
Kring..
Bunyi sebuah pintu toko mall terbuka dari luar.
"Daddy ini bagus ga buat Anggun?" tanya Shinta memperlihatkan kalung perhiasaan yang mewah itu.
"Bagus kok mom, kita beli ini aja" ujar Adrel menyetujui pendapat istri nya itu.
"Daddy kasih kalung ini buat Anggun, mommy mau beli gaun aja biar beda ok" saran Shinta kepada suami nya itu.
"Iyah gimana mommy aja" tutur Adrel.
Saat ini Adrel dan Shinta sedang berada di sebuah mall di pusat perbelanjaan modern terbesar di ibu kota itu, karena tadi pagi dia diajak Rere untuk merayakan ulang tahun Anggun. Dengan semangat Shinta mendatangi Adrel ke kantor dan mengajak nya membeli hadiah untuk di berikan kepada Anggun.
"Mbak bungkusin ini aja yah" ujar Shinta membayar tagihan kepada penjual.
"Oke nyonya kalung merk long necklace dengan harga Rp23.900.000 nya mau di bayar dengan apa?" tanya si penjual toko.
"Ini mbak" Shinta memberikan black card milik suami nya itu kepada pelayan toko.
"Terimakasih tuan dan nyonya William mampir kembali" hormat pelayan toko yang mengantar kepergian mereka.
Siapa yang tidak kenal dengan keluarga William keluarga dengan aset terkaya nomor satu di dunia, semua hal yang di dapatkan itu tentu harus dengan kerja keras dan jerih payah yang di tukar dengan kebahagian, semua orang mengenal mereka kemana pun mereka pergi pasti akan jadi bahan pembicaraan.
"Daddy kita ke toko yang disana aja yuk" ajak Shinta kepada suami nya.
Adrel dimana pun dia di tarik akan mengikuti langkah istri tercinta nya itu tanpa memprotes sedikit pun. Saat mereka sedang berjalan tiba-tiba Shinta tidak sengaja di tabrak oleh seorang pria.
Bruk
"Maafkan saya nyonya, saya tidak sengaja" ujar pria paruh baya yang seperti nya seumuran dengan Shinta dan Adrel.
Adrel yang seperti mengenal suara itu lebih melihat dalam seseorang yang sedang meminta maaf dengan menggunakan baju OB dan membawa pel kebersihan itu.
"Felix?" tanya Adrel.
Pria yang nama nya di panggil itu seketika mendongkakan wajah nya dan menatap ke atas siapa yang sedang memanggil nya. Betapa terkejut nya Adrel ternyata dia tidak salah mengenal seseorang yang di sapa itu.
"Adrel?" balas Felix menatap tidak percaya kepada Adrel.
"Shinta kau juga" ujar Felix menunjuk Shinta dan Adrel secara bergantian itu.
"Astaga Felix kemana saja kau" ujar Adrel memeluk tubuh Felix.
Felix adalah sahabat Adrel dulu saat duduk bangku kuliah, mereka selalu bersama dahulu sampai akhir nya Felix memutuskan mengambil S2 di jerman dan pindah.
"Tunggu Felix kenapa kau jadi OB seperti ini? bukan nya kau?" Shinta menatap tidak percaya kepada sahabat suami nya itu.
__ADS_1
"Ini sudah jalan takdir Shinta, maaf kan aku seperti nya aku harus kembali melanjutkan pekerjaan ku, lain kali kita akan berbicara lagi" sambung Felix berlalu dan berpamitan kepada Adrel dan Shinta.
"Aku tidak percaya Felix bisa bekerja seperti itu, secara dia orang yang sangat ambis" gumam Adrel menatap punggung Felix yang pergi menjauh dari balik bayangan.
......................
Malam pukul 19.00 WIB
Di mansion William para muda mudi sudah berkumpul untuk menuju rumah Anggun, mereka berpakaian seperti biasa agar tidak terlalu wah dan menikmati ini seperti acara yang lain nya.
"Reno ayo ikut" pinta Rere kepada Asisten suami nya itu.
"Maaf kan saya nona, saya tidak bisa" ujar Reno menolak ajakan Rere.
"Mass" Rere memberi kode kepada suami nya itu.
Varo yang mengerti kode dari Rere pun berusaha mengajak Reno untuk ikut, dan dia juga tau kenapa Reno memilih tidak ikut karena dia sedang mengerjakan dokumen untuk suatu proyek perusahaan.
"Reno ikutlah" ajak Varo kepada Reno.
"Saya akan menyelesaikan dokumen yang anda minta tadi tuan" terang Reno menolak dengan halus.
"Kerjakan itu besok" tatap Varo mengintimidasi Reno agar pria itu mau ikut.
"Baiklah tuan" ujar Reno.
"Anak muda sekalian yuhuu mommy datang nih" ujar Shinta melengang dengan high heals yang dia gunakan.
"Mommy Axel saran kan tidak usah pakai high heals nanti pinggang nya encok" ujar Axel menatap Shinta.
Shinta mendekat kepada Axel yang sedang mengendong putri nya itu.
"Kau duda nakal berani menghina nyonya William" ujar Shinta menjewer telinga Axel.
"Aduh, aduh mommmy sakit aku hanya bercanda" balas Axel menahan jeweran dari mommy Shinta.
"Haha" semua orang di ruangan itu pun tertawa melihat tingkah Axel yang di perlakukan seperti ini kecil, kecuali Reno yah yang cuman mangap tanpa ekspresi.
"Haha oma daddy bukan anak kecil lagi, kok macih di jewel telinga nya" tawa gadis kecil itu diatas gendongan si ayah.
"Daddy mu itu nakal Alisa, ingat perkataan oma jangan berani mengatai orang yang lebih tua, apa kau paham?" terang Shinta menatap gadis cilik itu.
"Otey paham oma" ujar Alisa memberikan tanda oke di jari nya sambil tersenyum memperlihatkan gigi susu nya itu.
"Ayo kalo begini kapan kita berangkat" potong Adrel yang membuka suara itu.
"Ah iyah benar ayo, ayo" ujar Shinta dengan heboh.
__ADS_1
Mereka pun semua berangkat menuju rumah Anggun. Masing-masing mereka membawa mobil kecuali Reno yang menyupuri Varo dan istri tuan nya itu. Jalanan malam begitu indah dengan lampu jalanan yang redup meninggal kan kesan menegangkan sekaligus romantis, mobil yang mereka tumpangi membelah jalanan ibu kota yang ramai oleh muda mudi yang berkumpul di tepi jalan sekadar nongkrong itu. Beberapa puluh menit berlalu mobil yang mereka tumpangi masuk ke komplek perumahan mewah tempat tinggal Anggun itu. Mobil yang di depan adalah mobil milik Varo.
Tit.. tit..
Reno membunyikan suara klakson agar satpam membuka pintu itu, satpam sudah di beritahukan oleh clara ada akan beberapa orang datang yang akan merayakan ulang tahun milik Anggun. Satpam membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk. Mereka semua masuk dan menuju taman belakang rumah Anggun yamg sudah modifikasi menjadi tempat perayaan ulang tahun serta BBQ itu.
"Clara sama Anggun lagi di luar, aku udah chat Clara buat ngajak Anggun balik, kita sembunyi yah kasih kejutan begitu" Rere sangat antusias dengan intruksi itu, entah kenapa walaupun bukan perayaan ulang tahun nya dia sangat bahagia dan antusias mempersiapkan itu semua.
Anggun dan Clara datang menuju taman sambil berbincang.
"Kan aku udah bilang Cla ga bakal ada kamu mah ngotot ngajakin aku keluar udah tau lagi sakit juga"
Bersambung...
Kasih like dengan cara tekan tombol jempol yang ada di pojok kiri:()
...****************...
Beberapa visual, author ingat kan visual ini hanya menurut author para readers bebas berimajinasi dengan visual sesuai yang kalian suka yah, bagi yang komen visual ketuan atau ga cocok maaf sekali lagi oke⚠️⚠️
Anggun edward
Gadis cantik berumur 18 tahun yang sedang bekuliah S1 di jurusan manajemen Fakultas ekonomi, memiliki sifat jutek, periang dan banyak omong, Anggun tipe gadis yang berbicara menyesuaikan tempat dia berada.
Lu sopan, gua sopan.
-Anggun.
Reno alferoz
Pria kaku serta sering di juluki kulkas berjalan seorang pria berumur 29 tahun yang seumuran dengan majikan nya ini, bekerja sebagain asisten oleh sahabat nya. masih banyak hal yang tidak diketahui mengenai Reno.
Samuel Morgan
Pria kecil berumur 13 tahun yang sudah menyelesaikan study dalam umur terbilang muda, Samuel atau yang akrab di sapa Sam itu asli orang italia, otak cerdas nya itu membuat dia bisa menjadi pemimpin tim Aeros sebuah badan rahasia penyelidikan keluarga William, Samuel baru menjabat sebagai ketua 2 tahun kurang.
Kevin Antaras
Pria berumur 19 tahun, menjabat sebagai asisten dari Samuel di Aeros. Biodata belum bisa di beberkan banyak karna ini ehem.
__ADS_1