
Darto Keling beranjak meninggalkan ruangan ayah Jae. Ia sudah mendapat
semua hal tentang Prita. Ia berjanji akan membawa gadis itu ke hadapan
bosnya ayah Jae.
Darto sangat menginginkan sebuah cafe atau karaoke untuk usaha menghidupi
keluarganya. Selama ini Darto hanya menggantungkan kehidupan keluarganya
dari bekerja sebagai centeng di tempat-tempat usaha ayah Jae. Gaji bulanan
yang hanya cukup untuk keperluan harian keluarga.
Darto sudah mengamati kehidupan ayah Jae yang berkecukupan. Hidupnya seperti
seorang raja. Tinggal perintah ini dan itu, beli tanah di berbagai kota, apartemen
mobil bahkan kapal pesiar. Bagaimana bisa hidupnya seperti raja? padahal awalnya
hidupnya sama seperti dirinya. Luntang-lantung tak karuan sampai kemudian ia
bekerja pada seorang pengusaha kaya raya.
Ayah Jae mulanya adalah seorang anak muda perantauan. Ia mencoba peruntungan
di kota besar dengan segala ilmu serta ketrampian yang ia miliki. Tak butuh lama
Jaelane nama laki-laki tersebut diterima bekeja sebagai supir di rumah pak Hendra
seorang pengusaha sukses.
Sosok Jaelane yang tekun, baik serta jujur membuat majikan laki-laki dan perempuan
menyukainya. Hingga sangat mempercayainya seratus persen. Kepercayaan yang
akhirnya sangat merugikan.
Setelah bekerja beberapa tahun dan mendapatkan kepercayaan yang besar, Jaelane
bukan lagi sebagai supir bagi istrinya, melainkan kekasih terselubung. Setiap kali
sang suami pergi, maka perempuan itu sudah berencana menggoda Jaelane supirnya
yang ganteng dan tampan.
Jaelane memang memiliki sosok anak muda kota. Bertubuh tinggi tegap, kulit langsat
wajahnya tampan, dengan hidung mancung serta bibir sedang, tidak ketipisan dan juga
tak ketebalan, sedang-sedang saja. Sosok anak muda yang segar bugar serta murni
dan tak macam-macam.
Ketampanan Jaelane itu berasal dari dalam dirinya serta kebaikan hatinya. Seperti halnya
Julaikha jatuh cinta pada ketampanan Yusup. Kisah itu terulang kembali kedalam diri
Noerhayati istri tuan Hendra.
Pertama kali Jaelane datang ke rumah itu sebagai supir untuk suami dan sesekali
ia juga boleh memakainya untuk mengantar belanja, arisan serta ke salon atau
bertemu teman-temannya.
Bukan hanya dirinya saja yang terpesona pada ketampanan dan kerupawanan
laki-laki itu tapi juga teman-temannya. Mereka bilang Jae mirip bintang film pujaan
wanita si Indra Bruggman. Model tubuhnya dan juga rambutnya, serta raut wajahnya
persis si bintang sinetron Jenny oh Jenny.
__ADS_1
Hal tersebut semakin memperkuat keinginan Noerhayati untuk memiliki Jaelane. Ia
merasa jenuh dengan Hendra yang sudah semakin tua dan terlihat tak menarik. Ia juga tidak
seperti pengusaha-pengusaha lain yang perlente dan bergaya. Hendra terkesan
sederhana dan bersahaja.
Kesalahan lainnya, ia begitu mempercayai Jaelane, melibatkan laki-laki muda itu
pada bisnisnya. Mempercayainya seratus persen seperti pada anaknya sendiri.
Hingga apa yang terjadi, suatu hari ia terbunuh di rumahnya sendiri, tidak ada
yang mengetahui penyebab kematiannya.
Jaelane tersenyum licik, ia sudah menghilangkan seorang penghalang. Noerhayati
yang sedang jatuh cinta pada Jae, seperti kerbau di cocok hidung meracuni suaminya
dengan racun racikkan sendiri. Noerhayati dulunya pernah sekolah farmasi hingga
ia paham bahan-bahan kimia yang mematikan dengan cepat, dan ada yang pula
yang perlahan dan tidak terdeteksi.
Otomatis setelah tuan Hendra meninggal tanpa seorang anak, Jaelani memegang
kendali usaha milik tuan Hendra. Tiga tahun cukup baginya belajar bagaimana
menjadi seorang pengusaha seperti Hendra. Ia juga menyelesaikan kuliah
bisnisnya dengan nilai bagus. Saat malam ketika menjadi supir ia segera
mendaftarkan dirinya di sebuah sekolah tinggi dan mengambil kelas karyawan.
Tepat saat tuan Hendra meninggal, ia menyelesaikan kuliahnya. Dan memulai
kehidupannya sebagai pewaris Hendra. Tentu saja, yang membunuh Hendra
keras bagaimana caranya melenyapkan perempuan itu. Karena ia mulai
bosan dan muak.
Ia takut suatu saat perempuan itu meracuninya secara diam-diam, sebab itu
tak lama setelah kematian Hendra ia menyusun sebuah skenario kecelakaan
mobil di luar kota. Ia sendiri yang mengemudikan mobilnya, itu adalah satu-satunya
cara melenyapkan perempuan itu. Memang sangat beresiko karena ia sendiri yang
mengemudikan kenderaan itu dan menabrakkannya ke sebuah tiang di pinggir
jalan yang menyebabkan benturan keras hingga membuat mobil tersebut terpelanting
dan masuk ke jurang di pinggir jalan.
Dalam keadaan yang sangat riskan Jaelani berhasil melompat dan membuang dirinya
ke rerumputan sementara kenderaan tersebut meluncur deras menerjang
bebatuan dan meledak! Api merah kehitaman membubung keatas bersama nyawa
Noerhayati. Jaelani sendiri turun mendekat dan memukul kepalanya hingga ia
pingsan.
Saat ia siuman dirinya telah berada di rumah sakit. Ia berpura-pura sangat
ketakutan, serta sakit. Bahkan ia membisu ketika petugas bertanya kepadanya.
Dokter bilang bahwa laki-laki itu sangat shok terhadap kejadian yang menimpanya
__ADS_1
pertanyaan tentang kejadian tersebut akan semakin memperparah keadaannya.
Petugas kepolisian akhirnya mengalah dan berpesan pada dokter agar segera
mengabari jika pasien telah bisa berkomunikasi.
Singkatnya, Jaelane terbebas dari segala birokrasi, sempat ada beberapa saudara
Hendra yang datang untuk mengklaim hartanya, tetapi Jaelane menanganinya
dengan mudah. Ia sekarang yang mengendalikan perusahaan, dengan mengeluarkan
beberapa ratus juta, masalah selesai.
Selanjutnya perlahan dan pasti ia mengubah dan memindahkan seluruh usaha serta
perusahaannya ke bentuk lain yang berbeda dengan usaha serta perusahaan
Hendra, sehingga tidak ada ciri Hendra yang tertinggal sedikit pun. Sekarang
semuanya adalah berciri khas Jaelane. Hendra telah hilang tanpa bekas.
Darto bertemu dengan laki-laki itu di sebuah bar. Darto bekerja sebagai keamanan
di sana. Lama kelamaan barulah Darto tau bar tersebut milik ayah Jae. Dia kesana
bersikap sebagai tamu untuk bertemu dan melihat gadis-gadis muda yang cantik
kadang ia membayar dan menikmatinya. Tak jarang hanya datang untuk minum
dan melihat-lihat saja. Begitulah hari-hari Jaelane.
Bertahun ia menjalani bisnisnya tersebut, ia ketakutan jatuh miskin sehingga
sangat menjaga usaha dan bisnisnya. Tidak ada seorang pun yang bisa
mendekati dirinya, kecuali dia sendiri yang mendekat. Begitu juga pada perempuan
ia sangat ketakutan kejadian yang dialami oleh Hendra terjadi padanya. Sebab
itu hingga usianya sekarang kepala lima, ia belum juga menikah. Ia mencurigai
semua perempuan sama seperti Noerhayati.
Hatinya berdetak dan berdebar kala melihat Prita. Gadis itu mengingatkannya
pada seseorang. Berani, cantik, kenes, keras dan melakukan sesuatu sesuka hatinya.
Gadis itu keberaniannya mirip Ratna kekasihnya semasa remaja. Setelah usai
menyihir semua aset perusahaan Hendra menjadi miliknya. Ia kembali ke
kampungnya.
Jaelane atau ayah Jae melamun mengenang masa lalu yang indah sekaligus
pahit. Yuk lah kita flasback ke lamunannya Jaelane atau ayah Jae he he he
Sementara Prita dan Rakasiwi sedang menikmati indahnya hari-hari. Mereka
sekarang sering saling mengirim pesan. Rakasiwi yang memulai.
"Hello, semoga harimu menyenangkan."
Sembari mengirim lambang senyum lebar.
"Aamiin, doa yang sama."
Prita masih malu-malu, maklum belum pernah sekali pun dekat sama
seorang pria.
__ADS_1
Bersambung