Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 103 Baby Rakasiwi Masuk Sekolah


__ADS_3

Dunia baru bagi baby Raka dimulai. ia sudah berusia 5 tahun. Raka dan Mardo sudah mendaftarkannya disebuah sekolah yang terbaik. Dan hari ini adalah hari pertamanya di sekolah.


Raka dan Mardo sudah sepakat akan mengantar putra mereka di hari pertamanya masuk sekolah. Tentu saja untuk memberikan motivasi serta dukungan dari kedua orang tuanya.


Rakasiwi sudah memasuki satu fase dalam kehidupannya, dari bayi menjadi seorang anak laki-laki yang cakap. Ia harus menyiapkan diri sedari kecil belajar agar menjadi anak yang memiliki kepribadian baik, pintar dan mampu bersaing di masa yang akan datang saat ia mulai dewasa.


Pagi-pagi sekali dengan santai dan senyum keceriaan Raka dan Mardo bekerja sama membangunkan dan menyiapkan Rakasiwi untuk memulai harinya. Dan hal itu akan menjadi kebiasaan serta rutinitas bagi Rakasiwi, Raka dan juga Mardo ingin kegiatan itu ber langsung dengan kegembiraan bukan dengan menangis, rasa terpaksa, Malas serta ribut.


"Kakak Rakasiwi yang cakep, bangun Kak, jangan sampai terlambat, hari ini kakak Rakasiwi sekolah, horeee, kakak sudah besar sekarang!"


Raka membangunkan anak laki-lakinya itu dengan senyum serta kegembiraan. Sesekali mencium pipinya.


"Ayah!"


Mata yang terpejam itu terbuka perlahan dan menatap ayahnya di sisinya.


"Ini hari pertamamu sekolah Rakasiwi"


"Sekolah? apa itu ayah?"


"Sekolah, supaya kau pintar dan memiliki ilmu yang banyak Nak, ibu dan bapak guru akan mengajarimu, ok."


"Adik juga sekolah Yah? adik sudah bangun?"


"Kalau adik masih kecil, masih bayi, yang sekolah itu seorang kakak seperti Rakasiwi, nanti kalau adik sudah besar seperti kakak juga akan sekolah."


"Oh, kakak yang sekolah ya, adik Cindy belum sekolah, masih kecil."


"Iya, ayo mandi sama ayah ya, bunda sedang membuat sarapan untuk kita."


Tak lama ayah dan anak tersebut terdengar sudah berada di kamar mandi, terdengar bunyi air yang mengucur dan suara Rakasiwi yang kedinginan.


Brrrrr, segarrr!


Rakasiwi keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan terlilit handuk, Raka membuka handuk dan mengucek rambut Raka dengan handuk hingga kering.


Lalu memakaikan kaos dalam serta celananya, barulah baju dan seragam.


"Wahh, bagus baju seragamnya loh! dari sekolah ya? siapa yang memberikannya?"

__ADS_1


Tanya Raka, " Iya Ayah ini dikasih oleh ibu guru waktu Bunda mendaftarkan aku di sekolah."


"Pas sekali ya di tubuhmu kau gagah sekali Nak."


Rakasiwi mengembangkan senyumnya yang merekah, ayah sekarang menyisir rambutnya, "Sekarang Raka boleh keluar, menunggu ayah di meja makan ya."


Raka, membuka pintu hingga terbentang ruangan yang sangat besar. Ruangan tempat bersantai dan menikmati makan pagi, siang dan sore atau juga malam.


"Bunda Kakak sudah mandi, tadi dimandikan ayah."


Anak laki-laki itu berlari ke arah Mardo yang sedang bersama adik kecilnya Cindy.


"Oh, pantas tadi bunda mencium wangi yang merebak sekali, rupanya kakak Rakasiwi yang udah mandi, gitu dong! kakak hari ini berangkat sekolah, itu seragamnya gagah sekali, Batman saja kalah, hemmm, bunda cium dulu dong wanginya nggak tahan nih."


Mardo menghirup wangi anaknya sepenuh senyum. Cindy merengek di rok Mardo, takut kalau Mardo akan menggendong kakaknya, ia melepaskan dan menepis-nepis tangan Rakasiwi dari rok Mardo.


"Adik nggak ikut kesekolah, masih kecil."


Seperti mengerti, mulut mungil Cindy mencebik seperti mau menangis, ia takut dan tak mau ditinggal.


"Ayo kakak Raka dan adik Cindy, kita sarapan dulu, biar tubuh kita tak lemas dan bisa aktifitas yang banyak."


Rakasiwi berlarian ke bagian lain di rumah itu, menemui Bramantyo yang sedang menikmati kopinya.


"Opa! sedang apa?"


Pria yang masih muda dan gagah itu menyambut cucunya dan memeluk penuh kasih sayang.


"Rakasiwi! wahhh kau sudah mau ke sekolah ya, baju seragamnya bagus sekali, coba kasih lihat Oma tuh! omaaa coba lihat nih cucunya sudah mau sekolah."


"Oma sedang apaaa?"


"Hei sayangku, kau sudah mandi dan sudah mengenakan baju seragam yang bagus sepagi ini. Kamu gagah


sekali sih, apa oma boleh ikut ke sekolah mengantar hari pertamamu sayang?"


"Jangan Oma! karena Ayah dan Bunda yang akan mengantarku ke sekolah nanti Opa dan Oma menjaga adik Cindy saja oke!"


Bramantyo dan istrinya saling berpandangan dan tersenyum kecil. Jadi mereka tidak bisa mengantar Rakasiwi di hari pertamanya sekolah tetapi mereka ditugaskan menjaga adik kecil Cindy.

__ADS_1


Bramantyo dan istrinya saling berpandangan dan tersenyum.


"Oke baiklah kalau begitu Opa dan Oma akan menjaga adik Cindy. Silahkan kakak Raka diantar oleh ayah dan bunda ke sekolah."


Tapi Rakasiwi berpikir ulang, dia tidak mau Opa dan Oma lebih sayang kepada adik Cindy, cukup Bunda saja yang dikuasai oleh adik Cindy.


"Opa sama Oma, kalau mau ikut mengantar Rakasiwi ke sekolah boleh kok. Nanti mobil Opa sama Oma mengikuti mobil Ayah sama bunda di belakang."


Bramantyo dan istrinya saling tatap dan tersenyum.


"Ya sudahlah Opa sama Oma di rumah saja menjaga adik Cindy. Bukankah adik Cindy tidak ikut mengantar kakak Raka ke sekolah?"


"Nggak apa-apa Oma sama Opa ikut mengantar Kakak Rakasiwi ke sekolah adik Cindy tinggal di rumah. Adik Cindy masih kecil belum bisa belum boleh ke sekolah adik Cindy nanti sama mbak Rukiyah saja!"


"Ok, baiklah, Opa dan Oma akan mengantar kakak Raka ke sekolah, sekarang Opa mau bersiap-siap dulu ya, Oma juga mau menganti bajunya."


"Ok, kakak Raka juga mau sarapan dulu."


Anak laki-anak laki-laki itu kemudian berlarian ke ruang tengah untuk menemui ayah dan bundanya yang saat itu akan memulai sarapan mereka.


"Sini kakak Raka cepat kita sarapan bersama-sama supaya tubuh tidak lemas, apa Opa dan Oma mau sarapan bersama kita? Apa kakak Raka sudah mengajak Opa dan Oma sarapan?"


"Opa sama Oma katanya mau ganti baju dulu karena Opa dan Oma mau ikut mengantar Kakak Raka ke sekolah."


"Oh ya sudahlah nanti juga Opa dan Oma ke sini. Ayo sekarang kita sarapan duluan saja."


"Hei, Opa dan Oma mau sarapan sama kakak Raka, biar nanti bisa sama-sama mengantar ke sekolah, mobil Opa nanti akan mengikuti dari belakang."


"Papi, Mami, nggak usah repot-repot, biar Raka dan Mardo saja."


Raka bangkit mencium tangan Papi dan Mami serta menarik kursi dan menyiapkan piring mereka di depan wajah papi dan maminya. Sementara Mardo masih berkutat dengan Cindy yang tak mau lepas, terpaksa mandi pun berdua dengan Cindy. Memakai baju barengan, Cindy anteng jika hanya berdua dengan bundanya. Bahkan ia gelisah jika Raka ayahnya dan kakak Rakanya datang. Ia akan langsung berlari ke pelukkan Mardo.


Bersambung


Dukung Author dengan


like, komen dan vote


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2