Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 144.Grogi Sekali


__ADS_3

Beberapa detik lepas dari rumah megah itu, kebisuan menyergap. Prita menggerai-geraikan


rambutnya sekedar menghilangkan perasaan grogi. Rakasiwi juga mencubit-cubit hidungnya


yang mendadak seperti gatal. Usai menggerai-geraikan rambutnya, ia mengelus blusnya di


kaki, saking grogi nggak sadar tiba-tiba keduanya sama menoleh dan bertanya, "Apa?"


Padahal nggak ada yang ngomong, kayaknya kedua orang yang sedang punya perasaan


itu diganggu oleh jin yang usil sehingga merasa ada yang ngomong tapi tak jelas.


Kadung udah nanya, Rakasiwi akhirnya ngomong, " Nggak jauh lagi kok, setelah lampu


merah belok kanan terus lampu merah lurus beberapa kilo berbelok kiri, udah nyampe


deh."


"Oh iya,iya."


Prita mengawasi jalan dan mengangguk.


"Kamu dulu smunya di mana?"


Rakasiwi menolehi gadis yang malam itu terlihat berbeda sekali. Dan wangi yang halus


sesekali tercium dari gadis itu.


"A-aku emmm smu tiga puluh sembilan."


"Oh, teman-temanku juga banyak yang di smu itu, yang dekat  komplek kopasus kan?"


Prita mengangguk kepalanya lagi. Masa-masa di smu bagi Prita tidaklah terlalu indah.


Ia dikenal sebagai gadis yang cuek dan cool. Bagi beberapa temannya justru saat itu


adalah masa yang paling indah, masa remaja. Apa lagi yang sudah menjalin cinta, jalan


kaki dari jalan raya hingga ke sekolah tidak terasa cape.


Prita tak akan lupa kenangan ke sekolah, lebih sering berjalan kaki bersama rombongan


teman-teman lain. Hitung-hitung olah raga. Jika waktunya mepet terpaksa terburu-buru


naik beca, dan makanan empuk buat abang beca suka sewenang-wenang naikin harga.


Mending ngajak teman, jatuhnya lebih murah karena patungan. Juga ada teman yang


bisa melawan kesewenangan abang beca.


Kisah cinta teman-teman penuh kenangan, cinta monyet, ada yang romantis berbunga


bunga, ada yang main kejar-kejaran sudah seperti film India, yang malu-malu tapi mau.


Serta ada yang putus nyambung entah berapa kali. Mereka lucu, jahil, konyol  dan masing-


masing memiliki kelebihan serta kekurangan yang membuat seseorang di kenang.


Sedang kisah cintanya? Prita menoleh ke luar jendela. Beberapa laki-laki kakak kelasnya


ada yang gencar mendekatinya. Memanggil namanya saat ia lewat atau sengaja mendatangi


untuk mengajak mengobrol, bahkan mengajak pulang bareng naik motor, alasannya


biar jangan cape. Tetapi tidak ada satu pun yang membuatnya terjerat cinta masa smu.


Prita fokus dengan cita-citanya menjadi wanita yang sukses dan membanggakan. Ia


mengabaikan semua pria-pria tampan dan tajir yang melirik pada kecantikannya. Prita


tidak akan pernah tertarik pada seorang pria sebab hartanya. Cintanya adalah tentang


rasa, bukan kemewahan.


"Kalian, tidak mengadakan reuni?"


Rakasiwi memecahkan kebisuan diantara mereka. Prita menoleh.


"Emm belum, baru juga berpisah dua tahun. Belum terlalu kangen."


Rakasiwi mangut-mangut, "Iya sih ini juga reunian teman-teman dekat aja, teman


sekelas, judulnya juga mendadak reuni dan dinner."


Prita tersenyum, He he he tertawa kecil, "Nggak apalah mengisi liburan juga."


"Yup, kamu betul sekali, nah kita sudah sampai, hemm itu Edo dan Cindy udah


duluan aja, kepedean banget mereka."


Mereka akhirnya memasuki sebuah restoran, ada salah satu yang menyambut


mereka di depan dan mengantar ke belakang.


"Hello Bro, apa kabar?"


Rakasiwi dan temannya itu bersalaman erat dan memeluk sambil menepuk-nepuk


bahu, akrab sekali mereka. Mata temannya itu menolehi Prita dan tersenyum.


"Hello ibu Rakasiwi!" godanya.


Prita membalas tersenyum, ia berharap nanti bertemu dengan Cindy, sehingga

__ADS_1


tidak merasa asing dan sendirian, meski ia bersama Rakasiwi, siapa tau pria muda


itu nanti sibuk dengan teman-temannya.


Dan mereka muncul di pintu, semua mata tertuju pada Rakasiwi dan gadis cantik


yang bersamanya. Siapa yang tidak mengenal Rakasiwi, dia sangat tampan, berwajah


segar, jernih serta mempesona. Guru-guru menyukainya, kepala sekolah hingga semua


yang berada di sekolah tersebut. Bagaimana tidak, dia pernah menjabat sebagai


ketua osis, pemain gitar yang hebat serta selalu menyumbang sekolah dengan


jumlah yang besar.


Gadis-gadis memujanya dengan caranya sendiri, ada yang diam-diam memiliki rasa


itu dan menyimpannya sendiri. Ada yang dengan pede mendekatinya setiap ada


kesempatan, ada yang menulis pesan rahasia di handphone, bahkan ada yang


mengungkapkan perasaannya ketika valentine tiba. Mengirim kado serta gambar


berbentuk hati, tetapi tidak berani menuliskan namanya. Takut sakit hati jika ditolak


oleh Rakasiwi.


Mulut gadis-gadis yang telah hadir di sana melongo oleh aura pesona Rakasiwi


mereka menunggu-nunggu dengan hati berdebar, dan bertanya-tanya dalam


hati apakah dia sudah memiliki pacar. Dari orang terpercaya ada yang bilang


Rakasiwi belum memiliki pacar, sehingga gadis-gadis itu memiliki harapan besar


serta mimpi indah. Mereka telah berdandan secantik-cantiknya, tetapi bagaimana


mungkin ternyata dia datang bersama gadis cantik, dan mereka serasi sekali.


Tiba-tiba saja mereka merasa sangat kecil dibandingkan gadis yang bersama


Rakasiwi di sana, terlihat meraih tangan gadis itu dan berbarengan memasuki


ruangan.


"Rakasiwi! wah kau datang dengan pacarmu ya, luar biasa!"


Teman-temannya semua menyalami dan berpelukkan. Gadis-gadis juga


menghampiri, memandangi masih dengan pandangan memuja.


"Pa kabar Ka? kapan pulang dari Jokja?"


pria itu dengan terus terang. Sementara dengan Prita ia hanya menyapa


sekilas dan berlalu.


"Perhatian! perhatian!, teman-teman ayo maju semua, yang masih di luar


masuk, karena acaranya segera kita mulai saja."


Ternyata Alan yang menjadi ketua panitianya, dia dan tiga orang yang memprakarsai


acara tersebut. Mumpung mereka masih baru berpisah dan belum direcoki oleh


kesibukkan, maka Alan berpikir untuk membentuk pertemanan dimulai dari mereka


yang sekelas. Kedepannya mungkin pertemanan reuni mereka bisa bertambah


dengan teman-teman lainnya.


Acara tersebut dibuka oleh Alan dengan banyak kata-kata ucapan terima kasih


karena mereka semua telah datang memenuhi undangannya, ia juga mengatakan


ide, harapannya agar teman-temannya selalu datang dan perduli dengan wadah


mereka ini.


Belakangan mereka sepakat untuk memilih ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris


dan  seksi-seksi lainnya.


Alan langsung memanggil Rakasiwi menunjuknya sebagai ketua, ia menanyakan


pada teman-temannya  apakah setuju jika mendadak reuni itu memilih Rakasiwi


sebagai ketua. Dan semua setuju oleh pilihan itu. Mereka semua tau siapa


Rakasiwi.


"Bro, Loe sekarang jadi ketua, beri ucapan sedikit buat kita-kita semua di sini.


mana kita sudah kangen bro dengan suara loe, iya kan teman-teman?"


"Iya benar, maju Ka! maju Ka!"


Semua menyuruh Raka maju untuk mengucapkan sepatah dua patah kata.


"Hah! kalian ini membuatku repot saja!"


Rakasiwi beranjak keluar dari bangkunya, ia menyentuh bahu Prita. Sentuhan

__ADS_1


yang membuat Prita seperti tersetrum listrik. Sentuhan serasa mereka telah


sangat dekat.


Rakasiwi tersenyum pada semua teman-temannya, Ia mengucapkan terima


kasih atas kepercayaan yang diberikan.


"Saya mesti ngomong apa ini ya, tiba-tiba ada undangan reuni, dan sekarang


mendadak ditodong jadi ketua, emmm nggak diterima tak enak, kalau diterima


takut mengecewakan."


"Tidak akan mengecewakan! lanjut jadi ketua kita."


"Ok, baiklah saya menerima amanah ini, dan saya akan melihat apa yang bisa


kita kerjakan kedepannya yang bermanfaat serta silaturahim yang terjalin


terus diantara kita."


Rakasiwi bisa membuat teman-temannya terpukau, tak terlalu banyak


kata-kata tetapi mengena dan semua setuju dengan yang ia katakan.


Selanjutnya, sajian dinner serta musik yang sering mereka dengar saat


smu dulu.


Selintasan pagi yang ceria saat mereka datang ke sekolah, lagu-lagu manis


telah menyambut mereka, yang paling sering adalah lagu ekspresikan diri!


seperti saat ini, dan beberapa diantara mereka telah menari mengikuti musik.


'Begitu banyak yang ada di hati


Menanti terkuak


Ingin mengungkapkan


Dan mencurahkan


Berbagai rasa dan kesan


Tentang kehidupan


Begitu sarat yang ada di benak


Menunggu tersirat


Ada sgala cara


Dan berbagai jalan


Untuk mewujudkan


Dan berbagai jalan


Kedalam cipta dan seni


hasrat di hati khayalan


Mari berkarya


dalam puisi dan lagu


Mari berkarya


musik dan tari  layar perak


panggung gerak


adalah tempat kita


Insan dunia ekspresikan diri


Mereka semua akhirnya menari bersama. Prita memandangi Cindy


yang tampak nyaman dengan suasana tersebut, sesekali ia berbincang


dengan Edo, mereka pasangan yang indah.  Sementara Alan sesekali


menatap ke arahnya. Saat Rakasiwi sedang mengambil buah, Alan


mendekat ke arahnya dan berbisik, "Sombongnya! pantasan saja!  sampai tak mau


kenalan, ternyata sudah jadian ya sama Rakasiwi, selamat ya."


Prita tak sempat menjawabnya.


Bersambung


 


Terima kasih banyak ya telah membaca dan memberikan like, komen


serta vote, saya sangat berterima kasih.


 


 

__ADS_1


__ADS_2