
Satu minggu terlewati, Yunna sekarang berada di rumah mewah dan megah milik Jaelani.
Yunna tidak boleh pergi kemana-mana. Ia harus berada di rumah setiap hari. Orang-orang
Jaelani mengawasi dan menjaga rumah itu 24 jam. Makanan, minuman tinggal mengambil
di ruang makan. Ia tidak kekurangan apa-apa. Tidak perlu bekerja dan bersusah payah.
Yunna bisa bersenang-senang sekarang. Tidak lagi memikirkan orang tuanya karena Jaelani
sudah merehap rumah mereka, ada warung kecil, juga mobil. Yunna seharusnya berterima
kasih pada Jaelani tua.
Hanya hal itu yang menghibur Yunna. Sekarang kehidupan orang tuanya sedikit lebih baik.
Tidak merisaukan rumah bocor saat hujan. Tak kepanasan saat musim kemarau karena
rumah mereka telah dipasang pendingin udara. Ia sangat bersyukur. Jika ia hanya
bekerja, tetap saja akan lama untuk membuat keadaan keluarganya seperti sekarang ini.
Saat ia merasa sedih dan tak berdaya, maka Yunna mengusir rasa itu dengan kegembiraan
sebab Jaelani telah memberikan banyak pada ayah dan ibunya. Sedikit-demi sedikit Yunna
bisa menerima perlakuan Jaelani. Ia tinggal menguatkan dirinya dan berusaha beradaptasi
dengan keadaan baru tersebut.
Yunna memiliki kamarnya sendiri. Sebab Jaelani yang sudah tua itu bilang padanya hanya
akan datang dan bersama dalam satu kamar saat ia membutuhkan dirinya. Jaelani
memiliki kamarnya sendiri di bagian lain di rumah itu. Terkadang dua hingga tiga hari
ia tidak melihat laki-laki itu.
Tidak lebih dari tiga hari, sebab berikutnya ia datang ke kamar istrinya. Kemudian
menghilang lagi. Yunna tak perduli. Ia menikmati kehidupannya di rumah itu. Menonton
tivi seharian, atau berenang berjam-jam. Bermalasan atau berselonjor di kursi panjang.
Yunna memperhatikan rumahnya, bangunan serta semua sisinya. Yunna berkata
di dalam hatinya bahwa ini adalah rumahnya, semua yang ia lihat, tatap, sentuh
akan menjadi miliknya. Yunna meyakini semua itu. Suatu hari nanti, entah kapan semua
milik Jae akan menjadi miliknya.
Hari berganti dengan cepat, suatu hari Yunna merasa tubuhnya lemas dan sering sekali
mengantuk. Ia lebih banyak tidur.
"Ada apa ya? kenapa terasa ada perubahan pada diriku? tidak mau makan dan
mual, juga lemas."
__ADS_1
Suatu pagi ia tak bisa menahan rasa sakitnya, kepalanya mendadak pusing dan
ia terjerembab ke lantai. Untung pelayan di rumah itu yang memang bekerja menjaga
dan mengawasinya mengetahui hal tersebut. Mereka mengangkatnya ke pembaringan
dan memanggil dokter.
Jaelani melihat dokter memeriksa istrinya dan sang dokter tersenyum-senyum.
"Jangan Khawatir Ayah Jae, istri Ayah kena penyakit hamil muda."
"Hah! istriku hamil Dok? apa aku tak salah dengar?"
Laki-laki itu bak tersambar petir, terkejut mendengar berita itu.
"Iya, tolong jaga agar berhati-hati, ini adalah kehamilan yang pertamanya."
"I-iya dok, terima kasih banyak."
Wajah Jaelani sumringah, apa yang ia harapkan sekarang menjadi kenyataan, ia
akan menjadi seorang ayah. Sesuatu menyelusup ke sanubarinya, rasa bahagia
menjadi seorang ayah.
"Yunna istriku, terima kasih kau sudah memberikan aku anak, kuharap kau mau
menjaga kehamilanmu."
Jaelani mengelus kepala Yunna. Entah kenapa Yunna ingin meneteskan air mata, perhatian
suami yang kecil sanggup membuat hati Yunna tersentuh.
pedas, aku tak makan dari kemarin."
Jaelani mendengar dengan perhatian, "Sebentar aku tanyakan dokter apakah kau boleh
makan yang panas dan pedas."
"Maksudku bukan pedas cabe, melainkan pedas lada!"
Tak lama ia bergegas keluar menyuruh Darto mencari makanan yang diinginkan oleh
Yunna.
"Cepat cari sop yang seperti diinginkan istriku!"
Dan Yunna mendapatkan apa yang ia inginkan.
Setelah itu Yunna sering menginginkan berbagai hal, dan menurut pelayan perempuan
yang menjaga Yunna, itu memang sifat perempuan hamil. Suaminya harus mengabulkan
keiinginan itu, kalau tidak berakibat pada anaknya.
Jaelani selalu menuruti apa saja keinginan istrinya, ia tidak pernah lagi memperlakukan
Yunna dengan kasar. Melainkan lemah lembut. Ia bahkan tak berani melakukan
__ADS_1
hubungan lagi dengan istrinya. Ia takut mengakibatkan keluarnya bayi anaknya. Jaelani
sangat posesif sejak istrinya mengandung putranya.
Syukurlah, Ayah Jae sekarang berlaku layaknya seorang ayah dan suami yang baik untuk Yunna.
Ia sibuk mempersiapkan penyambutan untuk bayinya. Sebuah ruangan berwarna lembut dengan
karpet abu-abu. Tempat tidur bayi. Hingga malam ia merancang sebuah ruangan untuk anaknya
nanti tidur dan bermain.
Lemari pakaian, berbagai mainan, telah ia persiapkan untuk anaknya. Ia sangat bahagia dan tak sabar
menunggu. Saat ia istirahat telah membaca buku tentang hubungan ayah dan anak. Bagaimana bersikap
yang baik bagi seorang anak. Mengingat buruknya hubungan dirinya dengan orang tuanya dulu.
Menurut buku yang ia baca bahwa sangat penting membangun hubungan ayah anak sejak dini.
Memang setelah seharan bekerja ayah merasa lelah untuk ikut mengurus si kecil apa lagi bermain dengannya. Namun, percayalah bahwa rasa lelah itu akan hilang ketika kasih sayang anda dibalas dengan ungkapan
sayang dari si kecil. Walau pun hanya dengan sebuah pelukkan.
Sebuah hubungan yang baik ayah dan anak, mampu menjadikan anak berprestasi, menonjol serta disenangi oleh teman-temannya. Ia bisa dengan mudah beradaptasi serta membuat dirinya nyaman. Saat telah dewasa kedekatan seorang ayah dengan anaknya membuatnya menjadi seseorang yang menunjukkan rasa hormat kepada istrinya, menghargai wanita, dan tidak akan melakukan kekerasan terhadap wanita. Jaelani merasa bahwa ia dulu tak
pernah dekat dengan ayahnya sehingga ia menjadi seorang yang penyendiri, murung dan pendendam serta
tidak tau caranya memperlakukan wanita.
Sikap kaku dan ketakutannya membuatnya selalu mencurigai perempuan, menghina mereka dan sedikit pun
tidak tau caranya membuat seorang istri bahagia. Namun pengalaman dan banyak kejadian telah menempa dirinya
untuk berubah. Meski sulit, berpuluh tahun ia berusaha menghilangkan jejak atas apa yang telah ia perbuat. Semua
memang berhasil. Tapi nuraninya selalu membayangi serta dihantui kejadian-kejadian masa mudanya dengan
majikan laki-laki dan perempuan.
Ratusan kali ia meyakinkan pada jiwanya bahwa dia tidak bersalah. Wanita bosnya yang menggoda dan
membuatnya menjadi jahat dan licik. Pada awalnya dia adalah laki-laki muda tanpa dosa yang pergi meninggalkan kampung untuk mencari perubahan hidup. Ia diterima menjadi seorang supir di rumah seorang pengusaha yang
tidak memiliki anak.
Bukan salahnya jika perempuan istri bosnya menyukai dan menggodanya. Ia terjatuh kedalam sebuah permainan
yang menyebabkan laki-laki bosnya meninggal. Sang perempuan kemudian menguasai harta suaminya dan juga
supir muda dan tampan.
Hingga dia akhirnya yang menguasai permainan, perempuan itu ia bunuh dengan cara yang dibuatnya seperti sebuah kecelakaan. Hanya ia dan Tuhan saja yang tahu. Itulah cerita kelam masa mudanya. Ia telah menghilangkan jejak dengan menjual semuanya dan memulai dengan yang baru.
.
Bersambung
__ADS_1