
"Kau sudah mati Yunna! Kembali ketempatmu!"
Jaelany memberanikan dirinya menatap sosok tersebut. Ia menunjuk-nunjuk. Sosok Yunna berubah bengis dan menakutkan. Kukunya runcing dan setajam belati, darah bercucuran dari lehernya. Ia berjalan secepat kilat menerjang Jaelany kukunya mencengkram leher laki-laki itu. menghujamkan seluruh kuku-kuku runcing setajam belati itu ke leher. Sedikit pun tidak membiarkan peluang laki-laki itu melawan dan berontak.
Saat yang sama pintu terbuka dan beberapa polisi menyerbu masuk. Mereka semua terperangah melihat pemandangan mengerikan di depan kamar. Sosok perempuan yang tengah menghujamkan kuku-kuku tangannya ke batang leher dan menariknya hingga darah banjir diantara mereka. Terdengar tawa panjang, semua yang mendengar berdiri bulu romanya.
Tubuh Jaelany jatuh terhempas dengan leher tercabik-cabik. Dia kelojotan di lantai. Menggelepar seperti ayam yang dipotong. Suaranya terdengar mengerang dan tertahan. Tak lama tubuhnya diam. Sosok itu berbalik membuat semua terkejut dan melotot. Sosok yang mirip Yunna itu berjalan menuju pintu dan meninggalkan mereka semua. Rakasiwi dan Elsa yang datang bersama serombongan polisi tersebut terpaku.
"Prita!"
Elsa tersadar. Ia bergerak mencari Prita. Begitu juga Rakasiwi dan matanya melihat Prita yang tidur tertelentang di tempat tidur. Rakasiwi berdebar, ia takut terjadi sesuatu yang menimpa Prita. Tetapi agaknya Prita hanya tertidur amat nyenyak. Bau-bauan yang disemburkan kedalam kamar itu membuat Prita tertidur lelap. Rakasiwi memeluknya erat dan tak melepaskan pelukkan itu. Ia mengecup penuh rasa syukur telah menemukan kekasih hatinya.
Kejahatan Jaelany berhenti sampai di sini. Ia pikir hidupnya masih akan lama. Sehingga ia tidak mengucapkan satu patah kata pun. Tiba-tiba nyawanya direngut seperti ia juga merengut nyawa-nyawa yang tak bersalah. Para polisi mengurus tubuh Jaelany. Memeriksa dan memastikan benarkah laki-laki itu telah meregang nyawa. Elsa melihat sosok Yunna yang naik ke atas. Elsa meski dicekam oleh rasa takut tetapi ia mengikuti sosok itu. Ia menuju kamar dan mendapati baby Yunna yang sedang tertidur lelap. Pengasuhnya terkejut dan lari terbirit-birit meninggalkan baby Yunna.
Kepala sosok Yunna bergerak-gerak, tiba-tiba baby Yunna sudah berada di pelukkannya. Ia berbalik dan berserobok pandang dengan Elsa. Gadis itu tak berani menatap Yunna. Elsa merasa tubuhnya gemetar dan dingin. Tangannya terentang menerima baby Yunna. Elsa merasakan tubuh baby Yunna yang hangat dan geliatannya. Ia lengsung memeluk baby Yunna dan menepuk-nepuk pundaknya.
__ADS_1
Malam yang sangat mencekam. Sosok Yunna menghilang di kegelapan. Ia sekarang merasa lega sebab telah membalas kejahatan Jaelany terhadapnya dan teman-temannya. Ia merasa tenang telah menitipkan baby Yunna pada sahabatnya Elsa. Ia bisa tenang sekarang kembali ke alamnya.
"Tempat ini akan dijaga oleh polisi, dan yang tidak berkepentingan boleh pulang. Kalian.."
Sembari menatap pada Rakasiwi dan Elsa.
"Jika kami memerlukan keterangan akan memanggil kalian bertiga."
Rakasiwi dan Elsa mengangguk. Mereka semua akhirnya meninggalkan tempat itu. Rakasiwi dan Elsa membisu sepanjang jalan. Elsa memikirkan kejadian yang menimpanya. Ia terisak-isak sambil memeluk erat baby Yunna. Seandainya tadi Yunna tak menolongnya mungkin ia sudah menjadi perempuan penghibur di rumah hiburan Jaelany. Nyaris saja! Elsa terisak- isak mengingat kejadian itu.
Elsa mengigit bibirnya.
"Memang sudah lewat pak, sangat mengerikan! sangat menakutkan, Jaelany mengurungku dan Prita di bawah tanah. Ia menginginkan Prita. Dan dia akan melelangku di rumah hiburan."
__ADS_1
"Terlalu! akhirnya dia mendapatkan ganjarannya!"
Rakasiwi memutuskan membawa Prita ke rumah sakit, sebab gadis itu tak juga bangun. Padahal begitu banyak yang telah terjadi. Pria muda itu takut terjadi sesuatu terhadap Prita. Elsa setuju. Ia pun cemas pada Prita. Entah apa yang terjadi selama ia pergi.
***
Setahun Kemudian. Rumah itu ramai oleh suara-suara yang memberi semangat pada seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan. Baby Yunna tumbuh sehat dan sedang belajar berjalan. Ibu dan ayahnya yang menjaga baby Yunna jika Elsa pergi bekerja. Jika sore ia menuggu di teras dan berteriak-teriak.
"Bunda! bunda Elsa!"
__ADS_1
Bersambung