Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 101 Wanita Muda Dengan Dua Anak


__ADS_3

Bekerja sembari mengasuk anak, itu yang dilakukan Mardo saat ini.  Terkadang jika memungkinkan


Mardo membawa anak-anak ke kantor.  Ia menikmati perannya menjadi seorang ibu muda dengan


dua anak yang lucu dan menggemaskan. Raka junior  perlahan tumbuh menjadi anak laki-laki yang lincah,


ceria dan tak bisa diam.  Dia sudah berusia empat tahun. Dan adiknya dua tahun. Keduanya sangat


dekat dan menjadi teman bermain.


Raka junior  bisa membuat adiknya tertawa dan lari menuju bundanya. Keduanya berebutan


memeluk rok Mardo. Dan ibu muda itu tertawa terkekeh berjongkok hingga bisa memeluk dua


tubuh anaknya.


"Kakak ngejar dede ya he he he, nggak dapat!"


Mardo mengangkat inces kecilnya, Raka selalu memanggil anak keduanya dengan Inces. Dan akhirnya


semua memanggil adik kecil itu dengan Inces dari kata  princess.


Raka Junior berusaha menggapai-gapai kaki adiknya sembari berteriak-teriak membuat Inces


hesteris menjerit-jerit dan tertawa. Kemudian gantian Mardo mengangkat Raka junior tinggi-tinggi


dan mencium pipi kemerahan anak laki-laki itu.


"Oh kakak udah gede, bunda nggak kuat lama-lama gendong kakak, hos hos hos."


Mardo beranjak ke sofa dan menyandarkan tubuhnya di sana. Dua anaknya ikut berebut


ingin duduk dipangkuan bunda, dan Mardo meraih keduanya. Menciumi pipi anak laki-laki


dan bergantian dengan pipi Inces.


Semua sangat suka dan senang dengan pemandangan itu. Mardo bagai tak pernah lelah


bermain dan bercanda setiap waktu.  Mardo begitu bahagia dan selalu tersenyum dengan


anak-anaknya. Raka memang tak salah  memilih istri, dan pria idola pantas mendapatkannya


sebab setia pada cinta pertamanya, dan tidak pernah meninggalkan jejak menyakiti seorang


wanita. Sebab prinsipnya itu ia diberikan jodoh yang luar biasa, setia dan sangat mencintai


dirinya, menjaga perasaannya hingga selalu senang dan bersemangat. Bahagia setiap


waktu bersama wanita cantik cinta pertama dan terakhirnya. Kini kebahagiannya bertambah


dengan kehadiran dua anak yang lucu dan menggemaskan.


Saat menjelang makan siang, Mardo menelpon suaminya mengatakan kalau ia dan anak-anak


ingin makan di restoran Pria Idola yang terdekat. Raka menyambut gembira, ia juga ingin


makan dengan istri dan anaknya. Buru-buru ia membentangkan karpet tebal yang lembut


untuk anak-anaknya nanti duduk dan berlarian ke sana dan kemari.


"Mimi, mau makan apa? biar Pipi pesankan?"


"Anak-anak ada daging tahu serta sop."


Begitu Mardo tiba, makanan sudah tersedia. Mereka berempat menikmati makan siang

__ADS_1


yang sangat nikmat. Raka Junior juga dengan lahap menyantap makanannya. Ia juga


suka dengan sop restoran milik papanya. Sementara Inces juga bersemangat menyuap


ke mulut mungilnya nasi serta lauk daging ikan yang telah dibuang durinya oleh


Mardo. Beberapa nasi berjatuhan di karpet dan bajunya. Mardo mengambili dan mengumpulkannya


di plastik.


Setelah selesai menikmati makan siang yang ramai serta nikmat, mereka makan es cream


Mardo menyuapi Inces sedikit saja, sementara Raka Junior bersama ayahnya.


Saat santai seperti itu Deni biasanya selalu datang bergabung untuk menggangu Raka Junior


dan Inces. Kalau Raka Junior mau bermain dengan Deni. Tetapi Inces serta merta lari


ke pelukkan ayah atau bundanya. Tetapi matanya memandangi Deni dan kakaknya yang bermain


seru-seruan. Inces ikut tertawa melihat kakaknya tertangkap oleh Deni.


Sammy tentu saja tak mau ketinggalan, ia juga datang untuk melihat ponakan kecilnya


yang lucu dan menggemaskan. Inces semakin memeluk tubuh ayahnya, entah kenapa


bocah kecil dan lucu itu hanya mau bersentuhan dengan ayah, bunda dan kakaknya.


Selain itu tidak ada yang berhasil mendekatinya. Oma dan Opa juga mendapat


penolakkan keras. Hanya ayah, bunda dan kakaknya saja.


Apa mungkin Inces masih sangat kecil sehingga belum mau bersosialisasi dengan


orang-orang yang ingin menggendong dan menciumnya. Hingga saat ini belum ada


Mardo dan Raka sendiri tidak mengerti kenapa Inces sangat berbeda dengan Raka


Junior. Ia tidak mau disentuh siapa saja kecuali tiga orang saja. Bunda, ayah dan


kakaknya. Ia akan menangis, menjerit-jerit serta muntah jika ada orang lain yang


memaksa ingin menyentuhnya.


Ketika ia bersama Mardo, Raka dan Kakaknya, ia akan turun dari gendongan ayahnya


atau bunda, lalu asyik bermain sendiri. Bergerak kian kemari, dan berceloteh dengan


kakaknya. Kalau kedua anak itu tengah asyik bermain dan bercengkrama, Raka


buru-buru mengambil kesempatan mendekati Mardo, Ia menarik Mardo ke pelukkannya.


Mencium keningnya, hidung dan bibir istrinya. Biasanya jika Raka Junior melihatnya


ia langsung berlari untuk memisahkan pelukkan itu. Inces juga  ikut-ikutan


Ia segera naik dan memeluk leher ayahnya.


Raka hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala, gimana mau bikin adik


kecil satu lagi ya? sedangkan Mardo hanya melempar Raka dengan bantal.


"Masih repot ah Pi, sabaran aja."


Raka memajukan bibirnya beberapa senti, lantas bergumam, "Biar repotnya

__ADS_1


sekalian Mi."


"Pipi sih enak, aku yang kerepotan Pi."


Perempuan muda dengan dua anak kecil  yang lucu dan menggemaskan, Mardo


kemuadian membawa Raka Junior dan Inces pulang. Biasanya sebelum sampai


rumah, Mardo mampir di super marker. Membeli susu, biscuit, roti , dan berbagai


macam yang telah kosong dan habis. Raka juga memilih jajanan kesukaannya.


Setelah itu barulah mereka pulang, membersihkan diri lalu tidur di ruangan


yang nyaman.


Hari-hari Mardo bersama Raka selalu bahagia dan ceria bersama dua anak mereka.


Raka si pria Idola tak pernah sekali pun menuntut Mardo supaya begini atau begitu.


Sebaliknya Mardo juga. Ia menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu yang baik serta istri


untuk Raka. Kecantikkannya tidak berubah bahkan setelah ia menikah dan memiliki dua


anak. Tentu saja karena Mardo mensyukuri semua yang telah ia peroleh. Suami yang


hebat serta tampan dan terlebih mencintainya, kecukupan keuangan, pekerjaannya


dan anak-anaknya. Tidak ada yang perlu dicemaskan, yang akan membuat wajah


terlihat tak sedap di lihat. Ia sangat bahagia bersama Raka dan anak-anaknya.


Begitu juga Raka, sangat bersyukur karena telah memiliki istri yang dulu sangat


diinginkannya. Ia mencintai dan hidup bahagia bersama Mardo dan anak-anaknya.


Keseimbangan, baik Mardo juga Raka memiliki hal itu. Tidak ada yang berlebihan


dikehidupan pernikahan mereka. Pekerjaan sebagian kecil, bisnis, selanjutnya


bersama keluarga, menikmati kebersamaan dengan keluarga, perhatian  serta


saling menyayangi.


Sebuah keluarga yang menyenangkan, membuat Eva seorang kepercayaan Mardo


berencana membuat konten You tube untuk sebuah tauladan rumah tangga. Eva sangat mengagumi


Mardo, Raka serta komitmen keduanya dalam berumah tangga. Eva memperbincangkan hal itu


ketika santai bersama. Mardo mengerutkan keningnya, Wah! kenapa tidak? asal jangan terlalu


berlebihan dan harus benar-benar kenyataan yang terjadi. Mereka lantas mulai menyusun konsep


seperti apa yang sekiranya. Dan kedua perempuan muda itu sangat gembira seperti menemukan


sesuatu yang sangat berharga.


"Ok, lakukan, pesan semua alat untuk mendukung chanel you tube tersebut."


"Siap komandan!"


Eva sangat bersemangat, ia akan mengajak kekasihnya yang telah berpengalaman


untuk membuat chanel you tube keluarga Raka-Mardo.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2