
Jaelany atau ayah Jae telah tiada. Tetapi ia memiliki seorang putra bernama Yundy. Tak terasa anak itu sudah berusia satu tahun. Selama ini Elsa dan keluarganya yang mengurus Yundy. Sebab Yunna sendiri yang memberikan Yundy kepadanya. Elsa merasa itu adalah sebuah amanah untuknya. Keluarga Yunna pernah mengambil Yundy tetapi Elsa menolaknya. Alasannya Yunna memberikan baby itu kepadanya.
Beberapa bulan setelah Jaelany meninggal seorang pria bernama Darto menemui Elsa. Mereka membicarakan harta peninggalan Jaelany. Yundy adalah pewaris keseluruhan harta Jaelany. Darto merupakan karyawan sekaligus teman dekat Jaelany. Laki-laki itu tidak tau apa yang mesti ia lakukan. Beberapa karyawan Jaelany mulai memperlihatkan taringnya saling menguasai dan merasa berhak mendapatkan bagian. Mereka yang selama ini setia pada Jaelany berkesempatan mengambil beberapa usaha milik Jaelany.
Semula Elsa tidak tertarik, tetapi Darto sangat perduli pada Yundy. Anak itu kelak harus meneruskan perusahaan milik ayahnya. Darto mengajak Elsa untuk membicarakan hal tersebut. Akhirnya demi kebaikan semuanya Elsa menerima beban untuk mengambil alih seluruh harta peninggalan Jaelany hingga kelak Yundy dewasa. Gadis itu tak pernah menyangka bahwa hidupnya berubah secara tiba-tiba.
Elsa mengajak keluarganya pindah ke rumah megah Jaelany. Bukan hanya keluarganya tetapi juga ibu Yunna dan adik-adiknya. Kebetulan ada dua rumah yang berdekatan. Elsa menyilahkan ibu Yunna yang memilih terlebih dahulu. Baru kemudian ia dan keluarganya. Yunna memilih berhenti bekerja dari cafe pria Idola. Lantas bersama Darto mengurus usaha rumah hiburan milik Jaelany.
Perlahan Elsa mengubah rumah hiburan menjadi cafe atau tempat minum biasa. Ia tidak menyertakan alkohol di tempat minumnya. Pengalamannya bekerja di cafe Pria Idola sedikit banyak sangat membantu. Ada beberapa rumah hiburan yang ditutup oleh Elsa sebab para wanita penghibur berusaha mempertahannya dan tak mau bekerja sebagai pramusaji. Penghasilan sebagai perempuan penghibur lebih besar dibanding menjadi pelayan. Pikir para perempuan itu. Terpaksa Elsa menutup rumah-rumah hiburan itu. Untuk mengusir perempuan-perempuan penggoda. Bahkan ia berniat menjualnya untuk memutus kesan mesum.
Setiap hari Elsa pergi untuk melihat usaha-usaha milik Jaelani. Ia menghilangkan semua kesan buruk rumah hiburan. Semua usaha rumah hiburan apa lagi rumah lelang perempuan dihilangkan. Darto menuruti saja apa yang diinginkan oleh bos barunya. Terus terang ia merasa lebih nyaman bekerja dengan Elsa. Gadis mungil itu ternyata
memiliki kemampuan memimpin ala kekeluargaan. Seluruh pekerja ia ayomi dan perlakukan dengan adil.
Hari ini Elsa pulang lebih cepat. Ia membeli banyak sekali barang dan makanan. Di rumah juga ibunya dan ibu Yunna memasak banyak hari ini. Wajah Elsa sumringah. Teringat bocah kecil yang berulang tahun hari ini. Ia ingin membuat bocah kecil itu ceria dengan doa serta nyanyian orang-orang yang mengasihinya. Elsa ingin bocah itu tidak merasakan bahwa ia tidak memiliki ayah dan ibu. Yundy memiliki dirinya dan juga keluarga besar yang menyayanginya.
"Yundy sayang! kamu dimana? bunda pulang nih."
__ADS_1
Elsa selalu memanggil nama Yundy setiap kali tiba di rumah. Bocah kecil itu langsung menoleh ke pintu saat mendengar suara yang sangat ia kenal. Bola matanya menatap tak lepas dan berusaha berdiri dengan bibir melebar hingga air liurnya bertetesan.
"Nda, Nda, bunda."
Baby Yundy tak sabaran bertemu Elsa. Baginya Elsa adalah ibunya, orang yang pertama kali berada dalam memori ingatannya. Yundy masih bayi merah saat Elsa membesarkannya penuh kasih sayang dan cinta.
"Ciluk baa!"
Elsa mengejutkan baby Yundy hingga anak itu terbengong sesaat lantas terkekeh sembari tangannya merentang meminta digendong oleh perempuan itu. Elsa langsung meraihnya dan menciumnya.
"Oh sudah mandi dan wangi ini, anak bunda, hbd anak ganteng bunda."
Tak lama ruangan itu telah penuh dengan anak-anak yang diundang oleh Elsa. Anak-anak karyawan dan tetangga. Elsa lantas mengucapkan terima kasih pada kehadiran anak-anak itu. Lalu mengajak semuanya berdoa dilanjutkan bernyanyi panjang umur. Yundy terbengong-bengong dan ikutan bertepuk tangan. Hari ini ia merasa berbeda dari hari-hari kemarin. Ia istimewa.
Anak-anak lalu disuguhi makanan dan minuman, nyanyian ceria yang membuat acara ulang tahun pertama Yundy
meriah dan ceria. Tak hentinya dia tertawa dan tersenyum. Neneknya juga sangat senang melihatnya. Air matanya menetes. Teringat putrinya yang telah tiada, telah pergi bersama ayahnya. Ibu Yunna memikirkan bahwa ayah Yunna menjaga putri mereka di sana.
__ADS_1
"Hbd Yundy, semoga menjadi anak yang sholeh."
Semua memberikan ucapan selamat ulang tahung yang pertama untuk Yundy.
"Terima kasih."
Sahut Elsa menirukan baby Yundy sembari memberikan bingkisan untuk tamu-tamu kecil Yundy. Mereka berlarian pulang sembari membawa bingkisan besar. Ulang tahun pertama baby Yundy sangat berkesan bagi mereka. Selama ini tidak pernah rumah megah itu terbuka dan didatangi tetangga dan karyawan. Baru kali ini. Mereka sangat senang dengan perubahan itu.
__ADS_1
Bersambung