Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 97 Pesona Baby Rakasiwi


__ADS_3

Bayi mungil itu sangat menggemaskan setiap orang. Siapa saja yang memandangnya langsung jatuh cinta. Wajah putih dengan rambutnya yang bergerumbul-gerumbul hitam. Hidung mancung serta kulit yang ditumbuhi bulu-bulu halus biru, dan bibir mungil merah itu, mengatup diam. Tidak perduli segala sesuatu di sekelilingnya.


"Oh, tampan sekali seperti ayahnya, pasti nanti kalau sudah besar akan menjadi rebutan gadis-gadis."


"Hemm, benar.Dia bakal menjadi pria yang tampan dan pintar. Akan membuat hati milik gadis bergetar dan berguncang. Juga sepertinya membuat banyak perempuan patah hati."


Gadis-gadis berbisik-bisik di dekat tempat tidur baby Raka. Tak puasnya memandangi wajah yang sangat imut dan menggemaskan tersebut. Hingga Raka datang menghardik


mereka.


"Hei apa yang kalian pikirkan tentang bayi kesayanganku? kalian jangan berkata yang tidak-tidak ya! dia akan menjadi pria yang baik seperti Daddynya ini, tidak akan menjadi seperti yang kalian bicarakan itu."


"Iya tentu saja dia akan menjadi pria yang baik seperti kedua orang tuanya. Maksud kami dia nanti akan menjadi pria yang sangat tampan dan ganteng sehingga banyak gadis yang terpesona kepadanya. apa begitu saja salah?"


"Tentu saja Bayi kesayanganku akan menjadi anak laki-laki yang tampan cerdas dan baik hati. Dia tidak akan


menyakiti siapa pun."


"So sweet banget deh Baby Raka. Bayi saja udah mempesona semua orang, nggak pake ngomong, cuman tidur doang gitu. Ih gemasnya, pengen cium pipinya lagi yang mbem hemm."


Tante-tantenya yang sangat banyak itu, semuanya menjadi pemujanya, setiap hari sepulang kerja mesti melihat wajah baby Raka dulu, yang pastinya sore-sore sudah segar wangi dan tambah imut. Tentu saja tak sembarang bisa melihatnya apa lagi dekat dekat dan menggendongnya. Mardo sudah mengantisipasi semua itu.


"Tante-tante cantik dilarang menyentuh dan mencium ya, boleh lihat tak boleh pegang!"


Tentu saja Tante Patricia, Khairani, Putri, Sashinata dan tante Grace tak bisa lagi, mencolek-colek pipi menggemaskan itu, apa lagi menciumnya. Mardo mengunci pintu kamar dan menaronya di kantong dasternya.

__ADS_1


"Idih masa gitu aja nggak boleh sih? Aduh cium dikit aja sih kak, kakinya aja deh yaa."


"Ngak bisa, kalau maksa juga mandi dulu sana! Baru boleh dekat sama Baby Raka!"


Patricia memajukan bibirnya, terpaksalah tante cantik itu hanya bisa melihat baby Raka dari jendela.


"Kakak nggak asyik! nggak jelas kelihatannya narohnya kejauhan!"


Mardo hanya tersenyum kecil, " baby Raka masih kecil tante dia masih riskan. Nanti kalau udah gede, tante mau cium seratus kali juga boleh kok! Maaf ya tante cantik."


Terpaksa Patricia pulang sambil ngedumel. Begitu juga yang dialami oleh Khairani, Putri, Sashinata, serta Grace mereka semua mengalami hal yang mengecewakan seperti Pat.


"Mardo, sudah kembali


Sashinata, Grace dan Puput terpaksa pulang gigit jari. Mardo menyuruh mereka mandi dulu baru boleh menggendong baby Raka.


Puput akhirnya menelpon Deni, "Den bilangin Raka deh, istrinya masa nggak bolehin kita-kita gendong baby Rakasiwi, sewot deh masa udah jauh-jauh pengen gendong dan cium-cium pipi bayi Raka, malah nggak bisa, baby Raka di kurung di kamar dan dikunci! keterlaluan deh si Mardo."


Deni hanya tertawa ngakak, "Makanya mari kita cepat nikah biar kita juga punya baby Deni dan kamu bisa gendong dia dan bisa cium-cium bayi sesuka hati kamu."


"Ih, kan bulan depan kita udah nikah, benar juga yaa, kita nikah lalu punya anak, nggak perlu repot bolak-balik ke rumah Mardo, cuman mau gendong dan sun baby Raka, nanti kita juga punya baby sendiri ya, hummm nggak sabar Den."


"Yup buruan kamu nikah sama Deni, karena aku dan Sammy juga akan nyusul."


"Ih asyik, kalian sebentar lagi bakal menikah. Doain aku yaa bisa menemukan seseorang juga yang menyempurnakan hidupku."

__ADS_1


Ammiiin, ketiganya saling berpelukkan.


"Pasti dong Grace, aku dan Sashinata akan mendoakan kamu, supaya cepat menemukan jodohmu."


Ketiganya lantas meninggalkan rumah Raka. Dan baby Raka terkejut. Lantas mulutnya yang kecil mulai menangis, ohe ohe ohe...Mardo buru-buru mengambil baby Raka.


"Haus ya baby?"


sembari membawanya duduk di kursi, dengan agak kikuk Mardo mulai menyusui baby Raka. Mulut mungil itu mencari-cari dan menemukannya, baby Raka menyusui dengan lancar, baby Raka kehausan. Minumnya sangat banyak. Setelah menyusui, Mardo mengendongnya sebentar, kemudian menidurkannya.


Mardo mencium pipi baby Raka penuh cinta dan kasih yang mengalir dari jiwanya. Pipinya, jari jemarinya dan kaki-kakinya bernas dan putih kemerahan. Tak bosan melihat dan menyentuh baby Raka. Jika baby Raka menangis dengan digendong, dipeluk dan ditimang-timang maka baby Raka langsung tertidur lagi. Mudah sekali membuat baby Raka tenang dan tertidur.


Saat malam baby Raka sering terbangun dan tiba-tiba menangis keras, Raka yang segera bangun dan menepuk-nepuk kakinya.Kadang kembali tertidur, namun tak lama ia bangun dan menangis kembali lebih keras. Seolah-olah tak mau ditinggal dan tidur sendirian.


Raka dan Mardo sampai lelah dan kurang tidur, akhirnya baby Raka di baringkan diantara mereka, barulah baby Raka tertidur dengan pulas, keduanya hanya geleng-gelang kepala, rupanya pengen tidur di dekat Pipi dan Mimi ya?


kayaknya seperti miminya nih, takut tidur sendirian. Ah nggak, Mimi berani tidur sendirian Pipi kali, coba ya besok tanya sama Papi dan Mami. Kenyataannya Raka waktu kecil berani tidur sendirian, akhirnya tantenya Patricia yang menjadi kambing hitamnya.Oia Patricia memang takut tidur sendirian. Mereka akhirnya maklum, ponakan pasti meniru tantenya yang tak mau tidur sendirian.


Saat subuh baby Raka sudah bangun dan menangis keras, kaki dan tangannya menendang-nendang, Mardo menepuk-nepuk, baby Raka terdiam dan mulutnya mencari-cari. Segera Mardo mengendong, ternyata sudah haus lagi. Raka sempat terbangun dan melihat Mardo menyusui baby Raka, terdengar bunyi mulut baby Raka yang kehausan.


Raka kembali terpejam membiarkan Istri dan anaknya menikmati kedekatan mereka sebagai ibu dan anak. Jika Mardo sehat dan tidak ada halangan Mardo berjanji akan memberi baby Raka asi hingga baby Raka berusia dua tahun. Menurut dokter itu adalah yang terbaik. Imun seorang bayi lebih kuat dengan minum asi. Juga perkembangan otak dan daya pikirnya lebih meningkat pesat. Pokoknya Asi adalah makanan yang terbaik untuk seorang bayi hingga ia berusia dua tahun. Untuk kesehatan ibu juga demikian, memberikan asi bisa mencegah seorang ibu terkena kanker. Sungguh sebuah anugerah yang tak terhingga.


Terima kasih, telah membaca dan like Pria Idola, sangat berterima kasih pada kalian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2