Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Sudah dua hari sejak Alice kembali liburan nya bersama Michele, gadis itu juga kembali ke mansion karena dua hari ke depan tidak ada kelas jadi Reno juga menyuruh nya menemani Anggun di mansion mereka, ya karena Nyonya muda Alferoz itu butuh teman untuk di ajak mengobrol, yah Anggun memang tidak bekerja di perusahaan Edward lagi sebagai CEO karena kehamilan nya.


Saat ini kedua orang itu sedang menjalani rutinitas mereka di dapur, karena Anggun sangat mengigin kan salad buah jadi Alice dengan senang hati membuat kan nya untuk kakak ipar nya.


"Sekarang jam berapa sih?"tanya Anggun kepada adik ipar nya itu.


Gadis itu menyalakan ponsel nya lalu Alice melirik ponsel nya yang menunjukan pukul 18.32 dan hari sudah mulai gelap itu.


"18.32 kak, kenapa? Nungguin Kak Reno yah,"ujar Alice mengoda bumil itu dengan menaik turun kan alis nya.


"Iyah lah suami Aku di tungguin ya kali abang kurir,"ujar Anggun tertawa kecil mengatakan itu.


Drap.. drap..


Saat mereka sedang bersanda gurau di dapur itu, suara langkah kaki mengalihkan perhatian mereka, melihat seorang pria tampan masuk dengan perawakan wajah datar dan langkah tegap nya itu.


"Hubby, kangen!!!"teriak Anggun berjaln mendekat dan memeluk suami nya yang baru datang itu.


Pria itu membalas pelukan istri nya lalu mengecup puncak kepala nya sekilas dan berjongkok di depan perut Anggun lalu mengecup perut gadis itu sambil berkata.


"Daddy pulang,"ujar Reno berbisik yang mendapati senyuman lucu dari Anggun melihat tingkah suami nya.


"Akh Kakak bucin banget,"ujar Alice membawa salad buah itu ke depan televisi tempat mereka akan menonton drakor.


"Terserah Aku,"ujar Reno yang berdiri dan mengandeng istri nya menuju depan televisi juga.


Mereka duduk bertiga dengan posisi Anggun di tengah-tengah, para wanita itu ingin menonton drakor terbaru yang bertema zombi itu, karena kata nya Anggun sangat ingin menonton itu.


"Emang kamu di ajak kemana waktu itu sama dokter Michele?"tanya Anggun mengunyah buah nya masih fokus dengan televisi.


"Ke pantai kak berenang sama kita juga cobain semua makanan yang ada di sana, sama main, lebih tepat nya Aku sih,"ujar Alice menceritakan nya dengan antusias.


"Apa Dia menganggu? Kenapa kau meminta izin pada Mommy bukan pada ku,"ujar Reno yang baru tahu saat pria itu ingin mengujungi apartemen adik nya.

__ADS_1


Tapi yang di kunjungi tidak ada, Dia bertanya kepada keluarga nya dengan santai Alessia menjawab kalau anak nya sedang di ajak Michele berlibur.


"Kakak kenapa sih selalu mikir negatif thinking sama Kak Michele, Dia ga kayak yang kakak bayangin,"ujar Alice cemberut mengatakan itu.


Reno melirik adik nya itu, lalu menghela nafas dari semenjak pertama Michele datang sebagai dokter pribadi mereka Alice memang selalu seperti anjing dan kucing dengan Michele, tapi tanpa Michele sadari gadis itu tidak suka jika ada yang menjelakan Michele di depan nya.


"Ya ya seterah kau,"ujar Reno menganggukan kepala nya tanda paham.


Saat mereka tengah asik mengobrol itu, Alessia datang untuk mengajak mereka makan malam karena memang sudah jadwal nya.


"Ayo makan dulu, Anggun kamu juga jangan sampai baby nya lapar loh,"ujar Alessia kepada ketiga orang itu.


"Ga bakal baby nya lapar Kak Anggun hamil kebo, Dia saja makan mulu,"ujar Alice mengunyah buah yang Dia pegang.


Bruk..


Setelah Alice mengatakan itu, sebuah bantal mendarat tepat di wajah Alice membuat gadis itu kaget, ternyata bantal itu di lempar kan oleh Reno yang menatap nya kesal.


"Hamil kebo? Jadi kau kira anak ku kerbau hah!"ujar Reno dengan tatapan kesal nya.


"Hubby, jangan gitu!"ujar Anggun memeluk adik ipar nya itu dan menepuk nepuk bahu nya.


Reno yang melihat itu seketika memasang wajah jengkel, dan mendorong Alice menjauh dari Anggun dan memeluk istri nya sambil menatap Alice tajam seolah Dia berkata ini milik ku tidak boleh menyentuh nya selain Aku, begitu lah kira.


"Au Kak Reno! Bisa-bisa nya,"teriak Alice.


Alessia yang menatap kedua anak nya itu seketika tatapan nya jengkel dan kesal melihat kedua orang yang tidak ada habis nya bahan pertengkaran itu, mereka memang saling menyayangi tapi yah kalau lagi masa berantem nya kayak kakak adik normal lain nya.


Gyut..


Sebuah tarikan telinga datang dari Alessia, wanita paruh baya itu menarik telinga kedua anak nya sambil menatap jengkel kepada Reno dan Alice yang tidak ada sabar-sabar nya itu.


"Mom, sakit Mom, jangan begini, nanti malu di lihat anak ku,"ujar Reno memegang telinga yang di tarik.

__ADS_1


"Sakit Mom, maafin Alice ga lagi beneran,"ujar Alice yang juga memohon.


Anggun yang melihat itu hanya bisa tertawa dan mengabdikan momen nya karena itu adalah kejadian langka yang bisa Dia jadikan kenangan berharga itu.


"Kalian ini yah dari dulu tidak ada berubah nya,"ujar Alessia dengan kesal.


"Yah yakali berubah Mom, emang power rangers?"ujar Alice yang malah memancing emosi Mommy nya itu.


"Nah masih saja menjawab,"ujar Alessia menambah kuat nya tarikan itu membuat Alice menahan tarikan itu.


Dante yang lewat ingin menuju meja makan setelah lantai atas itu hanya bisa mengeleng kan kepala nya, Alice memberikan kode seolah olah meminta pertolongan itu kepada Daddy nya.


"Daddy, help Me,"ujar Alice memelas.


Belum sempat Dante membuka mulut, wajah nya sudah di tatap tajam oleh sang istri Alessia.


"Skip dulu, daddy lapar,"ujar Dante berlalu pergi.


Akhirnya setelah selesai drama itu mereka akhirnya makan bersama di satu meja, Reno yang sudah mandi dan ganti baju terus menyuapi istri nya, Anggun tidak malu sama sekali melihat kan keromantisan itu karena Dante dan Alessia paham keinginan orang hamil yang kadang berubah-ubah itu.


"Enak?"tanya Reno melihat istri nya terus makan itu.


"Iyah enak,"ujar Anggun mengatakan itu.


"Kak Anggun perut nya kok udah berbentuk aja yah, kakak kebanyakan numpuk nasi, atau anak kakak bukan satu lagi?"tanya Alice mengatakan itu.


"Bahasa mu Alice di benar kan,"ujar Alessia menghela nafas.


"Haha maaf Mom,"ujar Alice mengatakan itu sambil menunduk merasa bersalah.


Reno yang mendengar pernyataan adik nya itu seketika juga merasa heran, karena untuk kehamilan seusia Anggun seharus nya belum tercetak jelas, tapi itu sudah berbentuk.


"Besok kita cek ke dokter,"ujar Reno mengusap perut istri nya itu.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya Dokter Michele datang untuk cek up rutin mingguan,"


__ADS_2