
Selesai menikmati makan siang sembari bercengkrama mereka duduk-duduk di ruang tamu. Namun
Richi merasa kepalanya berdenyut. Ia mendekap kepalanya. Raka dan Papi berusaha membantu dan
menanyakan kenapa? Richi tak bisa menjawab, ia ingin ke kamarnya beristirahat. Raka memapah
adiknya itu menuju kamar Richi yang berseberangan dengan kamarnya dan Mardo. Mami dan Laura
ikut mengantar dan menyiapkan obat-obatan.
"Sejak kapan Richi seperti itu?"
Raka bercengkrama dengan Papi di ruang keluarga. Mereka semua heran dengan perubahan yang
tiba-tiba terjadi dengan Richi. Sepuluh tahun yang lalu saat Papi dan Mami mengantarnya ke sekolah
bisnis di Sydney. Richi memutuskan mendaftarkan dirinya langsung, tidak melalui agen yang resmi di
Indonesia. Ketika itu ia tidak terlalu berharap untuk lulus kelayakkan. Sebab sebenarnya kedatangannya
ke negeri kangguru itu untuk berlibur. Hanya ingin tahu saja, ternyata setelah pulang ke Indonesia Richi
mendapatkan email tentang diterimanya ia universitas terkenal itu.
Keuangan Papi saat itu juga mendukung, jadilah Papi dan Mami menemaninya di hari-hari pertama
orientasi mahasiswa. Setelah tiga bulan dan Richi telah terbiasa dengan kehidupan barunya. Papi dan Mami lantas kembali ke Indonesia. Ia mereka menitipkan Richi pada sebuah keluarga yang juga berasal dari Indonesia. Barangkali sesuatu terjadi, keluarga itu akan menghubungi orang tua Richi.
Tahun-tahun yang terlalui tidak ada kejadian apa pun. Hingga menjelang pelepasan mahasiswa pulang ke Indonesia. Teman-teman Richi membuat pesta perpisahan yang tak terlupakan. Tidak semua ikut di dalam
pesta itu, hanya teman-teman dekat dan skala kecil saja. Mereka mengundang tiga gadis cantik untuk meramaikan pesta perpisahan itu. Gadis bule yang berpakaian seksi dan mengoda.
Sepanjang malam mereka bercengkrama, minum dan berjoget tiada henti. Richi yang tidak pernah datang
ke pesta seperti itu hanya tercekat melihat kebebasan teman-temannya. Teddy memberinya minuman, semula
Richi bertahan tetapi lama-kelamaan ia terpengaruh lantas meminumnya. Seorang gadis bule yang cantik dan juga muda mendatanginya. Gadis itu mengelus wajahnya, dada hingga ke bawah perutnya. Seumur-umur baru sekali itu
Richi merasakan lonjakan-lonjakan liar di dalam dirinya. Tidak ada yang marah dan melarangnya saat ia juga
menyentuhkan tangannya pada si gadis.
Hingga dini hari Richi bersama gadis itu. Tetapi bukan hanya dirinya, melainkan Teddy dan teman-temannya
yang lain bergantian bermain di atas tubuh gadis itu. Saat gadis yang satunya sedang bersama yang lain, Richi
__ADS_1
melihat satu gadis yang baru saja selesai bersama Teddy. Ia langsung memeluk gadis bule itu yang hanya
pasrah saja. Malam itu Richi baru tahu arti tubuhnya dan juga tubuh seorang perempuan.
Pesta itu baru berakhir saat mentari tinggi. Mereka semua buru-buru meninggalkan tempat itu. Dan tidak tau
lagi yang terjadi. Namun beberapa bulan kemudian mereka yang terlibat di pesta perpisahan itu ditangkap
polisi dan diintrogasi dengan keras.
Salah satu diantara tiga gadis yang ikut berpesta itu hamil. Tetapi kehamilannya tak diterima oleh orangtuanya.
Mereka menyiksa anak mereka sendiri akibat marah telah membuat malu. Mencari dukun bayi yang bisa
mengugurkan kandungan si gadis. Kisah tragis gadis dan bayinya menjadi berita selama beberapa bulan. Dan tidak ada yang mengakui bahwa salah satu dari mereka adalah ayah bayi malang itu.
Peristiwa yang sangat menyakitkan bagi Richi. Ia harus menyelamatkan dirinya sendiri dari ancaman hukuman di negeri orang. Untungnya teman-temannya saling membantu dan meyakinkan polisi bahwa itu adalah pesta perpisahan biasa, tidak ada kekerasan dan perkosaan. Penyelamatan diri yang panjang serta melelahkan. Hingga akhirnya mereka semua bebas dan kembali ke negeri asalnya.
Hanya saja sejak kejadian itu Richi mengalami gangguan tidur. Kepalanya sering berdenyut-denyut sakit
jika mengingat peristiwa itu. Perlakuan kasar dan tekanan mental yang dilakukan orang-orang yang mencari
kebenaran membuatnya nyaris gila. Berat tubuhnya turun hingga sepuluh kilo membuat kesehatannya memburuk.
Sebuah mimpi buruk sebelum ia kembali ke pelukkan Papi dan Maminya.
pertamanya menikah dengan Raka sang kakak. Jiwa yang baru saja terobati kembali terluka. Malam itu hampir saja mobilnya jatuh di sebuah jembatan akibat ia tak ingin lagi hidup. Kejadian berkata lain, ban mobilnya kempis sekitar
seratus meter lagi mencapai jembatan.
Richi pulang dengan perasaan hampa dan tidak memiliki arti. Saat Papi mengajaknya ke Merauke ia seperti
kerbau di cucuk hidung. Menurut dan tidak ada kata bantahan. Bertemu Laura yang sebenarnya mengingatkan
dirinya dengan gadis bule di malam pesta itu. Tahun-tahun yang terlewati bersama Laura hanya semakin mendekatkan dirinya dengan peristiwa pesta malam itu. Membuatnya tak bisa melupakan dan melewatkan
sedetik pun tentang tragedi yang dialami gadis bule. Satu sisi ia merasa bersalah sementara sisi lain ia
mengingkarinya.
Rasa itu perlahan mengerogoti ketahanan jiwanya. Ia berusaha lari dari kenyataan, bersembunyi dan
ingin menjadi orang lain. Agar kesalahan itu tidak mengikutinya seumur hidup. Obat-obatan serta dokter
tak pernah putus ia datangi sejak perasaan aneh itu menyergapnya. Ia bisa merasa berada di sebuah tempat dan kebingungan. Dokter bilang ia sebenarnya tetap ada di tempatnya. Richi tak bisa mengerti ia menghilang
selama dua bahkan berhari-hari. Dan laki-laki itu tidak tahu dimana dia berada selama dua hari dan yang lainnya.
__ADS_1
Yang jelas ia mencatat bahwa ia berada di apartemennya pada tanggal lima. Saat ia kembali ke apartemen dan akan mencatat kesehariannya sudah tanggal tujuh. Artinya ia menghilang dan tak kembali ke apartemen selama
dua hari. Richi tak ingat dua hari itu.
"Pergi! keluar kau dari sini!"
Tiba-tiba terdengar Richi menjerit dan hesteris. Raka masuk untuk melihat yang terjadi. Rupanya ia marah
pada Laura yang membantunya meminum obat. Laura buru-buru keluar dengan wajah sangat sedih.
"Mana istriku? kenapa bukan dia yang membantuku dan menemaniku di sini."
Mami, Papi dan Raka saling pandang. Padahal Laura adalah istrinnya.
"Istriku mana?"
Kebetulan Mardo melongok ke dalam kamar, dan Richi langsung sumringah melihat perempuan itu.
"Istriku!"
Richi melambaikan tangannya memanggil perempuan itu yang tercekat di tempatnya.
Raka tak kalah terkejutnya. Ia menghalangi pandangan Richi dengan berjalan ke arah Mardo. Raka memeluk
bahu Mardo dan membawanya menghindar. Hal yang membuat Richi berteriak hesteris.
"Hei! apa yang kau lakukan? di-dia istriku! kenapa kau menyentuhnya dan membawanya! istriku!"
Hingga kepalanya berdenyut dan ia jatuh ke tempat tidur. Mami dan Papi membantunya. Mereka tak akan
membiarkan Richi sendirian malam itu. Papi dan Mami menyiapkan tempat untuk mereka berdua menjaga
Richi.
Bersambung
Hello pembaca tersayang, terima kasih atas perhatian kalian pada Pria Idola
telah membaca dari awal hingga akhir. Hal yang sangat berarti bagi Othor.
Dukung aothor ya agar selalu semangat menulis. Terima kasih banyak
__ADS_1