah tidak membuat nya tidak bernafsu,' batin kepala koki itu.

__ADS_1


Reno yang menatap buku nya itu, seketika melirik ketiga orang itu yang masih berdiri di kamar nya dengan tatapan kesal lalu Reno berkata.


"Pergilah, Aku sedang tidak ingin berbicara banyak,"ucap Reno dengan tatapan elang nya.


Seketika kepala koki itu tersentak mendengar perkataan Tuan Alferoz itu, dengan gerakan kikuk mereka pun keluar.


"Ba baik Tuan,"ucap kepala koki itu pergi.


Beberapa menit setelah selesai menganti baju Anggun keluar menggunakan dress selutut dan rambut yang di gerai, gadis itu duduk di ujung kasur tepat di samping suami nya.


"Makanlah,"ucap Reno.


Anggun melirik sebuah makanan yang banyak, seketika mata gadis itu berbinar melihat makanan itu, Dia tersenyum.


"Wah apa ini untuk ku? Hubby kau sangat tahu apa yang Aku suka ternyata,"ucap Anggun tersenyum manis.


"Benarkah? Mungkin hanya kebetulan,"ucap Reno datar.


Padahal hati nya juga sangat senang melihat ekspresi puas Anggun, entah kenapa kebahagian Anggun adalah hal yang ingin terus Dia wujudkan saat ini.


"Tapi Hubby,"ucap Anggun cemberut.


"Kau memberikan ku makanan berat saat sarapan, sebenarnya sewaktu di indonesia Aku masih bisa menormalkan cara makan ku memakan nasi di pagi hari, tetapi semenjak pindah ke sini Aku jarang makan makanan berat di pagi hari,"ucap Anggun mengaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.


'Astaga Aku lupa, ini kan masih pagi,' ucap Reno yang malah malu sendiri.


"Se se sepertinya kau benar, Aku akan meminta pelayan membuatkan sandwich saja,"ucap Reno memalingkan wajah nya karena malu.


"Jangan sayang, Aku akan makan ayam nya saja, tidak pakai nasi,"ucap Anggun memberikan jempol nya ke depan wajah Reno.


"Baiklah jika kau mau,"ujar Reno menghela nafas nya.


Akhirnya Anggun tetap makan di kamar itu, dengan duduk di meja salah salah satu di kamar yang luas, Anggun makan dengan senang sambil mengangguk anggukan kepala nya.


"Enak sekali, sudah lama Aku tidak memakan nya, Hubby apa kau ingin?"ucap Anggun menyodorkan ayam itu dari jauh ke Reno yang sedang menatap nya makan.


"Tidak, Aku sudah kenyang untuk mu saja,"ucap Reno yang terus menatap Anggun.

__ADS_1


Ayam sepiring itu habis sendiri oleh Anggun, Reno yang menatap nya sedikit tidak percaya, kata nya tadi Dia tidak bisa makan makanan berat, lalu kenapa bisa habis sepiring begitu? Reno hanya bisa mengelengkan kepala nya heran.


"Kenyang, seperti nya Aku akan makan ini lagi untuk makan siang,"ucap Anggun.


'Apa Aku tidak salah lihat, tubuh nya tidak gemuk tapi makan nya banyak,' batin Reno.


Anggun pergi ke sofa lalu membuka laptop nya mengecek email dan pekerjaan yang di kirim Chen Fei kepada nya.


"Hubby, Aku akan mengerjakan ini, jika kau butuh sesuatu katakan saja ok,"ujar Anggun melirik pria itu yang fokus membaca buku nya.


"Hmm,"ucap Reno seadanya.


Dengan fokus Anggun memeriksa berkas-berkas yang Dia bawa pulang dan sudah di antarkan Chen Fei semalam itu, Anggun terlihat sangat profesional dalam bekerja.


'Jika di lihat, Dia seperti gadis pintar jika fokus, mungkin orang lain juga tidak percaya jika kau memimpin sebuah perusahaan dengan sifat mu yang cerewet dan konyol itu,' batin Reno tersenyum miring.


Beberapa jam telah berlalu, Anggun masih fokus, sementara itu Reno tertidur memegang buku dengan posisi bersandar ke kasur, Anggun pun melirik ke tempat Reno dan tersenyum, gadis itu meletakan laptop nya dan berjalan mendekati Reno.


"Hubby,"gumam Anggun memanggil pria itu memastikan kalau Dia benar-benar sedang tidur.


"Seperti nya tidur benaran, cepatlah sembuh, Aku tidak menyukai wajah lesu dan pucat mu,"ucap Anggun.


Gadis itu membantu posisi tidur Reno agar berbaring, dan mengambil buku yang ada di tangan pria itu, tatapan dan senyum nya terus terukir menatap wajah tampan Reno.


Tok.. tok..


"Siapa?"ucap Anggun dari dalam.


"Nona, dokter Michele datang mengecek kesehatan Tuan,"ucap pelayan.


"Masuk,"ucap Anggun memerintahkan itu.


Pintu pun terbuka dan terlihat lah Michele masuk dengan pakaian santai nya, Anggun mendengus kesal kepada pria itu.


"Setidaknya pakai jas dokter mu, siapa yang akan percaya kau seorang dokter, melihat penampilan mu ini,"ucap Anggun kepada Michele.


"Nona, Anda sangat suka mengkoreksi seseorang ternyata,"ucap Michele dengan sabar.

__ADS_1


'Aku baru sampai, dasar,'


__ADS_2