
Bekerja sembari mengasuk anak, itu yang dilakukan Mardo saat ini. Terkadang jika memungkinkan
Mardo membawa anak-anak ke kantor. Ia menikmati perannya menjadi seorang ibu muda dengan
dua anak yang lucu dan menggemaskan. Raka junior perlahan tumbuh menjadi anak laki-laki yang lincah,
ceria dan tak bisa diam. Dia sudah berusia empat tahun. Dan adiknya dua tahun. Keduanya sangat
dekat dan menjadi teman bermain.
Raka junior bisa membuat adiknya tertawa dan lari menuju bundanya. Keduanya berebutan
memeluk rok Mardo. Dan ibu muda itu tertawa terkekeh berjongkok hingga bisa memeluk dua
tubuh anaknya.
"Kakak ngejar dede ya he he he, nggak dapat!"
Mardo mengangkat inces kecilnya, Raka selalu memanggil anak keduanya dengan Inces. Dan akhirnya
semua memanggil adik kecil itu dengan Inces dari kata princess.
Raka Junior berusaha menggapai-gapai kaki adiknya sembari berteriak-teriak membuat Inces
hesteris menjerit-jerit dan tertawa. Kemudian gantian Mardo mengangkat Raka junior tinggi-tinggi
dan mencium pipi kemerahan anak laki-laki itu.
"Oh kakak udah gede, bunda nggak kuat lama-lama gendong kakak, hos hos hos."
Mardo beranjak ke sofa dan menyandarkan tubuhnya di sana. Dua anaknya ikut berebut
ingin duduk dipangkuan bunda, dan Mardo meraih keduanya. Menciumi pipi anak laki-laki
dan bergantian dengan pipi Inces.
Semua sangat suka dan senang dengan pemandangan itu. Mardo bagai tak pernah lelah
bermain dan bercanda setiap waktu. Mardo begitu bahagia dan selalu tersenyum dengan
anak-anaknya. Raka memang tak salah memilih istri, dan pria idola pantas mendapatkannya
sebab setia pada cinta pertamanya, dan tidak pernah meninggalkan jejak menyakiti seorang
wanita. Sebab prinsipnya itu ia diberikan jodoh yang luar biasa, setia dan sangat mencintai
dirinya, menjaga perasaannya hingga selalu senang dan bersemangat. Bahagia setiap
waktu bersama wanita cantik cinta pertama dan terakhirnya. Kini kebahagiannya bertambah
dengan kehadiran dua anak yang lucu dan menggemaskan.
Saat menjelang makan siang, Mardo menelpon suaminya mengatakan kalau ia dan anak-anak
ingin makan di restoran Pria Idola yang terdekat. Raka menyambut gembira, ia juga ingin
makan dengan istri dan anaknya. Buru-buru ia membentangkan karpet tebal yang lembut
untuk anak-anaknya nanti duduk dan berlarian ke sana dan kemari.
"Mimi, mau makan apa? biar Pipi pesankan?"
"Anak-anak ada daging tahu serta sop."
Begitu Mardo tiba, makanan sudah tersedia. Mereka berempat menikmati makan siang
__ADS_1
yang sangat nikmat. Raka Junior juga dengan lahap menyantap makanannya. Ia juga
suka dengan sop restoran milik papanya. Sementara Inces juga bersemangat menyuap
ke mulut mungilnya nasi serta lauk daging ikan yang telah dibuang durinya oleh
Mardo. Beberapa nasi berjatuhan di karpet dan bajunya. Mardo mengambili dan mengumpulkannya
di plastik.
Setelah selesai menikmati makan siang yang ramai serta nikmat, mereka makan es cream
Mardo menyuapi Inces sedikit saja, sementara Raka Junior bersama ayahnya.
Saat santai seperti itu Deni biasanya selalu datang bergabung untuk menggangu Raka Junior
dan Inces. Kalau Raka Junior mau bermain dengan Deni. Tetapi Inces serta merta lari
ke pelukkan ayah atau bundanya. Tetapi matanya memandangi Deni dan kakaknya yang bermain
seru-seruan. Inces ikut tertawa melihat kakaknya tertangkap oleh Deni.
Sammy tentu saja tak mau ketinggalan, ia juga datang untuk melihat ponakan kecilnya
yang lucu dan menggemaskan. Inces semakin memeluk tubuh ayahnya, entah kenapa
bocah kecil dan lucu itu hanya mau bersentuhan dengan ayah, bunda dan kakaknya.
Selain itu tidak ada yang berhasil mendekatinya. Oma dan Opa juga mendapat
penolakkan keras. Hanya ayah, bunda dan kakaknya saja.
Apa mungkin Inces masih sangat kecil sehingga belum mau bersosialisasi dengan
orang-orang yang ingin menggendong dan menciumnya. Hingga saat ini belum ada
Mardo dan Raka sendiri tidak mengerti kenapa Inces sangat berbeda dengan Raka
Junior. Ia tidak mau disentuh siapa saja kecuali tiga orang saja. Bunda, ayah dan
kakaknya. Ia akan menangis, menjerit-jerit serta muntah jika ada orang lain yang
memaksa ingin menyentuhnya.
Ketika ia bersama Mardo, Raka dan Kakaknya, ia akan turun dari gendongan ayahnya
atau bunda, lalu asyik bermain sendiri. Bergerak kian kemari, dan berceloteh dengan
kakaknya. Kalau kedua anak itu tengah asyik bermain dan bercengkrama, Raka
buru-buru mengambil kesempatan mendekati Mardo, Ia menarik Mardo ke pelukkannya.
Mencium keningnya, hidung dan bibir istrinya. Biasanya jika Raka Junior melihatnya
ia langsung berlari untuk memisahkan pelukkan itu. Inces juga ikut-ikutan
Ia segera naik dan memeluk leher ayahnya.
Raka hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala, gimana mau bikin adik
kecil satu lagi ya? sedangkan Mardo hanya melempar Raka dengan bantal.
"Masih repot ah Pi, sabaran aja."
Raka memajukan bibirnya beberapa senti, lantas bergumam, "Biar repotnya
__ADS_1
sekalian Mi."
"Pipi sih enak, aku yang kerepotan Pi."
Perempuan muda dengan dua anak kecil yang lucu dan menggemaskan, Mardo
kemuadian membawa Raka Junior dan Inces pulang. Biasanya sebelum sampai
rumah, Mardo mampir di super marker. Membeli susu, biscuit, roti , dan berbagai
macam yang telah kosong dan habis. Raka juga memilih jajanan kesukaannya.
Setelah itu barulah mereka pulang, membersihkan diri lalu tidur di ruangan
yang nyaman.
Hari-hari Mardo bersama Raka selalu bahagia dan ceria bersama dua anak mereka.
Raka si pria Idola tak pernah sekali pun menuntut Mardo supaya begini atau begitu.
Sebaliknya Mardo juga. Ia menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu yang baik serta istri
untuk Raka. Kecantikkannya tidak berubah bahkan setelah ia menikah dan memiliki dua
anak. Tentu saja karena Mardo mensyukuri semua yang telah ia peroleh. Suami yang
hebat serta tampan dan terlebih mencintainya, kecukupan keuangan, pekerjaannya
dan anak-anaknya. Tidak ada yang perlu dicemaskan, yang akan membuat wajah
terlihat tak sedap di lihat. Ia sangat bahagia bersama Raka dan anak-anaknya.
Begitu juga Raka, sangat bersyukur karena telah memiliki istri yang dulu sangat
diinginkannya. Ia mencintai dan hidup bahagia bersama Mardo dan anak-anaknya.
Keseimbangan, baik Mardo juga Raka memiliki hal itu. Tidak ada yang berlebihan
dikehidupan pernikahan mereka. Pekerjaan sebagian kecil, bisnis, selanjutnya
bersama keluarga, menikmati kebersamaan dengan keluarga, perhatian serta
saling menyayangi.
Sebuah keluarga yang menyenangkan, membuat Eva seorang kepercayaan Mardo
berencana membuat konten You tube untuk sebuah tauladan rumah tangga. Eva sangat mengagumi
Mardo, Raka serta komitmen keduanya dalam berumah tangga. Eva memperbincangkan hal itu
ketika santai bersama. Mardo mengerutkan keningnya, Wah! kenapa tidak? asal jangan terlalu
berlebihan dan harus benar-benar kenyataan yang terjadi. Mereka lantas mulai menyusun konsep
seperti apa yang sekiranya. Dan kedua perempuan muda itu sangat gembira seperti menemukan
sesuatu yang sangat berharga.
"Ok, lakukan, pesan semua alat untuk mendukung chanel you tube tersebut."
"Siap komandan!"
Eva sangat bersemangat, ia akan mengajak kekasihnya yang telah berpengalaman
untuk membuat chanel you tube keluarga Raka-Mardo.
__ADS_1
Bersambung