Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 167. Pernikahan Yunna dan Jaelani.


__ADS_3

Akhirnya hari special untuk Yunna tiba. Pagi-pagi ia telah bangun, sholat shubuh dan


kemudian menuju ruang rias. Ibu dan ayah Yunna serta adik-adik gadis itu semua


mendapat pelayanan istimewa.  Juga beberapa pagar ayu serta panitia dari keluarga.


Semua sudah teroganisir dengan baik, Prita dan Elsa mendampingi Yunna yang sudah


mengenakan baju kebaya brokat berwarna putih. Gadis itu cantik sekali. Bibirnya


tersenyum menyambut hari bahagia menjadi ratu sehari.


Seorang wanita yang bersuara merdu memandu acara ijab kabul Yunna-Jae.


Assalamualaikum warahmaatullahi wabarkatuh.


Alhamdulillahi robbil alamin, Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, tiada


pernah pilih kasih mau pun pilih sayang kepada hambaNya.


Atas kasih sayangNya di hari ini kita semua dapat bertatap wajah dan bertemu pandang


dalam rangkaian  acara prosesi  akad nikah antara Yunna Aurora Suyitno dan Ir.Jaelani Kamdani.


Hadirin yang berbahagia, sebentar lagi akan ada dua hati yang terpaut dan terikat dalam satu


janji. Yang akan merubah segala rangkaian ibadah menjadi luar biasa.


Semoga prosesi akad nikah ini berlangsung lancar, sehingga kedua sejoli mampu menempuh


hidup baru sebagai pasangan mahram suami istri, aamin ya Rabbal alamin.


Aamiin yra!!!


Kemudian pembacaan ayat suci Al Quran, yang membuat suasana hening dan khikmat.


Suara yang membacanya sungguh pasih, merdu dan indah.


Selanjutnya nasehat pernikahan, yang bertujuan mengingatkan kedua mempelai serta


pembekalan akan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga, saling menjaga,asah


asih, asuh. Menghormati serta saling menghargai.


Ayah Yunna bersalaman dengan Jae, "Saya nikahkan engkau dan aku kawinkan engkau


dengan putriku Yunna Aurora Suyitno dengan mahar seperangkat peralatan sholat dan


uang seratus juta rupiah di bayar tunai!"


Setelah mengetahu hak, kewajiban seorang laki terhadap isterinya dan sebaliknya akhirnya


tibalah pada saat yang menegangkan. Di sini mempelai pria tidak boleh salah ketika


mengucapkan, kesempatannya hanya empat kali saja. Jika sampai salah empat kali maka


harus diulangi pada hari yang lain.

__ADS_1


Ayah Yunna bersalaman dengan Jae, "Saya nikahkan engkau dan aku kawinkan engkau


dengan putriku Yunna Aurora Suyitno dengan mahar seperangkat peralatan sholat dan


uang seratus juta rupiah di bayar tunai!"


"Saya  terima nikah dan kawinnya Yunna Aurora Suyitno dengan mahar seperangkat


alat sholat dan uang seratus juta  rupiah dibayar tunai!"


Tak lama terdengar pertanyaan dari pak penghulu, " bagaimana sah?"


Dan sahutan dari semua yang hadir, Sah!


Semua mengucapkan alhamdulillah, karena sekarang Yunna sudah menjadi seorang istri


begitu pun pria yang bernama Jaelani.  Laki-laki itu juga terlihat tampan dengan jas berwarna


abu-abu. Wajahnya terlihat berseri-seri.


Hari itu merupakan saat yang sakral dan mendebarkan bagi Yunna.


Semua mengangkat tangan di pimpin pak penghulu, "Baarakallahu laka wa baaraakaa


alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir, aaminn yra.


Yang artinya semoga Allah memberkahi engkau, baik salam sukan dan duka serta selalu


mengumpulkan engkau berdua pada kebaikan.


Selanjutnya kedua mempelai dinyatakan sah sebagai suami istri menurut agama dan juga


mahar oleh suami kepada istri.


Ternyata saat yang ditungu-tunggu  oleh Yunna dan juga Jae, apa lagi kalau bukan momen


tukar cincin pernikahan pada jari manis. Jaelani memasukkan cincin emas bermata berlian


begitu juga Yunna ke jari manis Jaelani, keduanya melebarkan bibir serta berpandangan


"Sudah boleh kok, istrinya di cium."


Kata pak Penghulu sembari tersenyum menggoda, Jae lantas menarik kepala  Yunna


dan mendaratkan ciumannya di kening. Salah seorang tetua dari keluarga  Yunna mengucapkan


sepatah dan dua patah kata nasehat pernikahan, bagaimana seorang istri harus menjaga


harta suami, kehormatannya. Bagaimana menyikapi suami yang marah serta hal-hal yang boleh


serta tidak boleh dilakukan.


Akhirnya prosesi upacara  akad nikah tersebut selesai, bapak penghulu sekali lagi memberikan


kata-kata menutup acara dengan doa. Tamu yang terdiri dari keluarga dekat kedua mempelai


menikmati sajian yang telah di siapkan, berupa minuman serta makanan kecil dan buah.

__ADS_1


Karena sebentar lagi mereka akan berpindah ke acara resepsi di hotel. Yunna, Jae serta


tim rias pengantin lebih dulu meninggalkan tempat akad nikah tersebut.


Prita melihat ibunya yang sedang memandori pekerja hotel. Mereka semua sedang


bekerja menyiapkan segala sesuatu menyambut tamu-tamu kedua mempelai yang



sebentar lagi akan berdatangan.


Persiapannya sudah sembilan puluh persen selesai. Tinggal lagi penyelesaian. Keluarga yang tiba dari masjid kelihatan sudah duduk di kursi yang di sediakan. Beberapa kelihatan berfoto-foto ditempat yang disediakan.




Tiada terasa waktunya pun telah tiba . Yunna sudah selesai berganti kostum mengenakan baju pengantin berwarna gold dan begitupun juga dengan ayah Jae. Keduanya menuju ke pelaminan disambut dengan tari-tarian dari gadis-gadis cantik yang meramaikan resepsi tersebut.


Musik lembut juga mengalun di ruangan besar dan sejuk tersebut, segera sesi mengucapkan selamat kepada mempelai dimulai orang-orang mulai antri ke panggung untuk menyalami Yunna dan ayah Jae. Sebagian lainnya menikmati menu makanan yang sudah dibuka oleh pegawai serta panitia yang bertugas.


Yunna sudah tenang dan terlihat santai, maka Prita dan Elsa pamit untuk menikmati dulu sajian, serta ingin membuat foto di suasana


resepsi pernikahan.


"Elsa, kita makan dulu yuk. Tadi hanya camilan saja, lapar juga. Oia apakah tadi Yunna sudah makan ya?"


"Setelah kita mengisi perut, baru kita tanya Yunna dan ayah Jae, apakah mereka lapar?"


"Yup, baiklah."


Kedua gadis itu mengambil makanan dan menikmatinya di sebuah meja khusus keluarga.


Sembari Prita memeriksa handphonenya ternyata ada pesan dari Rakasiwi, dia menanyakan apakah acaranya berjalan dengan lancar? Jam berapa selesai? dan apakah Prita ingin di jemput?


Gadis itu menulis cepat, bahwa acaranya berjalan lancar dan meriah, menyuruh Rakasiwi datang, jika memang bisa.


Ternyata laki-laki muda itu berada tak jauh dari gedung resepsi Yunna.


"Ok, aku datang ya, tunggu aku."


"Iya, aku tunggu."


"Siapa?"


Elsa menolehi Prita yang wajahnya bersemu merah. Gadis itu tak menjawab melainkan tersenyum, seolah menyuruh Elsa menebak sendiri.


Lantas terdengar sesi berfoto bersama pengantin, mereka berdua ada di urutan ke lima setelah keluarga.


Prita menyelesaikan makanannya dan memeriksa apakah wajahnya tidak terkena sisa makanan, lalu pamit pada Elsa kedepan, sebab Rakasiwi sudah berada di pintu gerbang.


Elsa tercekat saat Prita datang bersama seorang laki-laki muda yang amat tampan. Kehadiran Rakasiwi menyita perhatian beberapa gadis muda.


Memang saat ia masih bayi, tiap emak-emak yang melihatnya sudah meramalkan bahwa kelak bayi Rakasiwi akan mematahkan hati banyak gadis. Tubuhnya yang tinggi, tegap, serta sosoknya yang berbeda dengan laki-laki kebanyakkan. Ia ramah tapi berkharisma.


Bersambung

__ADS_1


Taraaaa, satu bab selesai lagi. Jangan lupa beri Pria idola vote, like


serta komentar ya, bintang lima juga. Othor sangat berterima kasih.


__ADS_2