Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 148.Kisah Ayah Jae


__ADS_3

Darto Keling beranjak meninggalkan ruangan ayah Jae. Ia sudah mendapat


semua hal tentang Prita. Ia berjanji akan membawa gadis itu ke hadapan


bosnya ayah Jae.


Darto sangat menginginkan sebuah cafe atau karaoke untuk usaha menghidupi


keluarganya. Selama ini  Darto hanya menggantungkan kehidupan keluarganya


dari bekerja sebagai centeng di tempat-tempat usaha ayah Jae. Gaji bulanan


yang hanya cukup untuk keperluan harian keluarga.


Darto sudah mengamati kehidupan ayah Jae yang berkecukupan. Hidupnya seperti


seorang raja. Tinggal perintah ini dan itu, beli tanah di berbagai kota, apartemen


mobil bahkan kapal pesiar. Bagaimana bisa hidupnya seperti raja? padahal awalnya


hidupnya sama seperti dirinya. Luntang-lantung tak karuan sampai kemudian ia


bekerja pada seorang pengusaha kaya raya.


Ayah Jae mulanya adalah seorang anak muda perantauan. Ia mencoba peruntungan


di kota besar dengan segala ilmu serta ketrampian yang ia miliki. Tak butuh lama


Jaelane nama laki-laki tersebut diterima bekeja sebagai supir di rumah pak Hendra


seorang pengusaha sukses.


Sosok Jaelane yang tekun, baik serta jujur membuat majikan laki-laki dan perempuan


menyukainya. Hingga sangat mempercayainya seratus persen. Kepercayaan yang


akhirnya sangat merugikan.


Setelah bekerja beberapa tahun dan mendapatkan kepercayaan yang besar, Jaelane


bukan lagi sebagai supir bagi istrinya, melainkan kekasih terselubung. Setiap kali


sang suami pergi, maka perempuan itu sudah berencana menggoda Jaelane supirnya


yang ganteng dan tampan.


Jaelane memang memiliki sosok anak muda kota. Bertubuh tinggi tegap, kulit langsat


wajahnya tampan, dengan hidung mancung serta bibir sedang, tidak ketipisan dan juga


tak ketebalan, sedang-sedang saja. Sosok anak muda  yang segar bugar serta murni


dan tak macam-macam.


Ketampanan Jaelane  itu berasal dari dalam dirinya serta kebaikan hatinya. Seperti halnya


Julaikha  jatuh cinta pada ketampanan Yusup. Kisah itu terulang kembali kedalam diri


Noerhayati istri tuan Hendra.


Pertama kali Jaelane datang ke rumah itu sebagai supir untuk suami dan sesekali


ia juga boleh memakainya untuk mengantar belanja, arisan serta ke salon atau


bertemu teman-temannya.


Bukan hanya dirinya saja yang terpesona pada ketampanan dan kerupawanan


laki-laki itu tapi juga teman-temannya. Mereka bilang Jae mirip bintang film pujaan


wanita si Indra Bruggman. Model tubuhnya dan juga rambutnya, serta raut wajahnya


persis si bintang sinetron Jenny oh Jenny.

__ADS_1


Hal tersebut semakin memperkuat keinginan Noerhayati untuk memiliki Jaelane. Ia


merasa jenuh dengan Hendra yang sudah semakin tua dan terlihat tak menarik. Ia juga tidak


seperti pengusaha-pengusaha lain yang perlente dan bergaya. Hendra terkesan


sederhana dan bersahaja.


Kesalahan lainnya, ia begitu mempercayai Jaelane, melibatkan laki-laki muda itu


pada bisnisnya. Mempercayainya seratus persen seperti pada anaknya sendiri.


Hingga apa yang terjadi, suatu hari ia terbunuh di rumahnya sendiri, tidak ada


yang mengetahui penyebab kematiannya.


Jaelane tersenyum licik, ia sudah menghilangkan seorang penghalang. Noerhayati


yang sedang jatuh cinta pada Jae, seperti kerbau di cocok hidung meracuni suaminya


dengan racun racikkan sendiri. Noerhayati dulunya pernah sekolah farmasi hingga


ia paham bahan-bahan kimia yang mematikan dengan cepat, dan ada yang pula


yang perlahan dan tidak terdeteksi.


Otomatis setelah tuan Hendra meninggal tanpa seorang anak, Jaelani memegang


kendali usaha milik tuan Hendra. Tiga  tahun cukup baginya belajar bagaimana


menjadi seorang pengusaha seperti  Hendra. Ia juga menyelesaikan kuliah


bisnisnya dengan nilai bagus. Saat malam ketika menjadi supir ia segera


mendaftarkan dirinya di sebuah sekolah tinggi dan mengambil kelas karyawan.


Tepat saat tuan Hendra meninggal, ia menyelesaikan kuliahnya. Dan memulai


kehidupannya sebagai pewaris Hendra. Tentu saja, yang membunuh Hendra


keras bagaimana caranya melenyapkan perempuan itu. Karena ia mulai


bosan dan muak.


Ia takut suatu saat perempuan itu meracuninya secara diam-diam, sebab itu


tak lama setelah kematian Hendra ia menyusun sebuah skenario kecelakaan


mobil di luar kota. Ia sendiri yang mengemudikan mobilnya, itu adalah satu-satunya


cara melenyapkan perempuan itu. Memang sangat beresiko karena ia sendiri yang


mengemudikan kenderaan itu dan menabrakkannya ke sebuah tiang di pinggir


jalan yang menyebabkan benturan keras hingga membuat mobil tersebut terpelanting


dan masuk ke jurang di pinggir jalan.


Dalam keadaan yang sangat riskan Jaelani berhasil melompat dan membuang dirinya


ke rerumputan sementara kenderaan tersebut meluncur deras menerjang


bebatuan dan meledak! Api merah kehitaman membubung keatas bersama nyawa


Noerhayati. Jaelani sendiri turun mendekat dan memukul kepalanya  hingga ia


pingsan.


Saat ia siuman dirinya telah berada di rumah sakit. Ia berpura-pura sangat


ketakutan, serta sakit. Bahkan ia membisu ketika petugas bertanya kepadanya.


Dokter bilang bahwa laki-laki itu sangat shok terhadap kejadian yang menimpanya

__ADS_1


pertanyaan tentang kejadian tersebut akan semakin memperparah keadaannya.


Petugas kepolisian akhirnya mengalah dan berpesan pada dokter agar segera


mengabari jika pasien telah bisa berkomunikasi.


Singkatnya, Jaelane terbebas dari segala birokrasi, sempat ada beberapa saudara


Hendra yang datang untuk mengklaim hartanya, tetapi Jaelane menanganinya


dengan mudah. Ia sekarang yang mengendalikan perusahaan, dengan mengeluarkan


beberapa ratus juta,  masalah selesai.


Selanjutnya perlahan dan pasti ia mengubah dan memindahkan seluruh usaha serta


perusahaannya ke bentuk lain yang berbeda dengan usaha serta perusahaan


Hendra, sehingga tidak ada ciri  Hendra  yang tertinggal sedikit pun. Sekarang


semuanya adalah berciri khas Jaelane. Hendra telah hilang tanpa bekas.


Darto bertemu dengan laki-laki itu di sebuah bar. Darto bekerja sebagai  keamanan


di sana. Lama kelamaan barulah Darto tau bar tersebut milik ayah Jae. Dia kesana


bersikap sebagai tamu untuk bertemu dan melihat gadis-gadis muda yang cantik


kadang ia membayar dan menikmatinya. Tak jarang hanya datang untuk minum


dan melihat-lihat saja. Begitulah hari-hari Jaelane.


Bertahun ia menjalani bisnisnya tersebut, ia ketakutan jatuh miskin sehingga


sangat menjaga usaha dan bisnisnya. Tidak ada seorang pun yang bisa


mendekati dirinya, kecuali dia sendiri yang mendekat. Begitu juga pada perempuan


ia sangat ketakutan kejadian yang dialami oleh Hendra terjadi padanya. Sebab


itu hingga usianya sekarang kepala lima, ia belum juga menikah. Ia mencurigai


semua perempuan sama seperti Noerhayati.


Hatinya berdetak dan berdebar  kala melihat Prita. Gadis itu mengingatkannya


pada seseorang. Berani, cantik, kenes, keras dan melakukan sesuatu sesuka hatinya.


Gadis itu keberaniannya mirip Ratna kekasihnya semasa remaja.  Setelah usai


menyihir semua aset perusahaan Hendra menjadi miliknya. Ia kembali ke


kampungnya.


Jaelane atau ayah Jae melamun  mengenang masa lalu yang indah sekaligus


pahit. Yuk lah kita flasback ke lamunannya Jaelane atau ayah Jae he he he


Sementara Prita dan Rakasiwi sedang menikmati indahnya hari-hari. Mereka


sekarang sering saling mengirim pesan. Rakasiwi yang memulai.


"Hello, semoga harimu menyenangkan."


Sembari  mengirim lambang senyum lebar.


"Aamiin, doa yang sama."


Prita masih malu-malu, maklum belum pernah sekali pun dekat sama


seorang pria.


 

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2