Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 253. Prita Dan Rakasiwi Menikah


__ADS_3

Tiba waktunya Prita  dipingit. Orang tua bilang calon pengantin mesti tinggal di rumah menjelang pernikahannya. Tak boleh keluyuran kemana-mana. Yang perlu dilakukan oleh seorang perempuan di saat itu adalah merawat dirinya hingga nanti ia terlihat cantik bercahaya. Hingga membuat suaminya takjub. Begitu juga para tamu undangan pasti senang dengan aura sang pengantin yang mempesona.



Dari salon yang dipercaya merias dirinya nanti, Prita mendapat perawatan sejak dua bulan sebelumnya.  Ia beberapa kali datang ke salon tersebut. Atau sebaliknya pemilik salon yang mengunjungi Prita.  Sang perias sangat telaten dengan perawatan Prita. Mulai dari perawatan rambut. Ia mendapatkan nasehat agar mencuci rambut dengan shampo yang tepat. Ia mendapatkan paket perawatan rambut untuk keindahan dan wangi yang bertahan di setiap helainya. Prita juga dianjurkan makan makanan yang kaya dengan vitamin B, seperti ikan, kacang dan telur. Perawatan luar dengan rutin memijat kulit kepala dan deep conditioning.


Karena Prita memiliki kulit wajah yang bersih ia tidak mesti melakukan facial, cukup pembersihan yang tak rumit. Periasnya menganjurkan Prita banyak minum air mineral secara rutin agar kulit berkilau alami dari dalam. Untuk mata, perias memiliki krim mata yang cukup dioles setiap malam. Tetapi yang terpenting Prita cukup istirahat, tidak begadang, dan tidur larut.  Menghindari makanan asin karena bisa menyebabkan mata terlihat bengkak.


Masih nasehat dari ibu perias, untuk sebuah ciuman romantis setelah janji suci pastikan bibir sehat dan terhindar dari masalah pecah-pecah. Bibir bisa dirawat dengan mengaplikasikan citamin e dalam bentuk stik.  Mengeksfoliasi bibir seminggu sekali dan jangan lupa mengoleskan sunscreen. Bisa dipastikan bibir bebas kering dan terlihat juicy


Jangan dilupakan perawatan leher, tulang selangka dan tentunya payudara. Kulit di bagian ini membutuhkan perhatian khusus karena memiliki kandungan minyak yang sedikit. Ibu perias pengantin juga memberikan paket perawatan leher, serta payudara. Ia membalur lembut dengan pijatan di area leher, dada serta payudara. Gadis itu merasa malu dan geli. Kata sang perias, kulit pada bagian itu nanti akan menjadi sehat, kenyal, kencang dan ranum. Kata-kata yang membuat Prita merona. Sementara perempuan itu hanya tersenyum kecil. Bahkan menambahi jika nanti sang suami ketagihan menyentuh dan memilikinya lagi dan lagi hi hi hi.



"Ibu bisa saja ich."


Prita tersipu-sipu oleh kata-kata ibu perias.


"Lihat saja nanti teh, apa lagi dengan bentuk payudara teteh yang indah begini ditambah perawatannya hemmm, si Aa bisa-bisa minta mimi melulu hi hi hi."


Di dalam kamar Prita terdengar obrolan yang nyerempet-nyerempet ngeri. Gadis itu tak banyak pengetahuan mengenai hubungan perempuan dan laki-laki. Ibu perias sedikit-dikit memberitahu ini dan itu. Tak bosan berbincang-bincang dengannya. Perempuan yang menurutnya telah 25 tahun menangani pengantin. Ibunya dulu juga perias pengantin di desanya. Menurutnya di kampung tukang rias harus memilik lelaku sebelum merias. Banyak ritual untuk menciptakan riasan pengantin yang beraura dan bercahaya.  Tetapi ia sendiri lepas dari pengajaran ibunya. Ia belajar merias pengantin mengikuti metode internasional dan mengaplikasikan dengan kebutuhan sang pengantin.


Selanjutnya yang paling penting perawatan daerah kewanitaan. Agar malam pertama kondisinya dalam keadaan siap dan prima. Yang pertama cukur bulu-bulu dan merapikan daerah sekitar. Waxing, menjauhi douching dan sabun yang wangi. Jangan memakai ****** ***** yang ketat. Dan melakukan satu perawatan kewanitaan tradisional yang sudah turun-temurun yaitu ratus **** *. Prita menolak melakukannya. Ia melihat hal tersebut tidak perlu. Ia takut melakukannya pengasapan pada organnya meski menurut perias manfaatnya sangat banyak. Tetapi Prita tidak mengambil paket perawatan ratus tersebtu. Cukup dengan menjaga sendiri kebersihan daerah tersebut.


Hari-hari di rumah Prita melakukan semua yang bisa ia perbuat. Selain melakukan perawatan jasmani ia juga menguatkan rohani, dengan cara berpuasa dan berdoa. Ia membaca-baca  buku tentang pernikahan, serta menjadi perempuan pendamping suami. Berbagai hal yang dulu tak pernah ia dapatkan pelajarannya  sekarang mesti ia ketahui. Jangan sampai ia tidak tau apa-apa tentang semua hal tersebut. Meski pun tidak sempurna tetapi Prita mempersiap diri dengan baik.

__ADS_1


Elsa mendatanginya malam itu.


"Tenang saja, semua sudah siap untukmu."


Elsa terpesona oleh kecantikan Prita yang memancar.  Selanjutnya Elsa bilang  dekorasinya sangat mewah dan cantik. Sebuah hotel bintang lima menjadi tempat resepsi pernikahan Prita dan Rakasiwi. Besok Ia akan bertemu kekasih hatinya Rakasiwi. Sebulan dipingit dan tak bertemu dengannya membuat hati demikian tersiksa oleh rindu yang membuncah. Rindu sekaligus berdebar jika nanti bertemu pandang. Malam itu ia ditemani Elsa, Dian dan Marlina. Tegang dan membuat tak bisa tidur. Elsa dan teman-temannya berusaha membuatnya santai dan tenang. Mereka berbincang dan membuat lelucon sehingga Prita tertawaa lepas.


Pagi-pagi sekali Prita menyempatkan berendam di dalam bathtub di kamar mandi. Ia meletakkan ramuan mandi yang diberikan oleh ibu perias. Memejamkan mata dan mengusapkan bunga-bunga dan air hangat lembut ketubuhnya. Usai mandi ia sholat shubuh dan berdoa semoga acara pernikahannya berjalan lancar dan tidak ada halangan apa pun. Barulah ia siap didandani.  Begitu juga dengan Mama Risa, Mama Elsa, Yunna. Seluruh panitia dari pihak perempuan berdandan serentak di rumah tersebut. Acara pertama adalah akad nikah di rumah mempelai perempuan.  Persiapan telah dilakukan sejak dua hari yang lalu. Rumah Prita di pasang tenda serta bunga-bunga penghias, rumbai-rumbai pengantin yang meriah. Penduduk dan tetangga melihat pernikahan tersebut seperti putri Cinderella dan pangeran.


Tepat jam 8.00. Semua panitia dan keluarga besar Prita siap menyambut kedatangan Rakasiwi dan keluarga besar.


Terdengar dari pengeras suara bahwa pihak mempelai perempuan menerima dan sudah siap dengan acara akad nikah. Elsa, Dian dan Marlina mengatur setiap orang dengan penghormatan yang tinggi. Sehingga semua merasa sangat senang oleh penerimaan tersebut.  Ruang tamu yang cukup besar telah ditata  sedemian rupa hingga memuat kedua keluarga dan saksi untuk melakukan janji suci. Pak penghulu, paman Prita, serta ayah Rakasiwi serta semua saksi menunggu dengan berdebar.


Terlebih dahulu dengan doa oleh pemandu acara, kemudian pembacaan ayat suci Alquran, oleh seorang ustaz pengurus masjid di daerah Prita. Alunan suara yang merdu dan indah membuat suasana hening. Setelah selesai dilanjutkan oleh khutbah nikah yang disampaikan langsung oleh petugas dari KUA. Khutbah tentang pembekalan bagi kedua mempelai sekaligus mengingatkan tentang pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga.


Kedua acara sebelumnya meredakan suasana tegang yang dirasakan oleh kedua belah pihak. Demikian sakralnya sebuah pernikahan membuat keadaan sempat berdebar.  Barulah acara yang ditunggu tiba.  Prita  yang semula duduk jauh dari Rakasiwi dibimbing ke tempatnya, bersanding dengan Rakasiwi.  Sebuah selendang ditutupkan pada pundak keduanya.


"Bismillahirohmanirrohim, saya nikahkan engkau  dan kawinkan engkau Rakasiwi Bramantyo bin Husen Dengan pinanganmu, putri kami  Prita Pujaningrum Harun Alrasyid bin Sueb  dengan mahar seperangkat alat sholat  dan emas 54  gram serta uang  104 juta rupiah, dibayar tunai!"


"Saya terima pernikahan dan perkawinanan Prita Pujaningrum Harun Alrasyid bin Sueb dengan mahar seperangkat alat sholat, emas 54 gram serta uang 104 juta rupiah, dibayar tunai."


Alhamdulillah, Sah!


"Sah!"


Semua mengucapkan syukur karena telah selesainya janji suci Prita dan Rakasiwi, sekarang mereka sudah menjadi suami istri. Telah halal. Pak penghulu membolehkan Rakasiwi memberikan ciuman di kening, sedangkan boleh di bibir tapi nanti malam ha ha ha. Pak penghulu seseorang yang lucu dan banyak senyum.

__ADS_1


Acara telah menjadi santai dan ceria, doa nikah yang dibacakan bapak penghulu diaminkan oleh semua anggota keluarga. Selanjutnya penanda tanganan buku nikah, pernikahan mereka sah di mata hukum. Hidangan berdatangan untuk semua para tamu yang menghadiri akad nikah tersebut. Juga berbagi seratus nasi kotak dan amplop uang  untuk anak-anak yatim dan penduduk yang kekurangan. Sebagai tanda syukur keluarga atas pernikahan Prita.


Selanjutnya semua bersiap menuju hotel tempat resepsi. Kenderaan beriringan menuju tempat tersebut. Boy dan Melani serta team sukses pernikahan Rakasiwi-Prita telah siap menunggu. Gadis-gadis cantik berterbaran akan melayani dan menjaga suasana pesta tersebut hingga selesai. Acara akan dimulai jam sebelas. Suasana tempat mewah tersebut lenggang. Hanya ada beberapa panitia yang bertugas.


 




 


 




 


 


 


 

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2