Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 252. Cuti


__ADS_3

Boy dan Melani telah melangsungkan pernikahan mereka yang berkesan. Selanjutnya Boy bilang ia mengambil cuti selama dua minggu. Semua tugas-tugasnya ia serahkan pada Prita. Ia tak mau diganggu oleh pekerjaan kantor atau apa pun. Ia ingin menikmati bulan madu berdua dengan istrinya. Bersenang dan bercinta agar pulang-pulang dari bulan madu  Melani telah mengandung janin calon putra atau putri mereka.


Prita mendengus kesal. Sungguh Boy itu pria yang egois. Apa dia lupa bahwa Prita juga akan menikah sebentar lagi.  Gadis itu  juga ingin mengajukan cuti. Tetapi telah ia potong dengan kata-kata seperti itu. Yang bisa Prita lakukan hanya membesarkan matanya.


"Dasar laki-laki egois!"


Gumam Prita setengah marah.  Sebulanan ini sangat sibuk mengurusi semua pernak-pernik pernikahan Boy dan Melani. Tadinya ia bilang ingin cuti dua hari saja senin dan selasa untuk memulihkan kebugaran tubuhnya. Tapi Boy sudah lebih dulu mengingatkannya pada tugas perusahaan dan menyelesaikan pembayaran tagihan. Sebab itu Prita langsung pulang ke rumah begitu ia menyelesaikan pekerjaannya di pesta Boy. Ia ingin berendam di bathtub dengan aroma terapi. Lalu meminum vitamin, menontor tivi sebentar dan kemudian tidur. ah


Sesaat ia tersenyum memikirkan Boy dan Melani yang pastinya tengah beristirahat di hotel. Mereka pasti sedang menikmati malam pertama. Gadis itu tersenyum dan bergedik ngeri. Apakah malam pertama Boy dan Melani lancar? ah kenapa ia memikirkannya. Terbayang saat pesta pernikahannya dan Rakasiwi usai. Mereka juga akan pergi ke sebuah hotel untuk menghabiskan malam pertama.  Apa yang mereka lakukan nanti. Prita mengigit bibir bawahnya merasa malu. Tetapi ia menunggu dengan sabar saat itu. Sebuah malam dimana ia menjadi seorang perempuan sejati.  Memberikan miliknya yang berharga pada satu-satunya pria yang ia cintai.


Ia bangga pada dirinya yang bisa menjaga diri dari pergaulan bebas. Beberapa teman melakukannya sebelum memasuki jenjang pernikakan akibat tak kuat oleh godaan. Ada yang akibat tak tahan godaan saat berpacaran. Tetapi banyak diantaranya melakukan untuk melanjutkan kehidupan dan biaya kuliah. Prita tau diantara teman-temannya ada yang menjadi sugar daddy. Semula ia tidak tau istilah tersebut.


Teman-teman bilang ia gaptep dan tidak gaul. Sehingga hal-hal viral di medsos saja tidak tahu. Prita akui waktunya sangat berharga untuk hal-hal yang tidak menunjang pelajaran. Waktu-waktu senggang yang ia punya  habis  untuk meringkas buku-buku. Atau mengajar beberapa anak. Selebihnya olahraga dan tidur. Ia tidak punya akun facebook, instagram apa lagi tweeter. Handphonenya tak pernah berganti sejak dari smp. Awet sebab hanya digunakan untuk menelpon dan mengirim pesan.


Ketika selesai wisuda barulah Prita mulai memikirkan penampilannya. Apa lagi saat ia diterima bekerja barulah Ia membuat dirinya pantas. Ia membeli sebuah tablet samsung untuk menggantikan laptopnya yang terlalu besar dibawa-bawa. Ia sengaja membeli tablet samsung seharga 16 jutaan lebih saat pak Boy  mengangkatnya sebagai wakil direktur. Ia menggunakannya untuk menyimpan data dan saat berpresentasi. Membuatnya lebih percaya diri. Meski kantor juga menyediakan laptop untuknya.


Sejak lama ia memang menginginkan  sebuah tablet yang bisa ia  masukkan kedalam tas dan bisa ia bawa kemana saja. Di sana ia membuat email pribadi dan juga kantor. Tempat ia menyimpan data pribadi secara cepat dan mudah. Dengan tablet ia merasa lebih enak untuk mengetik sesuatu. Tidak terlalu kecil bagi jemarinya dan juga matanya. Prita memang berbeda. Ia tak membeli pernak-pernik perempuan saat memiliki uang melainkan sesuatu yang mendukung pekerjaannya.


Sejak ia memiliki tablet memang banyak hal ia dapatkan. Ia bisa berselancar dan mengetahui banyak hal di luar dunianya. Ia juga bisa menonton film-film kesukaannya dengan lebih nyaman. Menemukan banyak aplikasi yang menarik. Sesekali ia menikmati bacaan-bacaan tulisan dari pengarang kesukaannya. Menemukan bacaan dari penulis tak ia kenal. Namun  tulisannya bagus.


Tak mendapatkan cuti membuat Prita harus bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Pernikahannya dengan Rakasiwi tinggal hitungan hari. Sebagai   pihak wanita yang  diberikan tanggung jawab untuk mengurusnya. Ia harus bisa mengkoodinir semua. Memang ada Elsa yang dengan tulus akan membantunya. Tentu Keluarga besarnya. Yang membuatnya terharu ternyata Dian dan Marlina datang padanya dan menawarkan bantuan mereka dengan tulus. Rakasiwi, serta bunda Mardo juga tak membiarkan mengurus sendirian. Mereka berbagi hal-hal yang meringankan Prita dan keluarganya.


Saat ini yang ia inginkan hanya cuti. Terbebas dari pekerjaan di kantor. Nikmat sekali rasanya jika ia sudah mendapatkan cutinya.  Tapi ia harus menunggu pak Boy pulang dari bulan madu dan itu masih lama. Hal yang membuat Prita menjalani hari-hari dengan memikirkan bosnya pak Boy.


Untungnya Rakasiwi selalu datang menghiburnya. Mengajak Prita memeriksa persiapan pernikahan, kemudian makan malam berdua. Prita menceritkan tentang Boy dan Melani yang berlama-lama bulan madu di Bali. Memberikannya beban kerja di perusahaan. Mendengar keluhan Prita ia menelpon Melani.


Agak terkejut karena mendapat telpon dari bosnya Rakasiwi.

__ADS_1


Melani tercenung. Ada apa Rakasiwi menelponnya? Boy yang baru saja keluar dari kamar mandi menanyakan siapa yang menelpon. Melani baru akan menjawabnya.


"Bos ku Rakasiwi, ada apa ya?"


"Kau tidak akan mengetahuinya jika tak menjawabnya."


Akhirnya Melani mengangkat telponnya.


"Hello, ada apa ya Bos?"


Mereka di cafe pria idola semua memanggil Rakasiwi dengan Bos, penghormatan sekaligus lebih akrab.


"Maaf Mel, aku menganggu bulan madu kalian."


 


"Berapa hari kau cuti? hanya satu minggu kan? kenapa Prita bilang Boy cuti hingga dua minggu?"


"Iya Bos aku tak lupa. Cutiku hanya seminggu."


"Apa kau pulang lebih dulu dan Boy belakangan?"


"Tidak! kami pulang sama-sama, lusa kami sudah pulang kok."


"Benarkah?"


"Iya, he he he Boy hanya mengganggu Prita kok."

__ADS_1


Rakasiwi mesem. Tetapi hal itu membuatnya pura-pura marah.


"Jangan begitu dong, gantian! aku dan Prita juga harus mengurus pernikahan kami."


"Kami memerlukan cuti hingga hari pernikahan tiba."


Melani mendengarkan saja curhatan Rakasiwi, Sementara terlihat Boy mencebik-cebikkan bibirnya.


"Tenang saja, begitu kami pulang lusa, kalian bisa segera mengambil cuti."


"Baiklah, terima kasih ya."


Rakasiwi mematikan handphonenya dan  memberitahu Prita bahwa  Boy hanya mengganggu kekasih cantiknya itu. Hal yang membuat Prita cemberut.


"Keterlaluan, aku stres memikirkan cuti, dia malah membuatnya seperti lelucon dasar!"


Gadis itu mengomel panjang pendek oleh perbuatan Boy yang ternyata menggodanya agar ia marah dan kesal. Keinginan laki-laki itu tercapai. Namun perbuatan konyol pak Boy itu yang telah ia ketahui membuatnya tersenyum. Pak Boy benar-benar  menganggap dirinya  sebagai adik perempuannya. Buktinya ia melakukan hal konyol untuk menggangunya.  Prita kesal sekaligus bahagia. Cutinya ternyata hanya seminggu. Ia mengeram sebal. Sedangkan Rakasiwi tertawa, ia berbisik di telinga Prita. Mereka akan membalasnya nanti. Keduanya tertawa terkekeh.


 


 


 


 


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2