
Laki-laki itu keluar dari dalam kamarnya setelah seharian meringkuk di ranjangnya. Ia
beranjak ke arah belakang mengambil air minum. Kerongkongannya kering kehausan
Ia berjalan ke depan dan menghenyakkan tubuhnya di sofa. Ia tak menghidupkan lampu
ruangan itu, tetapi cahaya dari ruangan tengah sampai ke tempat itu juga penerangan
dari teras.
Ia meminum sedikit demi sedikit air dalam botol besar itu. Senyum yang licik terukir
di bibirnya yang hitam dan tebal, dan ia mulai tertawa terbahak-bahak, "Gadis! perbuatanmu
itu sudah cukup alasan untukku membuatmu menderita,hemm."
Ia mengelus-ngelus dagunya, dan kembali tertawa, "Kau dan ibumu adalah keberuntungan
bagiku ha ha ha! aku bisa membangun rumahku ini dari uang kalian, dan aku masih perlu
uang yang banyak ha ha ha! sertifikat rumah itu dan kontrakkannya sudah ada di tanganku
hua ha ha ha! dasar perempuan bodoh! di rayu sedikit saja langsung mau menikah hemm
dasar, apa dikiranya aku suka dengan tubuh tuanya itu hua ha ha ha! aku jijik tau!"
Laki-laki yang tak lain Abidin adanya mondar-mandir di dalam rumahnya. Ia sempat kesakitan
dan pusing oleh hantaman sepatu Prita tadi siang. Dadanya juga nyeri. Gadis itu membuatnya
tak bisa bekerja dan memutuskan pulang ke rumahnya. Matanya sempat berkunang-kunang
oleh benturan keras yang diakibatkan dorongan keras kaki Prita ke tembok.
Beberapa tukang yang sedang menyelesaikan pembangunan rumahnya, menolehinya
tetapi selanjutnya kembali bekerja. Mereka tak ingin kena semprot Abidin akibat keingin
tauan itu. Tak biasanya Abidin pulang secepat itu. Biasanya selalu malam menjelang
jam sebelas. Lagi pula Abidin langsung masuk kerumahnya dan tak keluar lagi.
Seorang perempuan tua yang mengurusi keperluan tukang-tukang itu bilang kalau
Abidin sedang tidur, mereka boleh pulang karena sudah sore. Ibu tua itu adalah
orang yang bekerja pada Abidin sejak lama. Rumahnya dan keluarganya tak jauh
dari rumah Abidin. Sejak lama ibu tua yang bernama bi Iroh itu sudah membantu
di keluarga Abidin.
Orang tua Abidin sudah lama meninggal, mereka hanya memiliki dua orang anak, yang
pertama kakak Abidin yang sudah menikah dan tinggal jauh di luar kota. Sejak lama
kakaknya itu jarang berkunjung dan berkirim kabar. Sehingga hanya Abidin saja yang
tinggal di rumah itu.
Bibi Iroh serta tetangga-tetangga mengenal Abidin seorang yang ramah dan baik.
Memang sejak lama ia hidup kesusahan, Rumah sederhana peninggalan orang tuanya
semakin kumuh dan reot setiap harinya, orang-orang juga masih melihat Abidin pergi
dan pulang ke rumah dengan berjalan kaki.
Dua tahun belakangan ini perubahannya meningkat dengan pesat. Abidin pergi dan
pulang dengan naik motor. Ia juga mulai mengukur-ngukut tanah peninggalan
orang tuannya yang cukup luas. Ia bermaksud membangun rumah besar dan mewah
di tanah yang luasnya lima ratus meter itu. Entah dari mana ia mendapatkan uang
sebanyak itu.
Tetapi yang jelas tetangga-tetangganya senang dengan perubahan itu, apa lagi
__ADS_1
Abidin menyumbang kas kampung itu lumayan besar. Uang rupanya telah merubah
seorang Abidin yang polos menjadi serakah dan jahat. Apa lagi ia telah berkenalan
dengan seseorang yang sangat rahasia yakni ayah Jae.
Ayah Jae mungkin bisa dibilang penjahat kecil-kecilan tingkat lokal, Ia pemilik bisnis
karaoke serta rumah hiburan malam, usaha-usaha itu sebenarnya hanya kedok belaka
yang sebenarnya ia memilik bisnis sampingan yang hasilnya jauh lebih besar dari bisnis
yang terlihat mata.
Abidin dengan sikapnya yang pandai mengambil hati dan penurut telah membuat
Ayah Jae tertarik dan menjadikan Abidin salah satu yang khusus. Sebab itulah
ia mulai mendapatkan uang banyak dan membangun rumahnya secara perlahan.
Prita telah membuat Abidin ingin bertemu dengan ayah Jae. Ia ingin dibantu untuk
menangkap Prita dan menjadikan gadis itu primadona di rumah madu.
Abidin yakin Ayah Jae akan menyukai gadis seperti Prita. Ayah Jae menyukai perempuan
muda serta pemberontak. Bagaimana pun hebatnya Prita ayah Jae dengan segala
kelicikkannya pasti bisa melumpuhkan gadis itu. Prita akan menjadi madu yang istimewa
untuk ayah Jae, laki-laki kurus setengah baya tersebut sangat menyukai perempuan
yang memiliki tubuh indah seperti Prita. Ia bisa mendapat uang yang banyak lagi.
Ha ha ha ha! terdengar lagi tawa Abidin di keremangan ruangan itu.
Mama Risa terlihat kebingungan saat Prita sampai di rumah. Awalnya ia tak mau menceritakan
kekalutannya itu. Prita terus mendesak dan akhirnya mama Risa bilang kalau sertificat rumah
dan kontrakkan hilang. Ia baru menyadarinya tadi, saat mendapat firasat buruk.
Prita ikut terkejut, "Mama cari dan ingat lagi di mana menyimpannya."
"Mama ingat Prita! semua di dalam tas bekas papa ini! tidak ada satu pun yang
tersisa."
"Ya Allah mama, pasti si Abidin itu telah mengambilnya, kita bisa tidur di jalanan Ma. ya
Allah!"
Prita menjadi ikut panik, "Besok mama harus laporkan ke polisi Ma, kalau tidak kita
bisa jadi gelandangan Ma."
Mama Risa menangis sejadi-jadinya, "Penyesalan yang menyesakkan dada menguasai
dirinya, semalaman itu ia dan Prita tak bisa tidur. Dan tidak ada yang bisa dimintai pertolongan.
Pagi-pagi sekali mama Risa sudah berangkat ke kantor polisi melaporkan Abidin. Sementara
Prita menunggu Abidin di tempat kerja. Tetapi laki-laki itu tak berangkat kerja karena sakit.
Prita meminta alamatnya. Tetapi tidak yang tahu karena Abidin merahasiakan alamatnya.
Prita kesal sekali. Ia harus mendapatkan kembali dokumen penting milik ibunya, meski
nyawa taruhannya.
Ternyata Abidin pagi itu pergi menemui ayah Jae dan menceritakan tentang Prita. Ia akan
mendapatkan uang yang banyak dari ayah Jae sebab telah memberitahukan calon madu
yang istimewa. Gadis luar biasa yang memiliki ilmu bela diri meski bukan tingkat tinggi.
"Ha ha ha, jadi menurutmu dia memiliki ilmu bela diri yang lumayan?"
Pria maskulin itu sangat tertarik. Wanita yang sulit dimiliki semakin membuatnya tertantang
__ADS_1
untuk mendapatkannya. Dia mengangguk-angguk dan tersenyum mengerikan.
"Baiklah, dia akan menjadi maduku! aku pasti akan mendapatkannya, hemmm sudah lama
aku tak menikmati keperawanan perempuan muda."
"Hemmm, Prita tak akan mengecewakan selera ayah Jae."
Abidi mengerling-ngerling dan tersenyum, ayah Jae langsung tau arah Abidin.
"Kau perlu berapa?"
"Dua ratus juta Ayah Jae, aku sedang membangun rumah."
"Baiklah nanti siang akan masuk ke rekeningmu."
"Terima kasih ayah Jae."
Abidin pamit dan telah membayangnya rumahnya yang segera beres, dan ia juga bisa
bersenang-senang dengan perempuan yang ia sukai di rumah hiburan, Ia sudah tahan
untuk menyentuh gadis paling mahal di rumah hiburan itu. Terbayang di benak Abidin
tentang tubuh seorang gadis yang sudah lama ia incar, tetapi harga gadis itu masih
sangat tinggi sebab usia yang muda serta tubuhnya yang mengiurkan.
Ia sangat menginginkan gadis itu sekarang, segera ia mengarahkan motornya ke sebuah
tempat. Dan ia langsung mengatakan pada penjaga bahwa ia menginginkan madu yang
paling manis, segera ia transfer dua puluh lima juta ke rumah madu.
Bergaya seperti seorang bos Abidin masuk ke ruangan khusus dan ia membaringkan
tubuhnya di sana menunggu. Hitungan menit pintu terbuka, Abidin tersenyum melihat
tubuh yang ramping berisi menghampiri dirinya. Gadis itu memulai pekerjaannya
memijit tubuh Abidin dengan jemari yang halus dan lentik. Laki-laki itu memejamkan
matanya menikmati pijatan itu.
Tak lama sebab Abidin mulai dirasuki keinginan untuk meluapkan hasrat yang terpendam
sejak lama, apa lagi ia telah mengeluarkan uang yang sangat besar untuk mendapatkan
madu khusus. Abidin menarik tubuh si madu ke atas pembaringan dan seketika menindih
gadis itu yang hanya membisu dengan senyum tipis. Abidin mengangkat wajahnya dan
saling menatap dengan gadis itu. Laki-laki itu sekarang ingin mengatakan bahwa si madu
jangan lagi sombong, karena sekarang ia berkuasa.
Si madu tersebut tersenyum tipis, Abidin memiringkan kepalanya dan menyambar bibir
ketipisan yang manis itu, ia meluapkan hasratnya, tangannya juga sudah menyentuh
bagian dadanya yang besar mengemaskan. ia Menarik tubuhnya untuk melucuti sang
pakaian madu. Abidin melotot melihat pemandangan indah di depannya. Sepanjang
hari ini ia akan bersama madu.
Bersambung
Jangan lupa beri like, komen,
dan votenya, sangat berterima kasih
__ADS_1