Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 306. Cindy Hilang


__ADS_3

Gadis itu bergerak dan mulai mengumpulkan kesadarannya. Dia mulai sadar dari pingsannya akibat bekapan berbau di wajahnya. Akibatnya ia kehilangan kesadaran. Itu terjadi beberapa jam yang lalu, saat baru saja meninggalkan rumah.


Sekarang ia menyadari bahwa dia berada di tempat yang asing. Sebuah tempat yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Bagai disentakkan gadis itu bangkit dari tidurnya. Segera menoleh ke kiri dan ke kanan.


Dia tidak tahu tempat apa itu? Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar tetapi lengkap. Agaknya ia berada di ruangan sebuah hotel atau apartemen. Ia mencari-cari sesuatu dan menemukan barang miliknya dan mencengkram kuat.


Beberapa saat ia tidak tau apa yang mesti ia perbuat. Yang pasti ia telah dibawa ketempat itu dengan cara pemaksaan atau di culik.


Buru-buru ia merogoh dan mencari-cari sesuatu di dalam tasnya. Tetapi ia tidak menemukan handphonenya. Agaknya orang-orang yang tadi membekap wajahnya telah mengambil handphonenya.


Sekarang ia tidak memiliki sesuatu untuk meminta pertolongan. Atau mengabari orang tuanya. Ia berpikir dan mengerutkan keningnya. Apa yang mesti ia lakukan?


Dirinya tidak tahu ke depan atau beberapa menit atau jam lagi terjadi sesuatu. Ia harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.


Kembali gadis itu mengingat-ingat apa yang telah ia alami. Apakah penculik itu orang yang sama? Kalau ya, artinya mereka sekarang berhasil menculiknya.


Dia harus berhati-hati dan tak boleh lengah. Ia hanya akan mengandalkan dirinya sendiri. Tidak ada orang lain yang yang bisa menolongnya saat ini. Hanya dirinya dan Rabbnya.


"ya Robb tolong ak, Lindungi diriku, aku hanya berlimdung kepadaMu.?


Mulut Gadis itu komat-kamit berdoa memohon perlindungan dirinya atas hal-hal yang tidak diinginkan. Bibirnya terus mengucapkan doa serta zikir perlindungan diri yang pernah diajarkan oleh ibunya.


Dulu jika ia mengalami rasa ketakutan yang amat sangat. Ibunya selalu menyuruhnya banyak-banyak membaca doa tersebut. Juga sebuah zikir yang diucapkan ribuan kali. Maka percayalah pertolongan akan datang dari mana saja dan di mana pun itu. Gadis itu percaya sekali akan hal itu. Mereka semua yang berhati jahat dan baik ada dalam kekuasaan Rabb masing-masing. Yang jahat tiba-tiba bisa menjadi baik begitu pun sebaliknya.


Segera gadis itu memejamkan matanya. Mulai memanjatkan niat selanjutnya membaca dzikir sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan pertolongan Rabbnya. Bibirnya berkomat-kamit tiada henti, dengan alat jikir digital pemberian kakak iparnya Prita Pujaningrum.


Sementara itu sekretaris di sebuah perusahaan melaporkan kepada atasannya bahwa Ia kehilangan ibu pimpinan.


Seharusnya ibu pimpinan memimpin Meeting pagi ini. Tetapi tidak ada kabar yang ia terima sedang berada di mana ibu pimpinan. Dia segera menghubungi tetapi handphonenya tidak aktif.


Ibu Anne segera memberitahu Deni tentang pimpinan mereka itu. Sebab biasanya dia sudah hadir di perusahaan satu jam lebih cepat.


Deni terkejut, ia segera menelepon ke rumah menanyakan pada Raka apakah ibu pimpinan mereka sudah berangkat? Raka sama terkejutnya dan mengatakan bahwa Cindy atau sang pemimpin perusahaan sudah berangkat sejak dua jam yang lalu.

__ADS_1


"Dia diculik!!!"


Mereka berdua berteriak secara bersamaan. Raka menyentuh dadanya yang tiba-tiba sesak. Ia meletakkan telponnya dan menjatuhkan handphonenya.


"Pipi!!"


Mardo berteriak sembari lari ke arah Raka yang sedang bersandar di meja. Beruntung Mardo cepat meraih pinggangnya dan memapahnya ke sofa.


"Ada apa Pi? Siapa yang menelpon?"


"Mi, Cindy diculik!"


"Oh."


Sekarang Mardo yang membesarkan matanya. Ia tidak percaya mendengar kata-kata Cindy diculik. Dia mengambil jemari Raka dan saling menggenggam serta menguatkan.


"Tenang, Pi. Kita serahkan semuanya pada Rabb kita. Semoga Cindy tidak apa-apa. Cindy gadis yang kuat, cerdas dan banyak akal. Dia pasti bisa melakukan sesuatu untuk menolong dirinya, tenang ya Pi, tenang yah."


Tak berselang lama Deni dan Sammy datang dan bertemu dengan Raka. Ini adalah saatnya untuk mereka mengintrogasi perempuan yang ada di salah satu ruangan kamar di rumah itu.


Melihat keadaan Raka yang agak pucat dan napasnya tersengal. Deni dan Sammy mengambil keputusan bahwa hanya dia dan Sammy saja yang akan memasuki ruangan tempat perempuan itu.


Mereka akan bertanya siapa sebetulnya anak perempuan itu. Tidak ada waktu lagi memberi kelonggaran tentang apa yang telah dilakukan oleh anaknya.


Ceklek!


Kamar itu terbuka dan perempuan di dalamnya menoleh dan melihat kepada dua orang laki-laki yang memasuki ruangannya.


"Maafkan kami ibu, telah membawa dirimu jauh-jauh ke tempat ini. Semua hal ini terjadi karena ulah putramu!"


Deny tak banyak basa-basi segera menyampaikan maksudnya.


"Sekarang putri keluarga ini telah diculik karena itu, tolong katakan siapa nama anakmu itu dan dimana dia tinggal?"

__ADS_1


Perempuan itu memandangi Deni dan Sammy. Ia mendengarkan maksud dari kedua laki-laki itu mendatangi dan bicara padanya. Sekarang ia mengerti ternyata ini mengenai anaknya.


"Putramu sudah menculik seorang wanita dan membawanya ke tempatmu di perkebunan tebu. Tetapi setelah kami memaafkanmu dan putramu itu, juga tidak melaporkan apa yang telah ia lakukan. Bukannya berterima kasih dan insyaf malah sekarang menculik putri dari keluarga ini! Karena itu cepat katakan siapa putramu itu? dan dimana dia tinggal?"


Perempuan itu terbengong mendengar kata-kata dari Deni. Benarkah putranya telah menculik lagi? untuk apa ia melakukan hal itu? Urusan mereka telah selesai.


"Bu, katakan cepat siapa putramu itu? Ini soal nyawa, putri keluarga ini dalam bahaya!"


"Oh, iya sebentar ijinkan aku bicara dengannya."


"Silahkan, jangan membuang-buang waktuku!"


perempuan itu mengambil sesuatu dari kantong bajunya yang ternyata adalah handphone miliknya Ia lalu menghubungi nomor putranya Tetapi beberapa kali Iya mencet nomor tersebut tetapi tidak juga diangkat.


Sammy buru-buru merebut handphone itu dari tangan si perempuan. Semula perempuan itu bersikeras tidak akan memberikan handphonenya. Dia akan bicara dengan anaknya terlebih dahulu.


Tetapi Sammy tidak mengindahkannya. Ia merebut dengan paksa sehingga handphone itu berpindah tangan. Sayangnya di sana hanya tertulis 'Anakku.'


tidak tercantum namanya.


"Siapa dia, dan di mana alamatnya?"


Perempuan itu bilang bahwa anaknya selalu berpindah-pindah alamat rumah. Ia tidak pernah datang ke kota Jakarta ini sejak anaknya meninggalkan perkebunan. Karena itu ia tidak tahu alamat putranya.


Saat Deni dan Sammy menanyakan siapa nama putranya perempuan itu terdiam. Iya takut sesuatu terjadi dengan putranya.


"Jika Ibu tidak memberitahu itu sama saja artinya dengan ibu akan menjebloskan anak ibu ke penjara! Tetapi kalau ibu mau bekerjasama dengan kami dan putri dari keluarga ini kembali dengan selamat tanpa kekurangan apapun kami akan menjamin putra ibu juga selamat tak kurang sesuatu apa pun."


Perempuan itu terdiam. Ia bingung tak bisa berbuat apa pun. Tadi ia ingin bicara dengan putranya untuk menanyakan apa yang harus ia lakukan. Apakah ia boleh menyebut namanya. Sekarang ia hanya diam.


Tak membuang waktu Deni dan Sammy segera pergi ke sebuah tempat untuk mencari tahu pemilik nomer. Deni dan Sammy bekerjasama dengan kepolisian akan menyingkap si penculik.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2