Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 304 Cindy Bukan Rafunzel


__ADS_3

laki-laki muda itu tercekat oleh pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Ada debar-debar kecemasan sekaligus ketidakpercayaan pada berita yang terkirim kepadanya. Apakah benar itu dari ibu?


'Ibu!'


'Apa benar ini Ibu?'


'Iya ini ibu.'


Balik membalas pesan tersebut. Raffaza memijat kepalanya. Ia tak bisa berpikir dengan tenang.


'Ibu di mana?'


'Siapa yang menculik ibu?'


Raffaza mengirim pesan lagi secara cepat.


'Ibu tidak kenal, sekarang ibu dalam perjalanan tidak tahu mau dibawa kemana.'


Kemudian handphone ibunya tidak aktif. Berapa kali Raffaza mengirim pesan tetapi tidak dibaca. Terlihat hp ibunya sudah tak aktif. Ia mencoba menelpon dan tidak nada sambung.


Laki-laki muda itu kalang kabut, padahal saat itu ia sedang merencanakan sebuah hal yang menyangkut masa depannya. Ia takkan bisa melakukannya dengan pikiran yang terpecah antara rencananya serta ibunya yang sedang diculik.


Huahhhh!


Laki-laki itu meninju dinding di depannya hingga tinjunya memar. Merasa sangat kesal kenapa harus di waktu yang bersamaan? Baru saja ia merancang rencananya terhadap gadis yang sangat dia inginkan. Tapi tiba-tiba saja ibunya menulis pesan, dia diculik. Apa yang penculik itu lihat dari ibunya? Berani menculik sekali! apa yang diinginkan oleh orang itu hingga menculik.


Ibunya hanyalah seorang perempuan biasa saja. Tidak memiliki emas yang banyak. Tidak ada aset atau pun uang miliaran rupiah. Ibunya tidak punya apa-apa. Tapi kenapa dia harus diculik? Ada apa ini? laki-laki itu merosotkan tubuhnya di lantai.


Dia baru saja memecat dua anak buahnya yang gagal menjalankan perintahnya. Kemudian dia dengan cepat merubah rencana sebelumnya dengan rencana baru. Iya yakin itu akan berhasil.


Mengingat dirinya sudah berjasa dan berkontribusi besar terhadap perusahaan. Hal tersebut membuatnya mudah bertemu serta mendapat kepercayaan untuk bertemu ibu pimpinan perusahaan.


Dia telah menemukan bakat cemerlang di dalam pembuatan kue penutup dan kue teman minum dan membawanya ke perusahaan. Saat ini ia tau bahwa si pemilik bakat cemerlang itu sedang mendapatkan promosi besar-besaran di semua kantor cabang serta Mitra Cafe Pria Idola di seluruh Indonesia. Perusahaan telah mendapatkan keuntungan yang bertubi-tubi dari kue mungil tersebut yang laris seperti pisang goreng, bahkan lebih laris.


Jadi dia yakin Chindy Larasati si pimpinan perusahaan Cafe Pria idola tidak akan menolak jika dia mengajaknya Dinar.


"Maukah ibu dinner dengan saya?"


Mengingat hubungan yang baik serta kontribusi yang sudah begitu besar meski secara tidak langsung. Sudah pasti perempuan cantik nan menawan hatinya sungkan menolak.


"Iya saya mau."


Pasti perempuan cantik itu menjawab seperti itu.

__ADS_1


Dia sangat bahagia sekali mendengar jawaban perempuan itu sampai dia berteriak, Yes! Yes!!!


Ia melihat senyum simpul di bibir sang gadis idola.


"Baiklah kalau begitu saya jemput atau langsung ketemu di restoran ini?"


Gadis itu menimbang-nimbang sesaat seperti kebiasaannya. Lalu menjawab.


"Saya sedang tidak tidak menyetir, karena mobilnya masuk bengkel. Bagaimana kalau kau menjemputku di kantor dan kita bisa langsung pergi ke restoran Bagaimana menurutmu?"


"Oke baiklah saya sangat setuju. Selain makan malam ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan ibu pimpinan."


Dia yakin perempuan itu tidak akan menolaknya. Karena mengira ia pasti sudah mendapatkan ide cemerlang lainnya untuk kemajuan perusahaan Pria Idola.


Sebekum berpisah sekali lagi ia memastikan bahwa ia akan datang ke perusahaan untuk menjemput.


"Sampai jumpa Bu Cindy."


Mereka pergi malam itu. Memang benar ia mengajak makan malam dengan suasana yang sangat romantis. Di sana saat Cindy ke toilet ia memasukkan obat tidur ke minuman gadis itu.


Mereka berbincang-bincang hingga terlihat perempuan itu mengantuk. Ia bersorak dalam hati. Rencananya berjalan dengan mulus. Obat tidur itu sangat memudahkan rencananya.


Dia sudah merancang sebuah perjalanan menuju sebuah tempat rahasia yang telah Ia siapkan. Tidak akan ada orang yang yang mengetahuinya hanya dia dan Cindy Larasati.


Dia rela menukar kehidupannya saat ini dengan masa depan. Bersama perempuan cantik itu ia akan membangun dan menata kehidupan baru.


Selama beberapa jam Cindy tidak akan menyadari keadaan dirinya. Ia berada dimana dan bersama siapa? Cindy akan tidur selama perjalanan hingga mereka tiba di tujuan.


Gadis itu akan bangun dengan keheranan dan tidak percaya ia berada di sebuah tempat yang sangat indah sebuah Villa yang menghadap ke lembah biru.


Pemandangan yang sangat menakjubkan. Gadis itu akan bertanya padanya. Ini di mana? Kenapa aku berada di sini?


Lantas dia akan bersimpuh di kaki perempuan itu dan mengatakan isi hatinya. Bahwa semua ini terjadi karena Cinta!


Selama ini Ia memendam perasaannya. Ia meminta maaf karena sebab cinta ia melakukan hal itu. Membawa ke tempat yang sangat jauh. Dia melakukannya sekali lagi karena perasaan cinta yang sangat dalam.


"Aku ingin selalu berdekatan denganmu dan berdua hidup semati, selama-lamanya. Aku telah membeli villa untuk kita berdua. Kau tidak perlu bekerja keras lagi. Tetapi kau hanya tinggal menikmati saja. Lihatlah villa ini sangat indah dan kita memiliki kebun di kiri kanan depan belakang villla. Kita bisa menanam mangga, alpukat, buah naga atau apa saja yang kau inginkan."


"Tetapi kau tidak perlu perlu bekerja. Tubuhmu tidak akan berpanas-panasan di kebun. Karena hal itu bisa membuat tubuhmu terbakar panas matahari dan menjadi hitam dan kusam.


"Akan ada tukang-tukang kebun yang bekerja untuk kita, memasak, mencuci, dan membersihkan villa ini. Kau dan aku hanya menikmati saja."


Tentu pada mulanya Cindy Larasati akan menolak keras. Gadis itu marah dan berdebat dengannya. Cindy menangis dan ingin segera dikembalikan ke perusahaannya.

__ADS_1


Tapi sebegitu kuat dia ingin kembali tidak ingin bersamanya dan menangis sekuat tenaganya maka hal yang sama terjadi. Akan semakin kuat pula tekadnya untuk menjadikan gadis itu miliknya selamanya.


Cindy tidak bisa kembali ke perusahaan dan pada keluarganya. Karena dia akan mengirim surat perpisahan yang mengatakan bahwa anak perempuan mereka sudah menemukan kehidupan yang baru bersama seorang laki-laki yang ia cintai.


Ia baru saja menyadari cintanya ini pada saat-saat terakhir akan bertunangan. Kejadian lamaran itu adalah kesalahan. Sebab ia tidak pernah benar-benar jatuh cinta pada Alfredo.


Ia memutuskan bersama cinta sejatinya. Dan ia meminta maaf sebab keputusan yang begitu mendadak.


Dengan begitu orang tuanya tidak akan mencarinya. Karena anak perempuan mereka pergi atas kemauannya sendiri. Mereka percaya jika nanti anaknya ingin pulang maka pintu rumah selalu terbuka lebar.


Raffaza tahu usahanya tidaklah mudah. Gadis seperti Cindy tidak akan mudah ditundukkan. Gadis itu pasti akan berjuang keras untuk membebaskan dirinya.


Tapi tidak ada yang bisa meluluhkan perasaannya. Tangisan gadis itu ia akan berhenti dengan sendirinya saat ia bisa membuktikan diri bahwa Cindi tidak akan salah pilih. Dia adalah pria idola yang mencintai hanya satu orang wanita saja dan akan hidup dengan wanita itu selama-lamanya.


Mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia bersama anak-anak mereka di villa bukit biru tersebut.


Cinta sejati merupakan sebuah perjuangan dengan pengorbanan yang besar. Raffaza rela kehilangan semuanya demi untuk mendapatkan cinta sejatinya.


Ia dan Cindy akan tinggal selamanya di villa perbukitan di mana mereka berdua bisa melihat orang-orang yang naik ke perbukitan. Mereka bisa menolak bertemu dengan orang-orang itu.


Huahhhh!!!


Semua berakhir bahkan sebelum mulai. "Ibu! kau di mana?"


Raffaza bangun dan dengan panik mengingat ibunya yang saat ini sedang mengalami penculikan. Dia tidak tahu apakah ibunya baik-baik saja, atau telah terjadi sesuatu. Laki-laki itu sangat cemas dan takut sesuatu menimpa ibunya.


Raffaz berpikir untuk bisa segera menemukan ibunya. Sementara itu di sebuah tempat seorang perempuan telah menempati sebuah kamar yang diberikan kepadanya.


Hingga saat itu ia tidak tahu siapa orang yang telah menculiknya. Setiap kali dia bertanya siapa mereka dan apa yang diinginjan darinya selalu dijawab, bahwa mereka hanya menjalankan perintah saja.


Perempuan itu tidak bisa menolak karena ia berada di dalam tekanan dan ancaman. Akhirnya ia pun meninggalkan rumahnya dengan membawa sedikit barang-barang miliknya.


Ia menurut saja saat dirinya harus memasuki sebuah mobil dan mereka melakukan perjalanan yang sangat panjang. Hingga akhirnya menjelang malam mobil tersebut memasuki sebuah garasi rumah besar.


Sekilas saja ia melihat suasana rumah besar yang lenggang dan sepi. Dia langsung digiring memasuki sebuah kamar.


Agaknya kamar itu sudah dipersiapkan untuknya. Sebuah kamar yang nyaman dia bisa tidur dan mandi. Setelah berganti baju dan mengolesi tubuhnya dengan minyak kayu putih, pintu kamar terbuka. Seorang perempuan membawakan makanan untuknya. Juga minuman hangat yang segera ia reguk.


Perempuan itu sempat bertanya dia ada di mana dan rumah siapa ini? Tapi lagi-lagi perempuan yang mungkin adalah pelayan di rumah itu tidak bisa memberikan jawaban. Perempuan itu hanya tertunduk lesu Ia pun menikmati makan malamnya.


Perempuan itu ingat bahwa ia menyimpan handphonenya di saku jubahnya. Ia buru-buru mengambil dan menghidupkannya. Tak lama ia melihat gawainya itu banyak sekali pesan dan juga panggilan.


Taraaaaa! masih lanjut nihhh pria Idola jangan lupa like, vote, komen dan hadiah othor sangat berterima kasih. Happy reading

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2