
Prita memencet berkali-kali nomer Rakasiwi tapi Pria muda itu benar-benar marah. Ia membuang handphonenya jauh-jauh darinya. Sekali lagi ia mengambil media-media yang beberapa saat lalu ia beli keluar. Terpampang besar sebuah judul yang menarik perhatian. 'Bertunangan Direktur Boy Indra kesuma Dengan Prita Pujaningrum'
Lalu tertulis berita yang menyebutkan kedua pasangan yang beruntung itu akan segera menikah. Kolega dan sahabat-sahabat memberikan selamat atas pertunangan mereka. Prita sendiri tampak bahagia dan menerima ucapan selamat dari para tamu.
"Terlalu! pembohong! munafik! gadis penipu.!"
Rakasiwi melemparkan semua barang-barangnya di atas meja, hingga ruangannya berantakan. Ia sangat terluka dan merasa Prita telah membohonginya selama ini. Sebab pertunangan itu diabadikan oleh banyak media. Bagaimana Prita akan mengelak dan mengatakan itu bohong. Rakasiwi meremas jemarinya. Ia ingin beteriak sekuat tenaganya. Tapi berusaha melawannya. Apakah ia harus pulang, semantara sebentar lagi ia akan wisuda. Rakasiwi mengalami dilema.
Prita melihat Boy baru saja memasuki ruangannya. Ia bergegas mengejar laki-laki itu.
"Dasar kau pria menyebabkan!"
"Ada apa?"
Boy menaro tas kerjanya lantas duduk menghadapi Prita yang merah padam.
"Ada Apa? gara-gara kau tunanganku marah besar! ia menuduhku tak setia! pembohong, dia tak
percaya lagi padaku."
"Oh, pria macam itu? yang tidak percaya pada tunangannya."
"Semua gara-gara Kau!"
Prita meradang dan menghentakkan meja milik Boy, sehingga barang-barang yang diatas meja itu berhamburan.
Tak puas, ia juga membanting pot bunga yang berada di atas meja. Boy hanya termenung menghadapi amukkan gadis itu.
__ADS_1
"Kau membuatku putus dengannya! kau keterlaluan!"
"Sudahlah diam! apa kau tau aku bisa menuntutmu karena sudah membuat kerusakkan di kantorku!"
Prita membesarkan matanya.
"Apa? menuntutku? bisa-bisanya kau bicara seperti itu! "
"Kesalahanmu lebih banyak, bersihkan meja dan kantorku!"
Brakkk!
Prita terkejut mendengar pintu yang terbanting. Boy Indra telah keluar dari belakang meja saat Prita menghapus ingusnya.
"Hei! jangan pergi! urusan kita belum selesai!"
"Kurasa kau harus lebih mengenal Boy Indra agar tak terjadi lagi hal seperti ini."
Pak Emir tak menghiraukan pecahan pot di lantai, ia melambai pada Prita agar duduk di dekatnya dan menenangkan dirinya. Prita menurut, Ia merasa seperti sedang dinasehati oleh papanya.
"Pak Boy itu pemuda yang baik. Orang tuanya menaruh harapan yang besar padanya. Hal tersebut membuat pak Boy tertekan. Ia tak mau pulang ke Indonesia. Hingga suatu hari ia bertemu seorang gadis. Pertama kalinya pak Boy menyukai seorang gadis dan jatuh cinta. Gadis itu juga mencintai pak Boy. Tetapi gadis tersebut sudah dijodohkan dengan pria lain. Sedangkan gadis itu telah berjanji akan menikah dengan pak Boy.
"Mereka saling mencintai dan berjanji akan menikah. Tetapi bapak tak mengerti ketika gadis itu pergi dan menikahi pria yang telah dijodohkan dengannya. Setelah itu pak Boy kembali ke luar negeri, ia lama tak pernah kembali. Hingga papanya membohonginya agar pulang sebab mamanya sakit parah."
Prita yang masih terisak-isak mendengarkan cerita pak Emir. Lalu ia harus memahami Boy Indra? lalu bagaimana dengan dirinya?
Apakah gadis yang menemuinya di malam pesta tersebut yang diceritakan oleh pak Emir?
__ADS_1
Prita mengingat sosok gadis itu. Wajahnya cantik tetapi memendam kesedihan yang dalam. Kalau ia sudah menikah lalu kenapa ia mendatangi Boy?
Prita mengingat-ingat. Tatap mata Boy dan gadis itu menyiratkan sesuatu. Boy Tak bisa melupakan kisah cinta pertamanya yang menyakitkan. Kemarahan dan rasa kecewa yang telah ia pendam sekiat tahun. Kesepiannya hingga ia bertemu Prita.Kehidupannya seperti kembali. Tapi gadis itu datang saat ia sedang berusaha membangun kembali perasaannya terhadap seorang wanita. Ia terkejut dan ingin membalas gadis itu. Spontan ia bilang bahwa Prita tunangannya dan mereka akan menikah.
"Gadis itu yang datang ke pesta itu adalah kekasihnya."
Prita bergumam, pak Emir mendengarnya.
"Jadi kalian bertengkar karena dia? untuk apa? gadis itu sudah menikah, tetapi ia memang sesekali datang mencari Boy Indra."
"Untuk apa ia mencari Boy."
"Karena ia mencintai pak Boy."
Prita hanya terbengong, agaknya Boy Indra malam itu melakukan hal tersebut agar gadis itu jangan lagi berharap padanya. Ia sudah menemukan gadis lain dan akan menikah dengannya. Prita menghentikan isaknya. Lantas ia pamit kembali ke ruangannya.
Prita membisu sepanjang hari. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Satu sisi ia mengerti kalau Boy melakukannya hanya untuk menghindari mantan kekasihnya. Tetapi Rakasiwi telanjur menuduhnya begitu mudah. Gadis itu meneteskan air mata. Hampir empat tahun dan ternayata Rakasiwi tak mengenali dirinya. Sangat menyedihkan. Bahkan ia tak mau mendengar penjelasannya.
Gadis itu menggigit bibirnya. Ia lantas menyerahkan masalah itu pada Rabbnya. Ia hanya menunggu dan mengharapkan yang terbaik.
__ADS_1
Bersambung