Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 98 Baby Baru Untuk Baby Rakasiwi


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat. Bulan serta tahun. Baby Raka tumbuh menjadi anak laki-laki yang


tampan, menggemaskan  serta lucu. Baby Raka menjadi kesayangan kedua belah pihak dari


kakek dan neneknya. Kebahagian Raka dan juga Mardo. Tepat saat Baby Raka berusia dua


tahun, Mardo merasa mual, pusing dan pingsan saat di kantor.  Semua panik dan menghubungi


Raka. Pria itu datang dan melihat Mardo sudah siuman dan menciumi aroma therapi.


"Kenapa Mi? kita ke dokter yuk."


Penuh kecemasan Raka memaksa ke dokter langganan. Dan wajah ceria sang dokter mengatakan


bahwa baby Raka akan memiliki adik.  Kebahagian pasangan itu menjadi-jadi, Raka serta merta


menyongsong istrinya, "Mi, selamat kita akan memiliki bayi lagi, Baby Rakasiwi akan  punya adik."


Raka sangat gembira, ia segera mengabari keluarganya tentang berita baik itu. Dan semua


menyambut kebahagian itu penuh suka cita. Hari-hari saat menunggu kehamilan membesar


baby Raka menjadi sangat cengeng dan sensitip. Sedikit-sedikit menangis dan terisak. Menjadi


sangat manja.


Mardo kadang sampai kewalahan menghadapi baby Raka siwi, sampai membentak baby Raka.


Bukannya diam, baby Raka semakin menangis dan terisak-isak. Mardo terpaksa curhat pada


teman-temannya tentang baby Raka yang berubah menjadi sangat manja dan cengeng.


Teman-temannya bilang, itu memang naluri seorang anak. Merasa terancam dengan kedatangan


saudaranya. Merasa ayah dan ibunya akan mengabaikannya nanti. Tempatnya selama ini


akan diambil oleh saudaranya.


"Oh, begitukah? apa yang harus aku lakukan dengan baby Raka yang masih berusia dua tahun?"


Tidak ada jalan lain kecuali tetap sabar dan menerima kerewelan baby Raka, meyakinkan baby


Raka bahwa ia tetap di cintai dan disayangi oleh ayah dan ibu serta semua orang. Jangan sampai


ia melihat sedikit pun perubahan yang terjadi.


Mardo dan Raka mendikusikan hal tersebut, dan memberikan perhatian yang lebih besar pada


baby Raka. Juga memberitahu tentang perut ibunya yang kian hari semakin membesar. Raka dan


Mardo sama-sama menyentuhkan jemari kecil baby Raka pada perut Mardo.


"Ada adik di sini sayang, adiknya babang Raka."


Sekarang mereka mulai memanggil baby Raka dengan abang atau babang, untuk menumbuhkan


rasa kekakaannya. Setiap hari Raka dan Mardo melakukan hal tersebut, sehingga baby Raka


perlahan mengerti bahwa ia akan kedatangan seorang adik bayi. Setiap kali Raka mencium perut


Mardo yang perlahan membesar, baby Raka tak mau ketinggalan, ikut-ikutan mencium perut

__ADS_1


ibunya sembari berkata, "Adik, adik!"


"Iya adik ya bang! babang sayang sama adik?"


"Sayang, babang sayang adik."


Baby Raka tidak cemburu dan tidak  merasa terancam lagi dengan kedatangan adiknya, ia sekarang


ceria dan gembira menyambut kedatangan adiknya. Mereka bertiga menyiapkan penyambutan untuk


adik baby. Baby Raka ikut menyiapkan tempat tidur untuk adik baby. Ikut berbelanja keperluan adik


bayi, bahkan ikut ke dokter kandungan.


Hingga Mardo mengalami lagi apa yang dirasakannya dulu saat melahirkan baby Raka. Perutnya


mulas dan sakit. Kali ini tidak ada seorang pun di rumah. Papi dan Mami Bramantyo sedang pergi


memeriksa bisnis mereka, juga menjenguk Richi di Merauke. Sedang Papi dan Mami Wijawa


sudah hampir seminggu berada di luar kota di rumah Mangara. Istri Mangara baru saja melahirkan


putra yang pertama. Silvi sempat kosong beberapa tahun, hingga akhirnya kabar gembira itu


terhembus, kelahiran putri pertama Mangara hampir bersamaan dengan kelahiran anak kedua


Mardo dan Raka.


Mardo menyiapkan sendiri persalinannya, ia memasukkan tas bajunya ke mobil, menelpun


Patricia dan Khairani. Sebab tadi Raka pamit bertugas ke luar kota bersama Deni dan Sammy.


Menurut dokter kandungan Mardo baru akan melahirkan sebulan lagi. Maju lebih cepat dari


Beruntung Patricia dan Khairani sedang ada di rumah, segera menghambur ke rumah Mardo


dan berusaha dengan tenang membawanya ke rumah sakit bersalin. Mardo memberitahu


jangan dulu mengabari Raka, sebab siang itu dia sedang bertemu seseorang yang sangat


penting untuk bisnis mereka. Mardo yakin ia bisa melewati persalinan dengan baik.


Tidak jauh berbeda dengan baby Raka yang lahir  sore hari, putri kedua Mardo dan Raka


lahir siang hari, jam sebelas. Suasana saat itu meredup dan syahdu. Dan Mardo lebih


siap sehingga kelahiran putrinya berlangsung cepat dan lancar. Meski begitu Mardo sempat menangis


karena terharu. Semua orang-orang yang ia cintai dan sayang tidak ada satu pun yang


menyaksikan kehadiran bayi mungilnya yang cantik dan lembut.  Hanya Patricia, Khairani


dan teman-temannya Putri, Sashinata dan Grace.


Sore hari, barulah Raka mendapatkan kabar bahwa ia sudah menjadi ayah dari dua orang


anak. Ia tertegun karena tak menyangka percepatan kelahiran putri keduanya. Tak sabar


untuk bertemu, segera ia pulang dan meninggalkan pekerjaannya. Deni dan Sammy juga


memaksa ikut pulang karena ingin melihat bayi perempuan, keponakkan mereka. Bahkan

__ADS_1


rekan bisnis mereka ikut gembira oleh kabar gembira tersebut, dan tidak keberatan


menunda pertemuan tersebut.


Malam harinya, Raka, Deni dan Sammy sampai di rumah sakit. Pria itu segera mencium


kening istrinya, memeluk penuh cinta dan keharuan, "Terima kasih sayang, kita sudah


memberikan adik pada Baby Rakasiwi, kita sudah memiliki sepasang anak yang tampan


dan cantik, Pipi akan mengazani anak kita Mi."


Mardo mengangguk dan melepaskan Raka pergi ke ruang bayi. Pria muda itu terlihat


sangat bahagia menatap putri cantik yang sedang tertidur pulas. Suster mengijinkan


laki-laki itu menggendong bayinya. Mata Raka berkaca-kaca oleh sesuatu yang


menggerakkan hatinya. Ia mencium pipi bayi perempuan itu, dan dengan lembut


melantunkan azan di telinga bayi perempuan cantik itu.


Si baby mengeliat lembut dan mengintip lewat matanya yang kecil, sekejap saja lantas


kembali memejam dan tertidur pulas. Raka memeluk sepenuh cinta dan sayang di


hatinya. Kehidupannya telah lengkap dengan sepasang anak di kehidupannya dan


Mardo. Ia merasa sangat bahagia dan beruntung. Ia memiliki perempuan cantik, pintar


dan sangat mencintainya. Lalu Baby Raka yang membuat hari-harinya ceria dan


merasa gembira. Kelelahannya akan terhapus saat ia pulang dan disambut riang


baby Raka dan juga istrinya.


"Papiiii dah pulang, udah gilap Pi."


 Baby Raka mengatakan gilap untuk gelap.  Menjadi sebuah kebiasaan, setiap kali menjelang


malam anak kecil itu telah ke teras dan melihat hari telah gelap, pertanda Papi segera datang.


Rumah kembali meriah dengan kedatangan Papi-Mami Bramantyo dan juga Wijaya. Mereka


bergantian menggendong serta mendoakan baby perempuan cantik yang telah hadir di tengah


keluarga tersebut. Kebahagian Papi-Mami Wijawa bertambah sebab mereka juga mendapat


cucu dari Mangara dan Silvi, bayi perempuan yang sehat dan juga cantik.


Sementara Papi mengabarkan kalau tidak ada aral melintang pertengahan tahun, Richi akan


menikah dengan kekasihnya yakni Laura Taylor. Semua yang mendengar kabar tersebut


sangat senang dan bahagia. Gadis-gadis dan anak muda saling berpandangan. Mereka


semua akan bertemu lagi dan bertugas sebagai tim sukses pernikahan Richi, tak sabar


menunggu saat-saat menyenangkan hari itu


Jangan lupa likenya gaes, bintang lima dan jejaknya ya gaes

__ADS_1


Penulis sangat berterima kasih.


Bersambung


__ADS_2