
Hello, Bertemu lagi dengan Pria Idola. Tak terasa sudah 300 episode ya. Kisah ringan penuh makna tentang cinta sejati, persahabatan, keluarga serta bisnis cafe. Kisah ini pernah di publish juga di note efbe penulis sebanyak 100 episode. Banyak sekali yang mengikutinya dari mereka masih di smp hingga punya anak dua. Seorang pembaca sampai menulis pesan di inbok bahwa dia terkesan dengan kisah ini dan mengikuti hingga lulus kuliah. Setiap lelah ia membaca kisah Mardo dan Raka. Ia benci sekali pada Donny yang ingin merengut kesucian Mardo. Ia sampai marah pada penulis. Komen-komen mereka menjadi kekuatan bagi outhor untuk menulis kembali dan merevisinya. Pria Idola adalah tentang cinta sejati antara Raka-Mardo serta anak-anak mereka.
"Jangan meninggalkan jejak dengan menyakiti hati seorang pun perempuan" (Pria Idola)
Taraaaaaa! lanjut lagi ya sob.
Kisah sebelumnya Cindy putri kedua Raka dan Mardo sedang mempersiapkan acara wisudanya. Dia dan teman-temannya mempersiapkan wisuda bersama di rumah Cindy.
Teman-teman Cindi kebanyakan berasal dari luar kota. Mereka kebanyakkan kost di dekat kampus. Saat menunggu jadwal wisuda kebanyakkan dari mereka pulang ke rumah bahkan sudah mendapatkan pekerjaan.
Beberapa menginap di hotel bersama orang tua, sedangkan dua sahabat dekat Cindy yang berasal dari Jakarta ingin menginap di rumah gadis itu. Tentu saja Cindi tak keberatan. Cindy senang teman-temannya mau kerumahnya dan sama - sama menyiapkan acara tersebut.
Sebelum ke Bandung, Cindy memberitahu om Deni dan om Sammy bahwa ia mengambil cuti beberapa hari untuk wisuda. Mereka sahabat ayahnya mengucapkan selamat. Raka akan ke perusahan menggantikan Cindy, meski ia, Mardo dan anak-anak juga akan ke Bandung. Ikut menyaksikan momen bahagia Cindy.
"Tenang saja ada Om Deni dan juga Om Sammy, Congralution Cindy!!! Sukses ya Cindy"
Kedua laki-laki itu memberikan ucapan selamat pada Cindy. Gadis itu mengucapkan terima kasih. Selanjutnya gadis itu meninggalkan kantor. Ia menuju ke mobilnya. Seorang satpam mengikutinya sekedar menjaga gadis itu, yang keluar sendirian.
Satpam itu terkejut saat dua laki-laki muncul di belakang gadis itu, serta merta ia berteriak memanggil gadis tersebut.
"Bu Cindy!!!"
Teriakan satpam tersebut keras dan nyaring sehingga mengejutkan bukan saja Cindy yang replek menoleh tetapi juga laki-laki itu yang sepertinya berniat tidak baik pada Cindy. Pak Satpam mengejar dua laki-laki itu tetapi keduanya lari dan hilang di antara kenderaan.
Cindy terbengong oleh kejadian tersebut. Ia buru-buru masuk ke dalam mobilnya dan menunggu pak satpam. Terlihat laki-laki itu tidak berhasil mengejar kedua laki-laki itu. Cindy keluar dari mobil dan berdiri di dekat pintu mobil.
__ADS_1
"Bu Cindy maaf, mereka menghilang."
Kata laki-laki itu masih dengan nafas megap-megap. Cindy justru mengucapkan terima kasih pada pak satpam. Ia bertanya bagaimana laki-laki itu tau ada yang bermaksud jahat? Teriakkan keras pak satpam telah menggagalkan rencana kedua orang tak dikenal yang akan membekap gadis itu.
Pak satpam bilang ia memang mengikuti Cindy sejak dari lantai lima. Hingga Cindy menuju tempat parkir. Tiba-tiba dia melihat kedua laki-laki itu muncul dan mengikuti Cindy. Gelagatnya mencurigakan.
Pak satpam melihat jelas bahwa kedua laki-laki itu akan membekap Cindy dari belakang. Keduanya baru saja akan bergerak ketika terdengar suara keras dari pak satpam.
Suara yang mengejutkan keduanya. Hingga mereka lari tunggang langgang meninggalkan Cindy yang sempat berbalik dan menghindari keduanya.
"Pak satpam sekali lagi terima kasih ya, kalau tidak ada pak satpam entah apa yang akan mereka lakukan pada saya. Oia pak, tolong periksa CCTV dan nanti kirim ke saya ya pak."
"Oke bu Cindy, hati-hati ya Bu, atau perlu saya antar?"
"Tidak usah Terima kasih pak."
Cindy teringat pada peristiwa hilangnya Bunda Mardo. Jangan-jangan kali ini dia sedang menjadi target penculikan. Tetapi Cindy tidak mengerti apa motif dari penculikannya? Adakah yang telah ia perbuat yang menyakiti hati seseorang.
Rasanya tidak ada, selama ini Cindy sangat menjaga sikapnya. Dia selalu baik kepada semua orang tanpa terkecuali. Lalu apa yang mereka cari dari dirinya. Gadis itu mengerutkan keningnya memikirkan beberapa hal.
Ia teringat cerita bunda Mardo tentang pertemuannya dengan seorang perempuan. Menurut perempuan itu ia adalah istri dari seorang laki-laki yang pernah jatuh cinta kepada bunda Mardo. Ia dan putranya menderita hingga mendendam pada Mardo.
Tetapi semua sudah berakhir. Perempuan itu memohon maaf atas anaknya. Dan Mardo memaafkan dan tidak melapor. Ia berusaha memahaminya penderitaan perempuan itu dan ibunya.
Cindy pikir iabsangat memerlukan rekaman cvtv yang berada di sekitar tempat parkir. Ia akan membahas hal tersebut dengan ayah Raka dan juga bunda Mardo. Cindy akan menanyakan bunda Mardo apakah ia ingat sosok laki-laki yang membawanya jauh ke sebrang.
__ADS_1
Raka dan Mardo sangat terkejut ketika Cindy memberitahu tentang upaya penculikan dirinya di tempat parkir. Tak percaya sebab perusahaan adalah tempat yang nyaman selama bertahun-tahun.
Mereka sangat cemas. Berarti keluarga mereka agaknya dalam pengawasan orang yang tak bertanggung jawab. Raka menghubungi kepala keamanan yang segera mengirimkan rekaman cctivi. Mardo terkejut melihat dua orang yang akan membekap Cindy dan masuk ke mobilnya sendiri sehingga tidak ada kecurigaan.
Mardo terkejut, hal yang mirip dengan kejadian yang menimpanya. Dia juga dibekap di dekat mobilnya sendiri dan mereka meninggalkan tempat itu dengan mengendarai mobilnya.
"Ya Rabb!"
Mardo menutup mulutnya. Sosok itu, tinggi dan besarnya sama dengan orang yang menculiknya dan membawanya ke ke rumah perempuan tersebut. Tapi Mardo tidak melihat wajah mereka karena selalu menggunakan masker yang tebal.
"Sosonya sama tapi bunda tidak tahu wajahnya. Apakah itu mereka atau bukan."
Raka seketika merah padam. Ia marah karena keluarganya berada dalam bahaya. Segera ia menelpon Deni dan juga Sammy.
Kedua laki-laki itu sama terkejut oleh berita yang ceritakan Raka. Mereka tak percaya.
"Ini tak bisa dibiarkan! masalah istriku Mardo kami anggap selesai karena perempuan itu sudah meminta maaf dan mereka merupakan korban. Tetapi kali ini aku tidak akan membiarkan satu orang pun anggota keluargaku pergi dariku karena penculikkan! Tidak akan mendiamkannya! kalian harus membantuku menangkapnya!"
Deni dan Sammy mendengar geprakan meja di sebrang. Raka yang berapi-api dan meledak-ledak sudah kembali. Seperti biasa mereka akan berusaha memadamkan api tersebut dengan cara membuatnya senang.
"Tenanglah kami akan memikirkan cara menangkap dalangnya."
"Mulai sekarang kami akan mengirim penjaga rahasia yang akan menjaga kau, Mardo dan anak-anakmu."
"Ok, tangkap mereka! aku ingin tahu apa kesalahan keluargaku sehingga menjadi incaran mereka."
__ADS_1
Raka menutup telpon. Ia bilang pada Mardo agar mengumpulkan anak-anak saat makan malam, karena ia akan bicara pada keluarganya.
Bersambung.